
Mars semakin merasa aneh, kenapa ia bisa kembali pulih secepat itu, ia pun memutuskan untuk mencari jawaban ke gua yang menyeram kan itu, dimana Mars akan bisa menemukan semua jawaban dari sana.
" Apa yang sudah terjadi Tuan, kenapa anda sudah terlihat pulih secepat ini " tanya Jasa yang juga merasa heran, kenapa Mars bisa pulih secepat dari yang ia duga.
" Saya juga tidak tau mengapa, saya akan berkunjung ke gua untuk menemukan jawaban nya, pastikan untuk tidak ada orang yang berani mendekat dan mengganggu saya " jawab Mars, dan Jasa pun hanya bisa menuruti perintah Mars.
Mars pun langsung bergegas menuju gua itu, dan di ikuti oleh Jasa untuk berjaga jaga, Jasa sendiri belum pernah masuk ke dalam gua itu, jadi ia sama sekali tidak tau apa yang akan di lakukan oleh Mars selama disana
Chandini yang baru selesai membersihkan diri, tidak sengaja melihat Mars dan Jasa menuju gua yang amat jelas dari kamar nya, ia juga penasaran apa yang akan di lakukan oleh lelaki yang berbadan dingin itu, ingin rasanya menghampiri, namun Chandini masih teringat dengan peringatan yang sudah di jelaskan oleh Jasa.
" Apa yang di lakukan Tuan Mars kesana, bukan kah gua itu sangat berbahaya untuk manusia " tanya Chandini dalam hati nya.
" Ya sudah lah, mungkin aku tidak perlu untuk mengetahui nya, dasar lelaki aneh, menakutkan lagi, entah apa yang di lihat oleh wanita di luar sana, kenapa mereka sangat mengagumi Tuan Mars yang tidak tampan sama sekali " sambung Chandini kembali, sembari mengeringkan rambut nya yang masih basah dengan handuk, lalu ia pun melanjutkan untuk menyusun semua baju dan perlengkapan lain nya, yang sudah di belikan oleh Mars ke lemari nya.
Mars pun akhir nya memasuki gua tersebut, seperti biasa Jasa akan menjaga dan menunggu nya dari luar, tidak ada yang spesial di dalam gua tersebut, hanya sebuah batu besar serta lukisan lukisan yang terdapat di dinding gua itu, lalu Mars hanya perlu menyebutkan masalah nya, maka jawaban atas masalah nya akan muncul di tembok gua itu.
" Apa sebenar nya yang sudah terjadi, hati ku sudah di beku kan, untuk tidak bisa merasakan apa apa, tapi kenapa sejak kehadiran Chandini aku seolah bisa merasa perasaan yang aneh, siapa Chandini sebenar nya, kenapa aku tidak bisa melihat masa lalu dan masa depan nya seperti manusia lain umum nya " ucap Mars yang ingin mengetahui masalah nya, lalu, tidak lama kemudian gua itu pun bergetar, dan melihatkan jawaban atas pertanyaan Mars.
" Dia adalah wanita yang harus kamu hindari, jangan pernah untuk jatuh cinta dengan nya, karena jika dia sudah dewasa, dia akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, sehingga siapa pun akan jatuh cinta dengan nya, jika kamu melanggarnya, kamu sudah tau apa yang akan terjadi "
Mars sangat terkejut mendapat jawaban atas pertanyaan nya, bagaimana bisa Chandini adalah gadis yang harus ia hindari, sementara Chandini berhasil membuat nya bisa merasakan sesuatu, dan kenapa takdir harus mempertemukan mereka.
Setelah mengetahui jawaban nya, Mars pun lalu pergi meninggalkan gua itu, dengan langkah kaki yang gemetar, ia harus bisa menjauh dari Chandini.
" Bagaimana Tuan, apa anda sudah menemukan jawaban nya " tanya Jasa, ketika melihat Mars keluar dari gua itu.
