
Keenan berada di sebuah kafe bersama dengan Alex, pemuda itu terlihat sangat frustasi memikirkan bagaimana caranya bisa pergi ke negeri Elizabeth itu.
"Lo kenapa?" tanya Alex sambil makan kentang goreng.
"Pusing gue" kata Keenan.
"Kalau pusing minum Antimo" kata Alex random.
"Ckk, gue serius anjim" kesal Keenan.
"Emang apa yang Lo pusingin sih? Bukannya bentar lagi Lo akan senang karena bebas berduaan sama si Manda?" ucap Alex.
"Itu dia masalahnya" Keenan meminum cappuccino nya.
"Masalah apa?" Alex belum paham.
"Tuan Emran melarang gue kuliah di London" jujurnya.
"Melarang? Bukannya dulu Om Emran sudah setuju?" tanya Alex.
"Ya, itu sebelum...." Keenan tidak jadi melanjutkan kalimatnya.
"Sebelum apa?" tanya Lex penasaran.
"Gak jadi, mulut Lo ember" sahut Keenan.
"Lo tahu kalau gue bukan orang yang seperti itu" kata Alex santai, lalu Keenan merubah posisi duduknya dan terlihat sangat serius.
"Wait, Lo ngapain liat gue sampai begitu?" heran Alex di tatap serius oleh Keenan.
"Ayah ngizinin gue ke London asalkan Syila juga ikut ke London" kata Keenan, ia merasa perlu masukan dari Alex maka dari itu Keenan memutuskan bercerita ada Alex.
"Why? Apa hubungannya dengan Syila?" tanya Alex menyedot Iced Americano di gelasnya.
"Sebenarnya gue dan Syila sudah menikah" kata Keenan sukses membuat Alex tersedak hingga muncrat.
Uhukkkk.....byurrrrr......
Wajah Keenan penuh dengan kopi dingin dari mulut Alex.
"Anjimmmmm, Lo kira-kira dong Lex! Pake acara nyembur gue" marah Keenan jijik terlena semburan Alex.
"Sorry, sorry... Gue gak sengaja" jujur Alex.
"Lagian, Lo juga bikin gue kaget" kata Alex.
"Ya tapi gak pake nyembur juga kali, dah kayak dukun aja" kesal Keenan membersihkan wajahnya dengan tissue.
"Eh, tadi yang Lo bilang menikah sama Syila, itu beneran?" tanya Alex.
"Ckk" decak Keenan kesal.
"Menurut Lo gue bohong?" sahut Keenan dengan wajah kesalnya.
"Gimana bisa? Kapan? Dan hubungan Lo sama Amanda?" cecar Alex kini menyingkirkan kentang goreng dan kopinya karena lebih tertarik pada cerita Keenan.
"Pernikahan itu terjadi di malam Om Abyan meninggal. Beliau ingin menikahkan Syila sebelum meninggal dan akhirnya gue yang terpaksa nikahin Syila" cerita Keenan.
"Wahhh akhirnya Lo embat juga tuh si Syila" sahut Alex.
"Gue gak kayak gitu, gue gak cinta sama Syila" kata Keenan.
"Maksudnya Lo tetap menjalin hubungan sama Amanda?" tanya Alex.
"Of course, Amanda cewek gue dan gue cinta sama Amanda" kata Keenan.
"Wahhh parah Lo Ken, Lo gak bisa menjalin kedua hubungan itu" Alex mengingatkan.
"Tapi gue gak bisa kalau harus melepas Amanda, dia gak salah apa-apa" kekeh Keenan.
"Tapi ini bukan masalah siapa yang salah, cinta atau tidak. Masalahnya disini Lo udah jadi suami orang, Lo bukan pria bebas, Lo terikat dalam suatu ikatan yang suci dan sakral Man, ingat itu" kata Alex bijak untuk pertama kalinya.
"Tapi gue terpaksa menikahinya, dan apapun yang di paksakan tidak akan baik" elak Keenan.
"Parah Lo, pernikahan itu terjadi sebagai amanah terakhir dari bokapnya Syila, dan menurut Lo itu gak penting? Gak berarti?" Alex menggelengkan kepalanya.
"Suka gak suka Lo tetap suami Syila, dan Syila tetap istri Lo. Lo boleh ngelak, tapi kenyataan tidak akan berubah, Lo sama Syila adalah sepasang suami istri!" tegas Alex.
"Sepasang suami istri?" kata seorang wanita di belakan Keenan.
Deg....
Keenan sangat kenal suara itu, telinganya tidak mungkin salah, apalagi hatinya bergetar.
