
1 jam sebelum pernikahan.
Nathan sedari mencari Amelia yang tak kunjung kelihatan, padahal pernikahan di mulai sebentar lagi. Saat Nathan ingin mengecek ruang pengantin, tidak sengaja ia menabrak seorang wanita dan Nathan tidak sengaja menjatuhkan makanan wanita itu. Makanan mengenai gaun wanita itu.
“Ah, gaunku!” ucap wanita itu dengan terkejut.
“Ya ampun saya minta maaf, saya sedang buru-buru,” balas Nathan lalu segera pergi dari hadapan wanita.
“AYOLAH TUAN, BAGAIMANA MUNGKIN ANDA TIDAK MENGINGAT SAYA.” Teriak wanita itu.
Nathan pun menoleh kepada wanita itu, memang wanita itu terasa tidak asing untuknya. Namun Nathan tidak bisa mengingat siapa wanita itu. Alesya hanya bisa tertawa saat Nathan tidak bisa mengenali wajah putrinya sendiri, selama itukah Alesya pergi dari hidup Nathan. Hingga Nathan Melupakan putrinya.
“Ayolah, Papa tidak ingat Alesya putri kesayangannya Papa,” sindir Alesya. Saat mendengar itu Nathan langsung tertawa kecil dan menghampiri Alesya. Tidak disangka Nathan akan bertemu dengan Alesya di saat seperti ini, aneh rasanya mengapa Alesya ada di sini. Itu membuat Nathan curiga.
“Apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu sengaja mencari tahu tentang Papa?” tanya Nathan yang mulai curiga kepada Alesya.
“Anda lucu sekali, saya di sini untuk merias pengantin wanita. Lagi pula aku tidak tahu jika dia akan menikahi Papa, tenanglah aku di sini hanya untuk bekerja.” Dusta Alesya, tentu saja bekerja bukan alasan utamanya. Alesya sengaja meminta Renata mengecohkan perhatian Amelia, agar Alesya bisa memberi peringatan kepada Nathan. Alesya tahu pasti Nathan akan merasa terancam jika Alesya ada di sini.
“Jadi bagaimana kabarmu?” tanya Nathan.
“Lucu sekali, apa Anda lupa apa yang telah Anda perbuat?” ucap Alesya dengan nada begitu pelan.
“Ayolah, Alesya lupakan masa lalu.”
“Tentu saja aku sudah melupakannya, untuk apa aku mengingat tentang Papa,” ucap Alesya dengan tegas.
Alesya pun segera melihat jam tangannya dan segera kembali ke ruang pengantin, untuk membukakan pintu. Pernikahan di laksanakan 35 menit lagi. Alesya kembali ke ruang pengantin dan membuka pintu dan meminta maaf karena tak sengaja mengunci pintunya dari luar. Awalnya Amelia begitu marah kepada Alesya, namun Renata segera meredakan amarah Amelia. Renata dan Amelia segara bersiap-siap untuk acara Pernikahan.
***
Pernikahan pun sudah di mulai. Semua orang sudah menantikan Amelia masuk dalam altar, sedangkan Renata mencari Fabian yang dari tadi tidak terlihat. Bahkan Fabian tidak memberitahu Renata ke mana ia pergi, itu membuat Renata khawatir jika terjadi sesuatu kepada Fabian. Tak lama kemudian bel pernikahan di bunyikan, Amelia berjalan menuju altar. Renata pun langsung melirik kepada Alesya yang duduk di sebelahnya, Renata khawatir semua tidak berjalan lancar.
“Tenang saja, semua akan berjalan lancar. Percayalah,” bisik Alesya tepat di telinga Renata.
Jujur saja perasaan Nathan sudah tidak enak saat melihat Alesya tadi, tapi Nathan tidak bisa mengusir Alesya begitu saja. Ditambah Nathan merasa dari tadi ada yang mengikutinya, Nathan tidak tahu siapa itu. Tentu saja itu Fabian. Melihat Alesya tadi mengingatkan Nathan kepada kejahatannya, Nathan mempunyai firasat Alesya mempunyai rencana untuk dirinya. Karena Nathan tahu Alesya adalah gadis yang pintar, dan juga Nathan melihat Alesya begitu akrab dengan Renata. Nathan khawatir Amelia akan mengetahuinya semuanya.
Amelia dan Nathan segera mengucapkan janji pernikahan mereka, namun ada sedikit masalah. Penjaga memberitahu Nathan jika ada polisi yang mencarinya di luar, polisi itu bilang ini adalah urusan yang sangat penting. Nathan sungguh malas berurusan dengan polisi, ditambah Nathan mempunyai kriminal yang ia tutupi. Nathan pun menunda pernikahan dan segera menghampiri polisi itu. Karena merasa penasaran Amelia langsung mengikuti Nathan, begitu juga Renata dan Alesya.
Saat bertemu dengan polisi, perasaan Nathan sudah tidak enak. Dan benar saja polisi itu menunjukkan surat penahanan atas nama Nathan, Nathan di paksa untuk pergi ke kantor polisi saat itu juga. Mata Nathan langsung melihat kepada Alesya dan Renata, jelas sekali mereka berdua tersenyum. Ternyata benar ini adalah rencana kedua orang itu dan pastinya Fabian. Pernikahan pun di batalkan dan Amelia segera menyusul Nathan yang menuju kantor polisi.
Nathan akan menjalani beberapa pemeriksaan, dan polisi sekarang mengecek rumah Nathan. Di mana Nathan menyembunyikan semua bukti di sana, ini adalah akhir untuk seorang Nathan. Nathan mungkin akan mendapatkan hukuman yang begitu berat, karena menyuap rumah sakit, mencelakai Vanessa bahkan membuat Vanessa mempunyai gangguan mental, dan memalsukan dokumen ahli waris keluarga. Selama ini Nathan mengira semua sudah bersih dan tidak ada yang akan menemukannya, ternyata ia salah. Sekarang Nathan akan menerima karma atas semua perbuatannya.
Semua rencana Renata berhasil, namun sedari tadi Fabian tidak kunjung datang. Padahal Nathan sudah di amankan polisi dan pernikahan juga di batalkan. Berkali-kali Renata menelepon Fabian tapi Fabian tidak menjawabnya. Renata takut jika terjadi sesuatu kepada Fabian, tidak biasanya Fabian mengabaikan panggilan dari Renata. Apa terjadi sesuatu kepada Fabian? Itu membuat Renata panik dan berpikiran negatif.
“Fabian, semoga kamu baik-baik saja.”
Bersambung...