
Keenan terlihat gelisah menunggu kedatangan Syila di Apartment, pasalnya istrinya itu belum juga pulang padahal sekarang sudah jam delapan malam. Sedangkan kuliah mereka selesai pukul dua siang tadi, lalu kemana perginya Syila?.
"Ckk, kemana cewek itu" gumam Keenan mondar mandir di ruang tamu.
Jangan tanya apa Keenan menghubungi Syila atau tidak? Karena jawabannya adalah tidak. Ya sejak pertengkaran satu bulan yang lalu Keenan tidak pernah lagi menghubungkan Syila, begitu juga sebaliknya
Tit...tit...tit...tit...
Bunyi seseorang menekan kode sandi pintu, Ken yakin jika itu Syila. Dan benar saja gadis itu masuk dengan wajah yang terlihat lelah.
"Lo dari mana aja sih? Jam berapa ini baru pulang? Gak mikir apa kalau gue kelaparan?" semprot Keenan, padahal Syila belum duduk, tapi sudah langsung di semprot pemuda itu.
"Lo kenapa?" tanya Syila menautkan kedua alisnya.
"Kenapa?" beo Keenan tercengang melihat reaksi Syila yang terkesan santai.
"Woahhhh, Lo lupa kalau sekarang ini tanggung jawab Lo buatin gue makanan?" kata Keenan mengingatkan.
"Lo bukan bayi Ken, Lo bisa delivery order makanan yang Lo mau" Syila ke dapur untuk mengambil minum.
"Gue gak mau makanan dari luar" sahut Keenan mengikuti Syila.
"Terus Lo mau nya apa?" Syila menuangkan air kedalam gelas dan meminumnya.
"Lo masakin gue" titahnya.
"Gak mau, gue capek" tolak Syila.
"Gue gak mau tahu, pokoknya Lo harus masakin gue. Emangnya lo gak laper apa?" sinis Keenan melirik Syila.
"Gue udah makan tadi sama Kak Hans di luar" jawab Syila jujur karena tadi tidak sengaja bertemu dengan Hans.
"Lo!" seru Keenan terlihat marah dan pergi dari dapur.
"Kenapa tuh anak?" gumam Syila masa bodoh.
...
"Bisa-bisanya dia makan malam sama pria lain sedangkan suaminya nungguin dia kelaparan dirumah" kata Keenan mengacak-acak walk in closet mencari baju tapi tidak ada yang benar.
"Sialan juga ini baju, kenapa gak ada yang bagus" umpat Keenan, lalu mengambil kaus berwarna putih dan kemeja hitam polos sebagai outer nya.
Keenan keluar dari kamar dan berpapasan dengan Syila yang hendak masuk, namun pemuda itu langsung membuang muka pertanda jika dia marah.
"Emang gue pikirin" gumam Syila tidak perduli jika Keenan marah. gadis itu langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah dua puluh menit berlalu, Syila keluar dengan mengenakan selembar handuk putih melilit di tubuhnya.
"Astagaaaaa Keenannnnnnnnn......!" teriak Syila shock melihat walk in closet yang kemarin diberesin kini terlihat seperti kapal pecah, semua baju Keenan berhamburan keluar.
"Uhghhhgg...gue yakin dia sengaja mau ngerjain gue!" seru Syila meratapi baju-baju itu, Syila mengambil piyamanya dan langsung memakainya, gadis itu keluar dari kamar menuju dapur dan mengambil plastik hitam besar yang biasanya di pakai sebagai pembungkus sampah. Lalu Syila mengambil semua pakaian Keenan yang berserak dan memasukkan nya kedalam plastik sampah pula hanger yang masih menempel di baju-baju dan kemeja itu, setelah selesai Syila menaruhnya di sudut ruangan itu.
"Lo pikir cuma Lo yang bisa berbuat sesuatu? Gue juga bisa" kesal Syila langsung merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang luas.
"Semoga saja dia tidak tidur di kamar ini lagi" gumam Syila mulai menutup matanya dan pergi ke alam mimpi.
🌸🌸🌸
Syila sudah berada di dapur membuat sarapan simple ala kadarnya, gadis itu sudah bersiap dengan setelan jeans panjang berwarna navi, dan t-shirt putih yang pas di tubuhnya, dan rambut di kuncir kuda memperlihatkan tengkuk, dan leher jenjang nan mulus.
"Lo sengaja gak bangunin Gue?" marah Keenan tiba-tiba di belakang Syila.
"Sengaja gimana? Gue aja gak tahu Lo tidur dimana" sahut Syila jujur.
