You're My Savior

You're My Savior
BAB 10



Chandini pun mulai di sibukkan dengan Khursus yang ia ikuti, ia begitu semangat, dan sangat serius untuk bisa menjadi chef di rumah Mars.


Tepat hari ini ulang tahun Chandini yang ke 17 tahun, walaupun sebenar nya ini bukan tanggal lahir nya yang asli, namun ibu Lakshmi menemukan Chandini di tanggal itu dan memutuskan untuk membuat tanggal lahir Chandini.


Seperti biasa Jasa yang akan selalu mengantar dan menjemput Chandini, sejak Chandini mengikuti khursus memasak ia juga sudah jarang bertemu dengan Mars


" Kak kita singgah ke makam ibu dulu ya, soalnya aku biasa merayakan ulang tahun bersama ibu, aku juga sangat merindukan ibu " ucap Chandini, dan Jasa pun tidak bisa untuk menolak nya.


Jasa pun melajukan mobil nya ke TPU ibu lakshmi, Chandini yang sudah 8 bulan berpisah sungguh sangat merindukan ibu nya.


Setelah selesai ziarah, Jasa dan Chandini pun segera pulang, hari sudah mulai gelap sementara Mars sudah menanti kehadiran mereka.


Setelah Jasa dan Chandini tiba di rumah, Mars pun hanya bersikap cuek, ia sebenar nya ingin bertanya alasan keterlambatan mereka pulang, namun harus ia tahan, ia tidak ingin menunjukkan kecemasan nya.


Chandini yang sudah biasa dengan sikap cuek Mars pun tidak terlalu memperdulikan nya, ia sadar semakin hari Mars selalu berusaha menghindari nya, dan Chandini merasa bahwa Mars juga tidak menyukai nya.


" Setelah aku menyelesaikan khursus ini, aku akan cari kerja, dan pindah dari rumah ini, aku merasa Tuan Mars tidak pernah menyukai ku, mungkin karena aku tinggal disini membuat Tuan Mars merasa tidak nyaman, aku bisa dengan jelas merasakan nya " ucap Chandini tanpa senagaja Mars pun bisa mendengar ucapan nya.


" Kenapa kamu berpikir seperti itu Chandini, justru aku bersikap seperti ini demi kamu, aku tidak ingin kamu kenapa napa, jika aku membiarkan hati ku untuk jatuh cinta dengan mu, maka kamu bisa mati dan aku tidak ingin itu terjadi " jawab Mars dalam hati nya, Mars juga merasa sedih jika harus selalu bersikap dingin ke Chandini, Mars juga merasa cemburu melihat kedekatan Jasa dan Chandini.


Tidak lama kemudian Jasa pun muncul membawa sebuah bingkisan di tangan nya, Mars merasa penasaran apa yang sedang di lakukan oleh Jasa tanpa sepengetahuaan nya.


" Apa yang sedang kamu lakukan " Tanya Mars dengan tatapan yang sangat mencurigakan


" Maaf Tuan, saya hanya ingin memberi Chandini kado, hari ini ulang tahun nya, dia tidak mendapat apa apa dari siapa pun, saya hanya ingin membuat dia bahagia " jawab Jasa, spontan membuat Mars merasa terkejut.


" Ya sudah, kamu boleh memberikan nya " jawab Mars, mempersilahkan Jasa masuk ke kamar Chandini.


Jasa pun akhir nya mengetuk pintu kamar Chandini, dan Chandini pun langsung membuka pintu kamar nya, tampak lah dua orang laki laki tampan yang sedang menunggu kehadiran nya.


" Tuan Mars, kak Jasa, apa yang terjadi, kenapa kalian bisa berada disini " tanya Chandini yang merasa kebingungan.


