
Mars dan Jasa sudah mencari Chandini di seluruh jalan, namun mereka tidak bisa menemukan Chandini.
" Kamu dimana Chandini " ucap Mars yang sangat merasa menyesal dengan perbuatan nya.
" Kemana kita akan mencari Chandini tuan " tanya Jasa yang juga merasa bingung
" Kita pulang saja dulu, nanti kita lanjutkan untuk mencari Chandini " jawab Mars, dan Jasa pun langsung menuruti perintah nya
Chandini yang kini sedang menyusuri kota itu sedang mencari pekerjaan, sampai ia menemukan sebuah restauran yang cukup mewah di kota itu.
" Selamat siang pak, apa disini membutuhkan tenaga kerja " ucap Chandini kepada security restauran itu
" Maaf , Disini tidak membuka lowongan, cari tempat lain saja " jawab security dengan angkuh
Chandini pun lalu bergegas meninggalkan restauran itu, Namun saat Chandini ingin keluar pagar, tiba tiba suara klakson mobil menghentikan langkah nya
" Selamat siang pak Rafa " ucap Security yang menjawab Chandini dengan angkuh
" Siang pak Bagus " jawab Rafa sopan kepada security restauran nya yang bernama Bagus itu
" Wanita itu siapa " tanya Rafa kembali yang melihat sekilas ke arah Chandini
" Dia lagi mencari pekerjaan pak, tapi restauran sedang tidak membutuhkan orang baru " jawab Bagus
Lalu Rafa pun melihat ke arah Chandini lebih jelas, entah mengaoa Rafa merasa ada sesuatu dalam diri Chandini, sehingga Rafa menyuruh bagus untuk membawa Chandini ke ruangan nya.
" Silahkan duduk " ucap Rafa ke Chandini yang sudah berada di ruangan nya.
" Terimakasih pak " jawab Chandini singkat
" Apa benar kamu lagi cari kerja " tanya Rafa kembali
" Benar pak, nama saya Chandini, saya bisa melakukan apa saja pak, kebetulan saya bisa memasak, saya tidak akan mengecewakan bapak " jawab Chandini semangat
" Oh, kalau boleh tau, pengalaman kamu dimana saja " tanya Rafa, membuat Chandini bingung, karena selama ini ia hanya memasak untuk Mars dan Jasa.
" Saya belum punya pengalaman kerja pak, tapi saya baru menyelesaikan kursus memasak disini " jawab Chandini sambil menunjukkan sertifikat yang ia dapat dari tempat kursus nya.
Rafa pun langsung bisa merasa percaya dengan Chandini serta memberi kesempatan untuk Chandini bekerja di restauran mewah milik nya.
" Baik lah, saya terima kamu kerja disini, tolong jangan kecewakan saya, dan jangan sia sia kan kesempatan yang jarang terjadi ini " ucap Rafa, membuat Chandini ingin melompat karena merasa sangat bahagia
" Terimakasih Pak, saya janji tidak akan mengecewakan pak Rafa " ucap Chandini yang melihat nama Rafa sebagai pemilik restauran itu
" Kamu boleh pulang, besok kamu mulai bekerja disini, jangan terlambat, saya tidak suka karyawan yang tidak bisa ontime " sambung Rafa memberi penjelasan, dan Chandini pun dengan semangat menjawab penjelasan Rafa
Chandini pun bergegas meninggalkan ruangan Rafa, lalu mencari tempat tinggal yang berada di sekitar restauran itu.
" Permisi, apa di sekitar sini ada rumah kosan yang murah " tanya Chandini kepada lelaki yang terlihat gemulai di pinggir jalan yang sedang memainkan ponsel nya
" Apa disini ada rumah kosan yang murah " ucap Chandini kembali
" Ohh rumah kosan, Lo bertanya ke orang yang tepat, kebetulan kosan sebelah kamar Gue lagi kosong, jika Lo mau, Gue bisa bawa Lo kesana " jawab lelaki gemulai itu
" Aku mau " jawab Chandini semangat dan mereka pun langsung menuju rumah kosan itu
" Ohh iya aku Chandini, nama kamu siapa " tanya Chandini yang selalu bersikap ramah
" Gue Doni, tapi lo bisa panggil gue dengan Lily " jawab Doni yang lebih suka di panggil dengan sebutan Lily
" Ok Lily " jawab Chandini
Setelah merasa cocok, Chandini pun setuju untuk tinggal disana, mesti tidak besar, dan berada di gang sempit, setidak nya Chandini punya tempat berteduh, dan harga nya sesuai dengan isi kantong nya, di tambah tempat tinggal nya juga dekat dengan restauran tempat ia bekerja.
