You're My Savior

You're My Savior
BAB 6 MULAI MERASA ANEH



Chandini yang sudah terbiasa bangun pagi, tidak tau harus berbuat apa, dia paling tidak bisa kembali tidur jika sudah bangun dari tidur nya. akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke dapur, dan betapa lega nya hati nya melihat Jasa yang tengah memasak untuk serapan mereka.


" Selamat pagi Tuan " ucap Chandini yang merasa bahagia


" Kenapa kamu ada disini " Jawab Jasa yang tidak menjawab salam nya.


" Aku ingin membantu Tuan masak, aku sudah terbiasa bangun pagi, agar aku dan ibu bisa cepat pergi untuk mulung, jadi kita bisa dapat barang bekas yang banyak, jadi bisa cukup untuk beli makan ". jawab Chandini jujur, membuat Jasa tidak bisa menolak permintaan nya.


" Ya sudah mulai sekarang kamu harus belajar memasak, dan belajar untuk menggunakan semua peralatan yang ada di rumah ini, kamu harus bisa urus diri sendiri, karena saya tidak selalu ada di rumah, jadi jika kamu lapar, kamu bisa masak sendiri " ucap Jasa yang memberi Chandini kebebasan


Chandini pun mulai beraksi, ia sangat bersemangat, ia ingin menggantikan Jasa untuk jadi Chef di rumah itu, ia merasa itu tanggung jawab nya sebagai perempuan, walau masih 16 tahun, Chandini sudah memiliki pemikiran dewasa, Ibu lakshmi yang mengajarkan nya untuk tumbuh menjadi gadis yang baik dan tidak menyusahkan orang.


Chandini juga gadis yang cepat tanggap, ia sangat mudah mengingat apa yang ia lihat dan pelajari, sehingga memudahkan Jasa untuk lebih cepat menyelesaikan pekerjaan nya.


Masakan pun telah selesai, Chandini merasa puas, bisa membantu Jasa menyiapkan makanan, setelah itu mereka pun melanjutkan pekerjaan untuk membersihkan rumah.


" Tuan sudah berapa lama bekerja disini" tanya Chandini ketika sudah selesai mengerjakan tugas nya


Namun Jasa pun tidak menjawab pertanyaan nya, Jasa sendiri tidak bisa mengingat masa lalu nya, ia hanya bisa mengingat apa yang di suka dan di benci oleh Mars, dan dalam ingatan nya hanya di penuhi tentang Mars seorang, dia benar benar manusia malang yang di kutuk untuk mengabdikan diri untuk Mars sampai akhir hayat nya.


"Sikap dingin nya kambuh lagi " Gumam Chandini, melihat Jasa yang mengacuhkan pertanyaan nya


Akhirnya Chandini pun kembali ke kamar nya, ia seakan merasa beku melihat Jasa yang langsung berubah seperti es


Mars pun keluar dengan setelan hitam nya, ia langsung menuju meja makan, dan Jasa cepat cepat menyiapkan serapan untuk Tuan nya itu


Jasa pun merasa heran dengan setelan Mars, mereka tidak ada janji dengan klien, kenapa Mars harus menggunakan setelan kerja nya, Jasa tidak berani untuk bertanya, ia tidak ingin membuat Mars marah kerena pertanyaan nya.


" Dimana gadis itu " tanya Mars yang belum melihat keberadaan Chandini


" Saya disini Tuan " jawab Chandini yang ingin bergabung dengan mereka, Jasa sudah memperingatkan untuk segera bergabung jika sudah dapat jam makan, ia tidak ingin membuat Mars terlalu sering memarahi nya.


Mereka pun serapan dengan hening, lagi lagi hanya suara garpu yang terdengar di ruangan itu, tanpa sengaja Chandini pun mencoba melirik ke arah Mars, namun sial nya mata mereka pun tidak sengaja bertemu membuat kedua nya jadi salah tingkah


" Siapa Chandini sebenar nya, kenapa sampai sekarang saya belum bisa melihat masa lalu dan masa depan nya" tanya Mars dalam hati sembari menguyah makanan nya


" Dasar laki laki dingin yang menakutkan " bathin Chandini setelah berhasil melihat mata Mars, mungkin jika itu wanita lain mereka bisa pingsan akan ketampanan yang Mars miliki


Selesai makan, Mars pun ingin menepati janji nya untuk membawa Chandini belanja, mesti dia akan menjadi sorotan, demi janji nya, ia akan rela di kerumuni gadis gadis yang langsung tergila dengan nya


" Siapkan mobil, saya ingin mengajak Chandini membeli semua perlengkapan yang ia butuhkan, mata saya sakit haru melihat baju itu melulu " ucap Mars, dan Jasa pun langsung menjalankan perintah nya


Chandini hanya bisa diam sambil melihat baju yang dikenakan nya, menurut nya tidak ada yang salah, kenapa harus sampai membuat mata Mars sakit pikir nya.


Mereka pun bergegas pergi, dan Jasa pun harus membuat Chandini tertidur, ia tidak ingin membuat Chandini takut dan tidak nyaman.


Setelah tiba di salah satu mall yang sangat terkenal di kota itu, Jasa pun membangunkan Chandini yang masih tertidur akibat hipnotis nya, Chandini merasa kaget, seakan banyak pertanyaan di kepala nya yang ingin ia utarakan, namun Mars yang paling benci untuk menunggu, membuat ia cepat cepat untuk menyusul nya.


