
"Di Chapter sebelumnya, aku dan rekan-rekan pada timku memasuki sebuah Karnaval. Karnaval itu terlihat seru untuk sesaat bagi mereka semua. Makanan, permainan dan pertunjukannya yang sangat seru. Tapi, tiba-tiba saja sang pesulap memulai kekacauan dengan mengeluarkan cincin api yang mengelilingi seseoramg yang memiliki ras yang sama dengannya yang telah ia berikan kaki kelinci pembawa keberuntungan. Semuanya kecuali kami. Ya meskipun ada Imu yang berusaha kabur dari sana yang kemudian malah membuat penyembur api dan jebakan ular yang dibuat sang pesulap yang bernama Rakku itu keluar. Ok lanjut ke bagian serunya. Tiba-tiba saja kita kedatangan seseorang yang adalah Asteriks Leo. Namanya adalah Raion. Dan setelah itu, kamipun berusaha keras untuk mengalahkannya. Tapi, kami sempat kewalahan, berkat keberuntungannya itu yang sangatlah ajaib yang membuatnya bisa bergerak ketika waktu berhenti. Tapi untungnya Raion berhasil mencabik-cabik Rakku dan membuat Rakku memohon ampun. Pada akhirnya, Rakku kabur begitu saja tanpa jejak. Dan di sisi lain, Shizu dan timnya tiba-tiba saja terjebak di dunia lain. Bagaimanakah aksi mereka di dunia itu? Well, ayo kita lihat di Chapter 29: Datangnya Sang Kematian!" - Emma
Shizu: "Hei, tunggu dulu, rasanya ini dunia yang berbeda sekali"
Sasori: "Sepertinya aku tahu dunia ini, tapi aku juga sedikit lupa"
True Fallen Creator: "Apapun dunia ini, mari kita coba jelajahi"
Penchi: "Hei tunggu dulu. Bukankah ini End of Every Dimension World?!"
Gai: "End of Every Dimension World?! Owh, aku tahu sekarang tentang tempat ini. Dunia ini adalah akhir dari segala dunia dimensi yang ada. Dan dunia ini, dihuni oleh banyak sekali makhluk. Tapi, di dunia ini hanya ada tiga makhluk yang sangat dikenal oleh banyak orang. Dan tiga makhluk itu bernama Shuryo, Owari, dan Hinotama"
Sasori: "Heh! Jadi itu ya namanya, End of Every Dimension World. Baiklah kalau begitu, mari kita mulai penjelajahannya"
Dan merekapun menjelajahi dunia yang bernama"End of Every Dimension World" ini, mencari tahu keunikan dari dunia ini. Tapi di tengah perjalanan mereka, mereka bertemu dengan sekelompok makhluk yang sangat tinggi, kurus dan memiliki kulit yang berwarna hitam Penchidengan mata ungu yang menyergap Shizu dan rekan-rekannya. Tapi sayangnya, sergapan mereka itu diketahui oleh Cancer, sehingga Cancer langsung menembakkan laser ke arah salah satu dari kelompok makhluk tersebut.
Penchi: "Cancer?! Ada apa?! Kenapa kau tiba-tiba saja menembakkan laser?!"
Cancer: "Ada sekelompok makhluk yang mencoba menyergap kita. Untungnya aku tahu akan hal itu dan langsung menembak laser ke arah salah satu dari makhluk itu"
Gai: "Heh! Sebaiknya kita secepatnya membunuh mereka semua. Atau ini semua akan menjadi lebih buruk karena akan makin banyak dari makhluk itu yang akan datang"
Sasori: "Begitu ya? Baiklah kalau begitu, Astro Scorpio Tricks: Control the Time"
Seketika, waktu yang awalnya berjalan kini telah dipegang kendali oleh Sasori. Dan dia memilih untuk menghentikan waktu.
Sasori: "Heh! Segini sajakah kemampuan mereka?! Hanya mampu dalam menyergap musuh mereka?! Jika begitu, ini waktunya untuk meluncurkan bintang jatuh begitu saja, atau yang sering mereka sebut sebagai Meteor. Astro Meteor Strike"
Lalu sebagian dari asteroid-asteroid yang ada di luar angkasa tertarik menuju End of Every Dimension World dan asteroid-asteroid itu meluncur dengan sangat cepat, tapi sebelum asteroid-asteroid itu menghantam ke arah makhluk tersebut, asteroid-asteroid itu seketika berhenti akibat dari berhentinya waktu di sana.
Sasori: "Baiklah, sekarang saatnya melepaskan kendali waktu. Uncontrol the time"
Dan waktu yang sebelumnya berhenti kembali berjalan. Dan asteroid-asteroid yang awalnya berhenti itu mulai bergerak dengan sangat cepat dan langsung menghantam ke arah makhluk itu.
