
"Sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa Akuma adalah seorang bangsawan Chipotera dan memiliki kakak yang salah satunya adalah Emma, yang seharusnya menjadi Ratu tapi dikhianati oleh rakyatnya sendiri dan juga adik pertamanya. Dia berjanji akan membalaskan dendamnya pada seluruh rakyat dan adiknya itu, dan setelah bertemu dengan Akuma, merekapun berusaha mengembalikan kejayaan mereka sebagai bangsawan. Sementara itu, aku dan rekan-rekan setimku, masuk ke sebuah koloseum game dan bertemu dengan Chunshin. Sasori berhasil membuat Chunshin kewalahan. Tapi meski begitu, Chunshin masih bisa selamat. Tapi kemudian, Akuma, yang adalah pengawal setianya, menyerang Chunshin, bahkan sampai mencabut dan memecahkan inti bayangannya. Sasori dan aku berusaha menyerangnya, tapi, itu semua terhambat karena adanya Emma yang melindungi dia, dan merekapun berhasil kabur. Dan sekarang, mereka sudah berada di Laboratorium Heya. Sekarang, inilah dia, Chapter 25: Pemusnahan Laboratorium" - Shizu
Akuma: "Berhenti di sana. Atau kau akan mati!"
Heya: "Oh... Berani menantang ku ya? Baiklah, room activated!"
Dan Heya pun mengaktifkan kekuatan ruangnya itu dan mengeluarkan pedangnya, lalu ia mencoba menyerang Emma dan Akuma dengan serangannya yang tak bisa dihindari, yaitu "Shocker". Tapi, serangannya itu berhasil terblokir oleh Aegis yang dikeluarkan Emma dan juga karena ia terkena efek "Freeze".
Heya: "K... Bisa menggagalkan seranganku?! Bagaimana mungkin?!"
Emma: "Setiap game power yang telah kuaktifkan sebelumnya, akan aktif secara pasif ketika ada yang ingin menyerangku. Aegis, kemampuan untuk memblokir seluruh serangan bahkan serangan yang bersifat tak bisa dihindari sekalipun. Efek Freeze, yaitu efek yang akan aktif jika ada seseorang yang ingin menyerangku, lalu, efek itu akan membekukan orang tersebut. Itu sebabnya, jangan pernah meremehkan musuh-musuhmu"
Heya: "Heh! Akhirnya, lawan yang sepadan. Pertarungan kita akan menjadi sangat menarik!"
Lalu Heya mengeluarkan listrik di sekitarnya dan listrik itu berhasil memecahkan esnya itu, lalu langsung berputar dan menyerang mereka dengan teknik serangannya, yaitu "Lightning Sword Spinning Slash" dan itu berhasil menembus Aegis milik Emma, tapi mereka dapat menghindari serangan itu.
Emma: "Baiklah. Sepertinya sudah waktunya aku serius untuk mengalahkanmu. Waktunya beraksi, Kikan!"
Lalu Emma pun langsung mengeluarkan salah satu dari 4 jenis senjatanya yang bernama "Kikan", yang adalah 2 Machine Gun kecil, lalu ia langsung menembak ke arah Heya. Tapi Heya berhasil menghindari seluruh peluru yang ditembakkan itu.
Heya: "Heh! Segini sajakah akurasi tembakanmu?! *terkena tembakan sniper Emma*"
Emma: "Jangan membuatku terlalu serius, Heya. Atau kau akan merasakan setruman dari tembakan "Sogeki (nama sniper Emma)"ku"
Heya: "Setruman? Mana? Mana setrumannya?! Dasar metafor- *tersetrum dari dalam melalui peluru Sogeki* Argh! Ternyata bukan metafora ya? Baiklah, waktunya membanting"
Lalu Heya mengarahkan pedangnya ke arah bagian dari laboratoriumnya, dan bagian tersebut terangkat. Lalu Heya mengarahkan benda tersebut ke arah mereka berdua dan bagian itupun menuju ke arah mereka dan terbanting dengan sendirinya. Tapi, serangan itu berhasil dihindari oleh Emma dan Akuma. Dan merekapun mulai membalas dengan tembakan dari Sogeki dan teknik serangan Akuma yang bernama "Kekkyū e no eikyō (Blood Cells Impact)" ke arah Heya. Heya berhasil menghindari tembakan peluru dari Sogeki Emma, tapi ternyata peluru itu kembali ke arahnya dan mengenainya dari belakang.
