Worlds Of Elements

Worlds Of Elements
Chapter 30 (Akhir dari Vol. 2): Reuni yang Tak Terduga



"Sebelumnya, Shizu beserta dengan Rekan-rekannya terjebak di dunia yang bernama "End of Every Dimension World". Di saat itulah mereka pertama kalinya berkunjung ke dunia tersebut. Mereka menemukan banyak monster yang sangat aneh, dan mereka bertemu dengan diriku yang sedang berburu Ender Dragon. Tapi, ada seseorang misterius yang datang menghadang kami. Ya meski ujung-ujungnya ada seorang malaikat pencabut nyawa berkekuatan es yang datang untuk mencabut nyawanya dan pada akhirnya aku membunuhnya dan dia dibawa ke alam kematian oleh malaikat pencabut nyawa berkekuatan es itu. Dan begitulah, lalu kami melanjutkan perjalanan kami, dan di sisi lain tim Raphtfumi menemukan sebuah pabrik kue jahe. Mau tahu bagaimana kelanjutan di sisi tim Raphtfumi? Ya, inilah dia, silahkan saksikan sendiri Chapter 30 alias akhir dari Volume 2." - Enda


Raphtfumi : "Hah?! Pabrik kue jahe?!"


Hakudan: "Hmmmm, tampaknya menarik, ayo kita selidiki pabrik ini"


Raion: "Sebaiknya, jangan terlalu terburu-buru. Kita tidak akan tahu apa yang ada di dalam sana. Jadi, lebih baik kita waspada akan apa yang ada di dalam sana"


Yuro: "Betul juga. Baiklah, kita akan masuk ke pabrik ini dengan penuh kewaspadaan terhadap apapun yang ada di dalam sana"


Tagaki: "Baiklah, kalau begitu ayo!"


Dan merekapun memasuki Pabrik kue jahe tersebut. Ketika mereka sudah masuk, tiba-tiba saja Akuma merasakan ada hal aneh dari Pabrik itu. Mulai dari alat-alat pembuat kue jahe yang sangatlah berbeda daripada yang biasanya.


Akuma: " *dalam hati* Heh! Pabrik kue jahe ini sungguh aneh. Kenapa ada banyak sekali alat-alat yang bersifat tajam, padahal untuk membuat kue jahe, di bagian adonannya saja tidak perlu menggunakan alat tajam. Ada yang mencurigakan dari pabrik kue jahe ini"


Shin: "Hei tunggu dulu, kenapa semua alatnya tampak aneh sekali?!"


Guritchi: "Betul juga. Kenapa ada banyak sekali alat-alat yang bersifat tajam?"


Akuma: "Jadi, kalian sudah sadar ya? Baguslah"


Imu: "Kau tahu akan hal ini sebelum kami?"


Akuma: "Ya karena kesadaranku lebih cepat daripada kalian semua"


Ginger: "Heh! Selamat datang di pabrik pembuat monster kue jahe. Kalian kira apa?! Pabrik pembuatan kue jahe pada umumnya?!"


Emma: "Ginger, Sang pencipta Monster Kue Jahe. Jadi kita bertemu lagi ya?"


Ginger: "Tunggu dulu, kau kan-"


Emma: "Emma sang penakluk dunia game. Yang mengalahkan seluruh bos di dunia game termasuk dirimu?! Ya, tepat sekali. Tapi bagaimana bisa kau keluar dari dunia gamemu sendiri?"


Ginger: "Heh! Aku mendapat bantuan seseorang asal kau tau. Jadi, aku bisa keluar dari dunia game dan berada di dunia nyata! Sekarang, waktunya pembalasan akan kematianku beberapa tahun yang lalu! Ayo monster kue jaheku, serang mereka!"


Lalu seluruh monster kue jahe yang ada langsung menyerang mereka semua. Tapi, tiba-tiba ruangannya berubah warna menjadi biru transparan dan seluruh monster kue jahe itu mati.


Ginger: "Apa?! Bagaimana bisa mereka semua langsung mati begitu saja?!"


Heya: "Heh! Peraturan pertama dalam bertarung adalah jangan menganggap remeh musuhmu. Dan, hei, hei, tebak yang siapa yang kembali Akuma?!"


Akuma: "Heya?! Tapi, bagaimana kau masih bisa hidup?!"


Heya: "Bagaimana aku bisa hidup?! Pftt.. Hahahaha..... Kau kira aku akan mati semudah itu?! Heh! Sayang sekali, tapi yang kalian lawan sebelum itu hanyalah doppelganger yang baru ku test dengan cara melawan kalian! Kau kira aku akan sebodoh itu?!"