Sasori: "Heh! Makhluk lemah"
Gai: "Oh ya, sangat lemah. Ngomong-ngomong, apa kau lupa tentang kemampuan dari makhluk yang bernama Shuryo ini?!"
Sasori: "Eh tunggu dulu, Shuryo. Bukankah itu makhluk di dunia ini yang memiliki kemampuan teleportasi yang sangatlah hebat dikarenakan dapat aktif jika mereka hampir terkena serangan berupa proyektil?!"
Gai: "Ya. Dan kau melemparkan serangan proyektil ke mereka!"
Sasori: "Owh. Oh iya. Sekarang bagaimana kita akan mengatasi mereka semua?!"
???: "Heh! Waktunya pembantaian. Ender Sword Slash!"
Dan seseorang itupun langsung menebas seluruh Shuryo yang menyergap tim Shizu dan seketika seluruh Shuryo itupun mati hanya dengan sekali tebas.
True Fallen Creator: "Heh! Untunglah ada yang menyelamatkan nyawa kita semua di sini. Eh tunggu dulu, bukankah dia Enda?!"
Enda: "Heh! Jadi, kita bertemu lagi ya, Shizu dan Sasori?!"
Shizu: "Enda?! Apa itu benar kau?!"
Enda: "Ya, ini aku. Bagaimana kalian bisa ke dunia ini?"
Sasori: "Soal itu, kami masih belum mengetahui bagaimana dan siapa yang membuat kami terbawa ke dunia ini. Tapi untuk sekarang, kami hanya akan menjelajahi dunia ini"
Enda: "Heh! Baiklah jika kalian ingin menjelajahi dunia ini. Tapi lebih baik ikut aku saja. Supaya kalian lebih aman dari bahaya-bahaya yang ada di sini"
Shizu: "Hmm..... Baiklah! Kami akan ikut bersamamu, Enda"
Enda: "Baiklah kalau begitu, ayo!"
Dan merekapun melanjutkan penjelajahan mereka di dunia ini, dan di sisi mayat-mayat dari ras Shuryo, tiba-tiba saja datang seseorang membawa sabit yang menggunakan sebuah tudung dengan kesan musim salju datang.
Ice Reaper: "Heh! Sepertinya ada banyak sekali pertumpahan darah di sini. Tidak apa-apa, kalian akan tenang di alam sana. Aku berani menjamin perkataanku. Aku, sebagai sang kematian, Ice Reaper, akan bertanggung jawab jika kalian semua tidak nyaman di alam sana"
Dan seseorang itu mengambil seluruh nyawa dari ras Shuryo yang sudah mati itu dan diapun pergi begitu saja. Di sisi lain, tim Shizu bersama dengan Enda melanjutkan penjelajahan mereka yang disertai dengan obrolan.
Shizu: "Jadi, kenapa kau bisa di sini? Dan ada apa yang ingin kau lakukan di sini?"
Enda: "Heh! Apa kalian lupa? Aku pada dasarnya memiliki seluruh kekuatan dari semua makhluk yang ada di sini. Dan soal ada apa yang ingin kulakukan, aku di sini untuk berburu Ender Dragon supaya aku dapat membuat armor dari kulitnya"
Gai: "Ender Dragon? Bukankah itu makhluk yang sangat jarang ditemui di sini? Bagaimana kau akan menemukannya?"
Enda: "Heh! Yang pasti, aku akan berusaha untuk menemukannya"
Enda: "Heh! Sudah kubilang. Kita berusaha menjelajah dan akhirnya kita menemukan naga itu. Baiklah, saatnya pembantaian di mulai"
Lalu Enda mengeluarkan pedangnya yang bernama "Ender Sword" yang dikenal akan tebasannya yang sangat amatlah sakit. Dan ia langsung maju ke arah sang Ender Dragon. Tapi, tiba-tiba saja ada seseorang yang langsung muncul dan mengeluarkan sebuah perisai untuk menghalau gerakan Enda. Meski begitu, perisai tersebut masih bisa dihancurkan oleh Enda hanya dengan sekali tebas dari Ender Sword Slash dan bukan hanya perisainya saja yang hancur, tetapi tebasan itu juga membuat orang itu terpental.
???: "Apa?! Bagaimana bisa perisai yang bisa menahan serangan Supernova ini hancur dengan sekali tebas dari pedangnya?!"
Enda: "Ender Sword bukanlah pedang seperti yang para ksatria kerajaan atau pendekar atau rakyat biasa pakai. Tapi, pedang ini sudah dibuat khusus untuk beradaptasi akan benda yang akan ditebas oleh pedang ini. Dan juga, siapa kau?! Dan kenapa kau di sini?!"
