
Syila mengikuti Keenan yang mampir ke beberapa toko baju dan sepatu, pemuda itu ingin membeli beberapa barang yang ia inginkan sebelum kartu saktinya beralih ke tangan Syila sepenuhnya.
"Seberapa banyak lagi barang yang akan Lo beli? Bukankah ini terlalu banyak untuk ukuran belanjaan pria?" kesal Syila pada Keenan.
"Gue yang wanita aja tidak pernah berbelanja sebanyak ini" cibir Syila.
"Lo cerewet banget jadi cewek" kata Keenan.
"Ya Gue memang cerewet dan menyebalkan! Lo belanja sendiri aja!" seru Syila turun ke lantai dasar, dimana supermarket itu berada.
"Ckk, gitu aja ngambek" kata Keenan mengikuti Syila.
Syila mengambil troli belanjaan dan mulai memilih sayur serta buah segar, Keenan masih setia mengikutinya dari belakang.
"Gue mau anggur yang hijau dong" kata Keenan, tanpa banyak bicara Syila mengambil satu pack anggur hijau.
Syila berjalan kearah bagian seafood, gadis itu memilih beberapa jenis ikan.
"Udang nya jangan lupa" ucap Keenan, dan Syila langsung memilih udang untuk sang suami. Meskipun Syila alergi udang, tapi udang adalah makanan favorit Keenan.
Troli itu penuh dengan berbagai jenis makanan, yang mereka butuhkan setidaknya untuk beberapa hari ke depan.
"Lo belanja untuk sebulan?" Keenan melihat banyaknya belanjaan.
"Ya" sahut Syila tidak ingin berdebat, lalu mendorong troli itu kearah pintu keluar.
"Lo tunggu di lobby aja, biar gue yang ambil mobilnya" kata Keenan, Syila memberikan kunci mobilnya.
Setelah menunggu sepuluh menit, mobil yang di kendarai Keenan berhenti di depan Syila.
"Syila...." seru seseorang dari belakang.
"Lo disini?" tanya orang itu yang tak lain adalah Tristan.
"Ya" Syila mendorong troli belanjaan mendekat ke bagasi mobil.
"Sama siapa?" tanya Tristan.
"Sama gue" Keenan keluar dari dalam mobil.
"Lo kok bisa sama Syila?" tanya Tristan.
"Ada masalah?" tanya Keenan membantu memasukkan barang-barang yang ada di dalam troli, termasuk barang pribadi Keenan. Dan Tristan melihat itu semua, Tristan sangat tahu jika beberapa paper bag itu adalah barang milik pria.
"Syila, Lo bilang kalau Lo gak akan bisa jalan sama cowok manapun? Dan ini apa?" Tristan minta penjelasan.
"Apakah jawaban gue penting buat Lo?" tanya Syila menatap Tristan.
"Tentu saja" jawab Tristan.
"Gue gak sengaja ketemu Keenan, dan Keenan bantuin Gue. Sampai sini gue harap Lo gak tanya apapun lagi" ujar Syila mendorong tubuh Keenan yang ada di sampingnya lalu masuk kedalam mobil, dan meninggalkan kedua pemuda itu.
"Bener apa yang dikatakan Syila tadi?" tanya Tristan memastikan.
"Bukan urusan Lo" kesal Keenan karena Syila meninggalkan nya begitu saja.
"Lo gak bisa gitu dong Ken, kita udah sepakat kalau Syila itu gebetan gue. Bahkan kita bertaruh jika Lo lupa" kata Tristan.
"Trus Lo maunya apa?"
"Gue maunya Lo jangan deketin Syila" ujar Tristan membuat Keenan tersenyum tipis.
"Lo takut kalah kalau sampai Gue deketin Syila?" Keenan menyeringai.
"Gue gak akan kalah meskipun lebih dari satu Keenan yang deketin Syila. karena gue pasti akan menang, apapun yang terjadi" ucap Tristan percaya diri.
