Worlds Of Elements

Worlds Of Elements
Chapter 13: Kebenaran tentang Guritchi dan Masa Lalu Shin



Shin: "Kau tidak akan bisa menaklukkanku, kau itu bukan siapa-siapaku"


Guritchi: "Oh ya?! Kita lihat saja, Ayo kita mulai!"


Shin: "Tch, berani juga kau. Kalau begitu, keluarkan kekuatanmu."


Dan Guritchi dengan Shin pun bertarung.


...----------------...


Sementara itu di tempat Shizu dan Raphtfumi,


Shizu: "Yap, mereka tertipu oleh ilusi kita, sudah kubilang kalau rencanaku akan berhasil Raphtfumi."


Raphtfumi: "Ya, kau benar.. Oh iya ngomong-ngomong, apakah kau bisa menceritakan aku tentang Guritchi dan Shin, Shizu?"


Shizu: "Owh, Dewa pemula Glitch dan Dewi pemula Emosi itu, baiklah aku bisa ceritakan tentang mereka berdua."


Raphtfumi: "Hah? Guritchi adalah salah satu dari Dewa dan Dewi pemula? Hebat juga dia."


Shizu: "Jadi, pada waktu itu,"


...----------------...


Flash back pada saat awal mula bagaimana Guritchi bisa menjadi seorang Dewa Pemula Glitch,


Guritchi sedang berlatih pedang dengan temannya, dan Guritchi pun kalah di latihannya tersebut.


Guritchi: "Heh. Aku kalah lagi ya, tetapi pertarungan itu tadi..... sangatlah luar biasa. aku tidak sabar untuk bertarung denganmu lagi suatu hari nanti."


Teman Guritchi: "Aku juga tidak sabar untuk bertarung denganmu lagi suatu hari nanti. Pertarungan itu tadi benar-benar luar biasa."


Guritchi: "ya, aku akan pulang sekarang, semoga kita bisa bertarung lagi ya, selamat tinggal."


Teman Guritchi: "Selamat tinggal"


Lalu Guritchi pun pulang ke rumahnya dengan cara berjalan kaki, dan di perjalanannya dia bertemu dengan Rai.


Rai: "Halo Guritchi."


Guritchi: "H-Hah?! Siapa kau?! Dan bagaimana kau bisa tau namaku?! Jawablah sebelum aku menyerangmu dengan pedang yang kumiliki ini!"


Rai: "Heh. Seranganmu itu tidak akan mengenaiku, itu hanya akan menembusku."


Lalu Guritchi pun menyerang Rai dengan pedang yang dimilikinya, tetapi serangan itu hanya menembus tubuh Rai saja


Guritchi: "H-Hah?!"


Rai: "Sudah kubilang, seranganmu itu tidak akan bisa mengenaiku, itu hanya akan menembusku. Oh iya, namaku Rai, seorang dewa cahaya."


Guritchi: "D-Dewa?! Hebat juga ya."


Rai: "Kudengar-dengar, kau ingin menjadi seorang samurai yang terhebat. Bagaimana jika kau mengikuti aku ke dunia para Dewa dan Dewi?"


Guritchi: "Aku akan senang jika aku bisa mengikutimu, jadi...Ya."


Rai: "Baiklah kalau begitu, aku akan meneleportasikan dirimu denganku."


Lalu Rai meneleportasikan Guritchi bersama dengannya menuju ke dunia para Dewa dan Dewi.


Guritchi: "Waw! Dunia ini.. sangat menakjubkan."


Rai: "Sudah kuduga, kau pasti akan menyukainya."


Guritchi: "Ya, aku sangat menyukai dunia ini."


Kairi: "Hey Rai, kau membawa siapa lagi kesini?"


Rai: "Namanya Guritchi, aku membawanya ke sini karena dia akan senang jika dia bisa mengikutiku ke dunia ini, jadi kubawa dia kesini agar dia bisa menjadi seorang samurai yang hebat dan kuat."


Kairi: "Kau ini, heh. Ya sudahlah, hai Guritchi, namaku adalah Kairi, seorang Dewi Penghancur. Salam kenal ya."


Guritchi: "E-Eh, ya, salam kenal juga Kairi."


