Worlds Of Elements

Worlds Of Elements
Chapter 24: Mengembalikan Kejayaan



Akuma: "Tunggu dulu, suara itu? Kak Emma, itukah kau kak?"


Emma: "Sepertinya kau sudah tahu ya, Akuma?"


Akuma: "Jadi benar ya itu kau, kakak? Maafkan aku kakak. Aku sudah merusak jabatan kita sebagai anak bangsawan"


Emma: "Tidak apa-apa, Akuma. Aku tahu, bahwa kau akan bisa memperbaikinya"


Akuma: "Kau..... masih percaya padaku? Meskipun aku sudah menjadi pembunuh, pengawal dari raja jahat, dan hal semacam itu? Aku tidak pantas untuk kembali ke kejayaanku sebagai pangeran sekaligus adik dari sang Kairoputera ōkoku no joō (Queen of Chiroptera Kingdom dalam bahasa Jepang)"


Emma: "Kairoputera ōkoku no joō? Mungkin maksudmu, Uragira reta joō (The Betrayed Queen dalam bahasa Jepang)"


Akuma: "Ratu yang dikhianati? Tapi, bagaimana mungkin?"


Emma: "Itu....


Flashback, ketika Emma dinobatkan menjadi Ratu.


...----------------...


Aku sedang mempersiapkan diriku sebelum aku diangkat menjadi Kairoputera ōkoku no joō. Lalu, salah satu pengawal setia ayah kita, mendatangiku dan berkata dari luar tanpa masuk ke dalam.


Pengawal: "Yang mulia, apakah kau sudah siap?"


Emma: "Sebentar ya, pengawal. Akan kubuka pintunya"


Akupun keluar dari kamarku dan pengawal itu langsung mengantarku ke kastil, dan banyak orang di sana yang akan melihat diriku yang akan menjadi Ratu.


Ayah Emma: "Putri Emma, apakah kamu sudah siap untuk menjadi Kairoputera ōkoku no joō?"


Emma: "Ya, yang mulia. Aku siap dalam menjadi Kairoputera ōkoku no joō, aku siap dalam mengikuti sumpah kerajaan kita, dan sumpah itu tidak akan kulanggar satupun. Dan aku, akan selalu melindungi seluruh rakyatku"


Ayah Emma: "Baiklah. Pengawalku, pasangkan mahkotanya"


Pengawalpun memasangkan mahkotanya di atas kepalaku, semuanya berjalan dengan lancar, sampai, sebuah kasus pembunuhan terhadap ayah kita, terjadi. Pada waktu itu, aku baru saja bangun tidur dan ingin keluar dari kamarku. Akupun membuka pintunya dan melihat ada banyak sekali orang beserta adik pertamaku di depan kamarku dan mengepungku. Akupun kebingungan ada apa mereka mengepungku


Emma: "Wouh! Ada apa ini? Dan kenapa kalian semua ada di sini mengepungku?!"


Rakyat: "Tidak usah berpura-pura, ratu palsu!"


Dan salah satu dari rakyat tersebutpun melemparkan mayat ayah kita, akupun terkejut akan hal itu.


Emma: "Hah?! Yang mulia, tiada?!"


Adik Emma: "Itu semua karena ratu ini! Ratu inilah yang membunuh yang mulia! Kita hukum saja dia. Dia tidak pantas menjadi seorang Ratu, seharusnya akulah yang menjadi sang ratu!"


Semua rakyat: "Ya! Setuju, setuju! Kita hukum saja Ratu yang melanggar sumpahnya sendiri ini!"


Dalam hatiku, aku ingin sekali membela diriku, atau mungkin langsung melakukan pembunuhan massal terhadap mereka semua. Tapi, aku adalah ratu pada waktu itu yang masih ingin mengikuti sumpah kerajaan. Maka, akupun akhirnya memutuskan, apa yang harus kulakukan.


Emma: "Heh! Jadi begini ya, sifat kalian yang sesungguhnya?! Lebih mempercayai adik daripada kakaknya ya?! Baiklah! Kalau begitu, mulai dari hari ini, kuserahkan takhta kerajaanku kepada adikku! Untuk apa juga aku menjadi ratu sementara rakyatnya saja lebih mempercayai adiknya! Tapi, beberapa tahun kedepannya, aku akan kembali ke kerajaan ini lagi, dan akan kupastikan, tidak akan ada satupun yang hidup!"