Heya: "Ouch! Bukankah pelurumu berhasil kuhindari tadi? Kenapa aku merasakan setrumannya dan rasa sakit dari tembakan pelurunya?"
Emma: "Jangan berharap untuk menghindari peluru dari Sogeki. Karena pelurunya akan terus kena karena dia bisa membelokkan arah peluru semaunya sampai pelurunya mengenai target"
Heya: "K.... Baiklah kalau begitu! Rasakanlah, Lightning Sword Sl- *terikat oleh sebuah rantai* Tunggu dulu! Rantai?! *tertusuk oleh sebuah pisau* Argh! Apa?! Pisau tertusuk padaku?! Siapa lagi yang ada di sini?!"
Gai: "Heh! Berhenti di sana! Eh tunggu dulu, Akuma?! Bagaimana kau dapat berada di sini?!"
Akuma: "Hah?! Gai? Tunggu dulu, Gai. Aku tahu kita pernah bertemu sebagai musuh. Tapi kali ini, mari kita bekerja sama dalam mengalahkan orang itu. Aku tahu kau juga pernah bertemu dengannya sebagai musuh, Gai"
Gai: "Tch! Baiklah! Tapi untuk kali ini saja, Akuma!"
Emma: "Baiklah, sepertinya ini akan menjadi 3 lawan satu ya, Akuma?"
Akuma: "Tidak, tidak, tidak. Aku tahu, bahwa masih ada 3 orang lagi yang menjadi rekanmu, Gai"
Gai: "Heh! Tepat sekali"
Heya: "Hah?! Apa maksud kalian?!"
Kemudian, secara tiba-tiba Shin muncul di depan mata Heya.
Shin: "Hei! Kenapa kebingungan seperti itu. Tersenyumlah!"
Heya: "Tersenyum?! Kau menyuruhku tersenyum di saat seperti ini?! Matilah kau sekarang ju- *berubah menjadi batu* "
Shin: "Heh! Lagi dan lagi ada korban yang terkena efek dari "Emotion Petrify". Rasakanlah ini!"
Lalu Shin meninju Heya dan membuat batu itu pecah karena dirinya yang terpental ke tembok dan itu menyebabkan luka padanya.
Heya: "Ouch! Dasar! Matilah ka-"
Tagaki: "Conceptual Blast!"
Dan tembakan yang dikeluarkan dari "Conceptual Machine Gun" Tagaki mengenai mata kiri Heya dan membuat mata tersebut terhapus dari keberadaan.
Tagaki: "Heh! Tepat sasaran!"
Heya: "Apa?! Mataku?! Rrr...! Matilah kalian semu- *terkena efek glitched dari Guritchi* "
Lalu datanglah Guritchi yang berjalan melewati Heya begitu saja dan Menebas Heya dengan Glitch Sword-nya. Setelah itu, iapun berhenti sambil ingin mengatakan sesuatu.
Guritchi: "Glitch Stop!"
Heya: "Kragh! Apa-apaan itu tadi?!"
Guritchi: "Efek Glitched. Efek yang membuat target yang terkena efek tersebut tidak bergerak"
Akuma: "Sesuai dengan rencana. Bukankah begitu, Gai?'
Gai: "Heh! Ini yang kau inginkan setelah menghidupkanku kembali ketika aku mati di dunia mimpi, bukan?"
Flashback ketika Emma dan Akuma kabur dari Koloseum Game,
Emma: "Baiklah. Bagian pertama dari mencegah sisi gelapmu selesai. Selanjutnya, apa bagian keduanya, Akuma?"
Akuma: "Menghancurkan Laboratorium dari seorang profesor gila dan membunuhnya. Tapi tidak akan semudah itu dalam membunuhnya, karena ia adalah pengguna kekuatan ruang, dan memiliki Sapphire Power Crystal"
Emma: "Pengguna kekuatan ruang? Bagaimana kita akan membunuhnya kalau kita hanya berdua saja?"
