
Chandini yang sudah selesai menyiapkan serapan untuk mereka, kini waktu nya untuk membangunkan kekasih nya yang masih tertidur pulas itu, sejak berpacaran dengan Chandini, kesehatan Mars semakin hari semakin menurun, namun Mars selalu berusaha untuk menutupi dari pujaan hati nya itu.
" Tuan, bangun, ini sudah siang " ucap Chandini yang sudah berada di samping Mars.
" Jam berapa sekarang " tanya Mars, yang melihat cahaya matahari begitu terik dari jendela kamar nya
" Ini sudah jam 8 tuan, tidak biasanya tuan bangun telat begini, apa tuan sakit " tanya Chandini yang selalu memperhatikan Mars
" Tidak masalah, aku baik baik saja, hanya saja tadi malam aku susah tidur, jadi kamu tidak usah kwatir" ucap Mars sambil mengacak acak rambut Chandini
" Tuan mau kemana " tanya Chandini melihat Mars yang bergegas bangkit dari tempat tidur nya
" Aku mau mandi, kenapa? apa kamu mau ikut " jawab Mars, Chandini pun lalu bergegas meninggalkan nya
Tidak menunggu lama, Mars pun menghampiri Chandini dan Jasa ke meja Makan, Mars terlihat begitu pucat, hingga membuat Chandini begitu sangat kwatir
" Tuan, kenapa tuan begitu pucat, apa tuan yakin baik baik saja " tanya Chandini, spontan Jasa langsung menoleh ke arah Mars dan merasa terkejut apa yang sudah terjadi dengan Mars.
" Aku baik baik saja Chandini, kamu masak apa hari ini, aku sudah sangat lapar " jawab Mars yang mencoba untuk mengalihkan perhatian Chandini
" Saya sudah menyiapkan nasi goreng kesukaan tuan,". jawab Chandini lalu mengisi nasi goreng ke piring Mars.
Mars pun berusaha untuk terlihat baik baik saja, walau sebenar nya ia tidak selera untuk makan, namun demi Chandini, Mars pun melahap semua nasi goreng yang sudah di siapkan oleh Chandini.
Setelah selesai, Mars pun memutuskan untuk kembali ke kamar, Mars benar benar merasa pusing dan lemah, untuk berjalan ke kamar nya saja, ia sudah tidak mempunyai banyak tenaga.
Hingga Mars harus terjatuh pingsan di tangga rumah nya, Membuat Chandini spontan menjerit, melihat Mars yang kini terbaring lemas dan pucat itu
Jasa pun langsung mengangkat tubuh Mars ke kamar nya, Jasa benar benar sangat kwatir, ini pertama kali Jasa melihat Mars seperti ini.
" Kak panggilkan dokter, tuan Mars harus segera di obati " ucap Chandini membuat Jasa merasa bingung, sebab Mars selalu tidak membutuhkan seoarang dokter jika ia sakit begini
" Percuma Chandini, Mars tidak butuh dokter, dokter tidak akan pernah bisa mengobati penyakit nya " jawab Jasa keceplosan , membuat Chandini menatap tajam ke arah nya
" Apa!! Kakak bilang apa, sebenar nya apa yang terjadi kak, kenapa begitu banyak rahasia disini " ucap Chandini sambil menangis, membuat Jasa tidak tega untuk melihat nya, dengan terpaksa Jasa pun menceritakan semua tentang Mars, membuat Chandini terkejut dan tidak percaya
" Tidak!!!, ini tidak mungkin, kakak pasti berbohong, ini tidak mungkin " jawab Chandini seperti orang yang sangat kebingungan
Perlahan Chandini pun menghampiri Mars, lalu menangis di atas tubuh kekasihnya itu.
