
"Selamat bagi, Master. Apakah Anda tidur nyenyak?"
Mengusap kedua matanya dengan lelah, Roxanne mengerjap mendengar sapaan hangat dari Lux (Arthur) yang membawa hidangan lezat.
"U-um ..." Roxanne mengangguk dengan wajah memerah.
"Baguslah jika begitu. Silahkan duduk dan nikmati hidangannya Master. Maaf karena menunya masih sama seperti kemarin. Saya harap Anda tidak keberatan."
"T-tidak, a-aku tidak keberatan! Apapun yang Arthur masak, itu pasti sangat lezat!"
Roxanne buru-buru berkata, tapi kemudian dia menyadari ucapannya yang membuat gadis itu memerah sampai uap terlihat dari kepalanya.
Lux (Arthur) hanya tersenyum ramah. "Jika Anda berkata demikian, saya merasa lega, tapi saya pikir keterampilan memasak saya belum layak dipuji untuk seperti itu. Meskipun begitu, saya merasa sangat terhormat karena bisa dipuji setinggi itu oleh Anda."
" ... Ya."
Roxanne semakin merasa pusing begitu dia mendengar semua ucapan Lux (Arthur) dan terutama sikap terhormat dari kesatria itu, Roxanne merasa dirinya bisa pingsan kapan saja kalau ini terus berlanjut.
Untuk menghilangkan rasa malunya dia pun mulai menyantap makanan yang tersedia di depannya dan 'Boom'! Roxanne tenggelam seketika di dalam kelezatan makanan itu.
Semua makanan terasa meleleh begitu masuk ke mulutnya dan Roxanne merasa dia tidak akan pernah bosan dengan semua masakan buatan Lux (Arthur).
Melihat bagaimana Master munggilnya itu mulai melahap hidangannya seperti orang yang kelaparan selama bertahun-tahun, senyuman tipis terbentuk di wajah tampan Demi-Servant itu.
Tampaknya pepatah itu tidak salah. Untuk menaklukan lelaki maka kamu harus mulai dari menaklukkan perutnya dahulu.
Yah ... Meski dalam kasus sepasang Master dan Servant itu, justru sebaliknya.
Beberapa menit kemudian, usai menghabiskan semua hidangan dan Roxanne juga sudah agak kenyang, barulah Lux (Arthur) angkat bicara.
"Maaf, Master namun bisakah saya bertanya seberapa banyak yang Anda ketahui tentang sistem Master dan Servant?"
Mendengar nada Lux (Arthur) sedikit serius, tanpa sadar, Roxanne menjadi gugup. Mulai berpikir lalu dengan ragu menjawab dengan suaranya yang lembut.
"Aku ... Aku hanya tahu bahwa Servant adalah sosok yang akan melindungi orang yang telah memanggilnya dan lambang ini ... Adalah tanda sebagai menjalin hubungan dengan Servant ..." ucap Roxanne sambil dengan lembut membelai punggung tangan kanannya.
"Anda benar sekali Master, tapi itu baru dasar sederhananya. Sekarang saya akan menjelaskan lebih rinci konsep keberadaan saya yaitu 'Servant'. Tolong tanyakan jika ada yang tidak bisa Anda pahami, oke Master?"
Roxanne mengangguk pelan sebagai balasan dan secara tidak terduga, Lux (Arthur) tiba-tiba mengenakan kacamata yang entah dari mana asalnya, membuat gadis munggil itu terkejut.
'Sulap?' Roxanne sedikit bingung, tapi entah mengapa dia merasa penampilan Lux (Arthur) dengan kacamata tidak buruk. Sebaliknya, dia merasa sedikit gila melihatnya.
Adapun Lux (Arthur), dirinya berpenampilan layaknya seorang guru karena dia tidak ingin Roxanne terlalu tidak tegang.
Tapi dia tak sadar kalau penampilannya saat ini malah menganggu konsentrasi Masternya.
"Ehem, jadi dengarkan saya Master. Apa itu Servant dan asal usulnya ..."
Servant pada umumnya adalah keberadaan atau roh yang dipanggil oleh setiap makhluk (Master) sebagai pelayan mereka.
Lalu dari mana asal para Servant ini? Mereka (Servant) berasal dari suatu tempat khusus yang mustahil dicapai semua orang yang disebut dengan 'Throne of Heroes', asal dari semua Servant.
Baik itu Pahlawan, Setengah Dewa atau Dewa yang mati akan kembali ke Throne of Heroes.
Tapi bukan berarti mereka harus mati dulu lalu dapat dipanggil menjadi Servant oleh Master.
