You're My Sunshiny

You're My Sunshiny
Everything Wil Be Fine part 2



Setelah bertemu dengan Alesya, Renata segera kembali ke rumahnya. Karena sedari tadi Anastasia terus meneleponnya dan meminta Renata untuk segera kembali. Pasti Emily sedang merengek karena Renata begitu lama, itu membuat Renata terpaksa meninggalkan Fabian. Renata berencana untuk kembali nanti tapi Renata tidak yakin akan hal itu.


Setelah beberapa jam Fabian membuka matanya, hal pertama yang ia cari adalah Renata. Tapi sangat di sayangkan Renata tidak ada. Padahal Fabian benar-benar mengharapkan Renata ada di samping di saat seperti ini, tapi apa boleh buat semua sudah berakhir. Tidak ada kesempatan lagi untuk Fabian agar bersama dengan Renata. Betapa bodohnya Fabian mengharapkan Renata akan tetap bersamanya.


Fabian pun bangun dari ranjangnya dan segera keluar dari kamarnya, betapa terkejutnya Fabian melihat Emily yang berada di ruang tamunya. Emily pun menghampiri Fabian dan memeluk Fabian, dan ternyata Emily tidak sendiri ada Ben juga. Ben juga menghampiri Fabian dan memeluknya.


“Bian, Emily kangen tahu!” ucap Emily yang begitu antusias, sontak Fabian langsung tersenyum mendengar itu.


“Sama Ben juga kangen tahu!” ucap Ben yang tak mau kalah antusias dari Emily.


“Iya, Bian juga kangen kalian berdua,” balas Fabian.


Emily dan Ben pun mengajak Fabian untuk bermain bersama mereka. Namun sedari tadi Fabian mencari Renata, karena di dalam apartemennya tidak ada Renata sama sekali. Bagaimana bisa kedua anak ini masuk begitu saja ke dalam apartemen Fabian. Fabian pun duduk di sofa dan melihat di meja ada permainan ular tangga, Emily pun menyuruh Fabian untuk bermain.


“Omong-omong, ke mana yang lain. Apa hanya ada kalian yang berada di sini?” tanya Fabian.


“Tidak, ada Rena tadi. Tapi Rena pergi sebentar untuk membelikan Bian makanan,” jawab Emily sambil melempar dadu.


Dan benar saja, tak lama kemudian Renata datang dan membawa makanan. Saat melihat Renata datang Fabian langsung menghampirinya, Fabian tersenyum kepada Renata. Sedangkan Renata hanya tersenyum canggung saat melihat Fabian. Fabian pun menawarkan untuk membantu Renata menyiapkan makanan dan Renata mengiyakan. Akhirnya mereka berdua pergi ke dapur.


“Aku kira kamu tidak akan kembali,” ucap Fabian yang berusaha mencairkan suasana.


“Bagaimana mungkin aku meninggalkan kamu di saat seperti ini, walau kita sudah berpisah tidak ada salahnya untuk aku tetap berada di sisi kamu,” balas Renata.


“Aku mengira kamu tidak akan datang sama sekali, aku sudah seperti orang lemah yang terus bergantung kepada kamu.”


“Renata, apa kamu mencintai aku?” tanya Fabian yang begitu tiba-tiba, hingga membuat Renata terkejut mendengar itu.


“Te– tentu saja aku masih me– mencintai kamu, apa kamu mengira aku akan melupakan kamu segampang itu,” jawab Renata dengan begitu gugup.


“Andai kita masih bisa bersama,” ucap Fabian yang mengandai-andai. Seketika Renata langsung teringat percakapannya dengan Alesya tadi. Mungkin saja Renata masih bisa bersama Fabian, jika ia membongkar sikap busuk Nathan. Jika hal itu bisa terjadi mungkin semua akan membaik dan tidak ada satu orang pun yang terluka. Namun Renata tidak yakin jika Fabian ingin melakukan itu.


“Bagaimana jika a– aku mengatakan kita bisa bersama lagi.” Mendengar itu Fabian langsung menatap Renata dengan begitu serius.


“Maksud kamu?” tanya Fabian yang mengharapkan itu semua benar.


“Iya, kita bisa membatalkan pernikahan mama aku dan ayah kamu. Dengan cara membongkar semua kelakuan busuk ayah kamu di masa lalu, aku sudah mendengar semuanya dari kak Alesya,” ucap Renata yang begitu ragu, karena pasti Fabian akan menolak itu.


“Apa hal itu bisa membuat mama terhindar dari ancaman pria itu?” tanya Fabian.


“Iya karena jika kita mempunyai bukti yang kuat, Nathan bisa masuk ke dalam penjara dan mama kamu akan aman dan tenang,” ucap Renata yang berusaha meyakinkan Fabian. Sebenarnya Fabian takut untuk melakukan hal seperti itu, tapi Nathan sudah terlewat batas karena mengganggu Vanessa. Mau tidak mau Fabian harus menyetujui apa yang Renata bicarakan.


“Baiklah, aku akan melakukan untuk mama,” ucap Fabian.


“Aku berjanji tidak akan mengecewakan kamu,” balas Renata sambil tersenyum tipis.


Bersambung.....