Worlds Of Elements

Worlds Of Elements
Chapter 18: Peledak dan Penghapus



Guritchi: "Baiklah, kembali ke topik. Ayo, kita selidiki tempat ini"


Shin: "Baiklah"


Dan kemudian Guritchi dan Shin pun menyelidiki daerah pertambangan tersebut dan setelah dilihat-lihat oleh mereka, ternyata ada banyak sekali ranjau di daerah pertambangan tersebut.


Shin: "Setelah kulihat-lihat, ada banyak sekali ranjau di sekitar sini"


Guritchi: "Begitu ya? Baiklah. Kita harus berhati-hati karena kita bisa saja menginjak ranjau yang ada di sekitar sini"


Shin: "Eh.. Hehe. Dan kau baru saja menginjak salah satu dari ranjau tersebut"


Guritchi: "Hah?! *melihat ke bawah* *ranjau meledak* *terpental akibat ledakan ranjau tersebut* Ranjau sialan. Eh tunggu dulu *melihat tangannya* cairan asam?! Ranjau yang meledak tadi berisikan cairan asam?! Ini pertama kalinya ranjau meledakkan cairan asam"


Shin: "Unik sekali. Biasanya ranjau hanya menghasilkan ledakan seperti bom pada umumnya saja"


Dan tiba-tiba muncul seseorang yang entah darimana.


???: "Tentu saja. Aku ini suka bereksperimen menghasilkan hal-hal baru selain hanya ledakan biasa saja"


Shin: "Kau itu kreatif sekali ya. Eh tunggu dulu, kau yang membuat semua ranjau ini?!"


???: "Benar sekali"


Guritchi: "*Berdiri sambil merapikan bajunya* Owh, Jadi kau ******* yang dimaksud oleh orang-orang di daerah pertambangan ini ya? Sekarang siapa namamu? Dan kenapa kau suka sekali meledakkan sesuatu di sini?!"


Hakudan: "Woah, tenanglah kawan. Namaku Hakudan, sang ahli bom. aku suka sekali meledakkan sesuatu di sini karena aku ingin mengetes bom-bom yang kukembangkan. Oh iya, seperti kau harus hati-hati karena kau sudah menginjak ranjau yang kubuat"


Guritchi: "Lagi?! *melihat ke bawah* *ranjau meledak* *terpental akibat ledakan ranjau tersebut* Sialan kau, Hakudan!"


Hakudan: "Ya maaf, aku tidak tau kau akan menginjak ranjau racun itu"


Guritchi: "Syukurnya aku kebal racun, jadi ranjaumu tidak mempan"


Hakudan: "Baguslah. Ya, seandainya saja ada tempat baru, maka aku akan membahayakan warga di sekitar sini dengan ranjau-ranjauku"


Shin: "Tentu saja ada. Tapi, kau hanya akan menemukannya jika kau menjadi rekan kami"


Hakudan: "Kalau begitu, aku akan menjadi rekan kalian"


Guritchi: "Ya, baguslah kalau begitu. Ayo, kita lanjutkan perjalanan kita, Shin. Kau juga Hakudan"


Hakudan: "Baiklah"


Shin: "Heh. Akhirnya rekan baru"


Dan Guritchi dan Shin pun melanjutkan perjalanan mereka dan kali ini, Hakudan, ikut bersama mereka. Tapi, di tengah perjalanan mereka, ada seorang pencuri jalanan yang menghadang mereka.


Pencuri: "Hehehe. Kalian tidak akan kubiarkan lewat begitu saja. Sekarang serahkan seluruh harta kalian!"


Hakudan: "Lucu sekali. Kar'na kau akan mati di sini sebelum kau mencuri barang-barang kami. Rasakanlah, *mengeluarkan pistol yang dimilikinya* Explosion Shot!"


Lalu Hakudan dengan segera menembakkan pistolnya ke arah si pencuri dan ternyata pistol tersebut menembus tubuh luar dari si pencuri dan masuk ke dalam tubuh si pencuri tanpa menimbulkan rasa sakit kepada di pencuri.


Pencuri: "Hah?! Ternyata peluru itu tidak menyakitimu sama sekali. Sekarang, matilah kalian semua!"


