You're My Savior

You're My Savior
BAB 12



Disaat Chandini sendiri di rumah, Chandini selalu merasakan ada kejanggalan yang terjadi di rumah Mars, namun sangat sulit rasanya untuk menemukan apa sebenarnya yang terjadi, ada saja halangan untuk menggagalkan rasa penasaran Chandini.


Suara mobil pun sudah terdengar dari halaman rumah Mars, pertanda Mars dan Jasa sudah selesai menyelesaikan pekerjaan mereka.


Chandini yang merasa pusing akibat yang selalu berusaha untuk mencari kejanggalan yang ia rasakan, akhir nya tertidur di sofa ruang keluarga Mars.


Mars pun diam diam memandang Chandini yang tertidur pulas itu, lalu mengambilkan sebuah selimut untuk menutupi tubuh Chandini yang sangat menggoda di mata nya


" Semakin hari kamu terlihat semakin cantik " bathin Mars sambil menyelimutkan selimut untuk Chandini


" Tuan " ucap Chandini yang langsung terbangun dari tidur nya


" Kenapa kamu bisa tidur disini " tanya Mars penasaran


" Aku merasa pusing tuan, Aku juga tidak tau kenapa Aku bisa tertidur disini" jawab Chandini sembari memegang kepala nya yang masih terasa pusing itu


" Tunggu sebentar, Aku akan mengambil obat " ucap Mars lalu pergi mengambil sebuah obat yang terletak di p3k rumah nya.


Mars pun memberikan obat yang sudah ada di tangan nya, lalu Chandini pun dengan cepat meneguk obat pemberian Mars dengan air putih yang sudah di siapkan oleh Tuan tampan nya itu


" Terimakasih tuan " ucap Chandini


" Kamu harus jaga kesehatan, tidak ada dokter yang bisa kesini untuk mengobati kamu " sambung Mars dengan wajah cuek nya


Chandini hanya bisa diam, mendengar omelan Mars, walau sejujur nya Mars sangat menghawatirkan dirinya.


" Tuan, tolong jangan tinggalkan aku terlalu sering sendiri di rumah ini, aku takut " ucap Chandini yang ingin menyampaikan apa yang di rasakan nya.


" Takut Kenapa " tanya Mars cuek


" Aku Merasa ada yang aneh, setiap aku tinggal sendiri, seperti ada mata yang selalu memperhatikan ku, dan ketika aku ingin mencari nya, tiba tiba aku akan pusing, lemas, bahkan sampai tertidur seperti yang sudah tuan lihat " jawab Chandini kembali


" Kamu tidak usah berfikir macam macam, itu hanya perasaan mu saja, kalau kamu tidak suka tinggal disini, kamu bisa pergi, aku tidak pernah menahan kamu untuk tinggal disini " jawab Mars, membuat Chandini terkejut, ucapan Mars sungguh sangat menyanyat hati nya, air mata nya pun spontan mengalir di wajah cantik nya


" Aku tau Tuan tidak pernah menyukai ku, terimakasih karena sudah membuat aku sadar, aku tau diri, bertahun tahun aku sudah menjadi parasit untuk tinggal disini " ucap Chandini lalu pergi berlari meninggalkan Mars


Chandini pun berlari kencang meninggalkan rumah Mars, dengan deraian air mata, serta tangisan yang menuntun langkah nya, membawa nya ke tengah hutan yang gelap serta menyeram kan itu


" Astaga, apa yang sudah ku lakukan " ucap Mars lalu pergi menyusul Chandini


"Chandini " ucap Mars, berteriak kencang memanggil nama Chandini


Bersyukur Mars langsung bisa menemukan Chandini yang sedang duduk terbungkuk sambil menangis di tengah tengah jalan hutan itu.


" Chandini ayok pulang, aku tidak bermaksud berkata seperti itu, maaf kan aku " ucap Mars yang sangat merasa bersalah


" Cukup!! Tuan jangan menipu ku lagi, biarkan aku pergi dari sini, aku tidak ingin melihat tuan lagi dan aku tidak ingin tinggal bersama tuan lagi " jawab Chandini sambil menangis serta menggigil kedinginan


" Tolong, jangan katakan seperti itu, aku menyesal, aku tidak bermaksud begitu, pulang lah dengan ku, aku tidak akan mengulangi nya lagi, tolong maafkan aku " ucap Mars yang berusaha untuk membujuk Chandini


Lalu Chandini pun memutuskan untuk pulang bersama Mars, hari semakin larut, Chandini sudah jelas tau banyak binatang buas yang akan siap memangsa nya, dan Chandini pun berfikir untuk pergi meninggalkan rumah Mars esok hari.


