
"Sebelumnya, pamanku dan rekan-rekannya mendatangi sebuah goa, goa itu bernama "Kagayaku dōkutsu". Mereka ke sana karena ingin mengambil ramuan bernama "Fukkatsu no pōshon" demi menghidupkan kembali Akuma yang mereka kira sudah mati. Lalu, Aku dan rekan-rekanku yang lain-pun dibawa ke sini oleh portal milik Gai. Kami semua, berhasil melewati seluruh jebakan yang di dalam goa tersebut dengan sangat mudah. Begitu juga dengan pamanku dan rekan-rekannya. Pada akhirnya kami bertemu, aku memulai dengan sedikit kemarahanku kepada si tua kurang ajar itu. Tapi, Tagaki melerai aku dan pamanku. Dan itu, menimbulkan amarah dalam dirimu. Akupun berdebat dengannya tentang penderitaan hidup yang kualami. Tapi, penderitaannya ternyata lebih menderita daripada yang kuduga. Ternyata dia adalah Non-Existence yang tidak diterima dalam rasnya sendiri, dikhianati oleh teman lamanya karena ras Non-Existence-nya itu, menghapus keberadaan keluarganya sendiri. Tapi, itu semua berubah sampai dia bertemu dengan seorang wanita berambut putih dan hitam. Perempuan itu mengajarinya bagaimana cara untuk mengendalikan kekuatan penghapusannya itu. Perempuan itu juga yang melindungi Tagaki dari banyaknya bahaya yang ada di dunia ini. Lalu, wanita itu pergi, tepat setelah Tagaki berhasil mengendalikan kekuatan penghapusannya. Dan setelah Tagaki menjelajahi dunia ini, dia menemukan planet yang kita tinggali ini, dan bertemu dengan Gai. Semenjak itulah, dia dan Gai mulai berteman. Mereka sangat akrab waktu itu. Pada akhirnya, Gai merantau untuk menjelajahi lebih dalam tentang planet ini. Dan akhirnya Tagaki bertemu lagi dengannya. Dan kemudian, pamanku melihat, bahwa Akuma masih hidup. Diapun senang, dan memutuskan untuk keluar dari goa itu. Tiba-tiba, Ratu Iblis Hawa Nafsu, Yuko, mendatangi kami dan hampir membunuh Akuma. Sampai Dewi Menengah bernama Yuki datang dan melindunginya. Tagaki, dengan cepat membawa kami ke dalam The Void, dan dia yang menghadapi Yuko. Yuko-pun mati, dan kami semua terselamatkan. Dan pada akhirnya, kami-pun melanjutkan perjalanan kami. Di sisi, ternyata, salah satu dari lima kutukan True Fallen Creator sudah menghilang. Bagaimanakah perjalanan kami selanjutnya? Inilah dia, Chapter 27: Pertemuan Tiga Asteriks" - Emma
True Fallen Creator: "Aku pernah dikutuk oleh lima Raja atau Ratu Iblis Tujuh Dosa Besar. Mereka mengutukku, bahwa aku, tidak akan menjadi manusia lagi, tetapi menjadi Iblis"
Shizu: "Jadi, kau adalah manusia yang dikutuk?!"
True Fallen Creator: "Begitulah, dan sekarang, baguslah kalau salah satu dari lima Raja atau Ratu Iblis Tujuh Dosa Besar yang mengutukku sudah mati"
Sasori: "Tidak usah banyak bicara. Ayo, kita lanjutkan perjalanan kita saja"
Dan merekapun melanjutkan perjalanan mereka. Tapi, di tengah perjalanan, mereka tiba-tiba dihadang oleh para pasukan kepiting.
Shizu: "Hah?! Pasukan kepiting?!"
???: "Wouh! Pasukanku, mundur dulu. Biarkan mereka lewat"
Sasori: "Tunggu dulu, bentuk tubuh itu, suara itu kan-"
???: "Kita bertemu lagi ya, Asteriks Scorpio. Setelah sekian lama seluruh Asteriks menyebar ke alam semesta lain. Dan akhirnya, aku bisa bertemu denganmu, Sasori"
Sasori: "Tunggu dulu, Jadi tebakanku benar ya? Bahwa kau adalah Asteriks Cancer?!"
