You're My Savior

You're My Savior
BAB 7 MULAI MERASA PENASARAN



Akhirnya Chandini dan Mars pun selesai berbelanja, berkat ide Chandini mereka bisa cepat keluar dari mall itu, dan langsung menyusul Jasa yang sudah lama menunggu


Selesai memasukkan semua belanjaan nya ke mobil, mereka pun akhir nya langsung pulang, Mars benar benar tidak tahan jika lama lama di luar, ia tidak tahan jika harus melihat semua masa lalu dan masa depan setiap orang yang ada di depan mata nya.


" Cepat jalan kan mobil nya " ucap Mars yang sudah mulai merasa pusing, jika ia terlalu banyak melihat masa lalu dan masa depan orang, tubuh nya akan terasa lemah, itu sebab nya ia selalu menghindari kerumunan banyak orang, namun demi janji nya untuk Chandini, ia rela jika harus berbaring berminggu minggu untuk menstabilkan kekuatan nya.


Jasa pun langsung mengerti apa yang terjadi dengan Tuan nya itu, ia dengan cepat melajukan mobil nya, sampai membuat Chandini takut.


" Saya belum ingin mati Tuan, tolong kurangi kecepatan nya " ucap Chandini yang merasa takut dengan kecepatan yang Jasa lakukan


" Kita harus segera tiba di rumah, kalau tidak Tuan akan semakin parah " ucap Jasa dan tidak memperdulikan ucapan Chandini


Jasa takut hal yang sama akan terjadi lagi, ketika Mars merasa bosan, Mars memutuskan untuk jalan jalan, namun dengan kekuatan nya, tubuh nya menjadi lemah dan kembali sadar setelah berbulan bulan.


" Emang Tuan Mars menderita penyakit apa " tanya Chandini yang belum mengetahui siapa Mars sebenar nya.


" Hanya penyakit dalam " jawab Jasa singkat, ia juga tidak tau siapa Mars sebenar nya, yang ia tau hanya sebagai pelayan yang berbakti untuk nya.


Chandini pun hanya bisa pasrah, ia memilih memejamkan mata nya, dari pada harus melihat Jasa yang membawa mobil seperti orang kesurupan.


" Chandini ketika saya suruh untuk tidur, kamu harus tidur, dan setelah tiba di rumah kamu jangan pernah bertanya apa apa " ucap Jasa yang mulai untuk menghipnotis Chandini, dengan mudah Chandini pun langsung terbawa ke dalam tidur nya.


" Sabar Tuan, kita akan segera tiba " ucap Jasa yang melihat Mars semakin lemah


Tidak menunggu lama, mereka pun akhir nya tiba, karena buru buru untuk membawa Mars ke dalam kamar nya, Jasa sampai lupa untuk membangun kan Chandini.


" Chandini bangun " ucap Jasa yang kembali untuk membangunkan Chandini


Chandini pun bangun dari tidur nyenyak nya, dan ia juga sama sekali tidak bertanya hal aneh aneh untuk Jasa.


" Bagaimana keadaan Tuan Mars Tuan?" tanya Chandini.


" Tuan Mars baik baik saja, dia hanya butuh istrahat, oh ia mulai sekarang berhenti memanggil saya Tuan, karena kamu bukan pelayan saya " ucap Jasa, dan Chandini pun mengangguk mengerti.


Chandini pun merasa kwatir dengan Mars, bagaimana pun Mars sudah banyak membantu dirinya, hingga ia memutuskan untuk melihat Mars ke kamar nya.


" Maaf kan saya lancang Tuan, saya hanya ingin melihat keadaan Tuan saja " ucap Chandini dalam hati, lalu masuk ke kamar Mars yang tidak terkunci


Chandini begitu terkejut melihat Mars yang sangat pucat, lalu Chandini pun langsung mendekat ke tubuh Mars, dan lebih terkejut lagi Chandini menyentuh tubuh Mars yang dingin seperti es dan juga Mars yang sudah terlihat seperti mayat.


Chandini pun dengan cepat menyelimuti tubuh Mars yang semakin dingin itu, Chandini juga semakin merasa takut, ia takut Mars akan mati.


