Worlds Of Elements

Worlds Of Elements
Chapter 17: Portal dan Darah



Lalu Shizu melanjutkan perjalannya bersama Sasori. Di tengah perjalanan, Shizu dan Sasori mendengar suara raungan yang terdengar seperti raungan dinosaurus.


Sasori: "Heh! Sepertinya ada dinosaurus di sekitar sini. Aku mendengar ada raungannya tadi"


Shizu: "Dinosaurus? Jadi di alam semesta ini, mereka belum punah ya? Menarik"


Sasori: "Begitulah alam semesta ini, yang punah masih ada, dan yang seharusnya ada menjadi tidak ada. Dan juga, Berhati-hatilah dengan dinosaurus di sini, biasanya mereka sangat agresif. Apa lagi jika mereka sudah memiliki pengendara, mereka akan semakin agresif dan semakin membabi buta dalam menghabisi musuhnya"


Shizu: "Begitu ya? Baiklah"


Lalu ketika mereka hendak melanjutkan perjalanan, tiba-tiba mereka mendengar teriakan seseorang.


???: "Tolong! Tolong!"


Shizu: "Hei. Apa kau mendengar sesuatu, Sasori?"


Sasori: "Ya, Aku mendengar seseorang berteriak meminta tolong. Ayo, kita bantu"


Lalu, merekapun langsung mencari tau darimana suara itu berasal dan kemudian mereka menemukan seseorang yang berteriak meminta tolong yang suaranya sama seperti orang yang berteriak meminta tolong tadi.


Gai: "Tolong! Tolong aku! Aku sedang dikejar oleh sekawanan pengendara dinosaurus. Tolong cegah mereka"


Shizu: "Tenanglah, kau santai dulu. Biar aku saja yang mengatasi mereka"


Lalu Shizu langsung mendapatkan lokasi sekawanan pengendara dinosaurus itu, mereka sedang beristirahat di lokasi itu dan Shizu langsung teleport ke tempat mereka, lalu mengeluarkan pedangnya.


Pengendara dinosaurus 1: "Hei! Kenapa kau ada di tempat kami?! Kau ingin mati ya?!"


Shizu: "Aku? Mati? Justru kalian yang akan mati di sini. Rasakanlah, Holy Spiritual Light Sword Slash!"


Lalu Shizu langsung saja menebas mereka semua dengan pedangnya itu dengan sangat cepat.


Pengendara dinosaurus 3: Aduh. Hah? Heh! Tidak ada rasanya sama sekali bagi kami!"


Shizu: "Oh ya? Bersiaplah untuk meledak"


Dan kemudian semua pengendara dinosaurus tersebutpun meledak. Setelah mereka semua mati, Shizupun kembali ke tempat Sasori dan seseorang yang berteriak meminta tolong tadi. Dan Sasori yang bisa melihat pertarungan Shizu itu karena matanya yang memiliki pandangan jarak jauh pun, merasakan Shizu seperti orang yang dia kenal.


Sasori: *dalam hati* "Ke-Kenapa, aku merasakan, gaya bertarungnya itu yang santai dan memberikan musuh nafas sejenak baru membunuhnya itu, seperti seseorang yang kukenal. Apa jangan-jangan? Tidak! Tidak mungkin! Dia itu perempuan, bukan laki-laki"


Shizu: "Mudah sekali. Oh iya, siapa namamu?"


Gai: "Namaku adalah Gai. Seorang pengguna kekuatan portal"


Shizu: "Pengguna kekuatan portal ya? Sepertinya kau memang benar ya, Sasori. Yang tidak ada menjadi ada di sini"


Sasori: "Ehh, Hehe. Tentu saja, End- maksudku Shizu"


Shizu: "Baiklah kalau begitu, maukah kau menjadi rekanku, Gai?"


Gai: "Kau, serius?"