Jasa sengaja menunggu di mobil, ia ingin membuat Mars semakin terbiasa dengan Chandini, sehingga Mars akan bisa menerima nya dan berhenti bersikap kasar dan cuek dengan nya.


Drama pun di mulai, Mall yang sangat terkenal itu wajar jika selalu memiliki pengunjung yang ramai, Semua histeris melihat mars, dulu ia yang selalu di usir, di hina bahkan di kucilkan, kini ia selalu di puja puja, Chandini tentu merasa heran, apa yang membuat para gadis teriak histeris, namun dengan cepat ia pun menyadari nya, lelaki yang sedang bersama nya lah yang sudah membuat para wanita itu tergila gila


" Apa yang mereka lihat dari laki laki dingin dan menakutkan ini " ucap Chandini yang tidak sadar Mars bisa mendengar nya


" Saya bisa mendengar apa yang kamu katakan, jika ingin mengutuk seseorang lakukan dalam hati " ucap Mars spontan membuat Chandini tutup mulut


Lalu Mars pun menarik tangan Chandini ke salah satu butik wanita, membuat semua pengunjung diam seketika melihat keberadaan mereka.


" Tolong carikan baju yang cocok untuk nya, saya akan borong semua nya " ucap Mars ke pelayan butik itu, yang hampir tidak berkedip menikmati ketampanan wajah Mars


Chandini yang menyaksikan itu benar benar merasa pusing, ingin rasanya menyadarkan semua wanita agar berhenti mengagumi Mars yang sangat menakutkan di matanya


Setelah mencoba semua pakaian terbaik di butik itu, Mars seketika merasa pangling melihat Chandini mengenakan gaun yang sangat indah di tubuh nya, ia merasa heran kenapa ia bisa merasakan nya, sebelum nya banyak wanita yang datang menggoda nya yang jauh kalah cantik dan sexy dari Chandini yang masih remaja, namun ia sama sekali tidak bisa merasakan apa apa, tapi kenapa dengan Chandini ia bisa merasakan nya.


Segera ia buang jauh jauh pemikiran nya, ia tidak ingin melanggar larangan yang tidak bisa untuk ia lakukan.


Setelah itu Mars pun kembali mengajak Chandini untuk belanja sepatu, tas, make up, bahkan pakaian dalam untuk nya, Chandini sebenar nya merasa malu, namun ia membutuhkan nya. namun Chandini tidak ingin terjadi hal sama seperti di butik, ia ingin menutupi wajah Mars agar tidak membuat orang histeris


" Tuan tunggu disini dulu saya ingin membeli sesuatu yang sangat penting " ucap Chandini yang berusaha untuk menyembunyikan wajah Mars


"Kamu mau beli apa, biar saya ikut " jawab Mars membantah dan tidak suka untuk di perintah


" Hanya 5 Menit tolong tunggu sebentar " jawab Chandini kembali yang tidak ingin kalah dengan Mars


Chandini pun dengan cepat berlari, namun tiba tiba kaki nya terhenti saat ia sadar tidak memiliki uang, akhirnya ia memutuskan kembali untuk meminta uang dengan Mars


" Maaf Tuan, saya tidak punya uang, boleh gak saya meminta uang Tuan " ucap Chandini menunduk, ia benar benar takut Mars akan memarahi nya


Namun tanpa bicara Mars pun langsung memberikan sebuah kartu debit untuk nya.


" Maaf Tuan saya tidak mengerti menggunakan ini, lebih baik kasih uang cash saja, akan lebih cepat " ucap Chandini kembali yang selalu bersikap jujur dan apa adanya.


Dengan sabar Mars pun memeriksa dompet nya, untung ada beberapa uang cash yang tersedia dia di dalam dompet nya


Mars pun menarik semua isi dompet nya, lalu memberikan semua untuk Chandini, namun dengan polos Chandini hanya mengambil selembar bernilai 100.000 rp. baginya itu sudah cukup untuk membeli alat yang di butuhkan untuk menutup wajah Mars


Tidak menunggu lama Chandini pun kembali dengan membawa Topi,kaca mata hitam, dan sebuah masker. baginya itu salah satu cara agar ia bisa cepat cepat membeli semua kebutuhan nya


" Tuan, silahkan nunduk sebentar " ucap Chandini yang ingin memasang semua peralatan nya untuk Mars, namun Mars yang memiliki tubuh profesional itu membuat nya tidak bisa melakukan dengan mudah


Dan Mars pun hanya bisa menuruti perintah Chandini, hanya Chandini yang berhasil memerintah dirinya


Dengan lembut Chandini pun memasang topi,masker dan sebuah kaca mata hitam untuk Mars, lagi lagi Mars bisa merasakan sesuatu yang aneh, ia benar benar tidak mengerti apa maksud dari semua itu


" Maaf kan saya sudah lancang Tuan, hanya ini cara agar kita bisa cepat keluar dari sini " ucap Chandini dan Mars pun hanya diam beku, ia tidak tau harus berbuat dan berkata apa, baginya ide Chandini benar benar sangat ia butuhkan dan mereka pun akhirnya melanjutkan untuk berbelanja.