
3 tahun kemudian.
Emily terbangun dengan begitu semangat pagi ini, karena hari ini adalah ulang tahunnya yang ke-10 tahun. Hari ini Emily akan mengadakan pesta ulang tahun bersama beberapa temannya. Emily pun langsung keluar darinya kamarnya dan pergi ke dapur, di dapur sudah ada pancake buatan Renata yang begitu enak. Emily mengambil pancake itu dan segara memakannya di meja makan.
“Selamat pagi yang sedang berulang tahun,” ucap Renata yang begitu antusias.
“Pagi Rena, Rena tahu saja sih apa yang Emily mau hari ini,” balas Emily.
“Tentu saja, masa Rena tidak mengetahui apa yang Emily sukai.”
“Oh iya, apa Bian akan datang hari ini?” tanya Renata.
“Hm, katanya kalau sempat bakal datang,” jawab Emily.
Selama 3 tahun, hubungan Fabian dan Renata baik-baik saja. Mereka masih berhubungan walaupun perbedaan jarak dan waktu. Selama 3 tahun Renata begitu bahagia, ia jauh dari Amelia dan itu bagus untuk dirinya. Awalnya Renata susah beradaptasi di lingkungan barunya, tapi semakin lama Renata semakin dikenal di lingkungannya. Renata juga berteman dengan orang-orang baru, dan Renata tentu saja tidak melupakan Anastasia. Emily juga sungguh mudah beradaptasi di lingkungan barunya maupun sekolah barunya.
“Kenapa kamu terlihat biasa saja? Biasanya kalau Bian tidak datang kamu sedih,” ucap Renata yang begitu curiga dengan reaksi Emily yang biasa saja.
“Karena Bian menjanjikan sesuatu kepada Emily dan itu masih rahasia,” balas Emily sambil mengedipkan satu matanya.
“Ih kalian curang sekarang sudah mulai rahasia-rahasiaan dari Rena,” protes Renata.
“Sudahlah nanti Rena juga tahu, mending sekarang kita jemput Ben dan tante Alesya di bandara,” ucap Emily yang berusaha mengalihkan pembicaraan. Akhirnya Renata segera bersiap-siap untuk menjemput Ben dan Alesya, tapi Renata masih penasaran dengan rahasia Emily dan Bian. Tidak biasanya Emily tidak berbagai rahasia kepada Renata.
***
Fabian sudah tiba di bandara, ia merencanakan untuk memberikan kejutan kepada Renata. Tentu saja Fabian sudah bekerja sama dengan Emily untuk kejutan spesial Renata. Maka dari itu Emily berbohong kepada Renata mengatakan Fabian tidak bisa datang, mana mungkin Fabian tidak datang ke ulang tahun Emily. Fabian berencana memberikan kejutan besar untuk Renata dan Emily, bahkan Emily tidak mengetahui apa kejutannya. Yang Emily tahu kejutan itu sebagai hadiah ulang tahun Emily. Fabian sengaja memakai topi dan jaket agar Renata tidak melihatnya, karena Renata datang ke bandara yang sama untuk menjemput Ben dan Alesya.
Selama 3 tahun ini semua berjalan baik untuk Fabian, ia dapat memenuhi mimpi-mimpi kecilnya. Fabian mengunjungi psikolog untuk membantu dirinya menjadi lebih baik. Fabian mulai mengikuti kata hatinya dan melakukan hal yang membuat ia bahagia. Fabian bahkan sempat menjadi pianis untuk acara-acara penting, namun Fabian tidak melanjutkan hal itu. Karena Fabian ingin kembali kepada cinta pertamanya, Fabian berpikir waktunya untuk penyembuhan dan bersenang-senang sudah selesai. Waktunya Fabian kembali dengan dirinya yang lebih baik.
Saat di luar bandara Fabian melihat Renata, Emily, Alesya, dan Ben sedang berbicara. Fabian berdiri tidak jauh dari mereka, tapi mereka tidak menyadarinya karena wajah Fabian tidak terlihat. Fabian tersenyum saat melihat Emily yang sudah begitu besar, umurnya sudah bertambah. Walaupun sering bertukar kabar Fabian jarang melihat Emily secara langsung dan melihat perkembangan Emily.
“Yah, Fabian tidak datang? Sayang sekali,” ucap Alesya yang mendengar jika Fabian tidak bisa datang.
“Mungkin om Fabian sibuk, lagi pula ada Ben di sini jadi tidak perlu khawatir,” ucap Ben dengan bangga sambil melirik Emily.
“Apa sih?! Pokoknya tidak ada yang bisa menggantikan Bian,” balas Emily, mendengar itu Ben langsung merasa sedih.
“Itu tidak adil, padahal yang selalu sempatkan datang aku tapi kamu bilangnya om Fabian mulu,” protes Ben, Fabian yang mendengarkan itu dari kejauhan langsung tertawa kecil. Ternyata selama ini Ben cemburu dengannya.
“Bukan seperti itu, Emily juga sayang Ben kok tapi lebih sayang Bian,” ucap Emily sambil menjulurkan lidahnya.
“Ih tidak adil, Rena lihat Emily iseng banget,” adu Ben kepada Renata.
“Sudah-sudah jangan bertengkar, ayo lebih baik kita pulang,” ucap Renata.
Akhirnya mereka semua segera pergi ke rumah Renata. Sepanjang perjalanan Emily terus meledek Ben dan terus mengatakan ia lebih menyayangi Fabian. Tentu saja Ben yang mendengarkan itu langsung marah, karena ia adalah sahabat Emily sama seperti Fabian. Jadi Emily tidak boleh menyayangi Fabian lebih dari Ben. Emily yang mengetahui itu malah terus menggoda Ben dan menjahilinya. Ternyata Ben sangat mudah untuk dibuat cemburu, mengetahui itu Emily suka jail melakukan hal yang membuat Ben cemburu.
