
Esok paginya, Tidak ada kabar dari Fabian sama sekali. Bahkan sekarang Alesya tidak bisa di hubungi. Nathan sudah masuk ke dalam penjara dan Amelia sudah mengetahui semua kebenaran. Semua sudah berakhir. Itu artinya Renata dan Fabian bisa bersama lagi, iya bukan? Lalu mengapa Fabian pergi tanpa kabar di hari pernikahan itu. Polisi datang dan menahan Nathan berarti Fabian sudah melakukan tugasnya, namun kenapa Fabian tidak mengucapkan apa pun kepada Renata.
“Masih berusaha menghubungi Fabian?” tanya Anastasia yang melihat Renata terus menatap ponselnya. Renata seketika langsung mematikan ponselnya, karena sejak malam Renata begitu fokus kepada ponselnya. Renata terlihat seperti orang yang sungguh putus asa dan itu menyedihkan.
“Maaf, aku begitu fokus kepada Fabian hingga melupakan hal yang lain. Sebaiknya aku bersiap-siap untuk mengantarkan Emily sekolah,” ucap Renata yang langsung buru-buru pergi untuk mengecek Emily.
“Apa kamu akan menerima pekerjaan itu?” tanya Anastasia, sontak Renata langsung berhenti. Renata benar-benar lupa jika ia mempunyai tawaran pekerjaan di luar kota, semua masalah yang Renata hadapi sungguh berat. Untung saja ada Anastasia yang membuat Renata tetap tersadar.
“Aku akan memikirkan lagi, tapi entahlah semuanya begitu kacau saat ini.”
“Baiklah, aku akan mendukung semua pilihan yang kamu buat. Tapi pilihlah pilihan yang tidak membuat kamu menyesal di akhirnya Renata.”
Tanpa membalas Anastasia, Renata langsung pergi ke kamar Emily. Tentu saja semua pilihan berat untuk Renata, tapi Renata tidak tahu pilihan mana yang akan membuatnya menyesal. Sungguh menyedihkan, betapa buntungnya Renata saat ini. Namun semua harus berjalan ke depan bukan hanya terjebak di masa lalu.
“Rena lihat, rambut Emily. Emily membuatnya sendiri loh,” ucap Emily saat Renata masuk ke dalam kamarnya. Renata pun melihat rambut Emily yang di kepang, rambut itu begitu cantik. Tidak disangka Emily begitu cepat bisa mengepang rambutnya sendiri, dan itu terlihat mengemaskan sekali.
“Aku tidak sabar untuk menunjukkan kepada Bian,” ucap Emily dengan begitu antusias.
“Memang hari ini Bian ingin berkunjung?” tanya Renata.
“Iya kemarin Bian janji akan datang setelah Emily pulang sekolah, Bian janji jika Emily bisa mengepang dia akan belikan Emily rumah boneka,” Emily pun segera mengambil tasnya dan keluar dari kamar. Emily benar-benar tidak sabar menunjukkan Fabian hasil kepangannya, pasti Fabian akan memujinya. Saat Renata ingin menghampiri Emily, tiba-tiba ada panggilan dari Alesya.
“Halo Renata, maaf mengganggu di pagi hari seperti ini. Aku ingin meminta tolong, bisakah kamu datang ke apartemen Fabian setelah mengantarkan Emily. Aku tidak bisa menjelaskan semuanya lewat telepon, tapi aku mau kamu cepat datang kesini,” ucap Alesya dengan nada begitu panik. Mendengar itu membuat Renata ikut panik, ia takut terjadi sesuatu kepada Fabian.
***
Renata langsung masuk ke dalam kamar Fabian, Renata melihat Fabian yang duduk di sudut kamarnya dan menangis, lalu di samping Fabian ada fotonya bersama Vanessa. Seketika perasaan Renata menjadi tidak enak, apa terjadi sesuatu terhadap Vanessa? Renata pun menghampiri Fabian. Awalnya Fabian tidak merasakan kehadiran seorang pun di kamarnya, namun saat Renata mendekat Fabian bisa merasakan itu.
