
Hal yang tidak di inginkan oleh Chandini pun terjadi, kematian ibu lakshmi yang di lihat oleh Mars pun benar ada nya, kini Chandini hanya hidup seorang diri tanpa siapa pun yang ia miliki.
" Apa yang akan Chandini lakukan bu, kenapa ibu tega meninggalkan Chandini sendiri, Chandini takut bu, hikss..hiksss..hikss " Ucap Chandini sambil menangisi batu nisan ibu nya
Mars dan Jasa yang menyaksikan itu, hanya bisa diam, Jasa sendiri merasa heran kenapa Mars bersedia untuk ikut ke pemakaman ibu lakshmi
Sementara Mars selalu berusaha untuk melihat masa lalu dan masa depan Chandini, tapi lagi lagi ia gagal tidak bisa melakukan nya.
" Apa yang akan kita lakukan Tuan " tanya Jasa yang mengganggu konsentarsi Mars
" Menurut mu apa yang harus kita lakukan, sampai sekarang saya tidak bisa melihat masa lalu dan masa depan Chandini, saya masih penasaran siapa Chandini itu sebenar nya? jawab Mars
" Bagaimana kalau dia kita bawa ke rumah Tuan, menurut saya Chandini gadis yang baik, dia tidak akan mengganggu Tuan " ucap Jasa memberi sebuah saran, dan Mars pun merasa setuju dengan saran nya
" Kamu urus dia, saya tidak ingin dia mengganggu ketenangan saya " jawab Mars cuek, dan hal biasa untuk Jasa
Lalu Mars pun pergi untuk menunggu di mobil, Jasa yang akan membujuk Chandini untuk setuju tinggal bersama mereka, di antara banyak wanita yang menginginkan untuk bisa melihat rumah dan tinggal bersama Mars, hanya Chandini lah gadis yang beruntung
" Apa kamu sudah selesai " tanya Jasa yang masih melihat Chandini menangis di makam ibu nya
" Anda boleh pergi Tuan, terimakasih sudah membantu saya" jawab Chandini yang belum tau tujuan Jasa
" Bangun lah, ayo pulang bersama, Tuan Mars sudah menunggu, dia akan marah jika kita membuat nya menunggu lama " sambung Jasa kembali membuat Chandini langsung bangkit karena merasa kebingungan
" Apa maksud anda Tuan, saya tidak mengerti " tanya Chandini kembali yang benar tidak mengerti apa yang sudah di dengar nya baru saja
" Ibu kamu sudah menitipkan kamu dengan Tuan Mars, dia tidak ingin terjadi apa apa dengan kamu, hidup sendiri tidak memiliki siapa siapa, jadi Tuan Mars tidak ingin melanggar janji nya dengan Alm ibu kamu, jadi kamu harus ikut untuk tinggal bersama kami " ucap Jasa yang terpaksa membohongi Chandini, ia tau jika tidak membawa nama ibu nya, Chandini tidak akan setuju untuk tinggal bersama mereka
dan akhirnya Chandini pun setuju, ia tidak ingin mengecewakan Alm ibu nya
Sepanjang perjalanan Chandini masih merasa sedih atas kepergian ibu nya, dia tidak berhenti menangis, sehingga membuat Mars merasa kessal
Dengan terpaksa Chandini pun menahan tangis nya, bagaimana pun Chandini masih di golongkan sebagai anak remaja yang belum bisa untuk mudah tegar
" Alm ibu kamu juga berpesan, agar kamu tidak menangisi dia seperti ini, jika kamu melakukan nya dia akan merasa sedih, dan tidak bisa tenang di alam sana, apa kamu tega melihat Alm ibu kamu tidak tenang, sehingga bisa menjadi gentayangan " ucap Jasa yang mencoba untuk membujuk Chandini, ia tidak ingin Jasa semakin kessal dengan nya, sebagai gadis yang polos tentu saja Chandini takut jika itu terjadi kepada Alm ibu nya, secepat nya Chandini menghentikan tangis nya dan menghapus air mata nya.