Shizu: "Tentu saja. Melihat kekuatanmu yang lumayan berpotensi itu tapi dirimu yang lemah, lebih baik kau menjadi rekanku. Supaya dirimu menjadi semakin kuat karena kau akan semakin beradaptasi dengan musuh-musuh yang akan kau lawan"


Gai: "Baiklah. Aku akan menjadi rekanmu"


Shizu: "Baguslah. Sekarang ayo, Kita lanjutkan perjalanan kita"


Sasori: "Baiklah. Ayo!"


Gai: "Ayolah kalau begitu! Langsung saja"


Dan akhirnya Shizupun melanjutkan perjalannya bersama dengan Sasori dan juga Gai. Dan di tengah perjalanan, tiba-tiba saja mereka semua tidak bisa bergerak.


Gai: "Hah?! Ada apa ini? Kenapa aku tidak bisa bergerak?"


Akuma: "Hehehehe. Bagaimana rasanya? tidak bisa bergerak karena darah kalian kuhisap?! Sekarang, akan kumanfaatkan darah kalian yang telah kuserap ini!"


Shizu: "Sepertinya kau lupa bahwa ada kemampuan untuk berpindah tempat secara instan (teleportasi) ya? Baiklah, matilah kau, Akuma"


Akuma: "Apa?!"


Lalu, Shizu langsung teleport ke belakang Akuma dan kemudian berusaha untuk menebasnya dengan Holy Spiritual Light Bladenya. Tapi serangan itu dengan mudahnya dapat dihindari oleh Akuma dan dengan cepat langsung menangkap Shizu.


Akuma: "Heh! Kau kira dengan memiliki serangan yang cepatnya hingga melewati linear waktu itu dapat membuatku lengah?! Reaksiku itu sudah melebihi kecepatanmu itu, nona! Sekarang rasakanlah! Blood Life Steal!"


Lalu Akuma langsung mengeluarkan serangannya yang bernama "Blood Life Steal" yang mana serangan dapat menyerap darah seseorang dan dengan singkat langsung membunuh targetnya hanya dengan sekali serapan saja. Tapi serangan tersebut digagalkan oleh Sasori yang langsung teleport ke belakangnya dan langsung menusuknya dengan ekor yang dia miliki.


Akuma: "Apa! Kenapa, aku, tidak bisa mengeluarkan seranganku?!"


Sasori: "Sepertinya kau belum tau kemampuan spesial para Scorpios ya? Baiklah, akan kuberitahu kau. Scorpios dapat langsung teleport ke belakang musuhnya ketika merasakan kawanannya dalam bahaya dan dari teleport tersebut, mereka membuat target yang diincar para Scorpios tidak bisa mengeluarkan kemampuan yang mereka miliki. Dan juga, jika para Scorpios menusukkan ekor mereka, lawan yang terkena tusukan tersebut akan terkena racun yang perlahan-lahan membuat mereka semakin lemah dan pada akhirnya mati"


Akuma: "Heh! Jika aku mati karena racun ekormu, maka, kau juga akan mati di tanganku!"


Sasori: "Tidak semudah itu, kawanku. Sekarang masuklah kau ke Dark Dimension!"


Akuma: "A-Apa? Te-Tempat macam apa ini? Dan kenapa aku tiba-tiba menjadi takut?"


Sasori: "Bagaimana rasanya dipenuhi ketakutan, Akuma?! Hahahaha! Rasakanlah, serangan Ultimateku! Dark Poison Strike!"


Lalu tanpa banyak bicara, Sasori langsung mengeluarkan serangan Ultimatenya yang bernama "Dark Poison Strike" yang mana serangan ini dilakukan dengan cara Sasori bergerak menuju Akuma dan menusuknya dengan ekornya itu yang kemudian serangan itu menimbulkan ledakan yang sangat besar.


Akuma: "Arghhh!"