Penchi: "Ya! Dan namaku, adalah Penchi"
Sasori: "Sudah lama sekali ya, kita, para Asteriks, tidak pernah bertemu. Dan akhirnya, aku menemukan Asteriks Cancer. Mungkin ini awal dari reuni para Asteriks ya"
Penchi: "Heh! Bisa saja. Senang bisa bertemu kembali, Sasori"
Shizu: "Maaf ya jika mengganggu reuni kalian, tapi bisakah kita serius terlebih dahulu?"
Sasori: "Serius? Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan kita. Dan Penchi, apakah kau ingin ikut dengan kami?"
Penchi: "Dengan sangat senang hati, Sasori"
Dan merekapun melanjutkan perjalanan mereka.
...----------------...
Di sisi lain, di markas Era. Era kelihatan sangat geram sekali.
Era: "Argh!!! Kenapa?! Kenapa rencanaku selalu bisa digagalkan begitu saja?! Chunshin yang dikhianati Akuma, Heya yang dibunuh oleh seorang pria yang tidak kukenali, sekarang Yuko yang terhapus dari keberadaan berkat Tagaki! Bagaimana caranya aku mengalahkan mereka semua dengan rencanaku?! Sepertinya tidak ada pilihan lain, selain memunculkan monster yang muncul saat gerhana matahari terjadi. Hehehehe! It's Error Time!"
Dan Era-pun mengeluarkan teknik serangannya yang bernama "It's Error Time" yang membuat posisi bulan berpindah dan membuat Cahaya matahari tidak bisa masuk ke planet ini. Tapi bukan hanya itu dampaknya, setelah gerhana matahari terbentuk muncullah dua monster bernama "Penumbra" dan "Umbra".
...----------------...
Di sisi tim Raphtfumi, mereka semua sudah sampai di tujuan yang diarahkan oleh Portal: Transfort. Tapi, Gai tidak ada di sana bersama dengan mereka semua.
Guritchi: "Akhirnya, sampai juga. Eh tunggu dulu, apakah di antara kalian ada yang melihat Gai?!"
Akuma: "Aku tidak melihatnya, memangnya dia ke mana?!"
Hakudan: "Ntahlah, tapi aku menemukan sebuah kertas. Dan di kertas ini tertulis: "Jika kalian bingung kenapa aku tidak berada bersama dengan kalian, itu karena aku sudah sampai di tujuan lebih cepat daripada kalian. Dan ketika aku sudah sampai, aku melihat bahwa gerhana matahari terjadi. Dan karena itu, akupun akan bergegas untuk membunuh Penumbra dan Umbra. Supaya planet ini aman dari mereka berdua, lanjutkan saja perjalanan kalian tanpa diriku. Apapun yang terjadi, kalian tetap harus bersama agar tidak terbunuh oleh kedua monster itu. Itu saja yang bisa kuberitahu ke kalian. Dan aku berharap aku masih bisa melihat kalian, tertanda Gai" Dan ya, begitulah isi suratnya"
Raphtfumi: "Penumbra? Umbra? Monster apa itu?"
Emma: "Penumbra, monster yang memiliki kekuatan bayangan. Muncul ketika gerhana matahari terjadi. Dia dapat menghilang begitu saja berkat kemampuan kamuflasenya terhadap kegelapan di saat gerhana matahari dan dapat mengendalikan seseorang dengan menjadi bayangan mereka. Dan Umbra, monster yang memiliki kekuatan kegelapan. Juga muncul ketika gerhana matahari terjadi. Dia dapat menutup seluruh cahaya yang ada hanya dengan kekuatan kegelapannya dan dapat membuat musuhnya menjadi temannya. Kedua monster ini selalu bersama, dan biasanya, mereka akan mengincar orang yang sendirian, hanya berdua, hanya bertiga, dan hanya berempat saja"
Yuro: "Berbahaya juga bagi Gai, karena dia mengejar mereka sendirian. Bisa saja dia tertangkap"
Tagaki: "Tenang saja. Aku tahu kalau Gai, tidak akan berani pergi sendiri, pasti dia sudah mempersiapkan segala rencana yang akan ia gunakan"
Shin: "Kalau begitu, ayo kita lanjutkan perjalanan kita saja!"
**Dan merekapun melanjutkan perjalanan mereka.
...----------------...
Di sisi lain, di sisi tim Shizu. Di tengah perjalanan mereka, tiba-tiba saja lampu yang ada di sekitar mereka semua mati**.