" Kalau lo butuh apa apa, lo bisa panggil gue, " ucap Lily yang juga selalu bersikap ramah ke semua orang
" Ok " jawab Chandini singkat, lalu bergegas membersihkan kamar nya, lalu memutuskan untuk istrahat, kerena ia sangat merasa lelah.
Sementara Mars kini merasa gelisah, ia sama sekali tidak bisa melihat keberadaan Chandini, Mars pun akhir nya memutuskan untuk melihat keberadaan Chandini dari Gua misterius itu, Mars yakin akan menemukan jawaban nya
" Apa yang harus aku lakukan, Chandini pergi, dan aku tidak bisa melihat keberadaan nya, tolong tunjukkan dimana Chandini sekarang " tanya Mars dan jawaban dari pertanyaan nya pun muncul di dinding gua itu
" Lupakan dia, jika kamu ingin lebih lama menikmati dunia ini "
Mars sungguh sangat kecewa mendapat jawaban atas pertanyaan nya.
" Apa salah ku, kenapa aku harus merasakan ini, jujur aku sudah mencintai Chandini, jika ingin mengambil nyawa ku kembali silahkan ambil, aku tidak ingin hidup seperti ini, aku tidak menginginkan kehidupan seperti ini, 3 tahun aku memendam perasaan untuk Chandini, tapi sekarang aku harus biarkan dia pergi, karena aku tidak bisa mencintai dan memiliki nya, aku tidak sanggup, silahkan ambil hidup ku kembali " ucap Mars yang sudah sangat merasa kecewa.
Tidak mendapat petunjuk apa pun, Mars lalu pergi meninggalkan gua itu, hati dan pikiran nya sangat gelisah, Mars sama sekali tidak tau apa yang harus ia lakukan.
Sementara Chandini sudah mulai membiasakan diri di tempat baru nya, walau semua jauh berbeda dengan rumah Mars, tidak masalah sama sekali untuk Chandini
Mars pun kini mulai merindukan Chandini, rumah nya kini terasa sepi, bahkan lebih terasa sepi sebelum Chandini menjadi salah satu penghuni rumah nya,
rasa sepi tidak dirasakan oleh Mars sendiri, Jasa yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan Chandini, sangat jelas merasa kesepian yang dulu pernah ia rasakan.
" Kamu dimana Chandini, aku merindukan mu, rumah ini kembali sepi tanpa kamu " bathin Jasa sambil menghela nafas nya
" Tuan " ucap Chandini yang tiba tiba memimpikan hal buruk terjadi dengan Mars, entah apa yang terjadi dalam mimpi nya, membuat Chandini merasa takut dan kwatir sampai tubuh nya keringat dingin
" Apa maksud dari mimpi itu, kenapa Tuan Mars sangat terlihat menyeram kan, kemana Tuan Mars akan pergi " tanya Chandini yang masih merasa bingung dengan mimpi nya.
Akhir nya Chandini kembali melanjutkan tidur nya, ia tidak ingin terlalu memikirkan Mars, mesti hati nya sudah rindu, Chandini berusaha untuk melupakan nya, karena Chandini berfikir, Mars sama sekali tidak memiliki perasaan untuk nya.
" Chandini " ucap Mars dalam tidur nya, lalu Mars seketika bangun dari tidur nya.
" Tidak, jika ini sebuah kutukan aku ikhlas, setidak nya aku pernah merasa bahagia walau hanya sementara " ucap Mars yang bermimpi dengan rasa penyesalan pergi meninggalkan Chandini.