
Chandini pun sudah menyibukkan hari hari nya bekerja di sebuah restauran mewah itu, masakan nya yang enak membuat pengunjung semakin hari semakin ramai.
Mars tidak berhenti untuk mencari Chandini, kesehatan nya juga semakin mengurang, sejak ia sadar bahwa ia sudah mencintai Chandini
" Bagaimana kalau kita makan siang dulu Tuan, sudah berapa hari ini tuan tidak memakan apa pun, saya takut tuan kenapa kenapa," ucap Jasa yang selalu setia untuk mendampingi Mars
" Terserah kamu saja " jawab Mars yang sudah sangat merasa lemas.
Jasa pun melajukan mobil nya untuk mencari sebuah rumah makan, namun pandangan Jasa seakan di alihkan ketika melewati sebuah restauran yang sangat ramai, membuat Jasa berfikir, restauran nya pasti menghidangkan makanan lezat, sehingga ramai pengunjung seperti itu.
Mars dan Jasa pun masuk ke dalam restauran itu, dan di sambut oleh Lily yang kebetulan kerja di restauran itu juga
" Apa menu Favorit di sini " tanya Jasa
singkat, membuat lili sedikit kessal, wajah tampan tapi sangat cuek dan dingin.
Lili pun menawarkan menu baru yang di buat oleh Chandini, dimana itu merupakan makanan kesukaan Mars.
Jasa pun memesan sesuai yang di rekomendasikan oleh lili, sedangkan Mars hanya duduk dan diam, tidak ada gairah dan semangat untuk hidup.
" Silahkan di nikmati Tuan, saya yakin anda akan menyukai nya, ini makanan favorit di restaurant ini " ucap lili sambil menghidangkan semua makanan yang di pesan oleh jasa.
Mars pun mulai menuangkan sup Iga ke dalam piring nya, spontan Mars merasa terkejut, rasa sup iga yang ia makan sangat persis dengan rasa sup iga yang selalu di buat kan oleh Chandini.
Mars pun langsung memanggil lili kembali, untuk menanyakan siap chef yang sudah memasak sup se enak itu.
" Ada yang bisa saya bantu tuan " tanya lili, sambil menatap wajah tampan yang di miliki oleh Mars.
" Siapa chef yang sudah memasak sup ini " tanya Mars dengan nada suara yang sangat penasaran
" Kenapa Tuan, apa ada yang salah, saya akan mengganti nya " jawab lili yang merasa takut, Mars akan komplen dengan masakan Chandini
" Tidak, saya hanya ingin tau siapa chef yang sudah memasak ini " ulang Mars kembali
" Dia chef baru disini tuan, namanya Chandini, jika tuan ingin bertemu saya bisa memanggilkan nya kesini " jawab lili, spontan Mars langsung berdiri sedangkan Jasa langsung keselek ketika mendengar nama Chandini.
" Tolong bawa saya bertemu dengan dia" ucap Mars memohon, karena ketampanan nya membuat Lili tidak dapat untuk menolak nya, Lili pun langsung membawa Mars ke dapur untur untuk bertemu dengan Chandini
Chandini yang sangat sibuk untuk menyiapkan semua pesanan tamu mereka, tidak menyadari ada sepasang mata lelaki tampan yang sedang memperhatikan nya.
Mars pun langsung memeluk Chandini, membuat lili dan karyawan lain nya menjerit, siapa laki laki tampan yang sedang memeluk Chandini itu.
" Chandini maaf kan aku, aku sudah membuat kamu susah begini, aku sangat merindukan kamu, tolong jangan tinggalkan aku lagi " ucap Mars, membuat Chandini langsung menyadari siapa laki laki yang sedang memeluk nya itu.
Chandini pun langsung membalikkan tubuh nya, rindu yang ia tahan pun kini terobati ketika melihat Mars yang kini sudah berada di hadapan nya.
" Tuan " ucap Chandini singkat
" Iya, ini aku, Chandini tolong maaf kan aku, sungguh aku sangat menyesal, aku tidak bermaksud berkata seperti itu, aku hanya ingin menutupi perasaan ku, sejak kamu pergi, membuat aku sadar, kalau aku sangat mencintai mu, tolong ikut pulang dengan ku, aku tidak sanggup berpisah dari kamu " ucap Mars memohon, tanpa di sadari air mata nya mengalir di wajah tampan nya itu, Chandini yang melihat itu sungguh sangat merasa bahagia, ternyata cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan.
" Aku baru kerja disini tuan, tidak mungkin aku meninggalkan nya " jawab Chandini.
Jasa pun turut bahagia, melihat Mars yang berhasil menemukan Chandini, Mars pun langsung membawa Chandini ke dalam mobil nya, sedangkan Jasa mengurus semua urusan Chandini di restauran itu.
