
Setelah selesai berkeliling dan menunjukkan semua pekarangan rumah Mars, Jasa pun membawa Chandini ke kamar nya, Chandini begitu takjub melihat kamar nya yang begitu luas dan indah, tempat tidur yang empuk, di lengkapi tv dan masih banyak lain nya. bukan hanya itu, biasa Chandini hanya mandi air sumur, kini ia memiliki kamar mandi sendiri, air yang bersih, dan peralatan mandi lainnya.
Chandini masih merasa bagai mimpi, ia tidak menyangka ia akan tinggal di sebuah istana yang indah. ia tidak berhenti mengagumi semua apa yang ada di dalam pandangan nya
Namun Chandini mulai bisa menyadari, selain Mars dan Jasa, ia tidak melihat orang lain yang tinggal di rumah mewah itu, sehingga ia mencoba memberanikan diri untuk bertanya dengan Jasa, karena hanya Jasa lah memperdulikan dia disana.
" Maaf Tuan, saya sudah lancang, kenapa saya tidak bisa melihat siapa siapa di rumah ini, apa karena rumah nya yang terlalu besar, sehingga saya belum melihat nya " Tanya Chandini, dengan suara sedikit gemetar
" Seperti yang kamu lihat, hanya ada Tuan Mars, saya ,dan kamu yang akan tinggal disini, selebihnya hanya ada tanaman dan hewan peliharaan Tuan Mars, jadi mulai sekarang kamu harus bisa membiasaakan diri untuk hidup mandiri disini, jangan pernah membuat Tuan Mars kessal atau pun mengganggu nya, lakukan apa saja yang ingin kamu lakukan, tapi dengan satu syarat, kamu jangan pernah coba coba untuk mendekat dan memasuki kawasan berbahaya di rumah ini, karena jika kamu masuk kesana, kamu tidak akan bisa keluar dengan selamat, binatang buas kelaparan menanti kamu disana" jawab Jasa yang lagi membohongi Chandini.
" Tapi saya tidak tau dimana kawasan berbahaya itu tuan, bagaimana jika saya memasuki nya " tanya Chandini kembali
" Kamu bisa lihat dari jendela kamar kamu, yang terlihat seperti gua disana, itu merupakan kawasan berbahaya, dan saya sudah memperingatkan kamu" jawab Jasa kembali, sambil memberi peringatan untuk Chandini, entah apa yang ada di dalam gua itu, yang pasti nya bukan binatang buas, seperti yang sudah di ucapkan oleh Jasa untuk Chandini, Jasa sendiri belum pernah memasuki nya, hanya Mars yang bisa memasuki gua yang terlihat menyeramkan itu.
" Baik Tuan, saya tidak akan pernah melupakan ucapan Tuan, dan saya tidak akan pernah melanggar nya " jawab Chandini yang percaya penuh dengan Jasa
Jasa pun bergegas meninggalkan Chandini yang masih mengagumi kamar nya itu, ia langsung bergegas untuk mandi, ia benar benar sangat menikmati nya, sampai ia baru sadar, bahwa ia tidak memiliki sehelai baju pun untuk ganti
" Aduh bagaimana ini, aku lupa bawa baju dari rumah, dan sekarang aku gak punya untuk baju ganti " ucap Chandini yang kini hanya memakai handuk putih untuk menutupi tubuh nya yang masih mungil itu
Baju yang tadi ia kenakan, sudah terlanjur basah, karena ia selalu mencuci baju nya setelah selesai mandi, itu yang selau di ajarkan oleh ibu lakshmi, yang tidak akan pernah ia lupakan
Akhir nya ia memutuskan untuk mencoba memanggil Jasa, namun Jasa yang tengah menyiapkan makan malam untuk mereka tidak bisa mendengar suara Chandini yang kecil itu
Lalu, kamar Chandini yang bersebelahan dengan Mars, membuat Mars merasa terganggu dengan suara kecil nya, sehingga Mars memutuskan untuk keluar kamar, melihat apa yang sedang terjadi
Betapa terkejut nya Mars, melihat Chandini yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh putih nya, walaupun hidup di pinggir jalan, kulit Chandini tidak kalah jauh putih dengan kulit orang kaya umumnya, entah lah, sampai sekarang Mars belum bisa melihat siapa Chandini sebenar nya.
" Maaf kan saya Tuan, saya tidak ingin melakukan seperti apa yang sudah tuan ucapkan, saya hanya ingin meminta bantuan Tuan Jasa untuk meminjamkan baju, karena saya tidak memiliki sehelai pun untuk ganti " jawab Chandini yang masih menahan tangis nya, dan ia hanya menunduk, tidak berani menatap wajah Mars yang sudah terlihat marah itu.
Mars yang memiliki hati beku, tiba tiba merasa bersalah, sudah mengatakan yang tidak tidak untuk Chandini, dan juga sudah menyakiti gadis yang masih terlihat seperti anak anak itu
Lalu Mars pun kembali ke kamar nya, untuk mencari baju yang bisa di gunakan oleh Chandini, setelah melihat Mars kembali ke kamar, Chandini dengan cepat masuk ke kamar nya, untuk melanjut kan tangis nya yang sedari tadi sudah ia tahan.
Tidak lama kemudian, pintu kamar Chandini pun bersuara, lalu Chandini membuka pintu dan melihat Mars yang sudah membawakan baju kaus polos untuk nya
" Kamu boleh pakai ini dulu, setelah itu saya akan membawa kamu untuk membeli semua perlengkapan yang kamu butuhkan " ucap Mars yang bisa bersikap baik untuk Chandini, namun ia belum menyadari nya.
Cepat cepat Chandini mengenakan baju pemberian Mars, berhubung sudah waktu untuk makan malam, Mars pun bergegas turun ke meja makan.
" Selamat malam tuan, makan malam anda sudah selesai " ucap Jasa yang merangkap semua pekerjaan untuk Mars
" Kamu panggil Chandini, untuk gabung makan malam, saya tidak ingin membuat orang yang tinggal di rumah saya mati kelaparan" sambung Mars kembali, dan Jasa pun langsung menjalankan perintah tuan nya itu
Tidak lama kemudian, Chandini dan Jasa pun kembali bergabung di meja makan, lagi lagi Mars di kejutkan dengan penampilan Chandini, baju yang ia berikan sangat membuat Chandini begitu imut memakai nya.
Mereka pun makan dengan hening, hanya ada suara garpu yang memenuhi ruangan itu, Mars memang sengaja untuk meminta Jasa makan bersama dengan nya, ia tidak ingin makan sendiri dan merasa sepi, hati yang sudah beku tidak bisa merasakan apa apa, hanya bisa merasa sepi dan sendiri, namun Mars selalu berusaha untuk menutupi perasaan nya itu
" Kamu boleh kembali ke kamar, biar saya yang akan membersihkan nya " ucap Jasa setelah mereka selesai menyantap makan malam mereka
" Tidak tuan, biarkan saya membantu tuan, saya ingin punya kegiatan, sehingga saya tidak begitu merasa bosan " jawab Chandini, yang sudah mulai merasa bosan di rumah mewah itu
Jasa tidak dapat menolak permintaan Chandini, ia pun membiarkan Chandini melakukan apa yang di inginkannya, mereka yang memiliki hati beku saja jelas bisa merasa kesepian, apalagi dengan Chandini manusia normal seutuh nya.