Ender King: "Sepertinya ada pendatang baru yang ingin menjadi dewa."


Guritchi: "Rai, siapa dia, dan kenapa dia bisa berada di sini padahal inikan dunia para Dewa dan Dewi?"


Ender King: "Namaku adalah Ender King. Seorang Dewa Ender, memiliki semua elemen yang ada di dunia ini termasuk api, air, tanah, udara, es, cahaya, alam, dan yang lainnya. Juga adalah seorang Raja Iblis dari salah satu tujuh dosa besar yaitu dosa Kesombongan yang disebut dengan "Pride Ender Demon"."


Kairi: "Lagi-lagi kau menyombongkan diri Ender King."


Ender King: "Itu wajar, karena aku adalah Raja Iblis dengan dosa besar Kesombongan. Oh iya Guritchi, akan kuberikan kau kekuatan, karena namamu Guritchi, maka akan kuberikan kau kekuatan Glitch. Dan juga Guritchi, akan kuberikan kau Power Crystal ini, Power Crystal ini disebut sebagai Topaz Power Crystal, batu ini berguna untuk membuat ilusi, kau ambillah ini."


Guritchi: "Terima kasih Ender King."


Ender King: "Tidak masalah. Aku akan selalu membantu seseorang yang ingin menjadi lebih kuat dan lebih hebat. Itulah aku, Ender King."


Rai: "Ayo, Guritchi! Akan kutunjukkan padamu Dewi Pemula pertama yang ada di dunia ini."


Kemudian Rai membawa Guritchi menuju ke tempat dimana Dewa dan Dewi pemula tinggal.


...----------------...


Shizu: "Dan di saat itulah aku bertemu dengan Guritchi."


Raphtfumi: "Jadi Guritchi bisa memiliki kekuatan karena Ender King? Kukira itu kekuatannya sejak dia lahir."


Shizu: "Kau mau mendengarkanku bercerita bukan? Jadi tutuplah mulutmu sampai aku selesai bercerita."


Raphtfumi: "Ya, ya."


...----------------...


Flash back di saat awal pertemuan Shizu dengan Guritchi


Guritchi: "Jadi ini, tempat aku akan tinggal?"


Rai: "Ya Guritchi. Disinilah kau akan tinggal sekarang."


Shizu: "Ada apa ini? Rai, siapakah orang ini dan kenapa dia berada di dunia kita?"


Rai: "Oh iya, perkenalkan, namanya Guritchi. Dia disini karena aku bertemu dengannya dan aku menawarkan dia tentang apakah dia mau ke dunia ini, dia bilang dia akan senang jika dia bisa mengikutiku, maka aku meneleportasikan dia denganku ke dunia ini. Semoga kau bisa akrab dengannya ya, Shizu."


Shizu: "Ya, ya, apapun itu, salam kenal Guritchi, namaku adalah Shizu, seorang Dewi Pemula Cahaya."


Guritchi: "Ehh, iya, salam kenal juga, Shizu."


Rai: "Baguslah kalau kalian bisa akrab, aku tinggalkan kalian berdua disini ya, bye."


Shizu: "Ya, baiklah, sekarang kita hanya berdua disini, mau latihan?"


Guritchi: "Boleh saja, ayolah."


Dan kemudian Guritchi berlatih dengan Shizu dengan cara bertarung.


Shizu: "Baiklah, kita akan bertarung, peraturannya adalah jika ada dari kita yang berhasil menggores salah satu bagian tubuh kita, baik di luar ataupun di dalam, dia yang menggoresnyalah yang menang."


Guritchi: "Heh! Baiklah kalau begitu, langsung saja."


Shizu: "Heh! Holy Spiritual Light Blade!"


Kemudian Shizu dan Guritchi pun bertarung. Shizu mencoba menyerang Guritchi, tapi serangannya ditahan dengan Glitch Sword milik Guritchi.


Shizu: "Kekuatan Glitch hah? Pasti kau diberikan kekuatan oleh Ender King barusan. Tunggu, kalau begitu bagaimana kau bisa langsung mengerti tentang kekuatan Glitch?"


Guritchi: "Heh! Itu karena aku dapat langsung beradaptasi dengan kekuatan baruku ini! Sekarang ucapkan selamat tinggal pada pedang dan tangan kananmu itu!"


