
Terik matahari terasa sangat panas di kota Jakarta, apa lagi saat tengah hari seperti ini, dimana matahari seolah memancarkan sinar panasnya dengan sempurna.
Syila duduk di sebuah bangku taman yang berada di bawah pohon besar, hidupnya terasa semakin kosong tanpa ada seseorang dalam hatinya, tidak ada yang membuatnya punya alasan untuk semangat menjalani kehidupan.
"Syila...." panggil seseorang membuat gadis itu menoleh kearah sumber suara.
"Alex" gumam Syila melihat kedatangan Alex.
"Gue udah yakin kalau itu Lo" kata Alex tersenyum.
"Lo dari mana?" tanya Syila, mereka memang beda universitas.
"Gue ada latihan bela diri di gedung itu" ujar Alex menunjuk sebuah gedung pusat olahraga.
"Lo ngapain disini?" tanya Alex.
"Makan angin" jawab Syila random membuat Alex tertawa.
"Lo bisa ngelawak juga ternyata" kata Alex.
"Lo sendirian? Keenan mana?" Alex celingukan mencari Keenan.
"Gue sendirian dan gue gak tahu dimana Keenan" ucap Syila.
"Lo gimana sih? Masa iya gak tahu dimana suaminya? Nanti kalau Keenan kepincut cewek lain gimana?" seloroh Alex membuat Syila terdiam.
"Lo tahu kalau gue sama Keenan menikah?" tanya Syila membuat Alex canggung.
"Ehemmm, ya gue udah tahu. Gak apa-apa kan kalau gue tahu?" ucap Alex.
"Selain Lo, siapa lagi yang tahu?" tanya Syila.
"Hanya gue dan....." bingung Alex melirik Syila.
"Amanda" sambung Syila di angguki oleh Alex.
"Gue gak ada niatan buat ngerusak hubungan mereka" lirih Syila mengingat perdebatan Keenan dan Amanda di halaman Kafe saat itu.
"Gue tahu itu, sekarang gimana hubungan Lo sama Ken?" tanya Alex.
"Semua baik-baik saja, tapi kami seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal" ujar Syila tersebut getir.
"Gue harap Lo akan mempertahankan pernikahan Lo apapun yang terjadi" ujar Alex, namun Syila menggelengkan kepalanya.
"Gue gak bisa, seumur hidup bersama dengan orang yang tidak mencintai gue itu terlalu lama" lirih Syila.
"Tapi Lo bisa membuat Ken jatuh cinta sama Lo kan?" yakin Alex, lagi-lagi Syila kembali menggeleng.
"Gue gak akan memaksa seseorang menerima gue sebagai beban hidupnya" ucap Syila mengingat cacian Keenan.
"Tapi...." kata-kata Alex menggantung di udara karena Syila menyelanya.
"Thanks udah nemenin gue ngobrol, dan tolong rahasiakan pernikahan gue" pinta Syila pada Alex, pemuda itu hanya mengangguk.
"Keenan emang buta karena menyianyiakan cewek se-perfect Syila" gumam Alex menatap kepergian Syila.
🌸🌸🌸
Keenan berada di sebuah Bar bersama dengan teman-temannya, ya begitulah kegiatan Keenan setiap malam. Pemuda itu akan berada di Bar meskipun tidak sampai mabuk, tapi pria itu menjadi penggemar baru minuman beralkohol dan gemerlap nya dunia malam.
"Gimana PDKT Lo sama Syila? Ini sudah lebih dari satu bulan dude" tanya Doni pada Tristan.
"Gue yakin sebentar lagi gua pasti akan mendapatkan Syila" kata Tristan meneguk tequila dalam slokinya.
"Ini adalah record pertama buat Lo, karena lebih dari satu bulan belum mendapatkan tuh cewek" ujar Doni tertawa.
"Saran gue sih, Lo menyerah aja" kata Keenan.
"No, no, no. tidak ada kata menyerah atau kalah dalam kamus gue. Gue terlahir sebagai pemenang, dan gue gak akan terima kekalahan" sahut Tristan sudah mulai mabuk.
"Gue pasti akan dapatin dia, gue sangat bergairah untuk mendapatkan dia dan memberikan kenikmatan yang tiada tara untuknya" racau Tristan mulai melantur di sambut tawa oleh teman-temannya.
Keenan yang mendengar hal itu tanpa sengaja mencengkeram sloki yang ada di tangannya dengan kuat, entah mengapa Keenan tidak suka dengan niat buruk Tristan.
"Gue cabut duluan" kata Keenan tidak tahan jika terus-terusan mendengar kata-kata kotor dari mulut Tristan.
"Gue ini kenapa?" gumam Keenan masuk kedalam mobilnya.
"Gak mungkin kan kalau gue suka sama Syila?" Keenan menggelengkan kepalanya mengusir pikiran-pikiran yang tidak benar menurut nya.
"Tentu saja gue gak mungkin suka sama Syila, karena gue masih sangat mencintai Amanda" gumam Keenan yang masih setia menghubungi Amanda sampai detik ini, namun sayangnya belum ada balasan apapun dari gadisnya itu.
🌸🌸🌸
Pukul 20.10 malam Keenan sampai di apartment nya, pria itu langsung masuk kedalam kamar dan mendapati Syila yang sudah tidur pulas di atas ranjang mereka.
"Cantik" ucap Keenan tanpa sadar memuji Syila saat menatap wajah polos yang terlelap itu.
Keenan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, hanya sekitar lima menit Keenan kembali keluar menuju walk in closet untuk mengambil piyamanya.
Pemuda itu langsung merebahkan tubuhnya di samping Syila yang benar-benar tidak menyadari jika sang suami sudah pulang.
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
TBC 🌺