
Pukul 06.00 pagi Syila sudah bangun dan melihat sisi sebelahnya kosong, itu artinya Keenan tidak tidur di kamar semalam, atau Keenan memang tidak pulang, entahlah. Syila tidak terlalu memikirkan hal itu, gadis itu langsung ke kamar mandi untuk mencuci muka dan membawa beberapa baju kotornya dan milik Keenan untuk di cuci.
Syila melepaskan piyamanya sekalian untuk di cuci, gadis itu hanya mengenakan bathrobe pink untuk membalut tubuhnya, toh Keenan tidak ada ini, batin Syila.
Setelah memasukkan baju-baju itu kedalam mesin cuci, Syila langsung ke dapur untuk membuat sarapan. Syila mengeluarkan jus jambu dari dalam kulkas, lalu menuangkan nya kedalam gelas dan meminumnya.
Lalu Syila mengambil satu buah alpukat, dan satu butir telur, Syila memasukkan dua lembar roti gandung kedalam pemanggang, lalu Syila menceplok telur itu diatas pan, dan Syila membuka alpukat itu, lalu di hancurkannya seperti bubur, dan menambahkan garam dan bubuk lada.
Setelah telur dan roti ya matang, Syila menata makanan itu di atas piring dan terlihat menarik.
"Perfect" gumam Syila tersenyum melihat hasil karyanya.
"Punya gue mana?" tiba-tiba saja Keenan berada dibelakang Syila.
"Astaga...." jerit Syila kaget.
"Lo! Kapan datang?" tanya Syila dengan mata masih membulat.
"Kapan datang apanya, kan gue tinggal disini" Keenan menelisik penampilan Syila yang hanya mengenakan bathrobe, dan hanya ada segitiga kain tipis yang menutup intinya didalam sana, dalam arti Syila tidak mengenakan bra.
"Tutup mata Lo, anjirrr! Omes Lo ya?" tuduh Syila saat tatapan mata Keenan tertuju pada dadanya.
"Makanan gue mana? Gue juga laper" kata Keenan mengalihkan pandangannya, dan menunggu Syila di meja makan.
"Sial, perasaan dulu gue gak kayak gini. Kenapa pikiran gue jadi liar gini sih? Tapi gue gak salahkan? Syila itu istri gue, wajar aja kalau gue bayangin punya istri gue. Ehh...tapi, gue gak mungkinlah suka sama Syila kan?" Keenan menggelengkan kepalanya mengusir pikiran-pikiran kotor yang menghampiri isi otaknya pagi ini.
Syila membawa sepiring roti isi yang sama dengan miliknya, lalu tidak lupa Syila juga membawa segelas jus jambu dan air putih biasa.
Tanpa sadar Keenan terus memperhatikan gerak gerik Syila, ya tanda bisa di kendalikan sepasang mata itu tertuju pada gadis cantik yang ada di hadapannya.
"Lo gak akan kenyang kalau cuma ngeliatin Gue" kata Syila sambil menggigit rotinya.
"Lo terlalu percaya diri" kata Keenan meminum jus jambu ya, Syila hanya mengedikkan bahunya dan fokus pada makanannya.
🌸🌸🌸
Di kampus, seperti biasanya Syila bagaikan manusia tak kasat mata. Padahal Syila bukan gadis bodoh, cupu, dekil, atau tidak mampu seperti kebanyakan mahasiswi yang tidak di anggap dalam sinetron. Syila tetap menjadi gadis cantik, modis, pintar, penampilannya juga selalu fashionable mengikuti trend masa kini.
Hanya saja sikap Syila yang pendiam dan acuh tak acuh lah yang membuat teman-temannya enggan mendekati Syila.
"Bukannya Lo satu sekolahan sama cewek itu" tanya salah satu teman Keenan saat Syila berjalan melewati mereka.
"Ya, tapi gue gak begitu kenal sama dia. Anaknya pendiam seperti itu" bohong Keenan, Syila mendengar hal itu tapi bukan masalah menurut Syila.
"Dia gadis yang cantik dan pintar, gue mau PDKT sama dia" ujar Tristan, salah satu siswa terbaik dari sekolah lain.
"Lo serius mau deketin Syila? Dia itu orang nya cuek datar dan membosankan" kata Keenan tidak suka jika temannya mendekati Syila.