Dalam beberapa kasus, ada juga 'Pahlawan' yang masih hidup sampai sekarang mampu dipanggil sebagai Servant. (Contohnya Merlin).
Penciptaan Pahlawan dan Dewa tidak dibatasi oleh waktu. Mereka dapat terlahir baik di masa lalu, kini, dan masa depan.
Karena hal itu, jumlah para Pahlawan dan Dewa bisa dibilang tidak terbatas (Infinity). Tidak lagi masih ada para 'Pahlawan' dengan karakteristik berbeda di dunia paralel yang tak terhitung, jadi tidak mungkin bisa menghitung jumlah Servant.
Tapi meski begitu, setiap Servant pasti punya kisah atau cerita mereka sendiri karena salah satu persyaratan untuk diterima oleh 'Throne of Heroes' adalah prestasi mereka.
Selama mereka memiliki prestasi yang cukup ketika hidup, mereka dapat dipanggil sebagai Servant dan memasuki Throne of Heroes.
Hanya saja, seperti yang diketahui bahwa rata rata atau bahkan sebagian besar para Servant yang dipanggil adalah pahlawan dari masa lalu.
Kenapa? Jelas karena prestasi mereka sudah diketahui. Ambil contoh Nikola Tesla. Prestasi terbesar Nikola Tesla apa? Dia adalah ilmuwan penemu listrik di dunia.
Dia mungkin bukan pahlawan tapi prestasinya sebagai ilmuwan jenius dan penemu listrik itu membuatnya masuk kategori Pahlawan.
Mereka tak perlu kuat untuk menjadi Pahlawan selama mereka memiliki kelebihan di aspek lain, begitulah konsep 'Throne of Heroes'.
Dengan mengetahui prestasi para pahlawan itu, orang-orang pasti berlomba-lomba segera untuk memanggilnya.
Tentu saja, pada akhirnya itu tergantung pada keberuntungan mereka.
Sekarang untuk pemahaman lebih dalam lagi, Servant yang terpanggil bisa terbagi menjadi beberapa jenis.
Heroic Spirit dan Divine Spirit. Heroic Spirit sederhananya adalah 'Pahlawan' di negara sementara Divine Spirit adalah 'Dewa', tapi makhluk hidup juga bisa terpanggil sebagai Servant.
Lux termasuk dalam jenis ketiga ... Tapi karena identitasnya sekarang dia juga termasuk dalam jenis pertama.
Masih ada beberapa jenis lagi, tapi itu adalah yang paling sering terjadi.
Tubuh dan kelas Servant yang dipanggil harus sesuai dengan kisah / legenda mereka. Ambil Arthur sebagai contoh, dalam legendanya, dia tidak memiliki riwayat atau hal-hal yang terkait 'Assassin', hal ini membuat Arthur tak mungkin terpanggil sebagai Class Assassin.
Arthur bisa dipanggil sebagai Saber karena legendanya memang demikian.
Adapun tingkat parameter yang Servant miliki, itu tergantung pada jenis legenda mereka dan jumlah [mana] Master mereka.
Semakin dahsyat dan semakin tidak masuk akal legenda mereka, parameter Servant itu juga akan disesuaikan seperti itu.
Tapi dalam pertarungan, parameter tidak selalunya menjadi faktor kemenangan.
Setidaknya ada beberapa faktor lain yang bisa menentukan menang atau kalahnya Servant.
Faktor paling dasar yang menentukan menang dan kalah adalah 'Class Skill', 'Personal Skill', dan 'Noble Phantasm'.
Class Skill. Sesuai namanya, adalah skill yang diberikan karena Class Servant mereka.
Personal Skill, yaitu skill-skill atau keterampilan yang mereka pelajari selama masa hidup.
Dan 'Noble Phantasm' atau 'Senjata Suci'. Ini adalah kekuatan manifestasi yang terlahir di dunia yang melambangkan keberadaan milik mereka melalui fakta dan legenda mereka.
Noble Phantasm bisa berupa kemampuan unik atau senjata tergantung legenda mereka.
Karena Noble Phantasm melambangkan status dan identitas, biasanya para Servant akan lebih menggunakan Noble Phantasm pada saat-saat genting.
Noble Phantasm juga dapat dibilang kartu truf para Servant untuk mengalahkan lawannya.
Nah, ketiga faktor itulah yang bisa membuat Servant mendapatkan kemenangan.
Sebenarnya masih banyak lagi faktor, tetapi umumnya kunci kemenangan berpusat oleh ketiga hal itu.