" Tuan tolong jangan mati, Tuan sudah sangat baik dengan saya, saya belum membalas kebaikan Tuan, buka mata anda Tuan, jangan buat saya semakin merasa takut " ucap Chandini sembari menggoyang kan tubuh Mars, perlahan Mars pun membuka kedua mata nya, biasanya butuh waktu berbulan bulan untuk ia kembali bisa membuka mata nya, namun berkat Chandini ia bisa kembali bangkit dengan cepat, dan ia bisa merasa kehangatan di samping Chandini


"Apa yang kamu lakukan disini " tanya Mars ketika melihat Chandini berada di hadapan nya


" Maaf kan saya Tuan, saya hanya ingin melihat keadaan Tuan, tapi saya kwatir melihat Tuan yang sangat pucat dan sangat dingin, tubuh tuan seakan membeku, saya takut Tuan mati " jawab Chandini polos membuat Mars tidak bisa marah dengan nya, karena sudah lancang memasuki kamar nya.


" Karena kamu sudah disini, tolong hangat kan tubuh saya, agar saya bisa kembali pulih " jawab Mars membuat Chandini tidak mengerti apa maksud Mars tersebut.


" Maksud anda apa Tuan, saya tidak mengerti " jawab Chandini yang memang sama sekali tidak mengerti dengan permintaan Mars.


" Sini mendekat, kamu tidak usah takut, saya tidak akan memakan kamu, saya merasa hangat jika kamu di dekat saya, jadi malam ini tolong tidur disini, saya tidak akan menganggu kamu " ucap Mars yang masih terlihat lemas itu, Chandini pun sangat merasa iba dan tidak dapat menolak permintaan Mars.


Chandini pun kembali mendekat ke tubuh Mars, dan betul saja Mars semakin merasa hangat dan semakin membaik, Mars pun akhirnya tertidur layak nya seperti seorang manusia normal


Melihat Mars yang sudah tertidur dengan pulas dan suhu tubuh nya juga sudah kembali normal Chandini pun memutuskan untuk pindah ke kamar nya, ia sama sekali tidak bisa tidur di kamar Mars, Chandini merasa seakan gerah, hingga ia tidak tahan untuk berlama lama.


Namun ketika Chandini ingin beranjak keluar, tangan nya pun langsung di tahan oleh Mars, entah kenapa Mars merasa begitu nyaman ada di dekat Chandini


" Tolong jangan pergi, menetap lah sebentar lagi, saya tidak ingin sendiri " ucap Mars yang tidak sadar mengunggkap rasa kesepian nya


Lagi lagi Chandini pun tidak dapat menolak, ia bisa merasakan perasaan Mars, hidup sendiri tentu sangat merasa sepi dan membosan kan.


" Baik Tuan, saya akan menemani Tuan, tidur lah, saya tidak akan meninggalkan Tuan, " ucap Chandini kembali, Mars pun kembali tidur dengan memegang tangan Chandini, dan akhir nya Chandini pun tertidur berbantalkan dada Mars yang bidang.


Keesokan harinya, Mars merasa terkejut, ketika membuka mata nya melihat Chandini yang tertidur di dada nya serta tangan nya yang menggenggam erat tangan Chandini.


" Apa yang sudah terjadi " tanya Mars dalam Hati, namun tidak bisa ia pungkiri ia bisa merasakan sesuatu yang aneh yang tidak pernah ia rasakan sebelum nya.


Dengan lembut Mars pun menyisingkan rambut Chandini yang menutupi wajah cantik nya, Mars pun merasa kagum dengan kecantikan yang Chandini miliki, ia semakin merasa aneh, kenapa ia bisa merasa kagum dan tertarik dengan Chandini yang masih jadi gadis remaja itu.


" Siapa Chandini sebenar nya, kenapa saya bisa merasakan sesuatu yang berbeda, yang tidak bisa saya rasakan dengan gadis lain nya " tanya Mars kembali dalam hati nya, tidak sadar ia pun membantal kan kedua tangan nya, sehingga membuat Chandini terbangun dari tidur nya.


Spontan Chandini terkejut melihat Mars yang sudah membuka mata nya, ia pun langsung bergegas lari meninggalkan Mars, dan Mars hanya menyaksikan dan membiarkan Chandini untuk pergi.