Kemudian Holy Spiritual Light Blade Shizu hilang dari eksistensi secara fisik, psikis, maupun fundamental. Tetapi tangan kanan Shizu yang mana adalah pedang itu sendiri tidak lenyap.


Shizu: "Tidak semudah itu untuk menghapus tanganku dari eksistensi secara apapun itu Guritchi, kau hanya menghapus cahaya pedangnya sehingga aku tidak bisa menyerangmu secara jarak dekat, kalau begitu aku akan menyerangmu secara jarak jauh."


Kemudian Shizu menembakkan 10 hingga 40 Holy Light Laser Blast, tetapi serangannya itu terpantulkan oleh Glitch Mirror milik Guritchi dan serangannya itu menuju ke arah Shizu, tetapi Serangan itu berhasil ditahan dengan Holy Light Barrier Forcefield milik Shizu.


Shizu: *dalam hati* "Syukurnya aku dapat langsung menggunakan Holy Light Barrier Forcefield jika ada sesuatu yang mengancamku. Jadi itu percuma saja untuk dia memantulkan serangan yang kukeluarkan itu."


Guritchi: "Percuma ya? Baiklah kalau begitu! Rasakanlah tebasan pedangku ini!"


Kemudian Guritchi mencoba untuk menebas tubuh Shizu dengan Glitch Sword yang dimilikinya dan tebasan itu bernama "Glitch Dimensional Slash". Kemudian Holy Light Barrier Forcefield milik Shizu langsung aktif karena tebasan yang akan mendekatinya itu, Tetapi Holy Light Barrier Forcefield itu pecah dan tebasan itu mengenai Shizu, meski tebasan itu tidak melukai tubuh luar Shizu, tetapi tebasan itu melukai organ dalam Shizu dan tebasan itu juga membelah dimensi.


Shizu: *Hela napas 3 kali* "Kubilang menggores, bukan menghancurkan Guritchi *melihat ke belakang* tunggu, dimensinya terbelah?! Kau cepat sekali mengembangkan dirimu dengan kekuatanmu itu."


Guritchi: "Tentu saja. perkembanganku itu pada kecepatan yang jauh lebih cepat daripada yang bisa dilakukan oleh orang biasa Shizu. Mulai sekarang kita berteman ya, Shizu."


Shizu: "Berteman? Di masa kecilku, tidak ada yang mau berteman denganku, mereka semua mengabaikanku, bahkan ada yang mengejek dan merundungku, kau...serius ingin berteman denganku?"


Guritchi: "Untuk apa aku berbohong?! Dari sifatmu itu yang berdarah dingin itu saja aku sudah tau bagaimana kira-kira masa kecilmu itu. Sudah pasti aku bersungguh-sungguh untuk berteman denganmu. Agar kau tidak merasa kesepian lagi. Agar kau merasa lebih baik juga tentunya karena kau memiliki aku, sebagai temanmu, Shizu. Jadi maukah kau berteman denganku?"


Shizu: "Terima kasih, Guritchi. Kau sudah membuat perasaanku menjadi lebih baik, maka, ya, aku ingin kau menjadi temanku."


Guritchi: "Senang rasanya bisa membuatmu tersenyum, Shizu."


...----------------...


Shizu: "Dan sejak itulah, aku berteman dengan Guritchi. Dia menutupi semua kegelapanku, dialah juga yang membuat perasaanku menjadi lebih baik."


Raphtfumi: "Jadi begitu, cerita ketika awal mula bagaimana Guritchi bisa menjadi Dewa Pemula Glitch dan bagaimana dia bisa bertemu denganmu. Oh iya, kau boleh melanjutkan ceritanya, tentang bagaimana awal mula Shin menjadi Dewi Pemula Emosi, dan bagaimana dia bisa sangat akrab denganmu dan Guritchi, aku penasaran sekali dengan itu."


...----------------...


Flash back di saat Shin masih kecil. Umurnya di saat itu adalah 9 tahun.


Kakek Shin: Cu, kau harus pergi meninggalkan kakek uhuk uhuk . Di tempat ini ada banyak sekali penjahat-penjahat. Jadi lebih baik kau pergi saja cu uhuk uhuk.