“Fabian, apa kamu baik-baik saja?” tanya Renata.
Fabian tidak menjawab apa-apa, Fabian hanya terus menangis. Renata pun menarik lengan Fabian dan memeluknya, seketika tangisan Fabian menjadi lebih kencang dan Fabian langsung memeluk erat Renata. Renata menepuk punggung Fabian agar Fabian bisa lebih tenang.
“Mama ... sudah pergi,” ucap Fabian dengan suara bergetar. Mendengar itu Renata langsung terkejut, pantas saja tangisan Fabian begitu menyakitkan. Renata hanya mengeratkan pelukannya dan tidak berbicara apa-apa. Beberapa menit mereka berdua terdiam, tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka hanya tangisan Fabian yang terdengar. Tanpa di sadari Renata ikut menangis mendengar itu, rasanya Renata bisa merasakan sakit hati yang Fabian alami.
“Rena, apa yang harus aku lakukan sekarang? Tempatku bersandar sudah pergi untuk selamanya, aku tidak mau semua ini terjadi.” Fabian terus menangis seakan ia tidak ingin menerima kebenaran yang ada di depan matanya, seakan ia tidak merelakan Vanessa untuk pergi selamanya. Perilaku Fabian membuktikan jika Vanessa begitu penting dalam hidupnya.
“Tidak apa, kamu butuh proses untuk menerima ini semua. Jadi menangis atau lakukan apa pun yang membuat kamu merasa lega. Mungkin aku tidak bisa membuat kamu tenang atau merasa lebih baik, tapi setidaknya aku di sini bersama kamu dan tidak akan meninggalkan kamu,” ucap Renata sambil menghapus air mata Fabian.
***
Siang hari pun tiba, dan Renata mengantar Fabian ke pemakaman Vanessa. Awalnya Fabian tidak ingin datang karena dirinya masih tidak bisa menerima kenyataan, namun Renata memohon kepada Fabian agar datang dan menemani ibunya di peristirahatan terakhirnya. Selama pemakaman Fabian hanya memejamkan matanya dan menahan air matanya, Fabian juga terus menggenggam tangan Renata. Fabian tidak ingin Renata pergi ke mana-mana, sudah cukup satu orang saja yang pergi.
“Menangis saja jika kamu ingin,” ucap Renata yang melihat Fabian sedari tadi menahan air matanya. Fabian pun mengeluarkan setetes air mata dan itu membuat Fabian menjadi lega. Fabian pun tersenyum tipis kepada Renata.
Setelah pemakaman, Renata mengajak Fabian untuk berkunjung ke rumahnya. Karena apartemen Fabian begitu kacau dan itu bukanlah hal yang bagus. Renata juga sudah berbicara kepada Alesya dan Alesya menjelaskan semuanya kepada Renata. Vanessa meninggal karena serangan jantung dan Fabian yang pertama mengetahui itu. Maka dari itu di hari pernikahan itu, Fabian pergi tanpa kabar. Fabian sibuk berdoa agar Vanessa selamat, tapi keadaan berkata lain.
Sesampainya di rumah Renata, Fabian di sambut oleh Emily. Karena hari ini cukup berat Fabian sampai melupakan Emily, Fabian pun berusaha menghilangkan rasa sedihnya untuk Emily. Cukup Renata saja yang melihat sisi lain Fabian, tidak dengan Emily. Namun Emily mengetahui jika Fabian merasa sedih, ini bukan pertama kali Emily melihat hal itu. Di saat ayahnya Renata meninggal Emily melihat betapa sedihnya Renata, dan sekarang Emily melihat itu di Fabian. Emily pun menyuruh Fabian duduk di samping, agar Fabian bisa bercerita kepada Emily.
Bersambung......