Dan jika semua penjelasan di atas disimpulkan menjadi satu maka keberadaan Servant hanya bisa digambarkan dengan dua kata.
Sangat kuat.
Dan karena terlalu kuat maka kekuatan semua Servant ditekan oleh dunia atau lebih tepatnya oleh kesadaran dunia ... .
Untuk memperparahnya lagi, Servant yang terpanggil tidak boleh melawan perintah Master mereka.
"Lambang yang ada di punggung tangan kanan Master saat ini bukan hanya sebagai tanda dari hubungan antara Master dan Servant. Tapi itu juga berfungsi sebagai sarana untuk memerintahkan para Servant secara mutlak dan tidak mungkin kami bisa melawannya. Lambang itu disebut 'Command Spell'."
Selesai dengan semua itu, Lux (Arthur) segera menepuk tangannya dan tersenyum ramah.
"Baiklah, jadi apakah sejauh ini masih ada yang belum Anda pahami, Master?"
"A-ada yang ingin kutanyakan ..." Roxanne mengangkat tangannya dengan ragu-ragu.
"Silahkan, tanyakan saja Master."
"A-apakah ada cara untuk melawan Command Spell ini?"
" ... " Lux (Arthur) mengerjap dan agak terkejut, tak menyangka pertanyaan itu akan keluar dari Roxanne, tapi setelah dipikir-pikir lagi, itu wajar kalau Roxanne bertanya demikian.
Setelah merenung sejenak, dia memberikan jawaban :
"Ada dua cara untuk melawan perintah yang diberikan oleh Command Spell. Cara pertama adalah memiliki Noble Phantasm Anti-Magic, yang artinya bisa menghapus Sihir atau menetralkan sihir.
Dan cara kedua adalah ... Memiliki yang sangat tinggi."
Mendengar cara kedua, tubuh Roxanne sedikit tegang dan gugup, karena dari yang dia lihat di paramater Lux (Arthur), ada 'Magic Resistance' yang Rank-nya cukup tinggi.
"Namun Anda jangan khawatir, Master."
Saat itu, Lux (Arthur) seketika bertekuk lutut di hadapan Roxanne seakan sedang memberikan penghormatan dan dengan tulus berkata :
"Saya bersumpah atas nama Raja Inggris, saya tidak akan pernah mengkhianati Anda atau pun melawan semua perintah Anda. Jadi Anda tidak perlu khawatir, Anda pegang kata-kata saya. Dan kalau yang terjadi sebaliknya, saya akan langsung bunuh diri tepat di depan Anda."
Kekhawatiran Roxanne bukan tanpa dasar. Dia baru saja melarikan diri dari siksaan, karena hal ini dia takut, takut bahwa Servantnya akan berbalik melawannya. Apalagi, Lux (Arthur) yang tinggi memperkuat dugaan itu.
Dan Lux (Arthur) memahami perasaan gadis ini, oleh sebab itu dia tidak ragu untuk bersumpah padanya agar melenyapkan rasa khawatir Roxanne.
Benar saja, pikiran Roxanne yang tadinya penuh kecemasan langsung hilang, pikirannya menjadi kosong.
"Apakah Anda masih meragukan saya, Master?"
Roxanne langsung sadar kembali dan dengan panik menjawab. "T-tidak, aku ... Aku senang ... Aku sangat senang, t-tapi aku juga tidak akan memberikan perintah yang tidak Arthur sukai ... J-jadi ..." Roxanne mulai kesusahan menyusun kalimatnya dan tambah panik.
Beberapa saat agar berhasil tenang. "K-kalau ada sesuatu yang ingin Arthur lakukan, Arthur tidak perlu menahan diri karena aku. A-aku tidak mau menjadi hambatan Arthur ..."
Lux (Arthur) terkejut lalu tersenyum. "Saya mengerti. Jika begitu keinginan saya saat ini adalah terus berada di sisi Anda. Apa Master keberatan?"
" ... "
Saat itu, Wajah Roxanne seketika memerah padam dan tidak berani menatap wajah Lux (Arthur).
Meskipun begitu, ucapan dari King of Knights itu membuat gadis itu merasa sangat senang hingga dia buru-buru mengangguk.
Lux (Arthur) sedikit terkekeh dan tidak bisa tidak menahan diri untuk berpikir kalau Main Heroine ini sangat lucu, cukup berbeda dari dengan versi dewasanya yang dimana lebih kejam karena menganggap nyawa manusia seperti seekor semut.
Memikirkan bagaimana Roxanne akan tumbuh dewasa, Lux (Arthur) sedikit pahit.