"Tapi menurut gue gak seperti itu, Syila itu cantik dan menarik. Dan dia gak datar Man, she's so seksi" ujar Tristan memperhatikan lekuk tubuh Syila yang mengenakan kemeja putih yang di gulung sampai siku, dan bawahan rok lipit berwarna merah bata.
"Mata Lo tahu aja mana cewek yang cakep" kata Doni teman satu sekolah Tristan.
"Yes I'm, inget ya, mulai sekarang Syila adalah gebetan gue. Lo pada jangan ganggu" ucap Tristan menatap teman-temannya.
"Lo gak akan bisa dapetin dia" kata Keenan yakin.
"Mau bertaruh? Gue sih yakin dalam waktu dua bulan bisa dapetin Syila" ucap Tristan percaya diri.
"Oke, gue kasih waktu tiga bulan buat Lo dapetin itu cewek" kata Keenan.
"Wahh, kebanyakan itu Ken. Kalau tiga bulan sih, si Tristan bukan hanya bisa dapetin Syila, bahkan udah di ajak naik ranjang" sahut Doni tertawa, di ikuti yang lainya. Sedangkan Keenan mengeraskan rahangnya mendengar ucapan frontal Doni.
"What do you want?" tanya Keenan.
"Ahhh... sebenarnya gue gak butuh apapun, tapi your car is not bad" kata Tristan melirik mobil Keenan yang ada di parkiran.
"Kalau Lo yang kalah? Gue dapat apa?" tanya Keenan.
"I won't lose bro, tapi Lo boleh minta apa pun itu. Gue gak mau janjikan hal yang tidak mungkin. Karena gue pasti menang" Tristan sangat yakin bisa mendapatkan Syila.
"Oke, deal" Keenan berjabat tangan dengan Tristan, menyetujui pertaruhan konyol itu. Bagaimana tidak konyol? Jika seorang suami membuat istrinya menjadi bahan taruhan?.
Entah semarah apa Syila pada Keenan jika sampai dia tahu hal ini, belum lagi kemarahan Emran dan Zahra.
🌸🌸🌸
"Hai Syila, gue boleh duduk disini?" tanya Tristan mulai melancarkan aksinya.
"Hemm" kata Syila tanpa melihat Tristan.
"Nama gue Tristan" pria itu memperkenalkan diri.
"Gue gak tanya" jawab Syila cuek.
"Iya, gue tahu Lo gak tanya. Tapi gue mau temenan sama Lo, bolehkan?" bujuk Tristan.
"Gue gak butuh teman" acuh Syila.
"Oke, gue tetap mau temenan sama Lo" paksa Tristan.
"Ckk" decak Syila akhirnya melihat kearah Tristan yang tersenyum manis.
"Gue memaksa untuk berteman sama Lo" ujar Tristan.
"Terserah" sahut Syila, fokus belajar karena sang Dosen sudah masuk kelas mereka.
Setelah satu jam berlalu, para mahasiswa dan mahasiswi membereskan buku mereka masing-masing, karena kelas telah usai.
"Abis ini Lo mau kemana?" tanya Tristan.
"Terserah gue" kesal Syila lalu pergi meninggalkan Tristan begitu saja.
"Gue gak akan menyerah Nona manis" gumam Tristan sedikit kesal karena merasa di acuhkan oleh Syila. Belum pernah ada sejarahnya perempuan yang menolak seorang Tristan Darmawangsa, yang ada setiap perempuan akan mengejar-ngejar Tristan bahkan dengan suka rela menyerahkan diri pada Tristan. Lalu kenapa Syila tidak begitu? Bahkan tidak menganggap keberadaan Tristan sama sekali, apakah Syila itu buta?.
"Udah gue bilang, kalau Syila itu cewek yang cuek dan membosankan. Cari yang lain aja, kayak gak ada cewek lain" kata Keenan.
"No, dia cewek yang sulit di dapatkan. Dan itu semakin membuat gue tertantang untuk menaklukkannya, bahkan gue udah membayangkan membuat Syila tak berdaya di bawah kungkungan gue" kata Tristan sudah berpikiran mesum, tanpa Keenan sadari kedua tangannya mengepal dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih mendengar kata-kata vulgar Tristan.
"Terserah Lo" kata Keenan kesal langsung keluar dari dalam kelas, entah mengapa tiba-tiba Keenan kesal pada Tristan.
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
TBC 🌺