" Ohh tidak terjadi apa apa, saya ingin memberikan ini, selamat ulang tahun, semoga kamu bisa hidup bahagia " ucap Jasa, sambil memberikan sebuah kado untuk Chandini


Lalu Chandini pun menatap Mars dengan tatapan yang mengandung beribu pertanyaan, apa yang di lakukan oleh Mars di depan pintu kamar nya


" Ohh saya tidak tau kalau hari ini kamu ulang tahun, sebagai ganti nya besok malam saya akan mengajak kalian makan malam di luar " ucap Mars dan Chandini pun sangat senang mendengar nya, setidak nya Mars masih memperdulikan nya.


" Tuan sudah berjanji, saya tidak ingin Tuan melanggar janji yang sudah Tuan ucapkan " ucap Chandini lalu kembali ke kamar nya.


Mars seakan merasa lucu melihat aksi Chandini yang begitu bahagia karena undangan makan malam nya.


Chandini sudah tumbuh menjadi gadis dewasa, umur 17 tahun merupakan umur yang sangat spesial untuk wanita, entah kenapa, ini lah tahap awal Chandini akan memulai hidup sesungguh nya, dimana ia ingin mencoba untuk jatuh cinta, dan ingin merasakan indah nya dunia yang belum pernah ia rasakan.


Waktu yang di nanti oleh Chandini pun tiba, ia sengaja membeli gaun baru untuk di pakai saat makan malam tiba, ia ingin terlihat cantik, dan benar saja penampilan nya membuat Mars terpana.


Mars seakan tidak berkedip, bagaimana bisa Chandini yang ia lihat dulu saat pertama kali bertemu hanya seorang gadis dekil, kini sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan sangat menarik perhatian nya.


" Kita berangkat sekarang Tuan " ucap Jasa, dan berhasil kan membuyarkan lamunan nya


Jasa pun melajukan mobil ke sebuah restaurant mewah yang sudah di pilih oleh Mars, hanya mereka bertiga yang akan menjadi tamu restauran itu, Mars tidak ingin merusak suasana, itu sebab nya ia menyewa restauran itu dalam waktu semalam.


" Wow, tempat nya sangat indah " ucap Chandini yang merasa kagum dengan dekorasi restauran nya, ditambah hiasan ucapan selamat ulang tahun untuk nya, semakin menambah rasa bahagia nya.


Chandini pun di sambut dengan iringin musik selamat ulang tahun, semua sudah di persiapkan oleh Mars, kue ulang tahun yang bertuliskan nama nya, membuat Chandini terharu, ini pertama kali bagi nya mendapat kue ulang tahun dan meniup lilin di atas kue ulang tahun nya.


" Mungkin sudah telat, tapi saya tidak ingin melewatkan kesempatan, selamat ulang tahun, semoga panjang umur, dan apa yang kamu cita cita kan berhasil kamu gapai, hidup lah untuk bahagia, jangan mengundang kesusahan di hidup mu yang berharga ini, dan saya juga akan mendoakan itu " ucap Mars, spontan air mata Chandini mengalir, tanpa meminta persetujuan Chandini pun langsung memeluk Mars dan menumpahkan air mata nya di kemeja Mars, Chandini sungguh merasa terharu dengan ucapan yang telah Mars ucapkan.


Mars sama sekali tidak bergerak, ingin rasanya untuk membalas pelukan Chandini, namun bayangan larangan yang harus ia hindari pun selalu muncul menghantui nya.


" Terimakasih Tuan sudah menyiapkan ini semua, walaupun Tuan tidak menyukai saya, namun Tuan masih bisa memberikan ini semua, saya tidak akan melupakan semua kebaikan Tuan " ucap Chandini lalu segera melepas pelukan nya, ia sadar, Mars yang tidak membalas pelukan nya, membuat nya kembali berfikir bahwa Mars tidak menginginkan pelukan dari nya.


Lalu mereka pun melanjutkan untuk makan malam yang sudah di hidangkan oleh pelayan restauran itu.


Chandini benar benar beruntung, duduk di antara dua laki laki tampan, walau terkesan misterius, banyak wanita yang menginginkan posisi Chandini, namun Chandini yang belum memiliki rasa untuk Mars hanya bersikap biasa, entah lah, kapan perasaan Cinta akan tumbuh di hati nya.