Worlds Of Elements

Worlds Of Elements
Chapter 26: Ditakdirkan untuk Ada



"Sebelumnya, Aku dan Adikku, Akuma, berada di Laboratorium seorang profesor gila. Profesor itu bernama Heya. Aku dan Akuma berusaha keras dalam membunuh dia agar kami bisa memusnahkan laboratoriumnya. Di awal, dia tampak kewalahan dalam berusaha menyerang kami karena adanya perlindungan dari Game Power: Aegis dan efek freeze-ku. Tapi, pada akhirnya dia mulai harus kita waspadai, dan caraku mewaspadainya adalah dengan menggunakan dua dari empat senjataku, yaitu Kikan dan Sogeki. Untungnya dia terlalu mudah untuk terkena tembakanku. Di tengah pertarungan, seluruh anggota tim Gai-pun mendatangi kami yang membuat Heya menjadi sangat kewalahan karena Rantai dan Pisau yang terbuat dari portal milik Gai, Efek "Emotion Petrify" Shin, Conceptual Blast dari Conceptual Machine Gun Tagaki, dan juga efek Glitched dari Guritchi. Dan juga, Akuma berhasil menyerangnya hingga membuatnya terluka parah. Dan di saat Heya hendak akan mengeluarkan sebuah serangan, tiba-tiba saja ada orang yang muncul lalu menusuknya. Dan ternyata, orang itu adalah temanku, Enda. Setelah dia membunuh Heya, dia berkata kalau aku akan bertemu kembali dengannya suatu saat nanti, lalu diapun pergi. Setelah itu, Tagaki-pun langsung menghapus keberadaan laboratorium itu dan Gai membawa kami ke tempat lain. Dan inilah dia, Chapter 26: Ditakdirkan untuk Ada" - Emma


Raphtfumi: "Apa kau yakin ini tempatnya, Pak?"


Karasu: "Dulu, aku pernah ke sini saat aku masih muda. Dan waktu itu, aku melihat, sebuah ramuan yang jika dituangkan ke tubuh sebuah mayat, mayat itu akan hidup kembali. Ayo, kita ambil ramuan itu"


Dan merekapun masuk ke dalam gua tersebut


...----------------...


Sementara itu, di tempat Era. Era sangat kesal, bahkan dia sampai memukul mejanya


Era: "Dasar! Ternyata Akuma hanyalah mata-mata. Sudahlah begitu, dia bahkan membunuh Chunshin dan Heya. Rencananya akan gagal jika dia terus membunuh penjahat yang ada di seluruh alam semesta. Bagaimana ini?!"


???: "Heh! Kenapa kau tidak memancingnya secara perlahan untuk membuat dia menjadi penjahat lagi?"


Era: "Itu sebenarnya ide yang bagus. Eh tunggu dulu, siapa di sana?!"


???: "Aku adalah Ratu Iblis Hawa Nafsu"


Era: "Tunggu dulu, jadi kau adalah Yuko?"


Yuko: "Tepat sekali. Dan aku, bisa menjadi asistenmu untuk membujuknya kembali menjadi penjahat"


Era: "Baiklah kalau begitu. Datangi dia, bujuk dia, lalu kembali bersama dengannya!"


Yuko: "Baiklah!"


Dan Yuko-pun pergi ke tempat Akuma berada. Dan di sisi lain, di tim Raphtfumi, setelah mereka memasuki gua tersebut, Hakudan tidak sengaja menginjak salah satu dari jebakan di tempat tersebut dan membuat banyak panah keluar dari gua tersebut.


Hakudan: "Hei tunggu dulu, apa-apaan ini?! Kenapa kita dihujani oleh banyak panah?!"


Karasu: "Hati-hati! Di sini, ada banyak jebakan yang tak terduga arahnya!"


Imu: "Tenanglah, aku bisa mengatasi ini. Hanya dengan patahan kristal"


Dan Imu melemparkan patahan kristal, dan patahan kristal itupun membentuk sebuah lingkaran perisai yang mengelilingi dan melindungi mereka dari hujan panah tersebut.


Imu: "Terlalu mudah untuk ditahan. Ayolah, kita lanjutkan mencari ramuan itu"


Dan merekapun melanjutkan pencarian ramuan penghidup kembali itu. Dan di sisi lain, tiba-tiba muncul sebuah portal yang berputar. Setelah itu portal itupun berhenti berputar dan memunculkan Gai dan kawan-kawan.


Shin: "Ok baiklah. Jadi sekarang kita di mana ya?"