Shin: "tapi, aku tidak mungkin meninggalkan kakek disini sendirian saja. Aku tidak mau kakek pergi seperti ayah dan ibuku. Jadi lebih baik aku disini saja menjaga kakek agar kakek tidak pergi."


Kakek Shin: "Itu memang sudah takdirnya cu uhuk uhuk. Kakek tidak apa-apa pergi ke atas sana cu. Lagipula kakek juga sudah tua uhuk uhuk. Jadi tidak apa tidak kakek pergi cu."


Shin: "Tidak! Aku akan tetap disini untuk bersamamu kakek. Aku tetap saja tidak mau meninggalkan kakek pergi begitu saja tanpa aku melihatmu untuk yang ke terakhir kalinya kek. Jadi lebih baik aku disini saja, sampai aku dapat melihat kakek untuk yang terakhir kalinya."


Kakek Shin: "Kalau begitu, maafkan kakek ya cu. Kakek akan membuatmu pergi dari sini. Kau tidak seharusnya di dunia ini. Dunia ini terlalu berbahaya bagimu untuk ditinggali. Maka kuhapus ingatanmu dan lalu meneleportasikan dirimu ke dunia lain Shin. Maafkan kakek, tapi ini terpaksa demi keamanan, ketentraman dan kedamaianmu cu."


Lalu kakek Shin menghapus ingatan dari Shin dan meneleportasikan Shin ke dunia lain yang lebih aman, damai dan tentram. Dan ternyata teleportasi dari kakek Shin itu membawa Shin ke planet bumi.


...----------------...


Shizu: "Dan dari sanalah, pertemuan Shin dengan Guritchi dimulai."


Raphtfumi: "Tunggu. Mereka bertemu dan mulai berteman dari kecil?! Kukira mereka bertemu dan mulai berteman di saat mereka menjadi Dewa dan Dewi pemula. Eh tunggu dulu. Kalau begitu..... Kenapa Shin bertarung dengan Guritchi?! Bukannya mereka berdua teman yang sangat dekat?!"


Shizu: "Ya, tapi ingatan Shin tentang dia dan Guritchi sudah dihapus oleh kakakku."


Raphtfumi: "Kakakmu?! Siapa namanya? Dan kenapa dia malah menghapus ingatan dari Shin?!'


Shizu: "Namanya adalah Rai. Dan dia adalah orang yang sama dengan pria misterius yang memberikan kekuatan magma kepada Yuro. Dan soal kenapa dia menghapus ingatan Shin... Mungkin akan kubilang setelah kita sampai di permasalahan Guritchi yang harus ke Multiverse ini. Baiklah, akan ku lanjutkan ceritanya."


...----------------...


Flash back di saat Shin di bumi. Ini adalah Bumi yang ada di Multiverse-69.


Shin: "Hah? Di mana ini? Apa yang terjadi? Oh iya, kakekku mencoba menghapus ingatanku dan juga meneleportasikan aku untuk ke dunia yang aman, tentram dan damai. Syukurnya ingatanku tidak bisa dihapus oleh siapapun itu. Dan sepertinya ini tempat yang kakekku maksud itu. Baiklah ayo kita berkeliling di dunia ini."


Kemudian Shin melihat-lihat bagaimana keadaan di Bumi ini. Tapi ketika dia berkeliling, dia bertemu dengan monster bermata satu, yang disebut orang-orang di bumi itu sebagai makhluk dari grup iluminati yaitu cyclops. Dan kemudian Shin pun lari lalu cyclops itu berusaha mengejarnya. Kemudian setelah kejar-kejaran yang cukup lama itu, Shin terpojok karena tidak ada jalan kabur.


Shin: "Sialan! Jalan buntu. Apakah aku akan mati di umurku yang masih muda ini?!"


Kemudian ketika monster itu hendak mau memakan Shin, tiba-tiba ada seseorang yang menebas tubuhnya itu.


Guritchi: "Menjauhlah dari gadis itu dasar iluminati. *melempar sebuah daging* Ini daging untukmu, lebih baik kau pergi dan membawa daging ini untuk kau makan daripada kau memakan gadis itu. Atau aku akan menebasmu sampai mati."


Cyclops: "Rrrrrrr, Rargh.......!"


