
Setelah selesai menghabiskan makan malam mereka, Mars, Chandini dan Jasa pun akhir nya pulang.
Mars selalu curi pandang untuk Chandini, Mars masih merasa pangling, atas kecantikan yang Chandini miliki.
" Chandini apa kamu bahagia" tanya Mars dengan nada cuek nya
" Saya sangat bahagia Tuan, ini pengalaman saya pertama, sekali lagi saya ucapkan terimakasih " jawab Chandini yang kini sudah duduk di mobil di samping Jasa
Mendengar jawaban Chandini, Mars pun merasa senang, ia akhirnya bisa membuat Chandini bahagia di hari spesial nya.
Jasa selalu melakukan hal biasa untuk Chandini, setiap keluar masuk area rumah Mars, Jasa akan selalu menghipnotis Chandini, belum waktu nya untuk Chandini mengetahui kebenaran tentang semua yang masih di tutupi oleh Mars dan Jasa.
" Sampai kapan kamu membiarkan dia seperti ini " tanya Mars yang merasa tidak setuju dengan sikap Jasa
" Ini belum waktu nya untuk Chandini mengetahui nya Tuan, saya takut dia tidak bisa terima, dan tidak bisa hidup tenang, saat umur nya sudah semakin dewasa, saya yang akan bertanggung jawab untuk menceritakan semua kenyataan ini untuk nya " jawab Jasa, dan Mars pun hanya mengangguk pertanda setuju
Setelah mereka tiba, Chandini akan selalu merasa lelah, hingga ketiduran di mobil sampai tiba di rumah.
" Maaf kak, aku hanya bisa tidur, entah kenapa setiap keluar dan pulang ke rumah, aku merasa lelah sampai tertidur, sehingga kakak tidak ada kawan ngobrol " ucap Chandini, Mars dan Jasa pun hanya bisa pura pura percaya dengan ucapan Chandini
" Tidak Masalah, justru ada bagus nya kamu tertidur, saya bisa fokus mengemudi, sudah!!! ayo keluar ini sudah larut malam " ucap Jasa dan Chandini pun langsung melepas sit belt nya lalu keluar menyusul Mars yang sudah sedari tadi meninggalkan mereka.
" Chandini tunggu sebentar, ada yang ingin saya berikan " ucap Mars menahan Chandini yang ingin langsung menuju kamar nya
" Iya Tuan " jawab Chandini lalu menghadap Mars yang tepat di belakang nya, mereka pun saling menatap, ada perasaan yang berbeda di rasakan oleh Chandini, hati nya terasa ngilu deg deg kan, hingga Chandini tidak mampu menahan kaki nya yang gemetar sampai ia hampir terjatuh, dengan cepat Mars pun langsung menahan tubuh Chandini yang ideal itu.
" Kamu tidak kenapa kenapa " tanya Mars yang merasa panik dengan keadaan Chandini
" Maaf Tuan saya, saya baik baik saja " jawab Chandini dan langsung bergegas berdiri, ia tidak ingin lama lama menatap mata dan wajah Mars, lama semakin lama, Chandini pun bisa melihat betapa tampan nya wajah yang Mars miliki
" Oh syukur lah, saya hanya ingin memberi kan ini, sebagai kado ulang tahun kamu, mungkin tidak seberapa, tapi saya tulus ingin memberikan nya " ucap Mars, setelah memberi sebuah kotak kecil berwarna merah untuk Chandini, Mars pun langsung meninggalkan Chandini, Mars juga tidak tahan lama lama harus menatap wajah cantik Chandini.
Melihat Mars sudah memasuki kamar nya, Chandini pun bergegas menuju kamar nya, tidak sabar rasanya ingin cepat cepat membuka kado pemberian Lelaki berwajah tampan yang misterius itu
Setelah membuka kado pemberian Mars, Chandini pun merasa bahagia, melihat sebuah kalung berlian bertuliskan nama nya, dengan cepat Chandini pun segera memakai nya, keindahan kalung itu pun seakan menambah kecantikan Chandini yang sangat indah untuk di pandang.
" Ini merupakan kado terindah ku, aku akan menjaga nya dengan baik " ucap Chandini yang masih memandang kalung nya yang sudah melingkar di leher nya di depan cermin.
" Apa yang akan terjadi kalau aku mencintai Chandini, kenapa aku belum bisa melihat masa depan Chandini, kutukan macam apa ini " Bathin Mars yang merasa gelisah di kamar nya, wajah Chandini seakan selalu menghantui pikiran nya.
Malam pun semakin larut, membawa Chandini,Mars dan Jasa ke mimpi mereka.
________2 Tahun Kemudian______
Waktu berlalu semakin cepat, tidak terasa Chandini sudah menghabiskan 3 tahun bersama Mars dan Jasa.
Chandini pun semakin ahli memasak, hingga ia sudah berhasil menggantikan posisi Jasa di dapur untuk menjadi chef di rumah Mars.
" Selamat pagi Tuan " ucap Chandini menyapa Mars yang akan hendak serapan di meja makan nya
Seperti biasa selama Tiga tahun, Mars selalu berusaha menahan perasaan nya untuk Chandini, ia tidak ingin terjadi apa apa untuk Chandini, namun sayang sekali Chandini harus jatuh cinta terlebih dahulu dengan Mars, sikap cuek dan dingin Mars justru berhasil meluluhkan hati nya, sehingga Chandini harus memendam perasaan nya selama 2 Tahun terakhir.
" Kamu masak apa hari ini " tanya Jasa yang mulai biasa bersikap akrab dengan Chandini
" Aku selalu menghidangkan makanan terbaik untuk Tuan Mars dan juga kakak" ucap Chandini bangga, dimana keinginan nya berhasil untuk membuat Mars dan Jasa jatuh cinta dengan Masakan nya, bahkan Mars hanya selera makan jika Chandini yang memasak untuk mereka.
Umur Chandini yang sudah 19 Tahun, menuntun nya sebagai gadis yang semakin dewasa, Chandini juga sudah mengetahui bagaimana menyeram kan perjalanan menuju rumah mereka, namun semakin hari Chandini semakin terbiasa, mesti awal nya Chandini merasa takut dan hampir tidak mempercayai nya.
" Selamat menikmati Tuan Mars dan Kak Jasa " ucap Chandini lalu melanjutkan pekerjaan nya untuk membuat makanan ringan, yang selalu memenuhi meja di ruang keluarga mereka.
" Semakin hari masakan kamu semakin nikmat, tidak sia sia kamu mengikuti khursus " ucap Jasa yang selau memuji masakan Chandini, berbeda dengan Mars yang selalu memuji masakan Chandini di dalam hati nya.
" Ini semua aku lakukan untuk tuan dan kakak " jawab Chandini yang semakin menambah semangat nya jika mendapat pujian dari lelaki tampan di hadapan nya.
Dari semua cerita yang sudah di ceritakan oleh Jasa, Chandini bisa merasakan ada sesuatu yang terasa janggal, namun di saat ia berusaha untuk memikirkan nya Chandini akan jatuh sakit, itu sebab nya Chandini hanya pura pura tidak mengetahui dan berhenti mencari tau atas kejanggalan yang jelas jelas bisa ia rasakan di rumah Mars.
Setelah selesai menghabiskan serapan mereka, Mars dan Jasa pun melakukan pekerjaan mereka, hampir setiap hari Chandini tinggal sendiri, itu sebab nya Chandini akan bisa merasakan sesuatu yang mengerikan di rumah itu.