Sasori: "Masih bisa selamat dari serangan Ultimateku ya? Heh! Tapi itu percuma saja, kar'na kau sudah terkena racun dari ekorku 2 kali dan pada akhirnya kau akan mati, Akuma"


Akuma: "Hehehehe. Kalau begitu, tidak apa-apa. Oh iya, apa kau tau di mana para keluargamu berada. Oh iya, mereka ada denganku! *meneleportasikan seluruh ras Sasori yang diculiknya*"


Akuma: "Aku sudah tau kalau kau secara tidak sengaja akan bertemu denganku dan menghajar ku sehingga aku akan akan mati, Jadi aku menculik seluruh keluargamu itu dan juga kawananmu! Hehehe. Sekarang pilihlah, Sasori! Membunuhku, yang mana itu juga akan membuat kawanan dan keluargamu ikut mati, karena aku sudah menyambungkan seluruh organ-organ tubuh mereka ke organ-organ tubuhku. Atau, kau menyerah kepadaku dalam pertarungan ini, yang akan berujung pada kematianmu. Jadi bagaimana, apa jalur yang akan kau pilih, Sasori? "


Sasori: "Memangnya kau siapa, seenaknya saja menculik kawanan dan keluargaku. Dasar, makhluk hidup tak bermoral! Matilah kau dalam kulkas yang sangatlah dingin, Akuma!"


Akuma: "A-A-Apa maksudmu dengan kulkas yang dingin?"


Lalu Sasori langsung saja mengganti kekuatan dan bentuk tubuhnya menjadi "Ice Type" yang mana mengubah kekuatan dan tema pakaian Sasori menjadi Es dan kemudian Sasori langsung teleport ke belakang Akuma yang mana membuat Akuma seketika membeku dengan instan.


Akuma: *dalam hati* "Ke-Kenapa aku bisa membeku begitu saja ketika dia teleport ke belakangku?"


Sasori: "Change Place:Ice Area"


Dan setelah Sasori mengatakan kata tersebut, seketika lokasi berpindah ke tempat yang juga termasuk dimensi buatan Sasori dan lokasi itu bernama "Ice Area".


Akuma: *Dalam hati* "D-Dingin sekali tempat ini"


Dan setelah sampai di tempat itu, Sasori menghajar habis-habisan Akuma dengan cakarnya dengan sangat membabi-buta. Dan setelah beberapa menit, Akuma merasa bahwa tempatnya menjadi lebih dingin daripada yang sebelumnya.


Akuma: *dalam hati* "Kenapa rasanya ini lebih dingin daripada yang sebelumnya?"


Sasori: "Semakin lama kau bersama denganku yang berada dalam form "Ice Type", maka temperatur tempat di mana kita berada, akan semakin dingin. Kalau kau bingung kenapa aku tau pikiranmu, itu karena aku bisa membaca pikiran seseorang. Dan juga, Akuma, apa kau ingin pergi ke masa lalu? Kar'na aku sangat ingin membawamu ke masa lalu dan menghabisimu di sana!"


Lalu Sasori langsung saja mengikat dan menyeret Akuma dengan ekornya dan tiba-tiba saja mereka sudah berada di masa lalu.


Sasori: "Lihatlah di sebelah kirimu itu, Akuma. Bukankah itu tempat kau pertama kali tinggal?"


Akuma: "Bagaimana kau bisa tau tentang itu?"


Sasori: "Aku menganalisis seluruh informasimu dan menyimpannya dalam memoriku. Dan sekarang, kau akan mati! Rasakanlah, Deadly Frozen Claw and Tail!"


Lalu Sasori mengeluarkan salah satu serangannya yang bernama "Deadly Frozen Claw and Tail" yang mana serangan ini dilakukan dengan cara Sasori menyakar habis-habisan Akuma dan kemudian menusuk ekornya ke tubuh Akuma tanpa menimbulkan sedikit lukapun pada tubuh Akuma setelah Sasori mencabut ekornya dari tubuh Akuma.


Akuma: "Hah? Tidak ada luka pada tubuhku? Hahahaha! Ternyata seranganmu tidak ada rasanya sama sekali pada tubuhk- arghhh! Ada apa ini? Kukira seranganmu tidak menimbulkan luka sedikitpun pada tubuhku?"