Kemudian Cyclops itu marah dan mau menyerang Guritchi. Dan kemudian Guritchi menebas monster itu sampai mati.


Guritchi: "Sudah kubilang, lebih baik kau pergi dan membawa daging yang kuberikan. Inilah akibatnya."


Lalu Guritchi pun menghampiri Shin.


Guritchi: "Kau tidak apa-apa kan?"


Shin: "Iya, terima kasih ya. Oh iya ngomong-ngomong, siapa namamu? Dan kenapa kau mau menyelamatkan aku dari monster itu?"


Guritchi: "Sudah menjadi tugasku sebagai anak samurai untuk melindungi orang-orang dan membantu mereka yang kesusahan. Oh iya, namaku adalah Guritchi. Meski aku masih berumur 9 tahun, karena darah keturunan ayahku yang adalah seorang samurai yang tak terkalahkan, aku juga dapat langsung menggunakan pedang dengan benar."


Shin: "Kau hebat juga ya. Namaku Shin. Oh iya, maukah kau berteman denganku?"


Guritchi: "Tentu saja aku mau. Aku selalu terkurung di rumahku seperti aku berada di penjara saja. Mempunyai teman akan membuat latihanku lebih mudah."


...----------------...


Shizu: "Dan sejak dari situlah Guritchi dan Shin berteman."


Raphtfumi: "Pertemuan antara mereka berdua berbeda dari yang lain ya. Mereka bertemu karena satu monster saja. Hehehe."


Shizu: "Dan jika kau bertanya tentang bagaimana aku tau tentang cerita mereka itu, itu karena aku sudah ada sebelum kalian semua lahir."


Raphtfumi: "Tunggu dulu, itu berarti umurmu itu sudah mencapai......"


Shizu: "Ya tepat sekali, umurku sudah mencapai ratusan tahun. Aku berusia 127 tahun. Oh iya, mari kita kembali ke ceritanya."


...----------------...


Dan sejak pertemuan Shin dengan Guritchi, mereka selalu bersama. Mereka itu sangat akrab sekali, bahkan mereka seperti memiliki hubungan darah. Dan juga Guritchi sering sekali bahkan selalu mengajak Shin untuk membantunya berlatih agar Guritchi dapat menjadi seorang samurai yang hebat dan tak terkalahkan. Pada waktu itu, Guritchi berlatih dengan Shin dan Guritchi kalah.


Guritchi: "Heh. Aku kalah lagi ya, tetapi pertarungan itu tadi..... sangatlah luar biasa. aku tidak sabar untuk bertarung denganmu lagi suatu hari nanti."


Shin: "Aku juga tidak sabar untuk bertarung denganmu lagi suatu hari nanti. Pertarungan itu tadi benar-benar luar biasa."


Guritchi: "ya, aku akan pulang sekarang, semoga kita bisa bertarung lagi ya, selamat tinggal."


Shin: "Selamat tinggal."


3 hari telah berlalu. Semenjak hari itu, Shin tidak pernah melihat Guritchi selama 3 hari ini.


Shin: "Sudah 3 hari, dan aku tidak pernah melihat Guritchi lagi. Di manakah dia? Kalau begini lebih baik aku pulang saja."


Dan di dalam perjalanan pulang Shin, dia bertemu dengan Kairi


Kairi: "Hai nak. Sepertinya kau terlihat tersesat. Mungkin aku bisa membantumu."


Shin: "Hah? Siapa kau?"


Kairi: "Namaku adalah Kairi. Seorang Dewi Penghancur. Oh iya, apakah kau merindukan temanmu? Sepertinya aku tau di mana dia. Tapi kau hanya dapat bertemu dengannya dia jika kau adalah seorang Dewi Pemula. Jadi, apakah kau mau menjadi seorang Dewi Pemula?"


Shin: "Demi Guritchi, aku rela melakukan apapun. Jadi, ya, aku mau."


Kairi: "Baiklah kalau begitu. Aku akan meneleportasikan dirimu denganku menuju ke dunia para Dewa dan Dewi."


Lalu Kairi meneleportasikan dirinya dengan Shin ke dunia para Dewa dan Dewi.