Raion: "Tunggu dulu, bukankah kau-"


Heya: "Heh! Kenapa memangnya Raion?! Bahwa aku adalah bintang 5 dari sang Asteriks Virgo?! Ya, kau benar Raion"


Tagaki: "Bintang 5?! Apa maksudnya itu?"


Heya: "Heh! Di antara para Asteriks, mereka memiliki 5 bintang bersinar atau yang biasa kami sebut sebagai "5 Rising Stars". Bintang 1 adalah penjaga setia Dari Asteriks itu, Bintang 2 adalah sang prajurit yang siap bertempur, Bintang 3 adalah otak bagi Asteriks tersebut, Bintang 4 adalah tangan kirinya dan Bintang 5 adalah tangan kanannya. Dan ya, aku adalah Tangan Kanan dari Asteriks Virgo. Dan kali ini, akan kubantu kalian menghadapi sang monster kue jahe ini"


Ginger: "Kau kira akan semudah itu melawanku?! Heh! Tempest of Candies!"


Dan tiba-tiba saja ada hujan permen. Tapi, permen-permen yang sudah berjatuhan tampak sangat mencurigakan di mata mereka semua.


Hakudan: "Hei tunggu dulu, permennya sangat aneh, atau jangan-jangan ini adalah permen palsu"


Ginger: "Heh! Selamat tinggal kalian semua. Karena sebentar lagi kalian akan masuk ke alam kematian sana!"


Dan bom-bom permen itupun akan segera meledak. Dan ya, bom itupun meledak. Asap yang sangat tebal memenuhi pabrik tersebut yang membuat Ginger tak bisa melihat apapun yang terjadi.


Ginger: "*batuk-batuk* Hah?! Aku berhasil? Hahahaha..., kukira itu akan menjadi suatu hal yang sulit! Ternyata oh ternyata, ini bahkan lebih gampang daripada harus kabur dari alam kematian sekaligus penjaganya! Dan sekarang, waktunya meluncur- *tertusuk oleh sebuah pedang* Apa?!"


Heya: "Heh! Kau kira kami akan musnah hanya karena bom-bom permen?! *mencabut pedangnya dari tubuh Ginger*"


Setelah Heya mencabut pedangnya dari tubuh Ginger, tiba-tiba saja ada petir hijau yang menyetrum Ginger.


Ginger: "Argh! Tapi, bukankah asap tadi menandakan bahwa bomnya sudah meledak?! Bagaimana mungkin kalian bisa selamat?!"


Hakudan: "Hei, kawanku. Siapa bilang kalau kami harus bertahan dari ledakan bom-bom permen itu?! Jika bisa menghapus bomnya lalu menggantikannya dengan bom yang hanya menghasilkan ledakan palsu, lalu untuk apa bertahan dari ledakan bom-bom permen itu?!"


Flashback:


Raphtfumi: "Tetap tenang ya, semuanya. Kita seharusnya bisa bertahan dari bom-bom permen ini"


Hakudan: "Jika bisa menghapus bomnya lalu menggantikannya dengan bom yang hanya menghasilkan ledakan palsu, lalu untuk apa bertahan dari ledakan bom-bom permen itu?!"


Guritchi: "Bagaimana caranya kau mendapatkan bom yang seperti itu?!"


Tagaki: "Baiklah. Erasure!"


Dan bom-bom permen itupun terhapus secara bersamaan dengan ledakan palsu dari "Special April Fools Bomb" itu.


Kembali ke masa kini.


Ginger: "Heh! Kalau begitu, waktunya menghadapi kalian semua lalu menumbangkan kalian! Rasakanlah, Candy Blade Execution!"


Dan Ginger pun melakukan serangannya yang bernama "Candy Blade Execution" dengan cara maju ke depan mereka semua dan itu membuat beberapa dari mereka terluka.


Ginger: "Heh! Bagaimana rasanya sekarang?! Bagaimana rasanya menjadi orang yang disik- *tertusuk oleh pedang Heya (lagi)* Argh! Sialan kau!"


Heya: "Kau kira akan semudah itu mengalahkan kami?! Bagaimana jika kau yang kubuat tersiksa?!"


