[DMS#2] The Perfect Husband

[DMS#2] The Perfect Husband
THE PERFECT HUSBAND ; 1



Dua Tahun kemudian….


Para tamu undangan yang hadir malam ini tampak sibuk berbincang dengan teman-teman mereka yang ditemui di pesta pernikahan mewah ini. Di tangan mereka ada cangkir berisikan juice dengan rasa yang berbeda setiap orangnya. Di tengah keramaian, ada pria dengan tuxedo putih yang mengangkat kamera tinggi-tinggi sesekali memutarkan badan agar semua orang muat di dalamnya.


“Hay!!” cewek dengan gaun navy yang memiliki belahan setengah paha itu melambai saat kamera menyorot padanya. Keyra Tamara, cewek yang kini memukul pelan bahu Alif saat cowok pemegang kamera itu men-zoom wajahnya.


Alif hanya terkekeh lalu beralih pada Deon yang dikelilingi beberapa wanita cantik dengan pakaian cukup terbuka. "Say hallo, Yon!” seru Alif.


Deon menoleh lantas melambai dan tersenyum pongah pada kamera. “Hallo, bro! Doain, yah, cepet nyusul juga!”


Alif mengacungkan jempol lalu mengarahkan kameranya pada wanita dengan perut sedikit buncit yang memakai gaun senada dengan warna tuxedo Alif.


“Halo, sayang!” sapa Alif. Dia mendekat lalu mencium pipi istrinya di depan kamera. Wanita berambut sepunggung itu menunduk dengan wajah merona hingga Alif semakin gemas.


Membiarkan istrinya bersama Keyra, Alif beralih menapaki tangga kecil untuk menaiki altar. Kamera mahalnya sudah tersorot pada dua pasangan yang tampak seperti raja dan ratu sehari malam ini.


Agra dan Aurora.


Yah, dua insan yang sempat dipisahkan oleh waktu dan jarak kini kembali dipersatukan lagi. Dengan waktu yang tepat, dan keadaan yang sudah lebih baik.


Agra dan Aurora tersenyum dengan melambai ke kamera. “Jangan capek-capek, yah, dua orang. Biar dedek bayi cepat datang.” Alif tertawa saat Agra menjitak kepalanya dan Aurora yang memalingkan wajah karena malu.


Alif mengucapkan selamat pada Agra dan Aurora lalu menuruni Altar menghampiri para tamu dan istrinya.


“Capek, Ra?” tanya Agra saat melihat Aurora meringis pelan.


Aurora menoleh lantas tersenyum. "Gak, kok. Cuma keram dikit aja.”


Mendengar itu, Agra kontan membungkuk ingin membuka sepatu high heels yang digunakan Aurora.


“Gra, ih, apaan sih? Diliatin banyak orang.” Aurora meringis pelan saat semua mata para tamu undangan menatapnya.


“Biarin aja.”


Aurora hanya mendengus, membiarkan Agra melepas sepatu berukuran 5 cm itu.


####


Satu persatu tamu mulai menaiki altar untuk memberikan selamat pada Agra dan Aurora. Banyak dari mereka adalah para teman sebisnis Agra dan teman Dokter Aurora, serta beberapa model di perusahaan modeling Alif yang membuat mata Deon benar-benar jernih malam ini.


“Selamat, yah, Pak Agra. Semoga menjadi keluarga yang bahagia!” Agra menyalami lantas mengangguk dan tersenyum pada Pria setengah baya yang memberinya ucapan.


“Terima kasih, Pak Alexander,” ujar Agra.


Pak Alexander menepuk singkat pundak Agra lalu beralih pada Aurora. Begitu seterusnya hingga kini giliran sahabat-sahabat Agra dan Aurora.


Agra mendengus saat pria ber-tuxedo hitam dengan kemeja putih menjabat tangan Aurora setelah Agra. Bukannya Agra tidak menyukai tamu itu, ia hanya kesal melihat bagaimana pria itu menatap Aurora penuh kagum. Ditambah dengan ucapannya yang benar-benar membuat Agra dongkol.


“Selamat, yah, Dokter Aurora! Akhirnya lepas masa lajang juga. Sebenarnya saya sakit hati Dokter gak nikah sama saya dan malah nikah sama CEO. Tapi gakpapa, deh. Asal Dokter bahagia saya juga akan bahagia!”


Jika saja ini bukan hari bahagia untuknya. Bisa dipastikan bahwa tepat pria itu selesai dengan kalimatnya, Agra akan melayangkan tinjunya. Untung saja Agra masih bisa berpikir rasional saat ini.


Aurora hanya tertawa lalu melepaskan jabatan tangan mereka setelah menyadari perubahan raut wajah Agra. “Makasih, Dok. Semoga cepat nyusul, yah.” Aurora hanya membalas ala kadarnya saja.


Pria yang tidak lain adalah dokter rekan Aurora itu terkekeh lalu berpamitan untuk turun ke lantai tempat para tamu.


“Dia siapa?” tanya Agra setelah pria itu pergi.


Aurora menoleh. “Dokter Yasya Abimanyu. Rekan aku kalau lagi shift atau operasi.” Aurora menahan senyum saat melihat Agra hanya bergumam asal.


.


.


.


HAPPY WEDDING IBU NEGARA!!