Akuma: "Tenanglah. Aku tidak mungkin berani melawannya, jika tidak ada yang namanya rencana, kakak"
Flashback, ketika Gai mati di Dunia Mimpi
Di balik Sasori yang mengangkut Gai kembali ke tempat yang mereka tinggali itu, Roh Gai berada di alam lain. Dan diapun bangun tanpa mengetahui di mana dia berada.
Gai: "Ah... Di mana ini? Dan tempat macam apa ini? Tampak seperti tempat yang penuh dengan darah, tengkorak manusia dan mayat manusia dan hewan. Eh tunggu dulu, aku... masih hidup? Tapi bagaimana bisa? Siapapun yang telah mati di Dunia Mimpi mustahil untuk dapat hidup kembali, dan aku mati di Dunia Mimpi"
Akuma: "Heh! Selamat datang di alam kematianku, Gai"
Gai: "Hah?! Akuma?! Apa maksudmu membawaku ke sini?! *mengarahkan pisaunya ke arah Akuma*"
Akuma: "Bahkan setelah kau tidak memberiku perlawanan waktu itu dan sekarang kau mati punkau masih berani melawanku?!"
Gai: "Jawab saja sekarang! Aku hanya ingin tahu hal yang tadi kutanyakan., sebelum pisau ini melayang ke kepalamu, Akuma!"
Akuma: "Baiklah, kalau kau benar-benar ingin tahu. Akulah yang membawamu ke sini, Gai. Dan kenapa aku bisa membawamu ke sini? Itu karena aku, yang seorang bangsawan dari ras Chipotera, dapat membawa Roh orang yang sudah mati, ke Alam Kematian mereka"
Gai: "Begitu ya? Tapi itu masih belum menjawab pertanyaanku"
Akuma: Oh iya, yang kenapa aku membawamu kan? Aku membawamu ke sini, untuk menawarkan sebuah kesepakatan, Gai"
Akuma: "Aku bisa menghidupkanmu lagi. Bahkan meski kau membuat hukum tidak bisa hidup kembali pada Dunia Mimpimu itu, tapi, aku tidak bisa terikat oleh hukum buatan seperti itu. Jadi, aku akan menghidupkanmu, dan kita akan berbaikan. Dan mungkin suatu saat nanti, kita akan bekerja sama sebagai rekan"
Gai: "Baiklah. Aku akan menjadi rekanmu suatu saat nanti, Akuma. Aku akan menunggumu"
Akuma: "Heh! Baiklah. Sangre: Resurrección!"
Setelah Akuma mengatakan kata itu, Roh Gai-pun perlahan menghilang dari Alam Kematian Akuma.
Gai: "Hah? Kenapa diriku menghilang secara perlahan?"
Akuma: "Itu tandanya, kau akan hidup sebentar lagi. sampai jumpa, Gai"
Gai: "Terima kasih, Akuma"
Dan Gai-pun hidup kembali.
Flashback, ketika Gai masih berada di Kage no ōkoku
Ketika Chunshin sudah pingsan tertembak oleh seorang misterius, tiba-tiba Gai terbawa ke suatu dimensi.
*Gai: "Hah?! Hei tunggu dulu, apa maumu kali ini, Akuma?"
Akuma: "Heh! Jadi kau sudah tahu. Setelah kugunakan instingku ke arahmu, aku melihat, bahwa Chunshin sudah mati, tapi nyatanya, dia belum sepenuhnya mati. Dia hanya pingsan saja"
Gai: "Hah?! Bagaimana kau bisa tahu?"
Akuma: "Instingku tidak pernah salah. Jadi, aku ingin kau secepat mungkin pergi ke sebuah laboratorium yang akan kuberikan lokasinya, lalu kau menghancurkan laboratorium itu dan membunuh profesor yang ada di dalam Laboratorium itu. Aku akan menyusulmu di sana, setelah aku membunuh Chunshin"
Gai: "Baiklah. Akan kuarahnya rekan setimku ke sana"
Akuma: "Heh! Baiklah, akan kukirimkan lokasi itu sesegera mungkin. Sampai bertemu di situ, Gai*"
Dan Gai-pun terkeluar dari Alam Kematian Akuma.
Emma: "Hei, hei hei, adikku. Jadi ini yang kau maksud waktu itu ya? Bagus juga rencananya, membawa empat orang ke sini untuk membantu kita melawan profesor gila ini. Baiklah, waktunya mengakhiri ini!"
Heya: "Heh! enam lawan satu ya? Baiklah! Waktunya serangan terakhir!"
Lalu, Heya-pun melayang ke atas, diikuti dengan munculnya banyak pedang yang mengelilinginya dan efek petir yang keluar.
Heya: "Rasakanlah! Tempest of Ten Thousand Swo- *terikat oleh sepasang cakar* Apa?!"
Akuma: "Kau ingat bukan? kalau teknik serangan itu tidak hanya satu. Dan ini, adalah teknik serangan "Stopper", teknik serangan yang bisa menghentikan teknik serangan yang membutuhkan gerakan yang lama, kecuali serangan itu adalah serangan Ultimate. Sekarang, matilah kau, Blood Cells Impact!"
Dan Akuma melemparkan Sel-sel darah ke arah Heya dan sel-sel darah tersebut menembus tubuh luar Heya dan langsung melukai jantung Heya dan juga membuat Heya terjatuh.
Heya: "Argh! Apa-apaan ini?! Jantungku terluka hanya karena terkena sel-sel darah?!"
Akuma: "Heh! Dan sebentar lagi, kau akan mati karena kehabisan darah"
Heya: "Begitu ya? Kalau begitu, kalian juga tidak boleh hi- *tertusuk pedang* Kyaa...!"
Shin: "Hah?! Bagaimana dia bisa mati?"
???: "Heh! Kau tidak pantas untuk mendapat kekuatan ruang!"
Emma: Tunggu dulu, suara itu, Enda?"
Enda: "Heh! Jadi itu kau, Emma? Pertemuan ini, tidak hanya sementara. Kita akan bertemu suatu saat nanti, Emma"
Lalu Enda-pun pergi begitu saja meninggalkan laboratorium itu. Dan kemudian, merekapun keluar terlebih dahulu dari Laboratorium Heya, sebelum Laboratorium itu akan dihapus oleh Tagaki.
Akuma: "Baiklah, silahkan hapuskan laboratorium ini, Tagaki"
Tagaki: "Heh! Baiklah. Erase!"
Dan Laboratorium itulun terhapus dari keberadaan.
Gai: "Heh! Baiklah, sampai bertemu lagi nantinya, Akuma"
Akuma: "Hei tunggu dulu, ini semua belum selesai, Gai. Aku dan Emma, akan menjadi rekan kalian"
Gai: "Heh! Sesuai dengan kesepakatan waktu itu ya? Baiklah, hei tunggu dulu, bukankah kakakmu itu... Owh! Jadi kau, orang yang menembak Chunshin waktu itu"
Emma: "Jadi kau yang waktu itu hampir terbunuh olehnya ya? Pantas saja mukamu seperti tidak asing. Dan sekarang, mari kita lanjutkan perjalanan"
Gai: "Baiklah, saatnya berpindah. Portal: Transport!"
Dan kemudian terbentuklah portal yang berputar secara melingkar dan merekapun telah meninggalkan laboratorium itu untuk melanjutkan perjalanan mereka selanjutnya.
...----------------...
Sementara itu, di sisi tim Raphtfumi. Mereka telah sampai ke tempat yang terpencil, dan di sana terdapat goa yang sangatlah silau.
Raphtfumi: "Apa kau yakin ini tempatnya, Pak?"
Karasu: "Dulu, aku pernah ke sini saat aku masih muda. Dan waktu itu, aku melihat, sebuah ramuan yang jika dituangkan ke tubuh sebuah mayat. Mayat itu akan hidup kembali. Ayo, kita ambil ramuan itu"
Bersambung.....
Volume 2 Chapter 25 selesai
...----------------...
Selanjutnya di Chapter 26:
Karasu: "Hati-hati! Di sini, ada banyak jebakan yang tak terduga arahnya!"
Emma: "Heh! Jadi kita bertemu kembali ya, Pak tua!"
Shin: "Masalah keluarga?! Hal yang baru-baru kulihat"
Tagaki: "Kalian berdua, mohon berhenti! Mengulangi masa lalu yang tragis tidak akan menyelesaikan permasalahan di masa lalu itu! Aku juga pernah mengalami hal seperti kalian! Kita seharusnya bekerja sama!"
Tagaki: "Tidak akan... Kuulangi Mada lalu yang sama!"