Worlds Of Elements

Worlds Of Elements
Chapter 11: Dewi Cahaya dan Dewi Emosi



"Jadi Era sedang mengatasi True Fallen Creator ya? Baguslah, sekarang kita hanya perlu diam disini dan bersantai sambil menunggu pertarungan mereka seles..arghhh!" kata Guritchi


"Serangan siapa itu?! Tunjukkan dirimu siapapun itu!" kata Raphtfumi


"Baiklah kalau itu maumu Raphtfumi. Namaku adalah Shizu, seorang Dewi pemula dengan kekuatan cahaya. Ngomong-ngomong kalian berdua hebat juga bisa bertahan dari kemampuanku untuk memanipulasi kematian yang akan selalu aktif dan juga kemampuanku untuk menghancurkan sesuatu dan menyisakan konsepnya saja yang independen itu meski sudah berusaha kuhancurkan yang ditingkatkan 100 kali lipat dari yang biasanya. Dan tujuanku adalah membunuh True Fallen Creator, tapi akan kubunuh dulu entitas yang digunakannya," kata Shizu


"Kalau begitu, akan kubunuh kau agar kau tidak bisa membunuh Guritchi!" kata Raphtfumi


"Heh?! Jadi kau ingin bertarung denganku ya?! Baiklah kalau begitu, Holy Spiritual Light Blade!" kata Shizu


"Kau membuat senjatamu sendiri ya?! Hebat juga, sampai dimana tadi, Oh iya Blood Moon Sword!" kata Raphtfumi


Akhirnya Raphtfumi dan Shizupun bertarung. Mereka mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing, Shizu dengan kekuatan cahayanya, Raphtfumi dengan kekuatan bulannya. Raphtfumi mencoba untuk menebas Shizu dengan Blood Fire Moon Sword Final Slashnya, tapi dengan mudah ditahan oleh Shizu.


"Kau pikir serangan penghancur seluruhnya yang menyisakan konsepnya saja yang independen itu meski sudah berusaha kau hancurkan itu mempan padaku?! Tidak semudah itu. Sekarang giliranku, Holy Light Bazooka Shots," kata Shizu


Lalu Shizupun mengeluarkan serangannya yaitu Holy Light Bazooka Shots, tembakan bazoka dengan cahaya miliknya itu dan membuat Raphtfumi kewalahan karena tembakannya itu sangat banyak bahkan sampai membuat mata Raphtfumi hancur menjadi debu. Tapi Raphtfumi masih dapat meregenerasikan matanya yang hancur menjadi debu itu.


"Syukurnya aku masih bisa beregenerasi," kata Raphtfumi


"Owhhh, jadi kau masih bisa beregenerasi meski bagian tubuhmu menjadi debu hah?! Kalau begitu bagaimana kau akan beregenerasi jika terkena serangan ini! Holy Light Small Laser Blast!" kata Shizu


Lalu Shizu menyerang Raphtfumi dengan menggunakan Holy Light Small Laser Blast miliknya itu dan serangan itu mengenai Raphtfumi dan menghancurkan matanya sampai menjadi debu, bahkan sampai membuat Raphtfumi tidak dapat beregenerasi.


"Arghhh! Kenapa aku tidak bisa beregenerasi?! Padahal tadi aku bisa beregenerasi meski mata kiriku hancur lebur menjadi debu!" kata Raphtfumi dalam hatinya


"Kenapa?! Tidak bisa beregenerasi?! Itu karena laserku mengabaikan regenerasimu itu, Raphtfumi!" kata Shizu


"Kau bisa membaca pikiranku?!" kata Raphtfumi


"Heh! Aku bisa membaca pikiran seseorang dan mengendalikan pikirannya ketika aku dapat membaca pikiran orang tersebut. Tapi ternyata kau bisa bertahan dari pengendalian pikiran," kata Shizu


"Heh! Terpaksa. Akan kukeluarkan serangan terkuatku! Blood Moon Sword! Blood Moon! Full.... Blood Moon...Ring Sword Blast!" kata Raphtfumi


Lalu Raphtfumi menggunakan serangan terkuatnya, yaitu Full Blood Moon Ring Sword Blast. Tapi serangan itu tertahan oleh cahaya yang mengelilingi Shizu.


"Hehehehe! Percuma saja! Percuma saja kau mengeluarkan serangan terkuatmu itu! Karena aku sudah membuat Medan gaya penghalang yang terbuat dari cahaya! Atau disebut sebagai Holy Light Barrier Forcefield. Medan gaya penghalang ini tidak akan hilang kalau aku masih memiliki Power Crystal ini, yaitu Power Crystal White Quartz," kata Shizu


