You're My Savior

You're My Savior
BAB 16



Semakin hari Mars semakin lemah, Jasa dan Chandini sungguh merasa resah, Chandini selalu siaga untuk menemani Mars di sisi nya.


"Kak apa yang harus kita lakukan, agar tuan kembali sehat seperti sebelum nya, aku tidak kuat melihat dia begini " ucap Chandini


" Aku juga tidak tau Chandini, aku juga tidak tega melihat tuan seperti ini, dia lelaki baik, kenapa dia harus menerima kutukan seperti ini " jawab Jasa yang juga sangat merasa empati dengan Mars


" Tuan,, bangun,, sudah berapa hari tuan memejam kan mata, makanan yang ku buat selalu terbuang, kapan tuan akan memuji masakan ku lagi, aku sangat merindukan tuan " ucap Chandini sembari menangis, namun tidak ada respon dari Mars


Lalu sepintas Jasa mengingat ucapan Mars, jika terjadi sesuatu denganya, agar memberi surat untuk Chandini yang ia simpan di laci meja nya.


" Apa yang kakak lakukan? " tanya Chandini melihat Jasa yang sibuk mengacak laci milik Mars


" Aku sedang mencari sesuatu, mungkin kita bisa dapat petunjuk " jawab Jasa


Tidak lama mencari Jasa pun menemukan sebuah pucuk surat bertujukan untuk Chandini


" Ini dia " ucap Jasa, lalu memberikan nya untuk Chandini


Dengan cepat Chandini pun membaca surat dari Mars yang sudah lama ia tuliskan


Chandini


Aku tau, saat kamu membaca surat ini, mungkin aku sudah terbaring mati, namun aku lega, setidak nya aku sudah menyatakan perasaan ku untuk mu, walau hanya sesaat, aku sungguh merasa bahagia.


Jangan bersedih, apalagi menangis, aku sungguh tidak menyukai nya, aku hanya ingin melihat kamu hidup bahagia.


Satu rahasia yang belum kamu ketahui


Setidak nya kamu masih mempunyai keluarga, aku yakin kamu akan bisa menemukan mereka dan hidup bahagia.


Sejak pertama aku melihat mu, kamu berhasil mencairkan hati ku yang beku, hingga aku bisa jatuh hati dengan mu, awal nya aku takut, setelah mengetahui kenyataan aku akan mati jika mencintai mu, itu sebab nya aku harus mengabaikan mu, mesti sangat berat untuk ku lakukan namun harus ku lakukan, tapi saat kamu meninggalkan rumah ini, benar benar membuat aku yakin, kalau aku lebih baik mati, dari pada aku harus menyimpan perasaan ini seumur hidup ku.


Terimakasih, sudah mencintai lelaki seperti ku, aku sungguh sangat bahagia, karena bisa mencintai mu..


Spontan Air mata Chandini mengalir deras, dan menjerit histeris, membaca surat dari Mars, Chandini benar benar terpukul di tambah ia mengetahui bukan anak kandung dari bu Laksmi. hati nya benar benar kacau dan sangat terluka


" Tidak, ini tidak mungkin ,tuan pasti belum mati " ucap Chandini lalu menangisi tubuh Mars


" Tuan bangun tuan, kenapa tuan pergi dengan cara seperti ini, lebih baik tuan untuk tidak mencintai ku, dari pada tuan harus mengorbankan hidup tuan begini, apa yang harus ku lakukan,, hikss...hiksss...hikss... " ucap Chandini, Jasa pun membaca surat yang terlepas dari tangan Chandini dan juga tidak percaya kalau Mars benar benar sudah pergi untuk selama nya


Dengan perasaan sedih, Chandini pun berlari ke gua tempat yang terlarang untuk nya dan Jasa


Setiba nya disana, Chandini begitu terkejut, tidak melihat binatang buas yang sudah pernah Jasa ceritakan, melainkan hanya melihat batu besar yang sangat menyeramkan.


" Tempat apa ini, kenapa tidak ada binatang buas nya, apa yang tuan Mars lakukan disini " tanya Chandini sambil mengelilingi gua gelap itu


" Aku mungkin tidak tau apa apa, dan aku tidak mengerti semua nya, tapi kenapa, apa yang terjadi, tolong sembuhkan tuan Mars, aku tidak bisa kehilangan nya, aku sangat mencintai dirinya " ucap Chandini berteriak di dalam gua gelap itu


Tiba tiba dinding gua itu pun bergetar, lalu Chandini bisa membaca sebuah pesan dari dinding gua itu


" Jika kamu ingin dia kembali, maka kamu harus mengorban kan hidup mu, hidup sebagai arwah layak nya seperti manusia "


Chandini benar benar takut, dia tidak tau harus berbuat apa, namun demi Mars ia pun setuju untuk mengorbankan hidup nya, setidak nya dia masih memiliki kesempatan untuk hidup bersama dengan lelaki pujaan hati nya itu.