" Chandini, mulai sekarang kamu harus bisa menjaga jarak dengan saya dan Chandini, saya tidak ingin Chandini kenapa kenapa, dan pastikan dia baik baik saja dan memenuhi semua keinginan nya " ucap Mars, dan Jasa sama sekali tidak mengerti, namun ia tidak berani berargumen, kecuali hanya bisa menjalankan perintah Mars.
Waktu nya untuk makan siang, Mars dan Jasa sudah berkumpul di meja makan, dan Chandini pun buru buru untuk segera bergabung.
Jasa bisa mengerti perasaan Mars, walau sebenar nya Mars tidak ingin menjauhi nya, namun demi kebaikan Chandini dan dirinya, ia harus melakukan nya, bahkan ia harus bisa membuat Chandini untuk membenci nya. Chandini yang masih gadis polos itu sama sekali tidak mengambil hati dengan sikap Mars, karena sedikit banyak nya ia mulai bisa mengenal Mars, bahwa Mars merupakan laki laki cuek yang sama sekali tidak menyukai keramaian.
" Apa kamu baik baik saja " tanya Jasa yang melihat Chandini bersikap acuh tidak acuh
" Apa yang salah " jawab Chandini cuek
Jasa hanya bisa menggeleng, ia juga mengerti, Chandini masih gadis remaja, belum saat nya ia mengerti ketika seseorang yang sedang berusaha menjauhi nya.
Selesai menyantap makan siang mereka, Chandini memutuskan untuk membaca buku di taman, mesti tidak pernah mencicipi bangku sekolah, Chandini juga bisa membaca dan menulis seperti anak remaja lainnya, ibu Lakshmi dengan sabar selalu mengajari Chandini hingga Chandini benar benar bisa melakukan nya.
Berteduh di bawah pohon rindang sungguh sangat nikmat, angin sepoi sepoi membuat mata Chandini mengantuk, hingga tidak sadar Chandini pun tertidur dengan nyenyak, Mars yang menyaksikan itu hanya bisa tersenyum, Chandini selalu saja bisa menarik perhatian nya.
" Dasar gadis aneh " ucap Jasa yang melihat Chandini tertidur dengan nyenyak
Jasa pun akhir nya memutuskan untuk menemani Chandini, dan melanjutkan membaca sebuah novel yang berada di tangan Chandini.
" Andai saja aku yang disana " ucap Mars yang menyaksikan pemandangan antara Chandini dan Jasa, Mars sungguh ingin bergabung, namun apa daya ia tidak bisa melakukan nya, belum menjadi gadis dewasa yang cantik saja Chandini sudah berhasil menarik perhatian nya, bagaimana ketika Chandini sudah tumbuh dewasa? entah lah, Mars hanya bisa menunggu hari itu tiba. ia sama sekali tidak bisa melihat masa depan nya, begitu juga dengan masa depan Chandini.
Mars pun akhir nya memutuskan untuk mendaftar kan Chandini ke salah satu pelatihan yang ingin Chandini kuasai, sehingga ia tidak terlalu sering berjumpa dengan Chandini, dan tidak terlalu sering melihat senyum manis di bibir Chandini.
" Kak Jasa " ucap Chandini ketika gigitan semut berhasil membangun kan nya.
" Akhir nya kamu bangun juga, kamu tau gak kalau tidur disini berbahaya, banyak binatang buas yang tiba tiba bisa menerkam kamu " ucap Jasa ngeles, ia hanya ingin menjaga Chandini tidur, baginya berada di dekat Chandini membuat ia tidak merasa kesepian.
" Hehehe,, Terimakasih, kak Jasa sudah bersedia menemani aku tidur, aku merasa seperti punya saudara, kak Jasa selalu menjaga dan membela aku dari tuan Mars, aku akan menjadi saudara yang baik untuk kak Jasa, dan tidak pernah membuat kak Jasa kessel, aku janji akan menuruti semua perintah kak Jasa " ucap Chandini bersemangat, lalu memeluk erat tubuh Jasa, yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri, dan Jasa pun hanya bisa pasrah mendapat perlakuan Chandini.