
Di kota metropolitan hidup seorang laki laki sebatang kara yang tidak memiliki apa apa, tidak ada yang ingin membantu nya, bahkan semua orang seakan menganggap dirinya sebagai manusia yang hina yang tidak layak untuk hidup.
Panggil dia Mars, pemuda berusia 27 tahun yang tidak memiliki tujuan hidup, yang lebih banyak menghabiskan hidup nya di jalanan, bertahan hidup karena sisa makanan orang, serta tidur beralaskan tanah dan beratap langit.
Hampir setiap hari Mars menangisi hidup nya, tidak ada satu orang pun yang ingin berbagi cerita dengan nya, hidup di kota besar tidak mengenal dan memiliki siapa siapa
Dari kecil Mars sudah menderita seperti ini, entah bagaimana nasib nya bisa bertahan hidup hingga usia nya sekarang, badan kurus, rambut gimbal, baju compang camping, kulit kotor, bahkan hanya serangga yang sudi berteman dengan nya
Siapa yang ingin membantu Mars dalam kondisi seperti ini, kebanyakan orang bahkan sudah menganggap dia gila, di pandang sebelah mata, sampai banyak yang bersumpah untuk kematian nya
Sampai suatu hari Mars benar benar sangat prustasi, dia tidak ingin melanjutkan hidup, dan tidak ingin berada di dunia ini lagi, baginya dunia sangat kejam yang tidak pantas untuk ia pijakkan
Bunuh diri pun muncul di benak nya, hingga ia memutuskan untuk berdiri di rel kereta api yang hendak jalan, tapi usaha nya selalu gagal, ada saja hal hal aneh yang selalu bisa menyelamatkan hidup nya
Hingga ia kembali menyusuri kota yang kejam itu, ia berjalan seperti orang yang linglung, neraka seakan ada di atas kepala nya, sampai ia benar benar sangat merasa kelaparan dan memutuskan untuk mencuri, karena bagaimana pun dengan cara meminta baik baik tidak ada yang akan memberi nya, malah selalu mengusir dan mencibir nya
Mars melihat warteg yang terlihat sunyi, hingga menurut nya aman untuk bisa mencuri, namun dengan kejam pemilil warteg dan sekumpulan laki laki yang berbadan kekar yang sedang makan disana dengan kejam memukuli Mars hingga babak belur
Sampai sedikit tenaga pun tidak ada dimiliki oleh Mars untuk bangkit, kematian seakan di depan mata nya, semua terlihat buram, tetapi masih tega untuk menghajar nya.
Air mata nya mengalir di wajah kotor nya yang sudah di lumuri darah, hingga dia berdoa jika ia mati setelah nya akan memiliki kehidupan kedua sebagai Mars yang sangat kaya raya dan tidak pernah di pandang rendah oleh orang
Merasa puas menghajar Mars hingga tewas, sekelompok lelaki berbadan kekar itu membuang jasad nya ke hutan, sampai tidak ada yang curiga ada nya tindak pembunuhan
sekejam inikah dunia untuk nya, hanya demi makan ia harus kehilangan nyawa nya.
Angin sepoi sepoi seakan terasa di tubuh nya, perlahan Mars membuka mata nya, sampai ia menduga sudah berada di surga
Tapi sesuatu yang aneh di rasakan, Mars segera bangkit dari tidur nya, dan betapa terkejut nya ketika dia melihat sebuah perkampungan kecil dan memiliki penduduk yang berbeda seperti manusia pada umum nya
" Aku dimana " tanya nya dalam hati
" Kamu sedang berada di alam ghaib, hanya arwah arwah yang tidak di terima di langit yang akan memasuki alam ini, kamu bersyukur bisa masuk ke alam ini, kehidupan disini lebih baik daripada di bumi, kamu tidak akan merasa menderita lagi " ucap kakek tua itu menjelaskan, sungguh sangat membuat Mars kebingungan, ia bagai mimpi, seolah tidak percaya dengan ucapan kakek tua tersebut
" Saya sungguh tidak mengerti, apa yang sudah terjadi? apa saya sudah mati? " tanya Mars yang masih sangat merasa kebingungan
" Raga mu sudah mati, tapi jiwa mu belum diterima untuk mati, jika kamu mau, kamu masih bisa kembali ke bumi, tetapi bukan sebagai manusia melainkan sebagai arwah yang hidup seperti manusia umum nya " jawab kakek tua itu lagi tetapi semakin membuat Mars bingung tidak mengerti
" Apa maksud kakek, saya sungguh tidak mengerti " tanya Mars penasaran
" Dari semua arwah disini hanya kamu yang beruntung untuk bisa kembali ke bumi, di saat ajal hendak menghampiri mu semesta mengabulkan permintaan terakhir yang tulus keluar dari hati mu, dan kamu akan tetap bisa hidup seperti manusia, dengan status yang berbeda, hanya saja kamu hidup sebagai arwah bukan sebagai manusia " jawab kakek tua itu memperjelas.
" Bagaimana caranya saya untuk kembali, terus bagaimana saya akan menjalani hidup sebagai arwah, apa orang orang yang nanti akan saya jumpai arwah juga " tanya Mars kembali yang semakin membingungkan dirinya, seoalah semua seperti mimpi tapi sangat nyata rasanya
" Sekarang kamu tidak akan mengerti, kamu harus menjalani syarat untuk bisa kembali ke bumi, kamu akan menjadi arwah yang sangat berkuasa, kesusahan yang di rasakan manusia tidak akan pernah kamu rasakan selama nya " sambung kakek tua itu kembali
Akhir nya Mars pun mengikuti langkah kakek tua itu, hingga tiba dalam sebuah gua yang sangat gelap, dan mempersilahkan Mars untuk membersihkan diri di air terjun yang terdapat di dalam gua itu
Perlahan Mars memasuki air terjun itu, lalu membersihkan dirinya yang masih terlihat seperti Mars yang hidup menderita
Setelah itu keajaiban pun terjadi, Mars seketika berubah menjadi lelaki yang sangat tampan, bahkan semua arwah wanita yang ada disana jatuh cinta akan ketampanan nya
" Kamu sudah menjadi lelaki yang sempurna, setiap mata wanita yang melihat mu akan jatuh cinta dan tahluk kepadamu, kamu yang dulu selalu di hina, sekarang kamu akan selalu di puja puja " ucap kakek tua itu lagi sembari memberikan cermin untuk Mars, setelah melihat wajah baru nya, Mars sangat merasa takjub, bahkan ia sangat menggilai wajah tampan nya itu, senyum manis terukir di bibir indah nya, sebagai bentuk kepuasan dirinya.
" Bukan hanya itu, harta berlimpah juga akan kamu miliki, untuk menyempurnakan penyamaran mu sebagai manusia kamu akan menjadi seorang peramal yang sangat terkenal, semua sudah di atur, kamu akan di cari oleh semua pengusaha kaya dari seluruh penjuru dunia, berapa pun yang kau pinta mereka akan menyanggupi nya" sambung kakek tua itu semakin membuat Mars tergiur
" Saya tidak tahu apa apa, bagaimana saya bisa menjadi seoarang peramal " tanya Mars yang sedari tadi menghayalkan ucapan kakek tua itu
Lalu kakek tua itu menuntun Mars ke suatu tempat yang cukup sangat menyeram kan, Mars pun kemudian mengikuti langkah kakek tua itu hingga tiba di sebuah gua yang bisa memperlihatkan kehidupan nya dari kecil hingga ia mati
Air mata Mars pun mengalir, melihat kehidupan nya dulu yang begitu kejam, kenapa tidak ada satu orang pun yang bisa mengasihani dirinya.