"Hah? Power Crystal? Apa itu?" kata Raphtfumi


"Power Crystal. Power Crystal adalah gabungan 10 kristal yang menjadi satu. Dengan Power Crystal, dulunya orang-orang yang mendapat Power Crystal ini dapat mewujudkan permohonannya. Tetapi, Power Crystal disalahgunakan, yang mana membuat sang Dewi Penghancur, yaitu Kairi, memecahkan Power Crystal ini, yang mana terpecah menjadi 10 Power Crystals. Ruby, Power Crystal yang mana meningkatkan kekuatan fisik secara drastis. Jasper, Power Crystal yang mampu mengendalikan kehidupan dan kematian. Topaz, Power Crystal yang mampu membuat ilusi. Emerald, Power Crystal yang mana dapat meningkatkan kekuatan sihir secara drastis dan membuat sihir yang tak terkendali menjadi terkendali. Sapphire, Power Crystal yang mampu mengendalikan ruang. Amethyst, Power Crystal yang mampu mengendalikan waktu. Ceko, Power Crystal yang mampu mengendalikan alam, baik itu hewan, tumbuhan dan manusia. White Quartz, Power Crystal yang mampu mengendalikan cahaya. Pink Quartz, Power Crystal yang mampu mengendalikan emosi seseorang. Dan yang terakhir, Tourmaline, Power Crystal yang mampu mengendalikan kegelapan. Itulah Power Crystal, ngomong-ngomong sampai dimana tadi, Oh iya, akan kunonaktifkan medan gaya penghalang ini dulu. Seranganmu bahkan tidak ada rasanya sama sekali padaku, seharusnya aku perlu menggunakan Holy Light Barrier Forcefield itu dan sampai dimana tadi, Oh iya, Holy Light Counter Attack Kick," kata Shizu


Lalu Shizupun menendang serangan terkuat milik Raphtfumi. Tetapi, Raphtfumi berhasil menghindar dari serangan terkuatnya yang ditendang oleh Shizu dan kemudian serangan itu ternyata menghancurkan jutaan galaksi.


"Hah?! Hebat juga serangan itu," kata Raphtfumi


"Sekarang ayo kita lanjutkan pertarungan kita!" kata Shizu


"Baiklah kalau begitu! Ayo! Shizu!" kata Raphtfumi


Sementara itu di sisi lain, dimana Era dan True Fallen Creator bertarung, Mereka saling melukai satu sama lain.


Lalu True Fallen Creator mengeluarkan 100 Glitch Star Blast yang mana dipresentasikan dalam penglihatan masa depannya bahwa itu akan mengenai Era, tetapi Era berhasil berteleportasi ke belakang True Fallen Creator dan membuat True Fallen Creator tidak bisa bergerak karena Era mengendalikan gravitasinya menjadi 1000.


"Ke-Kenapa?! Kenapa seranganku tidak kena?! Padahal sudah diprediksikan akan kena pada penglihatan masa depanku! Dan kenapa tubuhku rasanya berat sekali sampai aku tidak bisa bergerak!" kata True Fallen Creator


"Heh! Masa depanku itu tidak bisa dilihat meskipun kau bisa melihat masa depan yang akan apa yang akan terjadi! Dan juga aku bisa mengendalikan gravitasi sehingga tubuh milikmu itu rasanya berat sekali karena aku mengatur gravitasinya menjadi 1000!" kata Era


Sementara itu di sisi Guritchi,


"Akhirnya, akhirnya aku bisa bersantai juga selagi Era mengurus True Fallen Creator dan Raphtfumi mengurus Shizu. Tunggu dulu...., Dimana aku?! Kenapa aku bisa berada di sini?!"


"Halo Guritchi. Selagi Shizu mengatasi Raphtfumi, aku yang akan melawanmu. Namaku adalah Shin, seorang Dewi Emosi," kata Shin


"Tch! Kenapa aku tidak bisa beristirahat sejenak?! Baiklah kalau begitu! Kemari kau Shin!" kata Guritchi


"Hey, aku tidak suka kalau emosimu itu marah. Ayo gembiralah," kata Shin


"Percuma saja! Kau tidak akan bisa memanipulasi emosiku!" kata Guritchi


"Oh.. Kau melawan ya?! maka kau akan terima konsekuensinya! Kau akan mati jika kau melawanku!" kata Shin


Lalu Guritchi mati. Tetapi dia bangkit kembali.


"Heh! Kau tidak akan bisa membunuhku selagi dimensi yang kubuat masih ada! Kau tidak akan bisa menemukan dimensi itu karena dimensi itu berpindah-pindah dan juga sangat kecil sekecil semut!" kata Guritchi


"Bagaimana kalau kita lanjutkan pertarungan kita saja? Aku sudah bersiap sedari awal," kata Shin


"Kalau begitu....Ayo! Shin!" kata Guritchi


Lalu Guritchi dan Shin bertarung


Bersambung


Volume 1 Chapter 11 selesai


"Sekarang mereka dimana ya? Dunia yang dihisap oleh True Fallen Creator sudah hancur, banyak galaksi hancur lebur, jadi mereka dimana sekarang?!" kata Imu


"Paling tidak mereka di sekitar sini, hanya saja beda tempat," kata Yuro


Tiba-tiba mereka berada di dimensi lain


"Hah? Dimana kita?!" kata Imu


"Selamat datang di dunia kami. Namaku adalah Beelzebub. Dan juga aku bersama temanku yaitu Mammon. Dan kami akan membuat kalian menghilang dari dunia ini!" kata Beelzebub


"Sepertinya kalian adalah iblis kerakusan dan iblis keserakahan ya? Baiklah ayo sini kalian!" kata Yuro


"Baiklah. Tapi kalau kalian mati, itu berarti kalian mencari mati itu sendiri, hahahaha." kata Mammon


"Kami tidak takut! Sini kalian!" kata Imu