Gai: "Kagayaku dōkutsu (Shining Cave), gua yang memiliki banyak jebakan. Tapi di balik banyaknya jebakan itu, ada sebuah ramuan. Dan ramuan itu disebut dengan "Fukkatsu no pōshon (Potion of Resurrection)" yang mampu menghidupkan kembali makhluk hidup yang sudah mati dengan cara dituangkan ke kepala mereka. Ayo, kita masuk ke dalam gua ini"


Dan merekapun masuk ke dalam gua itu. Mereka menghindari jebakan pertama dengan baik. Di sisi lain, Tim Raphtfumi berhasil melewati semua jebakan dengan adanya lingkaran perisai milik Imu. Dan sampailah mereka di bagian akhir untuk mendapatkan "Fukkatsu no pōshon", yaitu dengan melewati pijakan batu yang dibawahnya ada banyak sekali "Moeru yōgan (Blazing Lava)" yang siap untuk melelehkan mereka jika mereka masuk ke dalam lava tersebut.


Karasu: "Dan inilah dia, rintangan terakhir. Kita harus bisa melompati semua batu tanpa terjatuh dari batu itu. Atau kita akan jatuh ke Sungai Lava yang ada di bawah pijakan itu"


Hakudan: "Lava? Itu lebih kelihatan seperti sungai air di sana"


Karasu: "Oh, ya, ya, ya, seperti sungai air"


Lalu Karasu-pun mengambil batu dan melemparkannya ke arah Sungai Lava tersebut dan batu itupun langsung terbakar habis.


Karasu: "Sekarang kau masih ingin bilang kalau itu adalah sungai air? Tidak bukan, ayo, waktunya serius"


Yuro: "Heh! Kalian ini terlalu mempersulit diri saja"


Lalu Yuro menjentikkan jarinya dan seluruh sungai lava itupun seketika berubah menjadi batu.


Yuro: "Mudah sekali, bukan? Sekarang ayo, kita ke sana tanpa perlu melompat"


Karasu: "Bagus juga, ayo *Tertembak di kepala* Ouch! Siapa yang berani menembakku?!"


Emma: "Heh! Jadi kita bertemu kembali ya, Pak tua!"


Karasu: "Hah? Emma? Itukah kau? Kukira kau sudah sudah mati. Tapi ternyata kau masih selamat. Tolong maafkan aku"


Emma: "Heh! Kau kira meminfa maaf kepada bangsawan Chipotera akan semudah itu?! Jangan harap!"


Karasu: "Sudahlah, Emma. Yang kuinginkan adalah pengampunan dari kedua keponakanku ini"


Shin: "Masalah keluarga?! Hal yang baru-baru kulihat"


Akuma: *dalam hati* "Sial! Kenapa harus bertemu dengan paman?! Jadinya memicu amarah Emma! Bagaimana ini?!"


Tagaki: "Kalian berdua, mohon berhenti! Mengulangi masa lalu yang tragis tidak akan menyelesaikan permasalahan di masa lalu itu! Aku juga pernah mengalami hal seperti kalian! Kita seharusnya bekerja sama!"


Perkataan Tagaki-pun langsung membuat Emma geram dan membuat Emma mengarahkan salah satu"Kikan" tepat di kepala Tagaki.


Emma: "Memangnya kau pernah dikhianati oleh seluruh rakyatmu hanya karena kematian ayahmu sampai kau harus meninggalkan kerajaan itu?! Memangnya kau pernah ditindas oleh pamanmu sendiri sehingga membuatmu menjadi pembunuh berantai?!


Tagaki: "Memangnya kau pernah dikucilkan oleh sesama rasmu? Memangnya kau pernah menghapus keluargamu sendiri secara tidak sengaja? Aku tahu apa yang pernah kau alami, Emma! Aku pernah dikhianati oleh teman lamaku karena mereka mengetahui fakta dibalik wujudku ini! Aku pernah tidak sengaja menghapus keberadaan keluargaku karena mencoba mengetes kekuatanku!"


Akuma: "Apa?! Jadi kau bukan manusia?!"


Gai: "Sepertinya ini sudah saatnya untuk kalian tahu kebenarannya ya? Baiklah, akan kuberitahu. Sebenarnya, Tagaki bukanlah manusia, tetapi adalah Non-Existence"


Guritchi: "Ras Non-Existence?! Bukankah itu ras yang hanya ada di kehampaan atau kekosongan (The Void)?!"