Hakudan: "Oh ya?! Tapi kau akan meledak sekarang"


Pencuri: "Hah?! Apa maksudmu?! Tidak mungkin aku akan meledak. Tunggu, kenapa tubuhku rasanya aneh? Atau jangan-jangan?! *meledak*"


Dan pencuri tersebut meledak dan tak menyisakan sedikitpun bagian tubuhnya.


Hakudan: "Heh! Ternyata itu lebih mudah daripada yang kubayangkan. Hahahaha"


Guritchi: "Mengubah sesuatu menjadi bom. Jadi itu kekuatanmu ya, Hakudan?"


Hakudan: "Ya, itulah kekuatanku. Yaitu kekuatan bom. Dan dengan kekuatan ini, aku bisa mengubah sesuatu menjadi bom. Bahkan serangan apapun bisa kuubah menjadi bom, jika aku masih bisa menahan dan menangkapnya. Dan juga, aku menyalurkan kekuatan itu ke peluru yang kugunakan untuk pistolku. Peluruku juga dapat masuk menembus bagian luar tubuh makhluk hidup dan ketika sudah berada di dalam tubuh, maka itu mengubah seluruh organ-organnya menjadi bom yang kemudian akan meledak dalam hitungan detik"


Shin: "Kekuatan yang tidak pernah kulihat sebelumnya, tapi kekuatan itu berguna juga. Itu akan sangat berguna ketika melawan makhluk hidup yang memiliki tubuh fisik yang sangat kuat"


Hakudan: "Terima kasih"


True Fallen Creator: "Heh! Memang itu bisa jadi berguna. Tapi kebanyakan juga memiliki ledakan dari serangan mereka sendiri"


Guritchi: "Untuk ke sekian kalinya, True Fallen Creator. Jangan seenaknya merasukiku! Berapa kali aku harus bilang itu kepada kau?!"


Hakudan: "Kau kelihatan seperti orang gila saja. Ngomong-ngomong, siapa sih True Fallen Creator itu?"


Guritchi: "Aku tidak gila! Hanya saja dia merasukiku tadi sebelum aku menjelajahi alam semesta ini. Seenaknya saja"


True Fallen Creator: "Baiklah. Aku tidak akan merasukimu lagi. Waktunya berpisah"


Guritchi: "Sungguh?!"


True Fallen Creator: "Hahahaha. Mau sekali tertipu oleh diriku, Guritchi"


Guritchi: "Dasar kau, True Fallen Creator!"


Shin: "Sudah. Tenanglah Guritchi-kun. Jangan marah-marah"


Guritchi: "Baiklah, Shin. Tapi jangan panggil aku dengan kata-kata itu"


Shin: "Baiklah, aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan itu kok, Guritchi-kun"


Guritchi: "Sepertinya Yuro dan Imu benar juga. Kami memang cocok sebagai pasangan"


Hakudan: "Aww.. kalian berdua itu sangat romantis"


Shin: "Terima kasih, Hakudan"


Guritchi: "Sudah. Ayo kita lanjutkan perjalanan kita saja"


Hakudan: "Baiklah"


Shin: "Baiklah, Guritchi-kun"


Dan kemudian merekapun melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba-tiba saja mereka bertemu dengan seseorang.


Tagaki: "Enak saja kalian melewati daerahku. Lebih baik kalian pergi sebelum kuhapus keberadaanmu"


Tagaki: "Heh! Baiklah, Namaku Tagaki. Ok baiklah sampai di mana kita tadi, oh iya, Erasure!"


Shin: "Hah? Apa?! Kenapa tubuhku mulai menghilang?!"


Dan Shin terhapus secara fisik dan psikis karena kekuatan menghapus objek Tagaki dan itu memancing emosi Guritchi keluar.


Guritchi: "Dasar, Tagaki!"


Hakudan: "Heh! Memang simp, hehehehe"


Lalu Guritchi langsung menyerang Tagaki dengan Glitch Sword-nya, Tagaki berusaha menahan serangan dari Glitch Sword dengan Invisible Barrier yang langsung aktif ketika Tagaki hendak diserang, tapi Invisible Barrier tersebut dihancurkan dengan mudah oleh Glitch Sword milik Guritchi.