Jarak dari kota ke rumah Mars tidak lah dekat, butuh waktu 3 jam untuk menempuh rumah nya yang mewah seperti istana, yang hanya di huni oleh Mars dan Jasa dan Chandini selanjut nya, bisa bayangkan sendiri bagaimana sepi nya, hidup di rumah mewah yang hanya berpenghuni dua orang, sudah jelas Chandini suatu saat akan merasakan itu juga
Chandini yang merasa ngantuk menahan kantuk nya, ia ingin mengingat jalan apa saja yang sudah mereka lalui, sehingga ia bisa mudah kabur jika terjadi sesuatu untuk nya
" Kalau mengantuk kamu bisa tidur " ucap Jasa yang masih memiliki rasa Simpati sebagai manusia, sejak di utus sebagai pelayan Mars, hati nya juga di bekukan untuk tidak mudah simpati dengan manusia, karena tidak semua manusia pantas untuk di kasihani, hanya orang yang benar benar tulus lah yang pantas mendapat simpati darinya,dan Mars bisa merasakan bahwa Chandini benar benar gadis yang baik dan berhati tulus
" Tidak Tuan, saya tidak mengantuk, kapan kita akan sampai, kenapa jarak nya terlihat jauh sekali " tanya Chandini yang mulai merasa bosan, duduk di antara dua laki laki yang sangat misterius baginya
" Tidak lama lagi kita akan sampai, jika bosan kamu bisa tidur " sambung Mars dan Chandini pun tidak membalas nya, bagaimana bisa Jasa tau apa yang sedang di rasakan
Sewaktu ingin memasuki kawasan rumah Mars, Jasa sengaja menghipnotis Chandini untuk tertidur, ini adalah salah satu kekuatan yang dimiliki oleh Jasa mampu menghipnotis seseorang, ia tidak ingin Chandini melihat hutan yang sangat berbahaya yang di penuhi oleh binatang buas yang akan menyaksikan perjalanan mereka, sebagai manusia biasa tentu itu sangat menakutkan yang bisa membuat rasa trauma
" Biarkan saja dia melihat semua, jadi dia tidak akan berani kabur jika dia merasa bosan " ucap Mars yang kurang setuju dengan perbuatan Jasa
" Bagaimana saya tega membiarkan itu terjadi Tuan, Chandini masih gadis kecil, dia tidak akan bisa menerima itu, justru jika dia mengetahui nya, dia akan sangat menganggu Tuan, dan saya tidak ingin itu terjadi " jawab Jasa yang selalu lembut dengan Mars, itu sebab nya Mars juga tidak pernah untuk berbuat kasar terhadap nya.
Mereka pun akhir nya tiba, pekarangan Rumah Mars tentu sangat indah, di penuhi bunga bunga yang tidak akan pernah layu dan mati, serta pohon pohon yang selalu berbuah
Chandini yang baru melihat pemandangan yang sangat indah itu merasa takjub hampir tidak percaya, bagaimana bisa ada rumah indah seperti istana dan taman yang di penuhi dengan bunga bunga, serta buah buahan yang segar yang sangat menggoda selera nya
" Apa saya bisa memetik buah itu Tuan, saya ingin memakan nya, selama ini saya hanya bisa melihat orang memakan nya tapi saya belum tau rasanya " ucap Chandini yang seakan sudah bisa melupakan kesedihan nya
" Tentu, apa pun yang ingin kamu makan, kamu bisa memakan nya, dan kamu juga perlu mematuhi apa saja larangan yang harus kamu hindari selama tinggal disini " ucap Jasa menjelaskan
Mars yang menyaksikan itu pun memutuskan untuk pergi, sejak kejadian itu dia benar benar belum ada istrahat, mereka setia untuk selalu menemani Chandini.