" Bagaimana tuan bisa menemukan aku disini " tanya Chandini yang tidak tau harus mulai dari mana
" Sup yang kamu buat sudah melekat di lidah ku, jadi aku bisa tau kalau itu pasti kamu " jawab Mars yang sudah mulai berkata manis
" Apa kamu tidak merindukan aku " tanya Mars kembali, yang hanya melihat wajah Chandini penuh dengan kebingungan
" Tentu, aku sangat merindukan tuan " tanya Chandini ceplos, padahal ia tidak bermaksud ingin mengatakan itu
Mars pun tersenyum manis mendengar pengakuan Chandini, ia langsung menarik tubuh Chandini ke dalam pelukan nya, jantung Chandini langsung berdegup kencang, hingga membuat tubuh nya gemetar.
Tidak menunggu lama, Jasa pun hadir di antara mereka, semua sudah beres, waktunya untuk mengambil barang Chandini dari tempat tinggal nya
Sepanjang perjalanan Mars terus memeluk Chandini, Jasa yang memperhatikan itu pun ikut bahagia, ini pertama kali Jasa melihat senyum indah dari bibir Mars.
Setelah tiba di rumah, dengan menggenggam tangan Chandini, Mars pun membawa wanita pujaan nya itu untuk masuk. rasanya Mars baru merasa benar benar hidup, walau pun mungkin ia hanya sesaat untuk merasakan kebahagiaan itu.
Tidak ingin terlalu mengganggu, Mars pun membiar kan Chandini untuk istrahat, hati nya kini sudah lega, ia tidak harus menghawatirkan Chandini lagi, karena Chandini kini sudah berada di dalam genggaman nya.
Chandini yang terbangun dari tidur siang nya sangat terkejut melihat Mars yang kini berada di samping nya, entah apa yang di lakukan Mars disana, yang pasti Mars sangat bahagia bisa menemani Chandini saat tidur.
" Tuan, apa yang tuan lakukan disini " tanya Chandini yang masih merasa terkejut itu
" Aku hanya memastikan bahwa kamu baik baik saja, tolong biarkan aku untuk menjaga kamu, walau hanya sesaat, aku sangat merasa bahagia, setidak nya aku benar benar merasa hidup, karena ada kamu disini " jawab Mars sambil mengelus rambut Chandini, yang masih masih berbaring di hadapan nya.
" Kenapa tuan berkata seperti itu " tanya Chandini saat mendengar ucapan Mars seperti ada kejanggalan.
" Tidak Masalah, yang penting mulai sekarang aku hanya ingin menghabiskan waktu ku bersama mu, tapi jika kamu tidak menyukai nya, aku akan jaga jarak, agar kamu bisa merasa nyaman " sambung Mars kembali yang tidak ingin jujur tentang hidup nya untuk Chandini
" Sejujur nya aku sangat suka melihat tuan seperti ini, sudah lama aku mendam perasaan untuk tuan, aku sudah jatuh cinta dengan tuan, jadi tolong jangan abaikan aku lagi " jawab Chandini, menumpahkan perasaan nya yang sudah lama ia tahan.
" Aku juga sangat mencintai kamu, aku mohon jangan pernah pergi lagi, dan aku tidak akan mengabaikan kamu lagi ". jawab Mars, lalu semakin mendekat kan tubuh nya dengan Chandini.
" Apa aku bisa mencium mu " tanya Mars polos membuat Chandini terkejut dan tidak tau harus berkata dan berbuat apa
Chandini pun lalu memejamkan kedua mata nya, seakan pertanda untuk setuju, dengan lembut Mars pun menciun bibir Chandini yang terlihat sexy dan merah itu
" Apa kamu menyukai nya " tanya Mars semakin membuat Chandini merasa malu, spontan wajah Chandini memerah, rasanya ia ingin melompat dan teriak kencang, betapa bahagia nya mendapat ciuman dari lelaki yang sangat tampan dan merupakan cinta pertama nya.
Lalu Mars pun kembali mencium bibir Chandini, ia mencoba ******* nya, namun tidak mendapat balasan dari Chandini.
" Kenapa " tanya Mars, ia takut Chandini tidak menyukai nya
" Aku belum pernah berciuman tuan, ini merupakan ciuman pertama ku " jawab Chandini membuat Mars merasa gemes dengan wanita cantik nya itu
" Tidak Masalah, ini juga ciuman pertama ku, maaf kalau ciuman ku buruk " sambung Mars, lalu kembali mencium dan ******* bibir Chandini, semakin lama chandini pun berusaha membalas nya, namun hal yang tidak inginkan pun terjadi, Chandini yang masih polos itu pun tidak sengaja menggigit bibir Mars hingga berdarah, dengan terpaksa mereka pun menyudahi nya.