"Amanda" ucap Keenan dan Alex bersamaan.
"Apa maksud Lo Lex? Kenapa Lo bilang kalau Ken dan Syila suami istri?" tanya Amanda menggebu pada Alex.
"Sayang, ini tidak...."
"Lex jawab!" serunya hingga menjadi pusat perhatian pengunjung kafe lainnya.
"Sorry Manda, Lo tanya sendiri aja sama Keenan" kata Lex merasa tidak enak.
"Say..."
"Lex gue nunggu penjelasan Lo!" kata Amanda dengan nada rendah. Alex melirik Keenan, dan Keenan menyiratkan untuk tidak mengatakan apapun.
Brakkkkkkkkkk......
"Jawab" seru Amanda menggebrak meja kafe hingga minuman Alex tumpah.
"Ken dan Syila sudah menikah" jawab Alex spontan karena kaget, Keenan memejamkan matanya mendengar mulut ember Alex.
"Benar begitu?" kini Amanda melihat kearah Keenan.
"Ken jawab! Benar apa yang di katakan Alex?" desak Amanda.
"Sayang, aku bisa jelasin" ucap Keenan lembut.
"Jawab Ken!" ulang Amanda.
"Sayang, itu tidak seperti...."
"Benar atau tidak! Jawab?" seru Amanda marah.
"Benar, tapi itu tid....."
Plakkkkkkk.......
Satu tamparan mendarat mulus di pipi Keenan.
"Pengkhianat!" seru Amanda marah.
"Sayang...itu tidak...."
"Lo ngekhiatin cinta kita Ken!" seru Amanda, berlari keluar dari kafe.
"Ckkk, awas Lo" ancam Keenan pada Alex, pemuda itu menyusul kekasihnya.
🌸🌸🌸
"Manda.....sayang berhenti" seru Keenan mencekal lengan Amanda.
"Lepasin gue" Amanda menghempaskan tangan Keenan.
"Sayang please dengerin aku dulu ya" bujuk Keenan, Amanda menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aku terpaksa menikahi Syila malam itu karena desakan orang tuaku, please percaya sama aku, aku tidak mencintai Syila" kata keenakan meyakinkan Amanda. Keenan mengusap kepala Amanda namun gadis itu kembali menghempaskan tangan Keenan.
"Lo tetap udah mengkhianati gue, Ken" kata Amanda.
"Aku janji akan segera mengakhiri pernikahan ini" kata Keenan.
"Jangan janjikan apapun sama gue! Gue tahu Lo gak akan mudah mengakhiri pernikahan itu, apa lagi orang tua Lo sangat menyayangi Syila" ucap Amanda yang tahu seberapa dekat hubungan Syila dan keluarga Keenan.
"Aku tahu itu, tapi aku tetap gak bisa jalani pernikahan ini. Aku cinta sama kamu sayang, tolong percaya itu" bujuk Keenan.
"Gue gak bisa Ken, hubungan kita beraksi sampai disini" kata Amanda.
"No! aku tidak setuju" tolak Keenan.
"Tolong kasih waktu aku, aku janji akan mengurus semuanya dan kita bisa menjalani hubungan ini seperti semula" kata Keenan.
"Sorry Ken, gue gak mau di cap sebagai pelakor" ujar Amanda.
"Kamu bukan pelakor sayang, kamu itu pacar ku, kekasihku. Yang jadi pelakor disini adalah Syila, dia orang ketiga dalam hubungan kita, perusak hubungan kita" tegas Keenan.
Tanpa keduanya sadari sejak tadi Syila mendengarkan perdebatan keduanya. Syila tadinya ingin ke kafe itu karena kafe itu adalah tempat favorit anak-anak muda berkumpul, namun sayangnya Syila harus melihat pemandangan menyakitkan ini.
Belum lagi kata-kata yang di ucapkan oleh sahabat baiknya. Bagaimana mungkin Keenan mengatakan jika dirinya adalah pelakor dan perusak hungan orang? Jauh dari lubuk hati Syila, gadis itu juga tidak mau berada dalam posisi sulit dan rumit seperti ini.
Syila hanya ingin hidup tenang, itu sebabnya ia tidak banyak bicara dan cuek pada hal sekitarnya. Karena Syila tidak ingin terlibat dalam urusan yang tidak jelas dan menguras tenaga. Bahkan Syila tidak berpacaran karena ia tidak ingin kehidupannya di intervensi oleh orang lain, tapi takdir membawanya dalam situasi seperti ini.
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
TBC 🌺