Penchi: "Hei apa-apaan ini?! Siapa yang mematikan lampu?!"
Sasori: "Siapa yang mematikan lampu?! Bagaimana jika kau lihat ke atas sana?!"
Penchi: "Hah?! Apa maksudmu?! *melihat ke atas* Oh pantas, Gerhana matahari terbentuk. Pasti ini semua ulah Umbra lagi"
True Fallen Creator (Penumbra): "Hahahaha! Akhirnya, aku kembali!"
Penchi: "Sialan. Dia merasuki tubuh orang lebih cepat daripada yang kukira. Kalau begitu, ini sudah saat yang sangat untuk beraksi, bukankah begitu, Cancer?"
True Fallen Creator (Penumbra): "Hah?! Apa maksud- *terkeluar dari tubuh True Fallen Creator*"
Penumbra: "Argh?! Apa?! Aku terkeluar dari tubuhnya, tapi bagaimana bisa itu terjadi?!"
Penchi: "Tidak ada, yang tidak bisa dilepaskan dari kerasukan. Inilah dia, Cancer!"
Umbra: "Heh! Begitu kah?! Rasakanlah, Darkness Project- *terkena sebuah Shuriken* Argh! Siapa di sana?! Berani-beraninya menggagalkan seranganku"
Gai: "Portal: Shuriken memanglah efektif, ketika melawan musuh yang sedang lengah. Dan jangan ada kekacauan, ketika sedang ada ketertiban. Eh tunggu dulu, Penchi?!"
Penchi: "Gai?! Sudah lama tidak bertemu denganmu"
Sasori: "Hah?! Kau kenal dengan dia?"
Gai: "Heh! Jadi, kita semua bertemu kembali ya, Asteriks Scorpio dan Asteriks Cancer? Dan untukmu Sasori, aku adalah Asteriks Libra"
Sasori: "Kau, Asteriks Libra?!"
Gai: "Itu semua tidak penting. Ayolah, kita selesaikan kedua penjahat itu! Enhanced Portal: Chaos Mode: Chain and Knife!"
Dan setelah Gai mengatakan kata-kata itu, keluarlah sebuah pisau yang diikat oleh rantai yang terbuat dari portal dari bawah tanah yang mengejutkan sekaligus menusuk Penumbra dan Umbra.
Penumbra: "Argh! Kurang ajar! Beri dia pelajaran, Bos!"
Umbra: "K...! Rasakanlah, darkness-"
Ketika ****Umbra**** hendak ingin mengeluarkan serangannya, tiba-tiba saja kegelapan yang lebih gelap menyebar dan menutupi pandangan sekelilingnya.
Umbra: "Hah?! Kegelapan macam apa ini?! Aku tidak pernah sekalipun melihat dan merasakan kegelapan yang seperti ini. Aku bahkan yang masih bisa melihat meski ada kegelapan menjadi tidak bisa oleh kegelapan yang satu ini. Sialan! Ternyata ada kege- *tertusuk oleh ekor Sasori* Kya...!"
Sasori: "Heh! Jangan berharap akan ada yang bisa kau lihat sedikitpun dalam kegelapan ini, bahkan kematianmu sendiri pun tidak akan kau lihat dengan matamu. Inilah kekuatan kegelapan yang sebenarnya, perempuan aneh"
Penumbra: "Perempuan aneh?! Berani sekali kau mengejek bosku! Rasakanlah, Shadow Disas- *terkena dua laser mematikan* Ouch! Siapa yang menembakkan laser itu ke arahku?!"
Penchi: "Heh! Kerja bagus, Cancer. Kita berhasil menembakkan "Deadly Duo Laser Combo" kita"
Umbra: "Sudah cukup! Waktunya Gerhana matahari yang sesungguhnya. Total Solar Eclipse Fusion!"
Dan Penumbra dengan Umbra masuk ke dalam Matahari dan langsung menabrak ke arah mereka berlima. Tapi ternyata, pandangan mereka terhalau karena telur kepiting yang menempel di bagian yang bisa mereka gunakan untuk melihat yang ditembakkan oleh Penchi. Dan karena hal tersebut, merekapun menabrak ke arah yang salah.
Penchi: "Mereka menabrak arah yang salah. Sekarang kesempatan kita!"
