
Jasa pun bergegas meninggalkan Chandini yang selalu memuji nya, sedangkan Mars hanya bisa menyaksikan kedekatan Jasa dan Chandini dari jauh.
" Kakak mau kemana " tanya Chandini yang melihat Jasa bergegas meninggalkan nya
" Ini sudah sore, waktu nya nyiapin makan malam, jangan sampai membuat Tuan Mars menunggu lama dan kelaparan " jawab Jasa lalu pergi meninggalkan Chandini
Chandini pun tanpa sengaja melihat Mars yang sedang merperhatikan nya, Mars yang menyadari segera buang muka dan memasang wajah cuek nya.
" Dasar laki laki aneh " ucap Chandini lalu pergi menyusul Jasa
" Apa yang akan kakak masak untuk makan malam " tanya Chandini yang ingin membantu Jasa
" Tidak banyak, hanya daging dan makan penutup lainnya " jawab Jasa singkat namun tidak membuat Chandini menyerah
" Baik lah aku akan membantu kakak, " ucap Chandini lalu melakukan pekerjaan yang ingin ia lakukan, Jasa pun tidak melarang nya, justru ia merasa senang jika ada Chandini yang selalu bertanya dengan nya, rumah yang dulu begitu sepi kini mulai terasa hangat.
" Ohh ia jika kamu di beri kesempatan untuk mempelajari sesuatu, apa yang ingin kamu pelajari " tanya Jasa yang sudah mendapat perintah dari Mars untuk mendaftarkan Chandini ke salah satu khursus yang ingin ia ketahui.
" Aku ingin belajar masak, agar aku bisa masak untuk kakak dan Tuan mars, aku ingin jadi chef terkenal yang hanya khusus memasak untuk kakak dan Tuan Mars saja" jawab Chandini bersemangat, tidak sengaja Mars pun mendengar ucapan Chandini, tidak di sangka Mars berhasil tersenyum manis yang sangat menggoda serta menambah ketampanan nya.
" Dasar gadis lugu " bathin Mars lalu pergi meninggalkan Jasa dan Chandini yang sedang sibuk menyiapkan makan malam mereka.
" Kalau begitu saya akan daftar kan kamu ke khursus memasak, sehingga kamu bisa menjadi chef yang terkenal, saya tidak sabar ingin makan hasil masakan kamu, mudah mudahan nanti saya tidak mati keracunan " sambung Jasa kembali, membuat Chandini bahagia tidak percaya
" Apa!! kakak serius kan, kakak tidak bohong kan " tanya Chandini yang masih tidak percaya
" Sejak kapan saya membohongi kamu, ini semua perintah Tuan Mars, jadi nanti kamu harus belajar yang benar, jangan sia sia kan kesempatan " Jawab Jasa yang masih sibuk meracik bumbu itu
" Iya kak, aku janji akan belajar sungguh sungguh, aku ingin membuat Tuan Mars dan kakak tidak bisa melupakan masakan ku, sehingga nanti kakak dan Tuan Mars akan memohon untuk di masakkan " ucap Chandini sambil membayangkan wajah Mars yang memohon untuk memakan masakan nya.
" Kamu tidak usah berhayal terlalu jauh, itu tidak akan pernah terjadi " ucap Jasa yang seolah bisa melihat apa yang sedang di khayalkan oleh Chandini
" Andai waktu bisa di putar ke depan, saya ingin melihat rasa percaya diri kamu sekarang, apa akan sama setelah kamu menyelesaikan khursus mu dan menghidangkan masakan mu " ucap Jasa, membuat Chandini merasa kesal karena sudah menyepelekan nya.
" Kita lihat saja, saya akan membuat kakak menyesal " bathin Chandini, lalu bergegas meninggalkan Jasa
Jasa hanya tersenyum sinis melihat kepergian Chandini, bagaimana ia bisa merasa bahagia setelah menggoda Chandini
Chandini pun ingin berterima kasih ke Mars karena sudah membiarkan nya khursus memasak, sehingga ia mencoba untuk masuk ke dalam kamar Mars, namun Chandini yang sudah berusaha untuk mengetuk pintu, tidak mendapat respon, sehingga Chandini memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar Mars.