" Sudah " jawab Chandini berbohong, ia benar benar sangat sakit hati dengan ucapan Mars yang secara tidak sengaja ingin mengusir nya.


" Aku lapar, tolong temani aku untuk makan " pinta Mars yang ingin mengharap maaf dari Chandini, dan juga berharap Chandini menyiapkan makan malam untuk nya, masakan Chandini sudah menjadi candu untuk nya.


" Maaf tuan, aku tidak pantas untuk menemani tuan " jawab Chandini, lalu pergi meninggalkan Mars menuju kamar nya


" Chandini tunggu " ucap Mars yang ingin menahan Chandini, namun Chandini yang sudah terlanjur sakit hati, dan tidak menghiraukan nya.


" Apa yang sudah terjadi tuan, kenapa chandini terlihat sedih begitu " tanya Jasa yang tidak sengaja memperhatikan mereka


" Siapkan makan malam " jawab Mars yang tidak ingin menjawab pertanyaan Jasa, dan Jasa pun tidak bisa membantah perintah tuan nya itu


Setelah selesai menyantap makan malam mereka, Mars pun ingin menemui Chandini, ia benar benar merasa bersalah, ia tidak mengerti kenapa ia mengucapkan kata kata yang sangat menyakiti hati Chandini.


" Chandini " ucap Mars sambil mengetuk pintu kamar Chandini


Namun Chandini tidak menghiraukan nya, ia memilih untuk berpura pura tidur, Chandini sama sekali tidak ingin melihat Mars


Lalu Mars pun tidak tinggal diam, Chandini bisa saja menerobos masuk ke kamar nya, kenapa ia tidak bisa berbuat sama, bathin Mars dalam hati nya.


Setelah membuka pintu kamar Chandini yang tidak terkunci, Mars pun melihat Chandini yang sudah terbaring tidur di kasur nya.


Mars yang tidak ingin mengganggu Chandini akhir nya memutuskan untuk menutup kembali pintu kamar Chandini, lalu bergegas menuju kamar nya.


Dengan Cepat Chandini menyusun baju baju nya ke dalam ransel milik nya, ia benar benar ingin pergi meninggalkan rumah Mars, ia yakin dengan kemampuan memasak yang ia miliki, ia akan bisa bertahan hidup dan mendapatkan kerja di luar sana.


Chandini tidak ingin tidur, ia sungguh sangat merasa gelisah, ia tidak sabar menunggu fajar tiba.


Waktu yang di tunggu tunggu oleh Chandini pun tiba, ia segera mengemas barang nya, lalu pergi meninggalkan rumah Mars


Walau sebenarnya Chandini takut, namun mencoba mengalahkan rasa takut nya, perlahan Chandini menyusuri hutan untuk bisa menembus jalan besar.


Menghabiskan waktu selama 2 jam, akhir nya Chandini bisa menemukan jalan raya, dengan sedikit tabungan yang ia punya dan bekal kemampuan memasak ia akan mencoba untuk memulai hidup baru tanpa Mars dan Jasa.


Jasa yang sudah terbiasa bangun pagi itu pun, segera menuju dapur, tidak biasanya ia tidak melihat Chandini disana, dan Jasa pun hanya mengira Chandini masih tertidur karena merasa lelah.


dan akhirnya Jasa menyiapkan serapan untuk mereka.


Mars yang sudah selesai membersihkan diri, segera menuju meja makan, ia berfikir akan bisa melihat Chandini disana, namun harapan nya sia sia, Jasa lah yang kini ada di depan mata nya.


" Kenapa kamu disini " tanya Mars penasaran


" Saya tidak melihat Chandini tuan, saya akan menyiapkan serapan untuk tuan " jawab Jasa dan Mars merasa ada yang tidak beres, ia berlari menuju kamar Chandini, dan benar saja, ia tidak bisa melihat keberadaan Chandini disana, Mars juga melihat lemari Chandini yang sudah kosong, ia segera berlari untuk meminta Jasa menyiapkan mobil mencari Chandini.


" Siapkan Mobil, kita harus mencari Chandini " ucap Mars yang sudah merasa panik


" Apa yang terjadi tuan " tanya Jasa yang juga merasa penasaran


" Chandini kabur, kita harus segera mencari nya, aku takut dia kenapa napa" sambung Mars kembali dan Jasa pun langsung berlari untuk mengeluarkan mobil dari garasi.