Gai: "Heh! Baiklah kalau begitu. Enhanced Portal: Chaos Mode: Thunderstorm Dash"
Dan Gai pun bergerak cepat menuju arah matahari yang dikendarai oleh Penumbra dan Umbra. Setelah melewati mereka, tiba-tiba muncul awan gelap yang menyambar mereka dengan petir secara terus menerus hingga matahari itu hancur.
Penchi: "Waktunya bergabung, Cancer!"
Cancer: "Hehehehe! Kalós! Dídymo Kávouras Sýntixi! (Hehehehe! Baiklah! Duo Crab Fusion!)"
Dan merekapun bergabung membentuk Kepiting raksasa dan merekapun mulai menembakkan banyak laser dari capitnya ke arah Umbra dan itu membuat Umbra kewalahan.
Umbra: "Gr..... Awas saja kalian! Rasakanlah, Darkness Bomb Str- *tertusuk oleh ekor Sasori* Argh!"
Sasori: "Heh! Jangan mencoba untuk menyerang di hadapan para Asteriks, atau kau akan merasakan betapa sakitnya serangan "Scorpio Tails Execution", yang membuat banyak orang yang terkena serangan itu tidak memiliki kesempatan untuk selamat"
Penumbra: "Hah?! Apa maksudmu?! Kau... Membunuhnya?!"
Seketika, Umbra pun mati di hadapan mereka semua. Cuaca yang cerah berubah menjadi badai yang disertai dengan petir. Dan mereka semua terdiam ketika mendengar pertanyaan dari Penumbra.
Penumbra: "Jawab! Kalian membunuh bosku, bukankah begitu?! Dan itu pasti kenapa kalian tidak menjawab pertanyaanku, bukan?! Awas saja kalian! Aku akan bertemu lagi dengan kalian, dan akan kubunuh kalian semua!"
Dan Penumbra menghilang begitu saja di hadapan mereka.
Shizu: "Dia menghilang. Apakah kalian ingin mengejarnya?"
Penchi: "*Keluar dari tubuh Cancer* Tidak perlu. Karena kami para Asteriks, juga memiliki prinsip kami"
Gai: "Yaitu biarkan saja penjahat yang sudah kami lawan tapi tidak mati pergi"
Sasori: "Dan suatu saat, jika kita bertemu kembali dengan mereka, barulah kita bunuh. Itulah prinsip kami, para Asteriks"
Shizu: "Baiklah kalau begitu. Sekarang, bisakah kita melanjutkan perjalanan kita?"
True Fallen Creator: "Sudah pasti bisa. Ayo semuanya"
Dan merekapun melanjutkan perjalanan mereka. Dan di sisi lain, di sisi tim Raphtfumi, mereka menemukan sebuah tempat.
Shin: "Hei! Lihatlah tempat ini"
Emma: "Hah?! Tempat apa itu?"
Karasu: "Sepertinya aku tahu tempat ini"
Akuma: "Jadi ini tempat macam apa, paman?!"
Karasu: "Banī no kānibaru (Bunny's Carnaval), tempat yang banyak dikunjungi oleh penduduk setempat dan orang-orang yang berkunjung ke daerah sini. Tempat itu dinamakan seperti yang kusebutkan tadi, karena pengisi acara dan pengunjung di sana kebanyakan adalah makhluk dengan ras Leporidae, yang adalah manusia setengah kelinci"
Yuro: "Heh! Hanya Karnaval Kelinci. Tapi baiklah, mari kita lihat apa saja yang ada di dalam sana"
Dan merekapun memasuki Karnaval Kelinci itu.
Bersambung...
Volume 2 Chapter 27 selesai
Selanjutnya di Chapter 28:
Imu: "Hei, hei, hei! Kenapa ada banyak sekali jebakan yang bisa membunuh kita?!"
Rakku: "Bukankah ini yang diinginkan oleh semua orang?! Acara yang menegangkan tapi seru dan sangat menyenangkan, bukankah begitu? Inilah pertunjukan yang sesungguhnya oleh diriku, Bani, sang pengkhianat ras Leporidae.
Raion: "Hei, kawanku. Seharusnya kau jangan begitu"
Raion: "Roar! Ingat kawan, jangan membuat singa terbangun dari tidur nyenyaknya. Jadi, waktunya serius! Leo's Rage!"