" Pantas saja, tangan ku hampir lecet mengetuk pintu, rupanya Tuan Mars sedang tidur " ucap Chandini yang sedang melihat Mars pura pura tidur, namun Chandini pun mendekati nya, dan merapikan selimut Mars yang berantakan.
" Kenapa Tuan Mars tidur jam segini, andai ibu masih ada dan tinggal disini, pasti sudah kena marah tidur saat mahgrib " ucap Chandini kembali, membuat Mars harus menahan ketawa nya, ia merasa gemas melihat Chandini yang bicara sendiri.
Setelah itu Chandini pun bergegas meninggalkan Mars, namun Chandini teringat kembali bahwa Mars sedang menghindari nya, jadi ia mungkin tidak dapat untuk mengucapkan terimakasih secara langsung untuk Mars.
" Sebelum saya pergi, saya ingin mengucapkan terimakasih untuk Tuan, yang sudah memberi saya kesempatan untuk khursus memasak, saya tau Tuan tidak ingin dekat dengan saya, jadi saya harus berterimakasih dengan cara seperti ini, dan mungkin lebih baik, karena Tuan Mars terlihat lebih tampan saat tidur, jadi saya bisa melihat langsung wajah Tuan, saya tidak mengerti kenapa Tuan begitu tertutup, apa Tuan tidak merasa kesepian, hidup sendiri dan menghabiskan waktu di kamar seperti ini, Tuan memiliki segala nya, saya yakin banyak wanita yang ingin menjadi istri tuan, dan saya tidak akan pernah meninggalkan Tuan, walau terlihat jutek dan cuek, saya tau Tuan orang nya sangat baik, saya harap Tuan bisa lebih terbuka, agar Tuan bisa menikmati hidup yang indah ini " ucap Chandini jujur, ia seakan mengeluarkan semua uneg uneg dalam hati nya, Mars yang sangat bahagia mendengar ucapan Chandini, ingin rasanya ia untuk membuka mata nya, lalu memeluk Chandini.
Setelah selesai mengeluarkan uneg uneg nya, Chandini pun lalu pergi meninggalkan Mars dan bergegas untuk mandi.
Melihat Chandini yang sudah keluar dari kamar nya, Mars pun langsung membuka mata nya, serta mengatur pernafasan nya, entah mengapa ia merasa begitu deg deg kan, bahkan Chandini tidak menyatakan cinta untuk nya, tapi kenapa berhasil membuat nya gemetar sampai berkeringat.
" Ada apa ini, kenapa aku merasa seperti ini, Chandini hanya berterimakasaih, kenapa aku merasa seolah dia mengatakan cinta untuk ku, tidak,,ini tidak boleh terjadi, ingat Mars kamu tidak boleh jatuh cinta dengan Chandini, kamu tau sendiri apa akibat nya, jadi jangan pernah biarkan itu terjadi " ucap Mars sambil menampar berulang pipi nya secara perlahan, ia mencoba untuk menyadarkan diri, agar tidak hanyut untuk jatuh cinta dengan Chandini.
setelah itu Mars pun membersihkan diri dan langsung turun ke meja makan untuk makan malam.
Chandini yang ingin bergabung akan mengetahui bahwa Mars akan segera pergi, jadi dia memutuskan untuk menunggu Mars selesai makan, baru ia akan turun untuk makan.
" Bagaimana, apa kamu sudah memberi tahu Chandini " ucap Mars yang berpura pura belum mengetahui nya
" Sudah Tuan, Chandini sangat merasa bahagia mendengar nya, nampak nya ia begitu semangat ingin menggantikan saya disini, dia ingin memasak untuk Tuan, dan dia rela belajar hanya untuk Tuan " jawab Jasa yang secara tidak sadar sudah memuji Chandini, Mars yang mendengar itu hanya bisa tersenyum getir, seolah ia juga tidak sabar ingin mencicipi masakan Chandini.