"Ckk, awas Lo! Buatin gue sarapan" kata Keenan pergi kekamarnya untuk mandi dan ganti pakaian.
"Dasar Tuan arogan" cibir Syila namun tetap membuatkan makanan untuk Keenan.
"Syilaaaaaaa....!!!!???" teriakan Keenan menggema dari dalam kamar.
"Syilaaaaaa, kemana baju-baju gue? Lo buang hah?" seru Keenan hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya.
"Gue belum buang sampah" sahut Syila santai.
"Lo ngajak ribut? Gue tanya baju Gue, bukan sampah!" kesal Keenan karena hanya ada beberapa baju saja dalam walk in closet nya.
"Maksudnya baju Gue Maimunah! Baju gue kemana? baju yang sebanyak itu Lo kemanain?" kata Keenan mengeram kesal.
"Ya di dalam walk in closet, memang kemana lagi? apa baju Lo punya kaki?" Syila menggigit sandwich isi telur dan daging asap.
"Gue serius" kata Keenan.
"Lo pikir gue bercanda?" jawab Syila.
"Ckk, baju gue kemana? Baju yang tadi malam berjatuhan itu, Lo kemanain?" Keenan memperjelas pertanyaan nya.
"Ohh baju yang berhamburan seperti tidak terpakai itu? Ada gue masukin dalam kantong plastik di sudut lemari gantung" jawab Syila membuat Keenan kesal, pemuda itu langsung kembali kedalam kamar dam memeriksa apa yang Syila katakan.
"Rasain Lo" gumam Syila meneruskan sarapannya.
...
"Anjimmmmm banget tuh cewek, di kira baju gue sampah apa?" umpat Keenan melihat baju-baju didalam plastik sampah.
Baju-baju sudah terlihat kusut dan sangat tidak layak di pakai oleh seorang Keenan jika tidak di setrika ulang. Lalu Keenan mengambil kaus hitam polos dan jeans simple untuk style ke kampusnya.
"Lo kelewatan banget sih jadi orang? Lo samain baju gue sama sampah" omel Keenan sudah kembali ke meja makan.
"Gue pikir baju-baju itu udah gak Lo pake, karena berserakan seperti sampah. And then...." Syila melirik Keenan yang sangat kesal padanya.
"Gue udah selesai" kata Syila berdiri mau pergi ke kampus.
"Lo mau kemana?" tanya Keenan, Syila berhenti dan menatap heran pemuda itu.
"Lo ngelindur?" kata Syila kembali berjalan.
"Syila berhenti" cegah Keenan.
"Apa sih Ken?" gadis itu berhenti, namun tidak membalik tubuhnya.
"Lo mau kemana?" ulang Keenan.
"Ya ke kampus lah, emang gue mau kemana?" Syila menggelengkan kepalanya.
"Dengan pakaian seperti itu? Lo mau tebar pesona? Lo sengaja mau godain cowok-cowok yang ada di kampus?" kata Keenan membuat Syila menatap heran padanya.
"Emang ada yang salah sama pakaian Gue? Pakaian ini sangat teramat sopan Ken" kata Syila membela diri, sebenarnya tidak ada yang salah dengan pakaian yang dikenakan Syila, hanya saja t-shirt itu sangat pas di tubuhnya sehingga terlihat jelas lekuk tubuh dan aset indah Syila terlihat begitu menggoda bagi kaum Adam yang memiliki pikiran omes.
"Gak bisa, ganti baju Lo" titah Keenan.
"Dia gak datar Man, she's so seksi" entah mengapa kata-kata Tristan terngiang-ngiang di telinga Keenan melihat Syila mengenakan t-shirt itu.
"Gue rasa gue udah gila" gumam Keenan.
"Lo masih disitu? Gue bilang ganti baju Lo!" seru Keenan melihat Syila masih diam di tempat.
"Gak, gue gak mau" tolak Syila membuat Keenan mendekati gadis itu.
"Lo mau ganti baju sendiri atau perlu gue yang gantiin?" kata Keenan dengan tatapan mata mengintimidasi, namun Syila tidak takut.
"No" tolak Syila dengan tegas dan membalas tatapan mata Keenan.
"Oke, gue gak keberatan gantiin baju Lo" kata Keenan langsung mengangkat tubuh Syila di pundaknya bak karung beras.
"KEENAN....LEPASIN GUEEEEEE........LO GILA YAAA......! TURUNIN GUE...!!!!" teriak Syila sambil memukul-mukul punggung Keenan.
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
TBC 🌺