Guritchi: "Kau kira dengan penghalang tak terlihat yang bisa kulihat itu akan menahan serangan Glitch Sword-ku?! Kembalikan Shin! Atau kau akan akan mati di sini!"


Tagaki: "Kekuatanku itu untuk menghapus, bukan menciptakan! Mungkin dia sudah benar-benar tidak ada secara apapun. Oh iya, kau yang akan mati di sini! Sekarang rasakanlah Erasure Desert Eagle-ku!"


Dan terjadilah pertarungan yang bisa jadi sangat sengit bagi Tagaki dan Guritchi. Tagaki langsung mengeluarkan serangannya yang berasal dari Erasure Desert Eagle-nya (pistol (bagi yang belum tau)). Tapi serangan itu dengan mudahnya ditangkis oleh Glitch Sword milik Guritchi. Seluruh peluru dari tembakan yang dihasilkan oleh Erasure Desert Eagle Tagaki dengan sangat mudah ditangkis oleh Guritchi.


Tagaki: "Tidak! Tidak bisa begini terus. Bahkan jika aku menggunakan Conceptual Machine Gun, itu sama aja! Armory Fusion! All Weapon plus Armor!"


Lalu akhirnya Tagaki menggabungkan Erasure Armornya dengan senjata yang dia miliki, Erasure Desert Eagle dan Conceptual Machine Gun. Dan kemudian memakai armor tersebut kepadanya.


Tagaki: "Dengan begini, aku akan lebih mudah menyerangmu. Sekarang, ayo kita lanjutkan pertarungan kita!"


Guritchi: "Baiklah! Matilah kau, Tagaki!"


Lalu mereka melanjutkan pertarungan mereka, bahkan mereka sampai melewati waktu dari masa kini ke masa lalu, masa lalu ke masa depan dan masa depan ke masa kini. Tagaki menembakkan banyak sekali peluru dari kedua senjatanya itu, dan peluru itu berhasil mengenai Guritchi dan menghapus beberapa bagian tubuh Guritchi.


Guritchi: "Menghapus sesuatu dan hanya menyisakan konsepnya yang independen itu saja meski sudah berusaha dihancurkan ya? Memang kekuatan yang hebat. Tapi tetap saja, kau akan mati! Rasakanlah serangan Ultimateku! Glitch Data Destruction Slash!"


Tagaki: "Heh! Kau yang akan merasakan serangan Ultimateku! Rasakanlah, Conceptual Erasure Beam!"


Dan terjadilah tabrakan antara tebasan pedang dari serangan Ultimate Guritchi yang bernama "Glitch Data Destruction Slash" dengan Tembakan dari serangan Ultimate Tagaki yang bernama "Conceptual Erasure Beam" dan tabrakan tersebut perlahan-lahan menghapus data dan informasi penyusun alam semesta yang ada bahkan hingga ke aspek fundamental dan juga menghapus keberadaan seluruh alam semesta di masa lalu yang hanya menyisakan konsepnya yang independen itu saja. Bahkan juga menghasilkan retakan dimensi di seluruh alam semesta yang ada.


Hakudan: "Ah.. Aku suka bersantai. Eh tunggu dulu, retakan dimensi?! Ada apa ini?! Kenapa setelah ku analisis data dan informasi seluruh alam semesta, informasinya alam perlahan-lahan mulai menghilang, data-datanya juga ikut hilang, dan aku tidak bisa pergi ke masa lalu. Bagaimana ini terjadi?! Atau jangan-jangan, ini karena tabrakan antar serangan Ultimate mereka berdua?! Kalau begitu, sebelum seluruh informasi dan data-data seluruh alam semesta menghilang, dan sebelum masa lalu hilang dari keberadaan dan hanya menyisakan konsepnya yang independen itu saja selamanya, akan kuubah takdir ini!"


Lalu Hakudan-pun menghampiri Tagaki dan Guritchi yang masih berada serangan Ultimate mereka dan memberitahu mereka untuk berhenti.


