
Chandini mulai gelisah, rasa takut dan kwatir beradu jadi satu, ia sangat bingung, apa yang harus ia lakukan.
" Chandini kamu kenapa seperti orang kebingungan begitu " tanya Jasa melihat Chandini yang gelisah sambil mondar mandir di kamar Mars.
" Tidak ada kak, aku hanya merindukan tuan, sudah berbulan-bulan tuan belum juga menyadarkan diri " jawab Chandini berbohong
" Kamu tidak usah kwatir, aku yakin tuan Mars akan baik-baik saja " jawab Jasa.
Lalu Chandini pun pergi meninggalkan rumah, ia pergi mengelilingi hutan liar tersebut, sehingga suatu kejadian harus menimpa Chandini, tubuh nya kini terbawa arus sungai yang mengalir, hingga terbawa entah kemana.
Tiba-tiba Mars pun membuka kedua mata nya, sambil menyebut dengan kuat nama kekasih hati nya itu
" Chandini " ucap Mars, membuat Jasa terkejut yang tertidur menjaga tuan tampan nya itu.
" Tuan, syukur lah tuan sudah sadar " ucap Jasa
" Dimana Chandini " tanya Mars yang sudah sangat merindukan kekasih hati nya itu
" Dia di luar tuan, sudah berbulan-bulan tuan tidak menyadarkan diri, aku akan memanggil nya, Chandini pasti sangat bahagia melihat tuan sudah sadar " sambung Jasa, lalu pergi ke luar untuk mencari Chandini
Namun spontan jantung Jasa terasa ngilu, ia tidak melihat keberadaan Chandini, dengan keras Jasa memanggil nama Chandini, hingga suara nya terdengar sampai ke kamar Mars. dengan cepat Mars pun bergegas keluar, Mars yakin pasti sudah terjadi sesuatu dengan Chandini.
" Dimana Chandini " tanya Mars kembali
" Aku tidak tau tuan," jawab Jasa yang sudah sangat merasa kebingungan.
" Aku minta maaf tuan, aku menyesal " jawab Jasa yang tidak tau harus berkata apa, ia merasa ucapan Mars benar, tidak seharus nya ia mengijinkan Chandini keluar hutan sendirian
Mars dan Jasa pun menyusuri seluruh hutan, namun mereka sama sekali tidak bisa menemukan Chandini, air mata spontan mengalir di wajah tampan Mars, hingga Mars memutuskan untuk memasuki gua rahasia nya.
" Apa yang sudah kamu lakukan, dimana Chandini, tolong kembalikan dia " ucap Mars memohon dengan deraian air mata.
Jawaban atas pertanyaan Mars pun muncul, yang sangat membuat Mars terpukul
" Lanjutkan hidup mu sesuai yang kau inginkan, suatu saat kamu akan menemukan dia kembali "
Dengan lemas Mars pun keluar dari gua itu, entah berapa lama ia akan menunggu hingga Chandini kembali ke dalam hidup nya.
" Dimana kamu Chandini, aku sangat merindukan mu, kenapa kamu melakukan ini, lebih baik aku yang mati dari pada kamu harus mengorbankan hidup mu " ucap Mars dalam hati
Mars dan Jasa pun kembali melanjutkan hidup, bayangan Chandini seolah memenuhi rumah itu, semakin hari Mars semakin tersiksa, rasa rindu terhadap Chandini semakin besar, hingga hampir setiap menit Mars selalu ke kamar Chandini, namun hanya kerinduan yang selalu menyiksa nya.
Mars meraih baju Chandini yang terlipat rapi di lemari, dengan pecah Mars pun meluahkan rindu nya, seakan Chandini sedang memeluk dirinya.
" Aku sangat merindukan mu Cahndini, jangan siksa aku dengan rindu begini, aku tidak kuat, tolong aku " bathin Mars sambil menangis dan memeluk baju Chandini
Jasa yang menyaksikan itu merasa tidak tega, ia juga sangat merindukan Chandini, dan berharap Chandini bisa kembali ke kehidupan mereka.