Tagaki: "Ya. Tapi, karena aku dikucilkan ras Non-Existence yang lain, akupun pergi ke sini (dunia yang sesungguhnya). Tapi sama saja, malahan aku dirundung, bahkan aku juga dikhianati oleh teman lamaku hanya karena mereka mengetahui fakta bahwa aku adalah Non-Existence. Tapi, aku bertemu dengan seorang wanita berambut putih dan hitam. Dia mengajariku bagaimana cara untuk mengendalikan kekuatan penghapusanku itu. Dia juga yang melindungiku dari banyaknya bahaya yang ada di dunia ini. Lalu, wanita itu pergi, tepat setelah aku berhasil mengendalikan kekuatan penghapusanku. Dan setelah aku menjelajahi dunia ini, aku menemukan planet ini, dan bertemu dengan Gai. Semenjak itulah, aku dan Gai mulai berteman. Kami sangat akrab waktu itu. Pada akhirnya, dia merantau untuk menjelajahi lebih dalam tentang planet ini. Dan akhirnya aku bertemu lagi dengannya. Aku bersyukur, aku masih ditakdirkan untuk ada di sini. Meski aku adalah Non-Existence"


Hakudan: "Jadi seperti itu? Sedih juga? Eh tunggu dulu, bukankah planet ini terkenal akan rasnya yang di antara mereka tidak ada satupun manusia?! Tapi, kenapa kau bisa bertemu dengan Gai, yang adalah seorang manusia? Aku bahkan bukanlah ras manusia, tapi hanya mirip saja"


Gai: "Aku? Manusia? Tidak, tidak, aku adalah ras Asteriks. Ras yang menjaga keseimbangan seluruh alam semesta. Kebetulan saja rasku memiliki bentuk seperti manusia. Dan juga, aku dikirim ke sini untuk membasmi penjahat-penjahat yang berada di planet ini"


Hakudan: "Begitu ya? Kukira adalah seorang manusia murni"


Gai: "Heh! Jangan harap. Tidak ada satupun manusia murni di alam semesta ini, Kudan"


Tagaki: "Sudahlah kalian semua. Marilah kita fokus terlebih dahulu dalam mengambil ramuan tersebut!"


Karasu: "Kau benar. Marilah kit- Eh tunggu dulu, siapa ya yang di belakangmu itu?"


Karasu: "Oh! Ternyata kau masih hidup, Akuma?! Syukurlah, aku tidak perlu mengambil ramuan itu. Sekarang, ayo kita per- *tertusuk tombak* Argh!"


Akuma: "Paman?!"


Yuko: "Heh! Kalian kira bahwa kalian bisa kabur begitu saja?! Tolonglah, tetaplah di sini, cintaku, Akuma!"


Akuma: "Heh! Rayuan yang manis sekali"


Emma: "Akuma?! Tolong, jangan tergoda"


Akuma: "Bahkan aku sampai ingin mengeluarkan cintaku padamu"


Gai: "Akuma?!"


Akuma: "Yaitu adalah, Chi no fuhai!"


Imu: "Tunggu dulu, kata-kata itu, bukankah itu-"


Yuko: "Siap melayanimu, tuan"


Lalu Yuko mendekati Akuma. Dan kemudian, diapun mengarahkan tombak merah ke arahnya dan melemparkannya. Tapi, tiba-tiba saja ada sebuah perisai yang melindungi Akuma dari serangan tersebut


Yuko: "Apa?! Hei tunggu dulu, perisai inikan- perisai Yin dan Yang. Aku mengerti. Sudahlah kakak, kenapa kau selalu saja mencegahku untuk membunuh orang jahat ini?"


???: "Kau kira aku tidak tahu, Yuko? Kau, mencoba untuk membuat Akuma kembali ke sisi kejahatan dan membuatnya menjadi dirinya yang dulu. Sudah pasti aku akan mencegahmu untuk melakukannya. Dasar adik yang kurang hajar!"


Guritchi: "Bukankah itu, Yuki, Dewa menengah dengan kekuatan Yin dan Yang?"


Tagaki: "Apa?! Kak Yuki?! Kau masih melindungiku?!"


Yuki: "Takkan pernah, kulepaskan kau dari pengawasanku, Tagaki. Kau masih terlalu muda untuk menghadapi rintangan yang ada di luar sana"


Yuko: "Heh! Siapa yang peduli dengan kebaikan, kakak?! Yang ku mau adalah banyaknya kejatuhan makhluk-makhluk yang ada di dunia ini ke dalam dosa, kakak! Sekarang, waktunya untuk pembunuhan! Lust Spears!"