???: "Heh! Kalian jangan berharap mendapat namaku. Dan juga, kalian pikir akan semudah itu untuk memburu naga di sini?! Jangan berharap terlalu banyak, karena aku akan membunuh kalian semua di sini! Muahahaha...!"
??? (2): "Owh, jadi kau yang akan mati karena penyakit kankermu itu tetapi malah kabur dari takdir kematianmu, bukankah begitu?"
???: "Hei! Siapa di sana?! Berani-beraninya bilang begitu terhadap diriku. Sini, tunjukkan dirimu!"
Ice Reaper: "Heh! Di antara semua orang, bahkan sampai makhluk-makhluk aneh yang ada di Multi semesta ini, hanya kau saja yang berani-beraninya melawan takdir kematianmu kepada Ice Reaper sang pencabut nyawa berkekuatan es, atau bisa dibilang, itu adalah diriku"
???: "Pftt..., sejak kapan ada pencabut nyawa berkekuatan es?! Kau pasti hanyalah penipu yang ingin menjebak ku lalu membunuhku dengan sangat kejam! Kerja bagus dalam berbohong, tapi sayang sekali semua orang tahu kalau tidak ada satupun malaikat pencabut nyawa berkekuatan es!"
Ice Reaper: "Iyakah? Sepertinya kau harus berpikir dua kali akan perkataan yang kau keluarkan barusan ke diriku tadi"
???: "Hehehe! Masih saja mencoba untuk menipu. Baiklah kalau begitu, buktika-"
Seketika, Ice Reaper langsung saja tanpa banyak basa-basi mengayunkan sabit yang ia pegang daritadi ke arah belakang. Setelah itu, tiba-tiba saja para ras Shuryo yang ada di sekitarnya membeku.
???: "Apa?! Mereka semua membeku hanya dengan sekali ayun?! Heh! Tapi itu masih belum membuktikan bahwa kau adalah malaikat pencabut nyawa berkekuatan es!"
Ice Reaper: "Masih belum percaya ya? Baiklah, waktunya mengirim mereka yang mati karena membeku itu ke alam sana"
Dan Ice Reaper langsung saja berputar 360 derajat secara singkat. Lalu, jiwa-jiwa dari para ras Shuryo yang mati membeku itupun keluar dan langsung naik menuju alam di atas sana.
???: "Heh! Bisa saja itu hanya kebetulan! Kau tidak akan bisa menipuku dengan cara seperti i- *tertusuk oleh Enda* Argh...!"
Enda: "Kau tahu apa? Aku sudah muak dengan semua ini. Lebih baik kau langsung mati saja! *menebas hingga membuat orang itu terbelah menjadi dua*"
Lalu, setelah Enda menebas orang itu, bukan hanya orang itu saja yang terbelah, melainkan juga Ender Dragon yang berada di belakangnya.
Enda: "Heh! Akhirnya! Misi membunuh Ender Dragon beres"
Ice Reaper: "Terima kasih sudah membantuku mengerjakan tugas pencabutan nyawa. Sekarang, waktunya pergi ke alam sana, Ender Dragon. Dan untuk orang yang telah kau bunuh, akan kubiarkan mayatnya membeku saja"
Dan Ice Reaper langsung saja membekukan mayat orang itu dan pergi sambil membawa jiwa dari mayat Ender Dragon tersebut.
Penchi: "Oke baiklah. Jadi, sekarang apa?"
Gai: "Oh ya. Waktunya pergi dari tempat ini. Dan sebelum kita teleport dari dunia ini. Apakah kau mau ikut dengan kami, Enda?"
Enda: "Ya, ya. Asalkan saja perjalanannya akan menjadi kenangan yang seru"
Gai: "Heh! Jika begitu, baiklah"
Dan Gai langsung saja mengaktifkan lingkaran portal yang berputar dan merekapun menghilang dari Enda of Every Dimension World.
...----------------...
Di sisi lain, di sisi tim Raphtfumi, ditengah perjalanan mereka menemukan sebuah pabrik kue jahe.
Raphtfumi : "Hah?! Pabrik kue jahe?!"
Hakudan: "Hmmmm, tampaknya menarik, ayo kita selidiki pabrik ini"
Bersambung...
Volume 2 Chapter 29 selesai
Selanjutnya di Chapter 30:
Shin: "Hei tunggu dulu, kenapa semua alatnya tampak aneh sekali?!"
Ginger: "Heh! Selamat datang di pabrik pembuat monster kue jahe. Kalian kira apa?! Pabrik pembuatan kue jahe pada umumnya?!"
Hea: "Hei, hei, tebak yang siapa yang kembali Akuma?!"
Heya: "Heh! Sudah saatnya ya. Tempest of Lightning Blades!"