Berbeda dengan Roxanne dunia paralel ini yang pasti aman selama Lux (Arthur) hadir, Roxanne di dunia utama pasti sebaliknya.
Dalam plot, Roxanne memang mencoba melarikan diri, tapi bukan hanya gagal dalam memanggil Servant, dia juga berhasil dibawa oleh para ilmuwan gila itu kembali ke ruangan siksaannya.
Hanya saat dia berusia 18 tahun, Roxanne dapat mengendalikan kekuatan dari , yang tanpa ragu memusnahkan tempat saat dia disiksa dan menderita kemudian berhasil bebas.
Tapi sejak itu juga, Roxanne kesulitan untuk percaya pada orang lain dan juga akan mulai menggila begitu melihat orang berpakaian jas putih.
Sial, bahkan protagonis saja butuh waktu yang lama untuk dapat membuat Roxanne jatuh hati padanya.
Dalam hal ini, Lux (Arthur) ingin mengatakan bahwa dia kagum pada protagonis yang bisa menaklukkan Roxanne yang kejam.
... Atau mungkin kasihan karena protagonis itu hampir mati beberapa kali dalam perjalanannya untuk menaklukkan hati Roxanne.
Jika Lux (Arthur) tidak salah ingat, Protagonis pernah dipanggang oleh Roxanne lebih dari 5 kali.
Akan tetapi kendatipun hati Roxanne sudah ditaklukkan oleh protagonis, Roxanne masih kesulitan untuk percaya pada manusia lain.
Karena hal itulah, Lux (Arthur) ingin melindungi Roxanne di dunia paralel ini. Di dunia utama, dia tidak bisa melakukannya, tapi di dunia ini hal itu mungkin.
Lagipula, di dunia utama sudah ada protagonis Hiro Yuuya yang akan mengatasi Roxanne.
"A-arthur?"
"Ya? Ada apa Master?" Lux (Arthur) bertanya dengan hangat.
"I-itu ... Masih ada yang ingin kutanyakan."
"Silahkan, tanyakan saja apa yang masih Anda ragukan, Master."
"A-arthur mengatakan kalau para Servant itu biasanya berasal dari cerita terdahulu dan Arthur juga termasuk salah satunya. L-lalu apa Arthur punya legendanya sendiri?"
Mendengar pertanyaan itu, Lux (Arthur) sedikit membeku dan menjawab setelah berpikir lama : "Ya, saya memiliki legenda saya sendiri. Di era ini, mereka menyebutnya dengan ."
"?" Roxanne bergumam bingung.
Sungguh, jika ada orang lain yang mengetahui bahwa Roxanne tidak tahu tentang kisah 'Raja Arthur' yang agung, mereka mungkin terkejut.
Zaman di mana semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan Servant yang kuat, tidak diragukan lagi kalau legenda Arthur sangat terkenal dan hampir semua tahu tentang kisahnya.
Bahkan saking terkenalnya, banyak film yang dibuat berdasarkan legenda King Arthur.
Tapi itu normal bagi Roxanne tidak tahu tentang legendanya, mengingat dia sudah terkurung di ruangan putih selama bertahun-tahun.
Tetap saja ...
"Tapi legenda saya bukan legenda yang bagus. Lebih baik bagi Master mencari tahu mengenai legenda lain."
Tidak ada Servant yang ingin Masternya tahu tentang ending mereka dan Lux (Arthur) tidak terkecuali.
Karena saat para Master tahu tentang legenda Servantnya, mereka mampu melihat kehidupan mereka ketika para Servant masih hidup.
Dan Lux (Arthur) tidak ingin Roxanne menjadi lebih tertekan setelah dia melihat ingatannya. Bagaimanapun, kehidupan Arthur Pendragon sangat pahit.
Tapi sayangnya, Roxanne tidak bisa memahami kekhawatiran Lux (Arthur).
"T-tapi ... A-aku ingin tahu lebih banyak tentang Arthur," ucap Roxanne lemah.
" ... " Lux (Arthur) dan akhirnya menghela napas tidak berdaya. Dirinya tidak sanggup melihat Masternya seperti ini.
Sisi Arthur yang sangat menghormati gadis gadis sangat merepotkan ...
"Baiklah. Selain itu, ini juga bisa menjadi kesempatan untuk Master."
Roxanne senang mendengar hal itu tapi apa yang Lux (Arthur) ucapkan selanjutnya agak membingungkan gadis itu.
"K-kesempatan?"
"Ya." Lux (Arthur) mengangguk. "Waktunya bagi Master untuk terbiasa dengan keadaan dunia luar sekarang ..."