Lalu Heya dengan sangat cepat melompat ke arah salah satu dari bagian yang bisa dipanjat di pabrik itu lalu melempar barang-barang yang ada lalu melemparkannya ke arah Ginger sambil melompat ke arah Ginger lalu melakukan tebasan berputar dan ia mengulanginya sampai-sampai membuat Ginger kewalahan dalam menghentikannya.


Ginger: "Sialan kau, Heya! Kalau begini terus, rasakanlah! Candy Triangle Counter Attack!"


Dan ketika Heya hendak melakukan tebasan berputar ke arah Ginger untuk kesekian kalinya, Ginger dengan bergerak membentuk segitiga yang kemudian membuat Heya tidak bisa menebasnya karena begitu cepatnya gerakan Ginger yang seakan tidak bergerak sama sekali dan serangan itu malah melukai Heya.


Heya: "Argh! Akhirnya, pertarungan ini menjadi lebih sengit!"


Ginger: "Heh! Begitukah?! Baiklah!"


Dan merekapun melanjutkan pertarungan mereka dengan kecepatan mereka yang sangatlah cepat itu. Ginger melakukan banyak sekali Dash (gerakan berlari ke arah yang ditentukan) ke arah Heya untuk menyerangnya, tapi meski begitu Heya juga sangat cepat dalam melompat ke arah bagian yang bisa dipanjat di pabrik itu dan mencoba melakukan tebasan berputar ke arah Ginger.


Heya: "Heh! Sudah saatnya ya. Tempest of Lightning Blades!"


Dan kemudian, seluruh barang-barang yang ada di dalam pabrik itu datang mengelilingi Ginger sehingga membuatnya tak bisa melakukan Dash dan Heya langsung melayang dan mengeluarkan seluruh pedangnya kemudian mendarat ke arah Ginger sekaligus menusuknya.


Ginger: "Argh! Kau hebat juga ya ternyata. Tapi tetap saja, Hehehehe..."


Heya: "Kenapa memangnya kue jahe? Kau sudah kalah dalam kondisi. Tapi kau masih bisa tertawa riang. Ada apa denganmu?"


Ginger: "Heh! Ginger Self Explosi- *terkena serangan jantung* Argh!"


Lalu, Ginger secara tiba-tiba terkena serangan jantung yang membuatnya langsung mati.


Heya: "Apa?! Apa yang sebenarnya terjadi barusan?!"


Ice Reaper: "Terlalu lama mengeksekusi itu hanya akan memperlama tugasku saja, Heya. Jadi, lebih baik aku langsung cabut saja nyawanya"


Heya: "Hah?! Ice Reaper?! Sudah lama tidak bertemu"


Ice Reaper: "Senang bertemu lagi denganmu, Heya. Mungkin kita akan bertemu di rapat kita nanti, ya. Untuk sekarang, aku akan membawa si kue jahe ini ke alam kematian terlebih dahulu ya"


Yuro: "Tunggu dulu! Siapa kau?! Dan bagaimana bisa kau dan Heya saling kenal satu sama lain?!"


Ice Reaper: "Aku adalah malaikat pencabut nyawa berkekuatan es jika kau ingin tahu. Dan aku, sudah lama kenal dengan Heya. Suatu saat nanti, aku akan sangat menjamin pertemuan kita. Arriverdeci (sampai jumpa)"


Dan malaikat pencabut nyawa itu menghilang begitu saja beserta dengan nyawa dari Ginger.


Heya: "Baiklah. Sekarang, waktunya aku pergi. Semoga kita bertemu lagi"


Dan Heya langsung pergi meninggalkan mereka semua begitu saja.


Karasu: "Ya begitulah. Setidaknya kita semua selamat. Jadi, sekarang ayo kita lanjutkan perjalanan kita"


Yuro: "Baiklah. Kalian semua ingin lanjut"


Semua (kecuali Yuro dan Karasu): "Ya!"


Karasu: "Baiklah, mari kita lanjutkan perjalanan kita"


Dan merekapun melanjutkan perjalanan mereka di dunia ini. Di sisi lain, ada 2 orang yang sedang memantau pergerakan mereka.


???: "Heh! Jadi itukah mereka yang dimaksud oleh Heya? Bagaimana menurutmu, Kyoka?"


Kyoka: "Heh! Lumayan juga jika ku analisis dari kemampuan mendeteksi potensi dari otakku yang sedang diperkuat. Jadi, apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Atsui?"


Atsui: "Apapun yang terjadi, kita akan ikuti jejak mereka, lalu kita serang mereka"


Kyoka: "Baiklah kalau begitu"


Bersambung di Volume 3


Volume 2 selesai