Sasori: "Memang tidak. Tapi itu menimbulkan luka pada jantungmu. Itu sebabnya kau merasakan rasa sakit meski kelihatannya tidak ada luka pada tubuhmu, Akuma. Dan kalaupun kau mati, kawanan dan keluargaku tidak akan mati, kar'na aku sudah memutuskan sambungan seluruh organ-organ tubuh mereka dari organ-organ tubuhmu"


Akuma: "Sialan kau! Tunggu saja nanti! Aku akan kemba-*pingsan*"


Sasori: "Back to The Real World"


Lalu kemudian Sasori meneleportasikan dirinya kembali ke "The Real World" (dunia yang ia tinggali (karena sesuai namanya yaitu The Real World yang dalam bahasa Inggris artinya Dunia Asli)) dan meneleportasikan Akuma ke alam semesta lain dan juga meneleportasikan seluruh kawanan dan keluarganya ke tempat yang aman.


Sasori: "Selamat tinggal, Akuma. Mungkin kita akan bertemu di alam semesta di mana aku meneleportkanmu"


Shizu: "Sasori? *menghampiri Sasori* Apa yang terjadi dalam pertarunganmu dengan Akuma tadi?"


Sasori: "Aku mengalami sedikit kesulitan menghadapinya tadi, dia menculik kawanan dan keluargaku tadi. Tapi tenang saja, dia sudah tidak ada di sini. Kar'na aku meneleportkannya ke alam semesta lain. Ya sudahlah, ayo kita lihat bagaimana keadaan Gai *teleport ke belakang Gai*"


Shizu: "Heh. Baiklah. *ikut teleport ke belakang Gai*


Gai: "Hah?! Sasori? Shizu? Apa yang terjadi barusan?! A-Aku rasanya tidak mengingat apapun"


Sasori: "Tidak penting. Sekarang, bukakan portal ke daerah lain di sekitar sini, Gai. Di sini tampaknya berbahaya. Jadi lebih baik kita ke daerah lain saja"


Gai: "Ehh, baiklah, meski aku tidak tau apa yang terjadi. Portal: Gate Open!"


Lalu seketika, terbentuklah sebuah portal.


Sasori: "Dengan begini, kita akan lebih aman. *masuk ke dalam portal*"


Shizu: "Terserah kau saja, Sasori. *ikut masuk ke dalam portal*


Gai: "Hei, tunggu aku. *menyusul Sasori dan Shizu masuk ke dalam portal*


...----------------...


Sementara itu, di sisi Guritchi dan kawan-kawan.


Shin: "Ini dia. Daerah pertambangan yang katanya selalu ada pemboman oleh seseorang"


Guritchi: "Begitu ya? Baiklah, akan kita hukum ******* itu"


True Fallen Creator: "Menarik sekali"


Guritchi: "Sudah kubilang jangan seenaknya saja, True Fallen Creator!"


True Fallen Creator: "Kau bisa apa? Tapi, ya sudahlah, aku minta maaf soal yang tadi"


Guritchi: "Baiklah, kembali ke topik. Ayo, kita tangkap ******* itu"


Bersambung


Volume 2 Chapter 17 selesai


Selanjutnya di Chapter 18:


Guritchi: "Jadi kau ******* yang dimaksud oleh orang-orang di daerah pertambangan ini ya? Sekarang siapa namamu? Dan kenapa kau suka sekali meledakkan sesuatu di sini?!"


Hakudan: "Wouh, tenanglah kawan. Namaku Hakudan, sang ahli bom. aku suka sekali meledakkan sesuatu di sini karena aku ingin mengetes bom-bom yang kukembangkan. Oh iya, seperti kau harus hati-hati karena kau sudah menginjak ranjau yang kubuat"


Guritchi: "Lagi?! *melihat ke bawah* *ranjau meledak* *terpental akibat ledakan ranjau tersebut* Sialan kau, Hakudan!"


Tagaki: "Enak saja kalian melewati daerahku. Lebih baik kalian pergi sebelum kuhapus keberadaanmu"


Shin: "Dih! Sangat tidak sopan. Seenaknya saja menghapus keberadaan seseorang"