Dan setelah itu, akupun langsung kabur dari kerajaan itu, dan mulai menjelajahi planet ini.


...----------------...


Emma: "Dan begitulah ceritanya"


Akuma: "Waw. Seseorang seperti kakak saja dikhianati oleh para rakyat dan kakak keduaku, memang benar aku tidak pantas menjadi bangsawan"


Emma: "Kau pantas, bahkan lebih pantas daripada aku dan kakak pengkhianatmu itu. Aku percaya, jika kau yang menjadi raja atas Kairoputera ōkoku, kerajaan di sana akan menjadi lebih baik daripada kerajaan itu dipimpin oleh si saudara pengkhianat itu"


Akuma: "Kau yakin, kakak?"


Emma: "Tentu saja. Kakak macam apa aku jika tidak memiliki kepercayaan pada adiknya sendiri. Jadi sekarang, ayo, kita kembalikan kejayaan darah bangsawan kita, Akuma!"


Akuma: "Baiklah kalau begitu, kakak. Waktunya mengembalikan kejayaan!"


Lalu, Emma dan Akuma pun pergi untuk mengembalikan kejayaan mereka sebagai bangsawan.


...----------------...


Sementara itu, di sisi tim Shizu. Di tengah perjalanan mereka, mereka menemukan suatu tempat, dan di tempat itu, ada papan yang bertuliskan "Gēmukoroshiamu (Game Colosseum). Hanya untuk para ahli saja yang boleh masuk" Dan mereka tidak menyadari itu lalu langsung memasuki tempat itu tanpa banyak basa basi. Dan setelah mereka memasuki tempat itu mereka langsung merasakan ada hal yang mencurigakan di balik tempat itu tadi.


Sasori: "Hei tunggu dulu. Tempat macam apa ini? Apakah di antara kalian ada yang tau? Karena rasanya tempat ini sangat mencurigakan"


Shizu: "Hmmmm, oh iya. Aku tahu tempat ini. Tempat ini bernama "Gēmukoroshiamu". Tempat di mana banyak orang bertanding dalam sebuah kompetisi game VR. Dan di game VR itu ada banyak sekali jenis genre game yang diadu. Jika ada kompetisi yang bersifat bertahan hidup, dan ada orang yang mati di dalam game tersebut, orang yang mati di dalam game tersebut juga akan mati di dunia nyata. Dan karena hal itulah, tempat ditutup dan menjadi tempat terlupakan di sini. Itulah informasi yang dapat kuanalisis dari tempat ini"


True Fallen Creator: "Begitu ya? Baiklah! Oh iya, ngomong-ngomong soal itu, apa maksudmu dengan hal yang mencurigakan di tempat ini, Sasori?"


Dan tiba-tiba saja sebuah tombak bernama hitam turun dari langit dan menyerang mereka bertiga di sana. Tapi untungnya mereka masih menghindari serangan itu.


Sasori: "Inilah yang kumaksud. Pasti ada orang di sini yang ingin menjebak lalu membunuh kita semua di sini"


Dan tombak itupun tiba-tiba meledak dan membuat Shizu dan kawan-kawannya tidak bisa bergerak. Tapi, ada juga orang lain yang juga tidak bisa bergerak.


Chunshin: "Tunggu dulu, kenapa aku juga ikut tidak bisa bergerak?!"


Sasori: "Heh! Sesuai dugaan.*teleport ke arah Chunshin*"


Chunshin : "A-Apa?"


Sasori: "Sepertinya kau belum tahu tentang teknik serangan throw back ya? Dan ya, itu adalah teknik seranganku yang bersifat pasif juga. Jadi, teknik serangan throw back yang kumiliki ini adalah jika ada orang yang menggunakan teknik serangan debuff kepada diriku, maka orang itu akan terkena teknik serangan debuff yang sama seperti yang orang itu keluarkan. Sekarang matilah kau"


Dan Sasori pun menusuk Chunshin dengan ekor beracunnya itu dan setelah ia menusuk Chunshin, banyak gas yang keluar dari tubuhnya. Dan tanpa berlama-lama, Sasori pun teleport menjauhi gas tersebut.