"Jadi apa masalahnya kalau Gue beneran jalan sama Syila?" kata Keenan lalu berlalu dari lobby Mall.
🌸🌸🌸
Syila menyusun semua belanjaan ke dalam kulkas dan lemari penyimpanan, setelah itu Syila masuk ke kamar untuk membersihkan diri setelah seharian berada di luar.
Setelah tiga puluh menit di kamar mandi, Syila keluar dengan menggunakan handuk yang hanya sepanjang atas pahanya saja.
"Aaahhhh.....Lo!!!!" jerit Syila melihat Keenan yang menatap tajam kearahnya sambil duduk diatas ranjang. Gadis itu langsung berlari masuk kedalam walk in closet.
"Ckk...ini udah dua kali dia liat gue seperti ini" gumam Syila, ia berpikir jika Keenan belum pulang karena bertemu dengan Tristan di Mall. Itu sebabnya Syila hanya mengenakan handuk kecil yang ada didalam kamar mandi.
Syila keluar dari walk in closet dengan pakaian santai, gadis itu langsung duduk didepan meja rias menyisir rambut panjangnya tanpa memperdulikan Keenan yang masih menatapnya.
"Lo gak tanya kenapa gue pulang?" kesal Keenan tak tahan jika harus diam lebih lama.
"Lo ngapain pulang?" kata Syila membuat Keenan kesal.
"Lo...!!!!" seru Keenan tapi langsung terdiam.
"Lo kenapa tadi bilang sama Tristan kalau kita gak sengaja ketemu disana?" tanyanya, Syila menatap heran pemuda itu.
"Terus Lo maunya Gue jawab apa?" Syila balik tanya membuat Keenan diam.
"Kita tidak berteman sedekat itu Ken, dan dimata temen-temen baru Lo, kita hanya dua orang asing. Dan Gue rasa jawaban yang gue berikan pada Tristan tadi udah sangat tepat" ucap Syila panjang lebar.
Meskipun semua yang Syila katakan itu benar adanya, namun Keenan tetap merasa kesal. dan sayangnya Keenan tidak bisa membantah kebenaran itu.
"Ckk" decak Keenan kesal karena tidak dapat mencela dari apa yang Syila katakan, pemuda itu langsung masuk kedalam kamar mandi.
Syila kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam, perutnya terasa lapar karena tadi siang hanya makan satu slice cake yang di pesankan Keenan.
Syila memasak nasi karena semenjak tinggal di apartment belum pernah makan nasi, gadis itu hanya makan kentang, buah, dan roti selama beberapa hari belakan ini.
Lagi pula sang mertua memberikan stok beras, akan sangat disayangkan jika tidak di olah. Setelah menanak nasi, Syila mengambil beberapa pack daging slice teriyaki, Syila juga mengambil beberapa jenis sayuran untuk di jadikan sebagai salad nya.
Ya malam ini Syila ingin makan rice bowl ala Jepang, dan salad ala restoran cepat saji yang identik dengan warna kuning dari negara sakura itu.
"Sempurna" gumam Syila setelah memastikan rasa masakannya tidak terlalu buruk.
"Ini tidak terlalu buruk untuk pemula" kata Syila menyajikan masakannya kedalam mangkuk, dan meletakkannya di atas meja.
"Thanks" ujar Keenan langsung mengambil makanan itu.
"Lo!" kesal Syila karena tiba-tiba saja Keenan datang dan menyerobot makanannya.
"Itu punya gue Ken!" geram Syila.
"Lo bisa ambil yang barukan? Yang ini buat gue" kata Keenan tanpa dosa mulai memakan makanan itu
"Dasar arogan, egois" umpat Syila.
"Gue denger ya" ucap Keenan, namun Syila tidak perduli.
Mereka makan malam bersama dengan diam, setelah makan malam, seperti biasa Keenan akan pergi entah kemana. Sedangkan Syila membereskan dapur dan kembali membuka buku pelajarannya untuk memahami materi yang disampaikan oleh sang dosen.
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
TBC 🌺