Lalu, Yuko mengeluarkan banyak "Lust Spear" dan diapun melemparkannya ke arah mereka semua. Tapi, tiba-tiba saja mereka semua menghilang begitu saja, kecuali Tagaki dan Yuki.


Yuko: "Apa?! Kenapa perginya mereka semua?!"


Yuki: "Inilah kekuatan Non-Existence yang sebenarnya! Menjadi satu dengan The Void dan menjadi The Void itu sendiri. Sampai-sampai, mereka dapat mengendalikan Void itu, bahkan membawa banyak orang masuk ke dalamnya!"


Yuko: "Dasar makhluk menyebalkan! Mengganggu saja! Rasakanlah, Lust Be- *Tertembak oleh laser Tagaki* Ow!"


Tagaki: "Tidak akan... Kuulangi Masa lalu yang sama! Masa-masa di mana aku kehilangan orang yang ku sayangi, masa-masa di mana aku yang dilindungi, sekarang giliraku untuk melindungi semua orang!"


Yuki: "Tagaki?! Sepertinya, kau sudah bisa mengendalikan kekuatan penghapusanmu ya?"


Tagaki: "Inilah balasku kepadamu, kak. Dan juga balasku ke semua orang yang menerimaku. Kalian sudah mempercayaiku, kalian sudah menemaniku, dan kalian juga sudah melindungiku. Sekarang, biarkan aku yang melindungi kalian, Sonzaishinai bīmu"


Dan Tagaki-pun langsung menembakkan serangannya yang bernama "Sonzaishinai bīmu (Non-Existence Beam)" ke arah Yuko. Dan setelah serangan itu berakhir, tubuh Yuko perlahan mulai menghilang.


Yuko: "Apa?! Apa-apaan ini?! Tidak! Tidak! Kau.... Kenapa k-kau, m-menghapusku? Tidak! *menghilang*"


Tagaki: "Heh! Akhirnya, aku berhasil membalasmu, kakak! Oh iya, ngomong-ngomong, Out from the Void!"


Dan mereka yang berada di Void itupun dibawa keluar oleh Tagaki hanya dengan kata-katanya itu.


Gai: "Hah?! Hei, hei, hei, apa yang terjadi? Barusan tadi kita di Void, dan sekarang kita di dunia asli"


Yuki: "Yah, setidaknya kalian diselamatkan dan dilindungi oleh Tagaki. Jadi, berterima kasihlah padanya. Baiklah aku pergi dulu, Adios"


Dan Yuki menghilang begitu saja di hadapan mereka semua.


Karasu: "Okelah, setidaknya kita semua selamat, jadi, mau melanjutkan perjalanan?"


Tagaki: "Silahkan, Gai"


Gai: "Heh! Portal: Transport"


Dan sama seperti sebelumnya, portal datang dan memutari mereka langsung menyusut dan membawa mereka semua ke tempat lainnya.


...----------------...


Di sisi tim Shizu, tiba-tiba saja kedua mata True Fallen Creator berubah warna, dari ungu menjadi coklat.


Sasori: "Hei TFC, Matamu.... Berubah warna?!"


True Fallen Creator: "Sepertinya salah satu dari kutukanku sudah hilang ya? Itu tandanya, salah satu dari lima Raja atau Ratu Iblis Tujuh Dosa Besar yang mengutukku sudah mati"


Shizu: "Kutukan? Kutukan apa yang kau maksud, TFC?"


True Fallen Creator: "Aku pernah dikutuk oleh lima Raja atau Ratu Iblis Tujuh Dosa Besar. Mereka mengutukku, bahwa aku, tidak akan menjadi manusia lagi, tetapi menjadi Iblis"


Bersambung...


Volume 2 Chapter 26 selesai


Selanjutnya di Chapter 27:


Shizu: "Jadi, kau adalah manusia yang dikutuk?!"


True Fallen Creator: "Begitulah, dan sekarang, baguslah kalau salah satu dari lima Raja atau Ratu Iblis Tujuh Dosa Besar yang mengutukku sudah mati"


Sasori: "Tunggu dulu, kau Asteriks Cancer?!"


Penchi: "Ya! Dan namaku, adalah Penchi"


Gai: "Jadi, kita semua bertemu kembali ya, Asteriks Scorpio dan Asteriks Cancer?"


Sasori: "Kau, Asteriks Libra?!"


Gai: "Itu semua tidak penting. Ayolah, kita selesaikan penjahat itu!"