
Raphtfumi: "Jadi, kau selama ini sudah tau kalau aku akan diberikan kekuatan oleh seorang Dewi, dan namanya adalah Kairi?"
Shizu: "Begitulah, itulah kebenarannya. Dan aku bisa tau, karena aku dapat melihat masa depan yang akan terjadi, bahkan aku bisa melihat masa lalu seseorang, itu juga alasannya aku bisa tau masa lalu milik Guritchi dan Shin."
Raphtfumi: "Baiklah. Oh iya, ngomong-ngomong, kenapa umurmu sudah ribuan tahun tapi kau masih terlihat muda dan tidak mati?"
Shizu: "Itu karena semua Dewa tidak bisa mati oleh umur, dan juga semua Dewa memiliki pertumbuhan usia yang lebih lambat dibandingkan dengan manusia biasa."
Raphtfumi: "Oh, begitu. Baiklah, sekarang ayo kita ke tempat Guritchi dan Shin bertarung saja."
Shizu: "Lebih baik kita di sini saja. Kita hanya akan mengganggu mereka."
Raphtfumi: "Baiklah kalau begitu."
...----------------...
Sementara itu di sisi Guritchi dan Shin
Shin: "Sekarang, kau akan mati Guritchi!"
Lalu Shin mengubah Guritchi menjadi batu dari jarak 10 km saja dengan instan lalu mendatangi dan menghancurkannya. Tetapi ada yang aneh pada kepingan batu Guritchi yang telah hancur tersebut.
Shin: "Hah?! Kenapa kepingan batunya menghilang secara perlahan?"
Lalu kepingan batu tersebut menghilang, dan di belakang Shin sudah ada Guritchi.
Guritchi: "Heh! Kau sudah terjebak dalam ilusiku Shin!"
Shin: "Tch! Ternyata ilusi. Sekarang, kemari kau Guritchi!"
Shin berusaha menyerang Guritchi, tetapi serangannya itu dihindari dengan sangat mudah. Meski serangan Shin sudah melewati linear waktu, serangan tersebut tetap dapat dihindari dengan sangat mudah oleh Guritchi.
Guritchi: "Sadarlah Shin! Kau itu adalah temanku!"
Shin: "Hah?! Apa maksudmu dengan it.*tiba-tiba sakit kepala* Aduh! Ada apa ini?!"
Guritchi: "Aku tau! Aku tau dan yakin kalau kau akan bisa mengingat masa lalu kita! Masa-masa yang indah itu! Sadarlah, Shin!"
Shin: "Aduh! Tch! Arghhh!"
...----------------...
*Flashback masa-masa Shin dengan Guritchi*
Guritchi: "Kau tidak apa-apa kan?"
Shin: "Iya, terima kasih ya. Oh iya ngomong-ngomong, siapa namamu? Dan kenapa kau mau menyelamatkan aku dari monster itu?"
Guritchi: "Sudah menjadi tugasku sebagai anak samurai untuk melindungi orang-orang dan membantu mereka yang kesusahan. Oh iya, namaku adalah Guritchi. Meski aku masih berumur 9 tahun, karena darah keturunan ayahku yang adalah seorang samurai yang tak terkalahkan, aku juga dapat langsung menggunakan pedang dengan benar."
Shin: "Kau hebat juga ya. Namaku Shin. Oh iya, maukah kau berteman denganku?"
Guritchi: "Tentu saja aku mau. Aku selalu terkurung di rumahku seperti aku berada di penjara saja. Mempunyai teman akan membuat latihanku lebih mudah."
...----------------...
*Kembali ke sisi Guritchi dengan Shin*
Shin: "Hah?! Guritchi?! Apa yang terjadi?!"
Guritchi: "Shin?! Akhirnya kau mengingat kembali masa-masa kau dengan diriku. Syukurlah."
Shin: "Heh! Akhirnya aku bertemu denganmu lagi ya, Guritchi."
Guritchi: "Akhirnya ya."
...----------------...
Sementara itu di sisi Yuro dan Imu
Imu: "Inikah celah dimensi dimana mereka berada? Jadi, bagaimana caranya kita untuk masuk ke dalam sana? Apakah kau punya ide, Yuro?"