Kairi: "Rai, aku sudah membawanya kesini. Mungkin kau bisa mengantarkan dia ke tempat di mana Guritchi berada. Dan sebelum itu, Shin, bawalah Power Crystal ini selalu bersamamu. Ini adalah Pink Quartz Power Crystal, yang mana dapat memberikanmu kekuatan emosi."


Shin: "E-Eh, terima kasih ya, Dewi Kairi."


Kairi: "Bukan masalah. Aku akan meninggalkanmu ya sekarang, bye."


Shin: "Bye. Jadi sekarang, aku harus ke mana?"


Rai: "Kemarilah, akan kuantarkan kau kepada Guritchi. Semoga kau bisa akrab dengan satu orang lagi di sana."


Lalu Rai membawa Shin ke tempat para Dewa dan Dewi pemula.


Rai: "Ini tempatnya. Aku akan tinggalkan kau di sini. Semoga kau bisa akrab dengan Shizu."


Lalu Rai pergi meninggalkan Shin di tempat para Dewa dan Dewi pemula.


Shin: "Sampai jumpa Dewa Rai!"


Guritchi: "Jadi kau juga dibawa ke sini ya, Shin."


Shin: "Ya! Apapun itu agar aku dapat bertemu kembali denganmu."


Shizu: "Jadi, inikah temanmu Guritchi?"


Guritchi: "Oh iya, Shin perkenalkan, ini Shizu. Shizu, ini Shin."


Shin: "Salam kenal ya, Shizu. Teman Guritchi juga adalah temanku."


Shizu: "Kau, ingin berteman denganku?"


Shin: "Tentu saja. Aku tau disaat masa lalumu pasti kau sering dihiraukan hanya dengan melihat perasaanmu yang berdarah dingin itu."


Shizu: "E-Eh, terima kasih ya. Kau membuat perasaanku menjadi lebih baik."


Dan setelah Shin bertemu kembali dengan Guritchi dan juga bertemu dengan Shizu. Dia sering sekali latihan dengan mereka berdua. Dia menjadi akrab dengan Shizu.


...----------------...


Shizu: "Dia sangat akrab dengan Guritchi, dia juga adalah seseorang yang membuat diriku menjadi lebih baik selain Guritchi, tetapi ada satu hal yang membuatnya dengan Guritchi terpisah."


Raphtfumi: "Ya, ya! Aku tau itu karena kau mengatakannya beberapa menit yang lalu. Jadi apa masalahnya sampai-sampai kakakmu itu harus menghapus ingatan Shin?"


Shizu: "Itu karena, pada 4 tahun yang lalu, banyak sekali penjahat-penjahat yang ada di Multiverse-196, atau bisa kusebut sebagai Multiverse di mana kau tinggal. Banyaknya penjahat itu membuat Multiverse kalian menjadi tidak seimbang. Sehingga dalam keadaan terpaksa itu, Kakakku, alias Rai, harus menghapus ingatan dari Shin agar Shin tidak akan merindukan Guritchi. Dan Rai mengirimkan Guritchi ke Multiverse ini agar kejahatan-kejahatan itu musnah dan agar Multiverse ini kembali seimbang. Dan supaya Guritchi tidak mengurus Multiverse ini sendirian, akhirnya Rai, Kairi dan Ender King mengumpulkan Soul Buster Squad. Itulah bagaimana kau bisa diberikan kekuatan, dan kau diberikan kekuatan oleh Dewi Penghancur, yaitu Kairi."


Raphtfumi: "Owh, jadi karena Multiverse ini tidak seimbang ternyata, Eh tunggu dulu. Jadi, kau selama ini sudah tau kalau aku akan diberikan kekuatan oleh seorang Dewi, dan namanya adalah Kairi?"


Shizu: "Begitulah,"


Bersambung


Volume 1 Chapter 13 part 2/2 selesai


Selanjutnya di Chapter 14:


Guritchi: "Heh! Kau sudah terjebak dalam ilusiku Shin!"


Guritchi: "Aku tau! Aku tau dan yakin kalau kau akan bisa mengingat masa lalu kita! Masa-masa yang indah itu!"


Shin: "Guritchi?! Apa yang terjadi?!"


Shizu: "Aku juga ingin memberitahumu sesuatu yang penting Raphtfumi. Sebenarnya orang tuamu itu tiada karena....."