" Kenapa tuan, kenapa tuan tidak pernah jujur siapa tuan sebenar nya, aku akan menerima tuan sepenuh nya, tolong buka mata anda tuan, bicara dengan ku, apa yang harus aku lakukan, agar tuan bisa sembuh, aku tidak kuat melihat tuan seperti ini, aku takut kehilangan tuan, tolong jangan tinggalkan aku, hikss,,hikss,,hikss " ucap Chandini sambil menumpahkan air mata nya di baju Mars
" Aku belum mati Chandini, jadi jangan kamu tangisi " jawab Mars dengan nada suara yang sangat lemas
" Tuan, syukur tuan sudah sadar, apa yang sakit tuan, beri tahu aku, aku benar benar sangat menghawatirkan tuan, aku tidak punya siapa siapa di dunia ini, jadi tolong jangan tinggalkan aku" sambung Chandini, membuat Mars begitu merasa terpukul dengan ucapan Chandini
" Aku tidak akan kemana mana, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, jadi kamu jangan menangis, aku tidak kuat melihat kamu bersedih begini " ucap Mars yang berusah bangkit dari tempat tidur nya
Chandini pun membantu Mars untuk bersandar di sandaran tempat tidur nya, ingin rasanya Chandini memeluk kekasih tampan nya itu, namun melihat Mars yang begitu lemas, membuat Chandini mengurungkan niat nya
" Chandini kemari " ucap Mars, memanggil Chandini ke duduk di samping nya, Chandini pun langsung menuruti permintaan Mars
" Kamu harus jadi gadis yang kuat, jadi lah Chandini seperti yang baru aku kenal dulu, yang selalu ceria dan bahagia, aku tidak ingin melihat kamu begini " ucap Mars sambil memegang wajah chandini dengan kedua tangan nya.
" Aku sangat mencintai tuan, aku tidak mau kehilangan tuan, aku akan bahagia jika tuan selalu ada bersama ku " jawab Chandini sambil membiarkan air mata nya mengalir di wajah cantik nya
" Apa kamu sudah tau siapa aku sebenar nya " tanya Mars
" Kenapa tuan tidak pernah jujur, " jawab Chandini
" Aku tidak ingin membuat kamu takut, aku bukan manusia biasa seperti kamu, aku sudah mati Chandini, aku hanya arwah yang di kutuk untuk hidup kembali, setelah mengetahui kenyataan ini, apa kamu yakin masih mencintai aku ?, kesempatan kamu untuk pergi masih ada dan aku tidak akan pernah untuk menghalangi kamu ". sambung Mars sambil menundukkan wajah sedih nya, berat rasanya untuk mengatakan kenyataan, namun terpaksa harus Mars lakukan, ia ingin pergi dengan tenang, tanpa harus meninggalkan kebohongan dengan wanita yang sudah sangat amat ia cintai
" Aku sudah terlanjur mencintai tuan, aku tidak peduli siapa tuan sebenar nya, yang aku tau tuan lelaki yang baik, jadi aku mohon tetap lah disini " jawab Chandini sambil menggenggam tangan Mars yang sudah sangat dingin, dan Chandini pun berusaha keras untuk menghangatkan nya.
" Aku juga sangat mencintai kamu, tapi dengan mencintai kamu, aku harus menanggung semua resiko ini, jadi apa pun yang terjadi dengan ku, aku mohon kamu untuk tegar dan jangan menangis, apa kamu bisa berjanji " ucap Mars dan Chandini pun membentah nya
" Tidak!!!,, aku tidak akan pernah bisa menjanjikan itu, bawa aku pergi kemana pun tuan pergi, aku ingin selalu bersama tuan " jawab Chandini polos
" Dasar gadis bodoh " jawab Mars dengan senyum getir di bibir nya, lalu Mars pun menarik tubuh Chandini ke dalam pelukan nya, dan Chandini pun langsung membalas pelukan kekasih tampan nya itu
Dear readers
Tolong jangan lupa untuk selalu dukung novel aku dengan cara like dan vote sebanyak banyak nya. jangan lupa tinggalkan jejak ya::