Yuro: "Untuk apa berlama-lama."
Lalu dimensi tersebut hancur dengan instan.
Imu: "Hah?! Kau serius?! Kau menghancurkan dimensi tersebut secara pasif dan instan?!"
Yuro: "Tentu saja! Sekarang ayo kita lihat apa yang ada di dalamnya setelah aku menghancurkannya."
Setelah masuk ke dalam kemudian
Yuro: "Hm?! Guritchi?!"
Guritchi: "Hah?! Yuro?!"
Yuro: "Tch! Ternyata kau lagi ya? Baiklah, ayo hadapi aku Guritchi!"
Guritchi: "Kenapa? Kau baru saja menghancurkan dimensi yang dibuat Shin dan kau langsung melihat diriku dan mau melawanku? Sepertinya aku harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi."
Yuro: "Apa maksudmu dengan itu?!"
Guritchi: "Sebenarnya aku ini hanya mata-mata yang dikirim oleh Dewa Cahaya ke Multiverse ini. Tapi aku dijebak oleh True Fallen Creator yang mana membuat aku memakai topengnya itu. Dan perempuan ini, namanya adalah Shin. Dia adalah Dewi Pemula Emosi. Dan aku juga adalah seorang Dewa, Dewa Pemula Glitch."
Yuro: "Hmmmm, ternyata begitu ya? Baiklah kalau begitu, aku bisa memaafkanmu."
Guritchi: "Heh, tentu saja."
Yuro: "Bagaimana jika kita menjadi rekan setim dalam membasmi kejahatan-kejahatan yang ada di dunia?"
Guritchi: "Ide yang bagus. Aku juga dikirim ke Multiverse ini karena aku harus membasmi kejahatan-kejahatan yang ada di Multiversemu ini. Jadi, aku dan Shin ikut."
Yuro: "Kalian ini seperti memiliki relasi yang di atas sahabat saja."
Imu: "Benarkah?! Aku melihat kalian seperti pasangan yang sangatlah romantis."
Shin: "Tidak kok. Kami bukan pasangan yang sangatlah romantis, kami itu sahabat yang seperti adik kakak saja."
Yuro: "Heh! Baiklah, kita lupakan saja. Sekarang waktunya mencari Raphtfumi."
Guritchi: "Baiklah! Ayo!"
Lalu Yuro, Imu, Guritchi dan Shin pun pergi mencari di manakah Raphtfumi berada.
...----------------...
Sementara itu di sisi Raphtfumi dan Shizu
Raphtfumi: "Aku bosan di sini. Lebih baik aku pergi dari sini lalu membantu Era untuk membunuh True Fallen Creator."
Shizu: "Hmm?! Kau ingin membunuh True Fallen Creator ya? Lebih baik jangan dan biarkan saja True Fallen Creator menghajar habis-habisan temanmu itu."
Raphtfumi: "Hah?! Kau ingin aku, mengampuni Iblis yang memiliki dosa kemarahan itu begitu saja?! Tidak akan, lagipula, mengapa aku harus mengampuninya?!"
Shizu: "Kau mau tau? Baiklah akan ku ceritakan, jadi, sebenarnya..."
...----------------...
Flashback di saat Shizu dikirim ke neraka
Shizu: "Jadi, mengapa kau menyuruhku untuk ke sini?"
Ender King: "Aku menyuruhmu ke sini untuk menguji kekuatanmu yang sekarang. Akan ku tinggalkan kau di sini untuk membunuh semua iblis di sini dan kemudian menghancurkan tempat ini."
Shizu: "Baiklah kalau begitu, mari kita mulai!"
"Aku membunuh banyak sekali iblis di neraka itu, dan aku pernah bertemu dengan True Fallen Creator. Aku berhasil mengalahkannya dan aku hampir saja membunuhnya. Tapi, sebelum aku membunuhnya, dia kemudian mengatakan sesuatu kepadaku."
