Why My Servant Is So Perfect?

Why My Servant Is So Perfect?
Ch. 10 – Talk With the World



Note ; Sekadar saran dari penulis pemula yang rendah hati. Untuk pembaca yang merasa jijik karena karakter perempuannya terlalu banyak, Author sarankan lebih baik kalian berhenti di sini karena ceritanya memiliki genre harem. Author tidak mau nanti muncul komentar yang tidak menyenangkan.


...***...


[ Ding! Peringatan! Peringatan! System menyarankan untuk melarikan diri! ]


Bertepatan dengan kemunculan 'dia', tidak hanya -nya memberikan peringatan bahaya, sistem yang selama ini diam juga memperlihatkan banyak panel bahaya.


Dan Lux (Arthur), orang yang merupakan penyebab kemunculan keberadaan itu, mulai berkeringat dingin.


'Inikah Gaia? Benar-benar mengejutkan ...'


Sebenarnya, dalam novel Lux (Arthur) tidak pernah mendeskripsikan seperti apa penampilan Gaia. Bukan hanya Gaia, akan tetapi Alaya dan Agul juga demikian.


Lux (Arthur) hanya menggambarkan mereka sebagai tanpa gender, tapi mereka juga bisa memodifikasi jenis kelamin dan penampilan mereka.


Jadi, melihat Gaia memilih untuk tampil di hadapannya sebagai wanita dewasa yang cantik, tidak heran Lux (Arthur) terkejut ...


..."Terima kasih atas pujianmu, dipuji oleh seseorang sepertimu sangat berarti."...


Lux (Arthur) tersentak saat makhluk di depannya berbicara. Meskipun tidak jelas, Gaia sepertinya sedang tersenyum.


Tapi bukannya senang, Lux (Arthur) justru merinding.


Apa-apaan? Gaia yang sangat membenci manusia senang saat dipuji oleh seorang manusia?


..."Kamu tidak salah, aku sangat membenci manusia. Aku harap mereka semua punah."...


Seolah mengetahui apa yang ada di benak Lux (Arthur), Gaia langsung berkata dingin dan tanpa emosi, menunjukkan bahwa dia tidak memiliki perasaan yang bagus untuk makhluk bernama manusia.


..."Tapi kamu terkecuali." ...


Gaia menunjuk ke arah Lux (Arthur).


..."Berbeda dari manusia yang lain, kamu adalah kasus yang cukup unik. Tidak ... Kamu sangat spesial."...


Saat berkata demikian, nada Gaia terdengar sangat tenang seolah dia memiliki perasaan tertentu untuk Lux (Arthur) ...


Mendengar hal itu, Lux (Arthur) tidak tahu apakah dia harus senang dan pahit.


Tunggu! Sampai saat ini dia hanya diam, lalu bagaimana Gaia tahu apa yang saat ini dia pikirkan?! Jangan bilan–


..."Aku tidak bisa membaca pikiranmu, tidak sepenuhnya."...


" ... "


Lux (Arthur) hanya merasakan seluruh darahnya menjadi dingin dan langsung menjadi tegang.


Tidak pernah sekalipun pemuda itu lengah ketika menatap sosok mengerikan itu secara langsung.


Tidak, membaca pikiran? Yang benar saja? Lux (Arthur) memang membuat Gaia cukup kuat dalam plot, namun bisa membaca isi pikiran orang lain ... Ini di luar dugaannya.


Meski tidak sepenuhnya – Mungkin karena keberadaan System – tapi Gaia masih tetap berbahaya karena bisa membaca sebagian pikirannya.


..."Tenanglah, Arthurku. Aku tidak ingin melukaimu."...


"Apa menurut Anda saya akan percaya pada ucapan seseorang yang mencoba membunuh saya di tempat pertama?"


..."Itu adalah respon alamiku pada makhluk luar sebagai Penjaga Dunia ini. Bukankah kamu juga akan bereaksi demikian ketika dalam posisiku?"...


"Ya, mungkin, tapi setidaknya, saya akan berbicara dengan orang itu dulu sebelum mengambil keputusan."


..." ... " ...


Gaia terdiam.


..."Jika kamu tidak puas, maka aku minta maaf atas itu."...


Ekspresi Gaia tidak jelas, jadi Lux (Arthur) tidak tahu apakah dia tulus meminta maaf atau tidak.


Tapi melihat Gaia mengambil langkah ke arahnya, ekspresi Lux (Arthur) berubah dan mengangkat .


"Jangan mendekat," perintah Lux (Arthur) dengan dingin.


