
Saat Renata berumur 21 tahun, ia sengaja berpacar dan memberontak kepada Amelia. Tujuan Renata berpacaran untuk membuat ibunya tersadar, jika semua pilihan hidupnya ada ditangannya. Bahkan ayahnya mendukung Renata dan pacarnya saat itu, lalu mengapa Amelia tidak. Apa pacar Renata kurang sempurna untuk Amelia, tidak mungkin menurut Renata pacarnya adalah yang paling sempurna. Hingga hal itu yang membuat tembok antara hubungan Renata dan Amelia.
Seperti gadis muda pada umumnya Renata tidak memikirkan tentang ibunya saat berpacaran. Singkat cerita Renata memiliki kehidupan yang sempurna, Renata mempunya sahabat yang begitu dekat walau usia mereka terpaut 3 tahun, dan juga Renata memiliki pacar yang setia. Setidaknya itu yang Renata pikirkan saat itu, ternyata yang Amelia ajarkan tentang persahabatan dan lelaki itu salah menurut Renata.
Hingga akhirnya sahabat Renata hamil dan ayah dari bayi yang sahabatnya kandung adalah pacarnya. Saat itu Renata benar-benar kecewa, hidupnya yang sempurna benar-benar hancur. Saat itu Renata memilih meninggalkan sahabatnya dan pacarnya, namun Renata menjadi pribadi yang sangat tertutup. Renata menjadi dingin kepada setiap orang, Renata hanya berdiam diri saat ada hal mengganggunya. Paling parah Amelia menyalahkan Renata, karena tidak pernah mendengar nasihatnya dan memaksa menerima lelaki yang banyak kekurangannya.
Padahal yang Amelia ajarkan kepada Renata adalah bersikap egois dan tidak perlu memikirkan tentang orang lain. Amelia mengajarkan Renata untuk menindas orang agar dirinya berhasil dan tidak usah pikirkan perasaan orang lain. Amelia mengatakan hal seperti itu karena pengalamannya. Awalnya Renata menerima, tapi Renata malah merasa bersalah karena terus mengambil kesempatan orang lain. Akhirnya Renata berhenti dan memilih menjadi dirinya sendiri dan memilih meninggalkan rumah.
Renata hidup dengan mandiri dengan karier yang sukses, bahkan Amelia bangga dengan itu. Tapi Renata mengacuhkannya dan lebih memilih bercerita kepada ayahnya. Karena ayahnya yang membuat Renata kuat menghadap semua masalah dan tidak menghakimi Renata. Pada umurnya yang 23 tahun, Renata mendapatkan kabar jika sahabatnya masuk ke dalam penjara. Sahabatnya terlibat kasus penipuan dan penganiayaan anak. Sedangkan mantan pacar Renata pergi entah ke mana, mantan pacar Renata pergi saat bayi itu lahir, ia hilang entah ke mana.
Saat Renata melihat kondisi anak yang dianiaya mantan sahabatnya, Renata langsung menangis melihat itu. Anak itu tidak memiliki nama sama sekali dan tubuhnya penuh dengan luka lebam, bahkan saat Renata berusaha mendekatinya anak itu menangis. Akhirnya Renata membuat keputusan untuk merawat anak itu, awalnya anak itu hanya diam saja. Namun, lama-lama anak itu merasa nyaman berada di dekat Renata dan memanggilnya ‘Rena’. Dan Renata memberikan namanya anak itu Emily. Dengan adanya Emily hidup Renata menjadi lebih lengkap.
Tapi ada satu orang yang tidak menyukainya, yaitu Amelia. Amelia merasa Renata bukanlah anaknya, karena merawat anak dari perselingkuhan mantan pacarnya. Itu adalah hal tidak akan pernah Amelia lakukan, bahkan melihat anak Nathan dan Vanessa saja, rasanya Amelia ingin membunuh anak itu. Lalu mengapa Renata begitu berbeda dengan Amelia, bahkan suaminya mendukung Renata. Saat itu juga Amelia melakukan seribu cara agar Renata melepaskan anak itu, namun tetap saja gagal.
“Apa yang mama lakukan selama ini, karena merasa menjadi pihak yang paling menderita,” ucap Renata kepada dirinya sendiri.