Hakudan: "Kalian berdua! Tolong berhenti! Hentikan tabrakan serangan Ultimate kalian berdua ini sebelum seluruh alam semesta hancur!"


Dan ketika Hakudan hendak menghampiri mereka untuk menghentikan serangan Ultimate mereka, Hakudan terkena sebagian kecil serangan Ultimate mereka berdua yang membuat salah satu serangan Hakudan aktif dan meledakkan seluruh alam semesta yang ada dan tiba-tiba seluruh alam semesta kembali ada beserta seluruh informasi dan data-datanya dan masa lalu kembali ada dan Shin kembali hidup bahkan seluruh retakan dimensi yang ditimbulkan oleh serangan Ultimate Tagaki dan Guritchi sudah menghilang.


Shin: "Hah? Aku, hidup kembali? Guritchi-kun? Tagaki? Apa yang sebenarnya terjadi barusan?"


Tagaki: "Aku bahkan tidak tau apa yang terjadi"


Guritchi: "Aku juga"


Lalu datanglah Hakudan menghampiri mereka bertiga dengan rasa marah kepada Guritchi dan Tagaki dan langsung mendekati mereka berdua.


Hakudan: "Kenapa kalian berdua ini sangat susah untuk diajak bekerja sama?! Gara-gara kalian seluruh alam semesta hampir hancur. Syukur aku terkena sebagian dari serangan kalian yang membuatku bisa mengubah takdir seluruh alam semesta ini, kalau tidak aku harus bagaimana lagi?"


Guritchi: "Maaf, Hakudan. Aku terbawa emosi tadi dengannya kar'na dia menghapus keberadaan Shin"


Tagaki: "Ya. Dan aku juga minta maaf, Guritchi. Kar'na aku menghapus keberadaan Shin, kau jadi marah dan seluruh alam semesta hampir hancur hanya kar'na hal itu"


Hakudan: "Baguslah. Oh iya Tagaki, bagaimana jika kau menjadi rekan kami saja?"


Tagaki: "Sungguh? Setelah apa yang kulakukan pada kalian?"


Guritchi: "Aku setuju dengan Hakudan"


Shin: "Aku juga"


Tagaki: "Kalau begitu, tawaranmu kuterima. Aku akan menjadi rekan kalian. Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?"


Shin: "Ayo, kita lanjutkan perjalanan kita, Guritchi-kun, Hakudan-san, dan Tagaki-san!"


Guritchi: "Lagi-lagi. Ayolah!"


Hakudan: "Baiklah"


Dan akhirnya Shin, Guritchi, Hakudan, dan rekan baru mereka, Tagaki, melanjutkan perjalanan mereka.


...----------------...


Sementara itu di sisi Yuro, Imu, dan Raphtfumi, di tengah perjalanan mereka. Mereka menemukan sebuah labirin.


Yuro: "Labirin? Aku penasaran dengan sesuatu di balik labirin ini. Ayo, kita selidiki labirin ini, Raphtfumi, Imu"


Imu: "Heh! Ayolah kalau begitu!"


Raphtfumi: "Ya, tapi kita harus berhati-hati. Siapa sangka mungkin ada monster atau semacamnya"


Yuro: "Tenanglah, Raphtfumi. Pasti labirin ini aman"


Kemudian, merekapun memasuki labirin itu.


Bersambung...


Volume 2 Chapter 18 selesai


Selanjutnya di Chapter 19:


???: "Kalian memang tidak pantas untuk mendapatkan kekuatan-kekuatan yang kalian miliki!"


Raphtfumi: "Memangnya kau siapa? Tampaknya seperti seorang pengguna kekuatan ruang"


Heya: "Bingo! Namaku adalah Heya, seorang pengguna kekuatan ruang dari diriku sendiri dan dari kristal biru ini"


Raphtfumi: "Apa? Apakah itu, Sapphire Power Crystal?!"


Heya: "Kalian baru melewati rintangan pertama saja, sekarang masuklah ke rintangan kedua. Haunted House!"


Raphtfumi: "Rargh..... Matilah kau, Heya! Full Blood Tempest Moon Final Slash and Strike!"