Gaia tidak berhenti dan terus berjalan maju. Lux (Arthur) ingin memberikan peringatan lagi, akan tetapi Gaia tiba-tiba menghilang dari pandangannya dan muncul langsung di depan wajahnya.


'Cepat!'


Lux (Arthur) sangat terkejut dan tubuhnya secara naluriah bergerak cepat, kemudian pedang terhunus tapi–


'Apa?!'


Kedua mata Lux (Arthur) melebar.


..."Tenang Arthurku. Sekali lagi, aku tidak ingin melukaimu."...


Gaia memegang tangan Lux (Arthur) dan mencegahnya mengayunkan . Cengkeramannya sangat kuat! Kuat! Dan maksudnya sangat kuat sampai dia tidak bisa bergerak!


Kamu tahu Strenght-nya berada di Rank A! Sangat kuat untuk merobohkan bangunan berlantai dengan tinju acak!


Tapi Gaia menghentikan gerakannya seolah bukan apa-apa.


Bukan hanya sangat cepat untuk secara instan muncul di depannya sebelum Lux (Arthur) bisa bereaksi, tapi dia juga ...


'Kurasa seperti yang diharapkan dari Gaia ...'


Lux (Arthur) mulai merasa gemetar.


..."Dengarkan aku, Arthurku." ...


Gaia menatap langsung di pupil zamrud Lux (Arthur).


..."... Jika aku benar-benar ingin melukaimu, aku sudah melakukannya."...


..."Kamu kuat, mungkin Servant terkuat yang pernah aku lihat. Bahkan Agen (Grand Servant) Kesadaran Umat Manusia tidak dapat melukai Beast sekali serang seperti yang kamu lakukan. Tapi kamu belum cukup kuat untuk bisa melawanku, Tuan dari semua Beast."...


Untuk melukainya dan bahkan membunuh dirinya, hanya yang bisa, tapi apakah Gaia hanya akan diam melihat Lux (Arthur) melepaskan segel ?


Tidak. Sebelum pelepasan , Lux (Arthur) pasti sudah mati.


Mengetahui fakta ini, Lux (Arthur) berhenti melawan dan Gaia juga mulai melepaskan cengkeramannya.


Tapi Gaia sama sekali tidak berniat untuk menjauh dari Lux (Arthur). Sebaliknya, dia malah mendekatinya dengan lebih intim.


..."Dilihat dari reaksimu ... Tampaknya kamu sudah mengetahui identitasku ..."...


"Tentu saja, bukankah Anda adalah Kesadaran Dunia, Gaia?"


"Gaia? Meskipun aku tidak tahu apa artinya itu tapi tebakanmu benar, aku adalah Kesadaran Dunia."


Lux (Arthur) sedikit terkejut dan merasa agak aneh.


Apakah Kesadaran Dunia di dunia parallel ini belum memiliki nama resminya sendiri?


[ Ding! Menjawab, Ya ]


Lux (Arthur) terdiam. Serius?...


Tapi menatap 'Gaia' atau Kesadaran Dunia di depannya tampak tertarik dengan nama yang dia sebutkan tadi, sepertinya itu tidak salah.


Kesadaran Dunia paralel ini belum punya nama.


Dan bukan hanya Kesadaran Dunia, tapi mungkin Kesadaran Umat Manusia dan Kesadaran Laut Dunia juga sama.


"Gaia adalah nama Dewa yang mewakili Dunia, Kesadaran Dunia dari tempat saya dinamakan demikian."


..."Kesadaran Dunia dari tempatmu bernama itu?"...


Dia memiringkan kepalanya dengan penuh minat dan penasaran.


"Ya." Lux (Arthur) mengangguk. "Bukan hanya Kesadaran Dunia, Kesadaran Umat Manusia bernama Alaya sedangkan Kesadaran Laut Dunia bernama Agul."


" ... " Dia terdiam, namun Lux (Arthur) bisa menebak bahwa sosok di depannya cukup terkejut.


Setelah diam beberapa saat, dia kemudian bertanya.


... "Lalu apa nama untuk duniamu?"...


Lux (Arthur) berkedip pada pertanyaan itu, matanya sedikit menyipit. Nama Dunia Utama? Dalam novelnya, dia mengambil dari bahasa Yunani. Jika tidak salah, nama Dunia novelnya adalah ...


"Cosmos." Lux (Arthur) menjawab. "Cosmos memiliki arti yang sama, yaitu 'Dunia'."


Dia terdiam dalam waktu yang lama setelah mendengar itu kemudian dia berkata pelan ...