Tak lama kemudian mereka sampai, tapi Ben masih marah kepada Emily. Padahal Emily sudah membujuk Ben dan meminta maaf, karena menggoda Ben seperti itu. Tapi Ben masih saja marah, karena Emily lebih menyayangi Fabian daripada Ben. Sedangkan Renata dan Alesya yang melihat itu hanya diam saja, biarkan mereka berdua menyelesaikan masalah yang mereka buat.
“Ben maafkan Emily ya,” ucap Emily sambil memelas.
“Tidak mau, selama Emily masih sayang sama om Fabian, Ben tidak akan memaafkan Emily,” tolak Ben mentah-mentah.
“Tapi Emily ulang tahun hari ini, masa iya Ben mau marah?”
Emily yang mendengar itu langsung merasa senang, karena Ben maafkan walau hanya untuk ulang tahunnya. Tapi tetap saja Emily bisa menghabiskan waktu dengan Ben seharian lalu berpikir agar Ben mau memaafkannya. Jadi Emily bisa bersenang-senang tanpa memikirkan Ben yang sedang marah.
“Ada-ada saja mereka berdua,” ucap Renata yang sedari tadi melihat mereka bertengkar dari dapur.
“Padahal Ben tadi tidak sabar bertemu Emily, tapi sekarang malah mereka marahan,” balas Alesya sambil menggeleng-geleng kepalanya.
“Oh iya, aku dengar Fabian tidak datang ya hari ini,” ucap Alesya yang tiba-tiba bertanya tentang Fabian. Mendengar itu Renata langsung merasa canggung, Renata tidak ingin membuat Alesya berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya dan Fabian. Karena belakangan ini Fabian menjadi sangat sibuk dan jarang menyempatkan waktu untuk Renata, tentu saja Emily mengetahui itu dan bercerita kepada Ben.
“Iya kak, mungkin saja dia sibuk,” balas Renata.
“Ya sudah kalau seperti itu, tapi kenapa Emily tidak terlihat sedih sama sekali?”
“Aku juga tidak tahu, biasanya Emily bersedih jika Fabian tidak datang.” Renata bahkan heran dengan Emily yang tidak bersedih sama sekali, biasanya Emily akan merengek jika Fabian tidak datang. Tapi kali ini Emily bersikap begitu normal seakan tidak terjadi apa-apa, itu membuat Renata curiga.
***
Siang harinya, pesta ulang tahun Emily dimulai, pesta itu diadakan di halaman belakang rumah. Beberapa teman Emily datang dan menikmati pestanya, tapi Emily sedari tadi hanya bersama Ben dan enggan menyapa yang lain. Memang Emily dan Ben sangat jarang bertemu jadi wajar mereka menghabiskan waktu bersama di pesta ulang tahun Emily. Hanya saja Renata benar-benar merasa bersedih karena Fabian tidak datang, padahal Renata sangat merindukan Fabian.
“Emily!” panggil Ben yang membuat Emily terkejut.
“Kenapa sih, Emily mau nyapa teman Emily tahu,” ucap Emily yang kaget.
“Kamu lihat deh, Rena sedih karena om Fabian tidak datang.” Mendengar itu Emily langsung melihat Renata yang berada di dalam rumah dan hanya berdiam diri. Rasanya Emily ingin mengucapkan jika Fabian akan datang dan memberikan kejutan, tapi Emily tidak boleh karena nanti tidak jadi kejutan.
“Ben kamu ngapain?” Tanya Emily yang melihat Ben mengambil camilan pesta.
“Ben mau kasih ke Rena biar Rena enggak sedih,” jawab Ben yang langsung berlari membawa camilan itu.
“Ben tunggu Emily!”
Renata yang hanya duduk diam melihat pesta dari dalam rumah, terkejut melihat Emily dan Ben berlarian menuju ke arahnya. Ditambah Ben membawa banyak sekali camilan, jika dari pandangan Renata, Ben dan Emily seperti sedang berebut camilan, tapi mengapa mereka berlari menuju Renata. Tak lama kemudian Ben sampai di hadapan Renata sebelum Emily, dengan nafas yang terengah-engah. Ben memberikan camilan itu kepada Renata dan itu membuat Renata terkejut.
“Ini buat Renata?” Ben langsung mengangguk dengan cepat dan Renata hanya tertawa kecil. Renata pun mengambil camilan itu dengan senang hati.
“Ben jangan tinggalin Emily,” ucap Emily dengan nafas terengah-engah.
“Lagian kalian berdua kenapa berlarian seperti itu?” tanya Renata yang tidak habis pikir.
“Tidak tahu, Ben yang mulai duluan,” ucap Emily sambil menunjuk Ben.
“Lagian Ben berlari biar cepat, entah mengapa Emily malah ikutan berlari,” balas Ben.
“Benar juga ya, harusnya Emily jalan saja nanti juga sampai. Ben bukannya bilang dari tadi.”
“Ih, kok jadi salah aku.”
“Sudah-sudah, kalian jangan bertengkar lagi,” ucap Renata yang berusaha melerai mereka yang akan bertengkar.
Akhirnya Emily dan Ben segera kembali ke pesta dan meninggalkan Renata. Setelah mereka berdua pergi, Renata langsung memakan camilan yang Ben berikan tadi. Bisa di bilang camilan itu meringankan rasa rindu Renata kepada Fabian, tapi tetap saja Renata masih merindukan Fabian. Padahal hari ini Renata begitu mengharapkan Fabian datang, ternyata Fabian tidak jadi datang dan itu membuat Renata sedih. Tapi Renata tidak boleh sedih terus-menerus, karena ini adalah ulang tahun Emily.
bersambung......