Sasori: "Heh. Sudah selesai. Dia sudah mati"


Chunshin: "Sudah mati?! Aku masih di sini, kawan! Kalian tidak akan bisa membunuhku. Hahahaha *tertusuk oleh tangan Akuma* Argh! Tunggu dulu, Akuma?"


Akuma: "*Mengeluarkan tangannya dari tubuh Chunshin sambil mengambil sesuatu dari tubuh Chunshin* Heh! Jadi ini, inti bayangan yang dapat membuatmu menjadi bayangan itu sendiri ya? Dasar raja yang keji"


Chunshin: "Akuma?! Kenapa k-kau, berkhianat?"


Akuma: "Heh! Dasar, lebih baik berkhianat daripada dikhianati! Itulah prinsip ku yang sekarang. Dan sampai jumpa, Bayangan palsu!"


Dan Akuma pun langsung memecahkan inti bayangan itu. Setelah itu, tubuh Chunshin menghilang secara perlahan-lahan.


Chunshin : "Apa?! Tubuhku?! Tidak.... *menghilang sepenuhnya* "


Sasori: "Hei tunggu dulu, suara itukan, Dasar! *teleport ke arah Akuma* "


Emma: "Game Power: Aegis!"


Dan terbentuklah sebuah Penghalang yang membuat Sasori tidak bisa mendekati Emma dan Akuma.


Shizu: "Hah? Ada apa di sana? Baiklah, waktunya menyerang"


Lalu Shizu memunculkan pedangnya dan langsung ingin menyerang juga, tapi ketika ia hendak ingin mendekat, dia tiba-tiba membeku begitu saja.


Shizu: "Apa? Aku membeku? Tapi, bagaimana mungkin?"


Emma: "Sepertinya kalian berdua lupa tentang siapa diriku, Shizu dan Sasori!"


Shizu: "Emma? Kenapa kau melindungi seorang penjahat yang pernah membuat Sasori marah?"


Sasori: "Apa-apaan kau ini, Emma. Kita adalah pahlawan, dan kau membela adikmu yang jahat ini"


Emma: "Tutup mulut kalian! Aku tidak ingin mendengarkan kata-kata itu keluar! Apapun yang terjadi, jika kalian ingin membunuh adikku, maka lewati dulu mayatku!"


Lalu, Emma dan Akuma pun menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


Sasori: "Sialan! Aku gagal membunuhnya!"


Shizu: "Sudahlah, Sasori. Kau harus tenang. Oh iya, tolong bebaskan aku dari es ini, Sasori"


Sasori: "Oh iya, kau masih terperangkap. Sebentar ya"


Dan Sasori pun langsung membebaskan Shizu dari es tersebut. Lalu, mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan mereka dalam menjelajahi planet ini.


...----------------...


Sementara itu, di sisi lokasi Lab. Heya. Di sana Heya dengan enaknya bersantai. Namun, tiba-tiba saja ada yang membuka paksa pintunya.


Heya: "Hah?! Siapa di sana yang berani sekali mendatangi Laboratoriumku?!"


Akuma: "Berhenti di sana. Atau kau akan mati!"


Heya: "Oh... Berani menantang ku ya? Baiklah, room activated!"


Bersambung...


Volume 2 Chapter 24 selesai


Selanjutnya di Chapter 25:


Heya: "K... Bisa menggagalkan seranganku?! Bagaimana mungkin?!"


Emma: "Itu sebabnya, jangan pernah meremehkan musuh-musuhmu"


Gai: "Berhenti di sana! Eh tunggu dulu, Akuma?!"


Akuma: "Aku tahu kita pernah bertemu sebagai musuh. Tapi kali ini, mari kita bekerja sama dalam mengalahkan orang itu. Aku tahu kau juga pernah bertemu dengannya sebagai musuh, Gai"


Heya: "Heh! enam lawan satu ya? Baiklah!"