True Fallen Creator: "Tunggu! Mungkin kau akan membunuhku, tapi biarkan aku bernafas terlebih dahulu! *hela napas 3 kali* sebenarnya aku ini tidak mau menjadi salah satu iblis dari 7 dosa besar. Mereka yang memaksaku, aku hanya ingin hidup damai dan tentram di neraka ini. Tapi, jika kau ingin membunuhku, maka silahkan kau lakukan."
"Lalu aku terdiam sejenak, berpikir apa yang sebaiknya kulakukan. Tapi, pada akhirnya, aku menusukkan pedangku di tanah neraka, dan menyampaikan sesuatu dengan suara yang keras dan tegas,"
True Fallen Creator: "H-Hah?!"
Shizu: "Dengan ini! Kunyatakan bahwa tanah neraka, sudah kubunuh seluruh isinya dan akan hancur sebentar lagi!"
True Fallen Creator: "Apa yang kau lakukan?! Kau belum membunuh semua iblis yang ada! Isi neraka ini hanyalah iblis pada umumnya dan aku saja. Jadi, kau belum sepenuhnya membunuh seisi neraka ini. Tapi, kenapa kau hancurkan?!"
Shizu: "Pergilah dari sini. Aku membebaskanmu dari kematian yang akan kulakukan kepadamu."
True Fallen Creator: "K-Kau, serius?"
Shizu: "Kau dengar apa yang tadi ku bilang kan? Pergilah dari tanah neraka! Kau kubebaskan!"
"Lalu True Fallen Creator pergi meninggalkan neraka tersebut dan ia sudah bebas dari hidupnya yang tersiksa, dan aku kembali Dunia para Dewa dan Dewi dengan instan."
Shizu: "Hah? Kenapa aku bisa di sini secepat itu?"
Ender King: "Aku yang membawamu ke sini dengan cara teleportasi. Oh iya, selamat, *berbicara sambil tepuk tangan dengan lambat* kau berhasil! Tidak kusangka kau berhasil melakukannya sesuai dengan keinginanku. Selamat Shizu! Kau sekarang resmi menjadi Dewi Pemula Cahaya!"
Shizu: "Hah?! Bukannya tadi kau menyuruhku untuk membunuh seisi neraka dan menghancurkannya?!"
Ender King: "Itu tadi hanyalah kata-kata yang kuucapkan untuk menipumu agar kau membunuh seisi neraka dan menghancurkannya. Sebenarnya, ini adalah ujian untuk mengetes rasa empatimu saja. Sekali lagi, kuucapkan selamat!"
...----------------...
Kembali ke sisi Raphtfumi dan Shizu
Shizu: "Dan itulah mengapa, Raphtfumi."
Raphtfumi: "Jadi, dia, selama ini hanya dipaksa?! Tapi, mengapa dia mau menghabisi kami semua jika begitu."
Shizu: "Itu, hanyalah sandiwara saja. Dia berpura-pura seperti itu agar dapat memancing Era bersamanya supaya dia dapat membunuhnya. Oh iya, aku juga ingin memberitahumu sesuatu yang penting Raphtfumi. Sebenarnya orang tuamu itu tiada karena....."
Raphtfumi: "Apa?!"
...----------------...
*Pindah ke sisi Era yang bertarung dengan True Fallen Creator*
Era: "Tch! Kau tangguh juga ya. Sekarang, akan kuhabisi kau, True Fallen Creator!"
*Raphtfumi tiba-tiba muncul begitu saja*
Raphtfumi: "Berhenti disana, kalian berdua!"
Era: "Heh!"
True Fallen Creator: *dalam hati* "Heh! Sesuai dengan prediksi masa depanku, Hehehehehe!"
Bersambung
Volume 1 Chapter 14 selesai
Selanjutnya di Chapter 15:
Raphtfumi: "Aku sudah tau kebenarannya, Era!"
True Fallen Creator: "Dengan begini, maka, rencanamu itu sudah gagal total!"
Era: "T-Tidak! Rencana yang sudah kurencanakan! Gagal?!"
Shizu: "Sudahlah, Era. Permainan sudah berakhir, sekarang waktunya mengakhiri hidupmu!"
Era: "Tidak! Tidak! Tidak! Aku tidak akan biarkan rencanaku hancur begitu saja!"