..."Cosmos ... Aku menyukainya ... Dan Gaia juga ..."...


Dia mengulangi nama itu beberapa kali dan Lux (Arthur) bisa membaca berbagai ekspresi yang terbentuk di wajahnya.


Antara senang, antisipasi, dan penuh suka cita.


..."Baiklah, mulai sekarang, Dunia ini akan dikenal sebagai Cosmos dan aku juga akan dikenal oleh semua orang sebagai Gaia."...


Setelah mengatakan itu, sosoknya bersinar dengan cahaya yang terang, memaksa Lux (Arthur) menutup sebelah matanya.


Butuh beberapa menit sebelum cahaya itu meredup dan sang Raja membuka mata.


"Apa itu tadi?" tanya Lux (Arthur).


..."Tidak ada, aku hanya memperbarui sesuatu yang salah."...


Lux (Arthur) menyipitkan mata dengan curiga, tidak percaya dengan ucapannya. Jelas tidak sesederhana itu, tapi dia menahan diri untuk bertanya karena dia harus fokus pada hal yang paling penting saat ini.


"Lupakan. Lalu apa yang Anda inginkan dari saya? Tidak mungkin Anda muncul di depan saya tanpa alasan."


Sementara Lux (Arthur) tergoda untuk mengajukan pertanyaan kenapa memanggilnya dengan 'Arthurku', tapi dia lebih mendahulukan informasi yang dirasa lebih bermanfaat.


..."Aku ingin membuat penawaran denganmu."...


"Penawaran?" Lux (Arthur) bertanya sambil mengerutkan kening.


..."Ya." Gaia mengangguk tenang kemudian mengulurkan tangannya. ...


..."Aku ingin kamu menjadi Guardian World-ku."...


" ... Maaf?" Lux (Arthur) bertanya-tanya apakah dia tidak salah dengar.


..."Kamu tidak salah dengar. Jadilah Guardian World-ku."...


"Dan kenapa harus saya?" Lux (Arthur) mengernyit. "Maksud saya, saya yakin Anda bisa menemukan Servant sekuat atau bahkan lebih kuat dari saya untuk dijadikan Guardian World."


..."Salah." Gaia membantahnya dengan nada datar, "Tidak ada Servant yang dapat setara denganmu di dunia ini."...


"Kenapa Anda begitu yakin?"


..."Seperti yang telah aku katakan tadi, kamu sangat kuat. Sejauh ini, tiada yang berhasil melukai Beast dengan sangat parah dalam sekali serang."...


..."Juga, aku membenci manusia. Apa kamu pikir aku akan meminta manusia lain untuk menjadi Guardian World-ku?"...


Menyebut manusia, Gaia nampak sangat jijik. Baginya, makhluk yang disebut manusia itu lebih kotor dari kecoa ...


Tapi tatapannya berubah ketika menatap Lux (Arthur).


..."Tentu saja kecuali kamu ..."...


"... Apa yang Anda suka dari saya? Kalau hanya kekuatan, saya pikir itu tidak cukup untuk menarik perhatian Anda."


..."Semua."...


" ... Ya?" Lux (Arthur) mengerjap.


...Gaia menatapnya dengan tenang dan berkata : "Aku menyukai apa pun yang tentang dirimu. Kepribadianmu, penampilanmu, jiwamu, aku menyukai semuanya."...


..."Keberadaanmu adalah berkah. Dunia ini bersukacita saat kedatanganmu, mereka bersorak bahagia."...


..."Keberadaanmu memberikan ketenangan, kenyamanan, serta kedamaian pada diriku ...


...Jadi, aku ingin memilikimu."...


..."Sejak melihatmu mengayunkan 'Pedang' itu, kamu sudah menjadi milikku ... Kamu adalah Arthurku."...


Sambil mengatakan semua itu, tatapan Gaia berubah menjadi obsesif dan mendekatkan tubuhnya yang tanpa sehelai benangpun ke tubuh Lux (Arthur) sementara tangannya membelai tangan sang kesatria yang memegang ...


Lux (Arthur) terdiam dan akhirnya mengerti mengapa Gaia tidak terlalu memusuhi dia.


Itu karena dia adalah pemegang .


adalah pedang yang lahir dengan tujuan untuk menyelamatkan Dunia. Jadi tidak sembarangan orang yang dapat mengayunkan .


Mungkin ada pedang juga di dunia ini, tetapi pedang itu jelas tidak sama dan tidak sekuat pedang miliknya.


di setiap dunia berbeda. