
"Sebelumnya, aku, Shizu dan True Fallen Creator bertemu dengan salah satu dari dua belas Asteriks, yaitu Asteriks Cancer alias Penchi. Sudah lama aku tidak bertemu dengan sebelas Asteriks lainnya ya? Heh! Dan di tengah jalan, kami dihambat oleh dua monster yang muncul saat gerhana matahari terjadi, Penumbra dan Umbra. Tapi, seorang Asteriks Libra datang, dan namanya adalah Gai. Aku baru tahu kalau dia adalah seorang Asteriks. Dan kami berhasil membuat mereka berdua tidak berkutik. Lalu mereka mencoba memberikan perlawanan kepada kami bertiga dengan cara menggunakan matahari untuk menabrak kami. Tapi, yang terjadi adalah Umbra yang terbunuh di tanganku. Dan Penumbra menjadi sangat marah kepada kami karena membunuhnya dan dia berjanji akan membunuh kami semua. Ya begitulah, dan kami melanjutkan perjalanan kami. Dan di sisi tim Raphtfumi, mereka menemukan sebuah karnaval dan akan memasuki Karnaval itu. Bagaimanakah nasib tim Raphtfumi di karnaval itu? Mari kita saksikan di Chapter 28: Singa yang Terbangun!" - Sasori
Yuro: "Heh! Hanya Karnaval Kelinci. Tapi baiklah, mari kita lihat apa saja yang ada di dalam sana"
Dan merekapun memasuki Karnaval itu. Setelah dilihat, Karnaval itu kelihatan sangat bagus dengan adanya banyak tempat permainan, toko makanan, toko suvenir, dan sebagainya. Dan akhirnya, merekapun mencoba apa saja yang ada di sana.
Imu: "Jadi, bagaimana rasa makanan di sini, Yuro?"
Yuro: "Lumayan, rasanya pas, dan sangat cocok bagiku"
Sementara itu, Hakudan mencoba permainan menembak. Dan dia berhasil menembak seluruh bagian target terkecil dengan tepat sasaran dan hanya dalam satu percobaan saja.
Hakudan: "Heh! Permainan ini sungguh terlalu mudah bagiku. Menembak secara tepat sasaran? Aku ahlinya "
Raphtfumi: "Terserah kau saja. Kalau menurutmu itu gampang, ya sudah. Berarti kau butuh tantangan yang lebih menantang"
Hakudan: "Ya begitulah aku, sheriff bayangan di kotaku, jadi aku pastinya harus bisa menembak dengan tepat sasaran. Hehe"
Di sisi Guritchi dan Shin, mereka menemukan tempat di mana ada acara yang sedang berlangsung di Karnaval ini. Sontak, merekapun memanggil yang lainnya untuk melihat acara itu.
Shin: "Hei teman-teman. Sini-sini. Ada acara yang sedang berlangsung nih"
Dan mereka semua melihat acara tersebut. Semua pertunjukan yang ada di acara itu berjalan dengan sangat baik dan lancar. Banyak sekali sulap yang dilakukan di pertunjukan pada acara tersebut. Tapi, itu semua berubah ketika pesulap tersebut mengundang salah satu dari penonton yang hadir di sana.
Pesulap: "Oke selanjutnya saya akan mengundang salah satu dari penonton yang ada di sini. Dan saya akan memilih kelinci yang berwarna jingga itu. Silahkan maju ke panggung, tuan"
Dan kelinci berwarna jingga itupun maju ke depan. Lalu pesulap itu memberikannya kaki kelinci dan membiarkan kelinci tersebut pergi untuk menguji keberuntungannya dengan kaki kelinci pembawa keberuntungan.
Pesulap: "*dalam hati* Heh! Akhirnya, aku bisa melaksanakan pertunjukan yang sesungguhnya! Hehehe!"
Tiba-tiba, ada cincin api yang mengelilingi kelinci ****yang baru saja**** mendapatkan kaki kelinci pembawa keberuntungan itu. Lalu cincin api itu meledak sekaligus membakar kelinci tersebut sampai mati. Seketika, semua penonton kecuali tim Raphtfumi menjadi sangat panik melihat kejadian tersebut dan berlarian keluar dari karnaval itu.
Raphtfumi: "Hei! Ada apa ini?! Kenapa tiba-tiba ada cincin api yang mengelilingi kelinci jingga itu dan membakarnya sampai habis?!"
Guritchi: "Siapa yang akan tahu dan menduga kalau kesialan akan menimpa kelinci itu, Raphtfumi?!"
Di tengah pembicaraan, di saat Imu ingin kabur dari tempat acara itu, tiba-tiba ada banyak ular yang mendatanginya yang berasal dari bawah tanah yang baru saja dia injak. Dan ketika ia mencoba untuk duduk, saat menyentuh bagian dari kursi itu, tiba-tiba ada penyembur api yang menyemburkan api ke arahnya. Untungnya dia berhasil menghindari semburan api itu.
Imu: "Hei, hei, hei! Apa-apaan ini?! Kenapa ada banyak sekali jebakan yang bisa membunuh kita?! Mulai dari ular yang muncul dari bawah tanah dan penyembur api yang dipasang pada kursi"
Rakku: "Bukankah ini yang diinginkan oleh semua orang?! Acara yang menegangkan tapi seru dan sangat menyenangkan, bukankah begitu? Inilah pertunjukan yang sesungguhnya oleh diriku, Rakku, sang pesulap Leporidae yang tak dihargai oleh sesamaku. Inilah dia pertunjukan yang kuinginkan selama hidupku! Karnaval ini, hanya sebagai alat pancing saja! Sehingga aku dapat membunuh para pengunjung di sini! Hahahah *terkena cakaran* Ouch! Cakar siapa itu tadi?!"
Raion: Roar! Hei, kawanku. Seharusnya kau jangan begitu lain kali. Membunuh rasmu untuk menunjukkan kehebatanmu bukanlah hal yang baik kawanku. Dan perkenalkan, namaku Raion, sang Asteriks Leo"
Rakku: "Heh! Asteriks ya?! Kukira hal itu hanyalah mitos belaka, tapi ternyata ras itu benar-benar ada. Heh! Baiklah, waktunya pertunjukan!"
Lalu, Rakku mengeluarkan banyak kartu dari bajunya dan melemparkannya ke arah mereka semua. Tapi kartunya dengan mudah dapat dihindari.
Raion: "Heh! Serangan yang sungguh sangatlah lambat. Bahkan kura-kura bisa menghindarinya"
Rakku: "Mungkin kartu-kartu yang kulempar barusan bisa dihindari, tapi bagaimana dengan keajaiban yang akan terjadi?!"
Seketika, kartu-kartu yang dikeluarkan oleh Rakku berubah menjadi ular-ular yang menyerang Raion. Tapi, ular tersebut langsung mati karena kehabisan darah.
Rakku : "Apa?! Bagaimana bisa, ular-ular yang sangat berbahaya yang berhasil kujinakkan selama 3 tahun, mati karena kehabisan darah"
Akuma: "Heh! Tidak ada setitikpun darah yang tidak bisa kuhisap, kelinci nakal. Dan sekarang, giliranmu untuk kehabisan darah!"
Rakku: Hah! Bagaimana kau akan menghisap darahku, sementara aku sudah tidak memiliki darah?!"
Hakudan: "Hah jadi maksudmu Kau adalah Undead, begitu?"
Rakku: "Undead? Oh tidak, tidak, aku bukan Undead. Tapi aku memang kehabisan seluruh darahku dan masih dapat hidup. Keberuntungan memberkati diriku sehingga masih selamat meski kehilangan seluruh darahku sejak lahir. Aku berusaha menjadi pesulap terhebat sepanjang masa, tapi malah diremehkan dan dianiaya oleh rasku sendiri. Dan sekarang, aku telah membuktikan kehebatanku sebagai seorang pesulap!"
Guritchi: "Kau mungkin sudah membuktikan kehebatanmu sebagai seorang calon pesulap terhebat sepanjang masa, tapi sayang sekali, eksekusi mati dirimu akan dilaksanakan mulai dari sekarang juga. Glitched Time!"
Lalu, waktupun berhenti akibat serangan Guritchi yang bernama "Glitched Time". Kemudian, Guritchi mengeluarkan pedangnya untuk mengeksekusi Rakku. Tapi, ketika ia hendak akan mengeksekusi Rakku, tiba-tiba saja Rakku bergerak di dalam waktu yang terhenti itu dan berhasil menghindari tebasan pedang Guritchi.
Guritchi: "Apa?! Dia bisa bergerak di dalam waktu yang terkena efek Glitched yang juga memengaruhi teman-teman dan musuh-musuh di sekitar?! Tapi, bagaimana mungkin?!"
Rakku: "Ingat ya, keberuntungan dari kaki kelinci akan selalu menyertai diriku! Jadi, jangan berharap aku akan terhentikan!"
Lalu Rakku memunculkan sebuah cincin yang ia bakar, dan kemudian cincin api itu dilempar ke Guritchi yang membuat Guritchi diikat oleh cincin apinya dan Guritchi tidak bisa menyerang balik karena kakinya diikat oleh banyak ular yang membuatnya tak bisa bergerak lalu cincin api itupun meledak. Dan itu membuat Guritchi pingsan sekaligus itu juga membuat waktu kembali berjalan karena efek Glitched yang sudah hilang.
Tagaki: "Hah?! Guritchi?!"
Hakudan: "Heh! Terlalu mudah ya? Baiklah, mari kita lihat seberapa cepat kau akan menghindari serangan terbesarku. Triple Mega Explosive Shot!"
Lalu Hakudan mengubah bentuk senjatanya dari pistol kecil menjadi rocket launcher dan dia menembakkan 3 peluru dari rocket launcher tersebut. Tapi ketiga peluru tersebut masih bisa dihindari oleh Rakku.
Rakku: "Segini sajakah kemampuan menembakmu?!"
Hakudan: "Hah?! Meleset?! Pelurunya saja yang meleset, tapi ledakannya tidak akan meleset, Rakku"
Ternyata 3 peluru yang ditembakkan oleh Hakudan masih tertancap di dekat tanah di mana Rakku berdiri dan kemudian 3 peluru itu meledak dan membuat Rakku terluka.
Rakku: "Begitukah caramu bermain padaku?! Baiklah, Double Fire Ring Pillar!"
Lalu Rakku melempar dua cincin berapi ke arah mereka semua. Dan cincin berapi itu mendarat di tanah mereka berdiri dan kemudian api yang ada di cincin itu semakin membesar hingga terbentuk tiang layaknya letusan gunung berapi yang membuat hampir mereka semua terluka.
Hakudan: "Ouch! Untungnya aku hanya terkena sedikit dari apinya. Dia tidak bisa diremehkan"
Rakku: "Hehehehe! Sekarang siapa yang akan bisa untuk mengalahkan aku, pesulap terhebat sepanjang masa? Ya, tidak ada! Karena aku punya banyak trik untuk selamat dan juga untuk membunuh!"
Raion: "Roar! Ingat kawan, jangan membuat singa terbangun dari tidur nyenyaknya. Dan juga, jangan pernah meremehkan lawanmu. Jadi, waktunya beraksi dengan serius! Leo's Rage!"
Lalu Raion berubah ke wujud singa sempurna dan langsung melompat ke arah Rakku, lalu mencabik-cabik Rakku secara membabi-buta sampai membuat Rakku terluka parah.
Rakku: "Sudah! Ampuni aku! Aku berjanji tidak ada mengulanginya lagi"
Raion: "Hmm...... Baiklah, akan kulepaskan kau untuk kali ini. Tapi jika kau mengulangi hal yang sama, kau tidak akan lepas dari amukanku"
Karasu: "Kau melepaskannya begitu saja?!"
Rakku: "Heh! Kau jangan berpikir aku ini penjahat yang sangatlah keji. Tapi, aku juga bukan pahlawan yang baik hati"
Raion: "Hah?! Apa maksudmu dengan itu?!"
Rakku: "Aku akan kembali. Tapi bukan sebagai kawan ataupun musuh"
Dan Rakku menghilang di hadapan mereka begitu saja.
Raphtfumi: "Jadi, dia akan kembali tapi bukan sebagai musuh ataupun kawan? Apa maksudnya itu semua?!"
Raion: "Ntahlah, bisa saja iya atau bisa saja tidak. Tapi jika aku bertemu dengannya yang sedang melakukan kejahatan, cabikanku tidak akan melepaskannya"
Yuro: "Ya, ya, terserah kau saja Leo. Yuk, kita lanjutkan perjalanan kita"
Dan mereka semuapun meninggalkan karnaval itu begitu saja dan akan melanjutkan perjalanan mereka.
...----------------...
Di sisi tim Shizu, mereka yang sedang berbincang-bincang tentang banyak hal tiba-tiba saja berada di suatu dunia yang berbeda dari planet ini.
Shizu: "Hei, tunggu dulu, rasanya ini dunia yang berbeda sekali"
Sasori: "Sepertinya aku tahu dunia ini, tapi aku juga sedikit lupa"
True Fallen Creator: "Apapun dunia ini, mari kita coba jelajahi"
Bersambung...
Volume 2 Chapter 28 selesai
Selanjutnya di Chapter 29:
Enda: "Jadi, kita bertemu lagi ya, Shizu dan Sasori?!"
Shizu: "Enda?! Apa itu benar kau?!"
Enda: "Aku di sini untuk berburu Ender Dragon supaya aku dapat membuat armor dari kulitnya"
???: "Kalian pikir akan semudah itu untuk memburu naga di sini?! Jangan berharap terlalu banyak, karena aku akan membunuh kalian semua di sini!"