Renata memutuskan untuk pergi ke apartemen Fabian untuk meminta penjelasan kepada Fabian. Namun, saat Renata datang, tidak ada seorang pun yang membukakan pintu. Sekuriti bilang jika Fabian pergi keluar, Renata juga sudah berusaha menghubungi Fabian, tapi Fabian tidak mengangkatnya. Padahal Renata punya banyak pertanyaan tentang mamanya Fabian. Akhirnya Renata memutuskan untuk pergi.
Selang beberapa jam, Fabian akhirnya kembali dari rumah sakit jiwa. Saat Fabian sampai, sekuriti mengatakan jika ada seseorang yang mencarinya. Sekuriti itu pun menyebut ciri-ciri wanita yang datang mencari Fabian dan itu adalah Renata. Dengan cepat Fabian langsung pergi ke tempat Renata. Hujan mulai turun itu tandanya Fabian harus cepat. Tapi saat sampai di rumah Renata, tidak ada Renata di sana. Hanya ada Emily dan Anastasia yang sedang menjaga Emily. Emily mengatakan jika Renata pergi sambil menangis tadi, seketika Fabian langsung panik mendengar itu.
Fabian pun pergi mencari Renata, dengan keadaan hujan yang deras. Sebenarnya Fabian tidak tahu harus mencari Renata ke mana, tapi tidak ada salahnya mencoba. Saat diperjalanan Fabian mengingat, Renata pernah bercerita tentang tempat yang ia datangi ketika bersedih. Jika Renata bersedih ia selalu mendatangi ayahnya, namun ayah Renata sudah meninggal. Berarti Renata pergi ke kuburan ayahnya, tapi Fabian tidak tahu sama sekali di mana itu. Akhirnya Fabian kembali ke rumah Renata dan bertanya kepada Anastasia, di mana makam ayah Renata.
Setelah mengetahui lokasinya, Fabian langsung bergegas pergi. Sesampainya di taman pemakan, Fabian masuk ke dalam tanpa menggunakan payung. Setelah beberapa menit mencari, akhirnya Fabian menemukan Renata. Namun, Renata terlihat menangis sambil memeluki makam ayahnya, bahkan tubuh Renata sudah basah kuyup. Fabian pun mendekati Renata dari belakang secara perlahan, tapi Fabian berhenti saat mendengar Renata yang berbicara.
“Fabian?” ucap Renata, Fabian tidak mengatakan apa-apa. Fabian langsung memeluk Renata, melihat Renata seperti itu membuat hati Fabian terluka.
“Jangan menangis lagi, aku ada di sini bersama kamu,” ucap Fabian, sontak tangisan Renata semakin menjadi-jadi dalam pelukan Fabian. Fabian pun mengelus rambut Renata, untuk membuat Renata tenang. Rasanya Fabian juga ingin menangis saat mendengar tangisan Renata, namun Fabian tidak ingin membuat Renata tambah sedih.
***
“Jangan menangis lagi,” ucap Fabian yang duduk di samping Renata sambil menghapus air mata Renata. Sekarang Renata sedang berada di apartemen Fabian, tadi Renata ingin kembali ke rumahnya, tapi Fabian melarangnya karena pasti itu akan membuat Emily ikut bersedih, akhirnya Renata menyetujui Fabian untuk pergi ke apartemen Fabian.
Fabian sudah mendengar semuanya dari Renata, awalnya Fabian terkejut mendengar itu. Ditambah sudut pandang Amelia, yang membuat Nathan seakan pria yang baik. Memang Fabian belum bercerita semuanya kepada Renata, tapi sepertinya Fabian harus bercerita sekarang. Fabian tidak ingin jika Amelia terjebak seperti mamanya.
“Fabian maafkan aku,” ucap Renata.
“Ini bukan salah kamu, jadi jangan menangis terus,” balas Fabian langsung memeluk Renata dengan erat.
Renata sedari tadi hanya bisa menangis dan meminta maaf kepada Fabian, Renata merasa bersalah karena apa yang Amelia lakukan. Renata berpikir jika Fabian membenci ayahnya karena ayahnya berselingkuh. Fabian tidak pernah benar-benar bercerita mengapa kedua orang tuanya berpisah dan mengapa Fabian begitu membenci ayahnya. Ini adalah saat yang tepat untuk mendengarkan semuanya dari Fabian.
“Fabian, apa aku boleh tahu tentang mama kamu?” tanya Renata.
“Aku akan menceritakan, tapi aku sedikit takut menceritakannya. Jadi itu semua terserah kamu ingin percaya atau tidak,” jawab Fabian dan Renata langsung mengangguk.
Bersambung.....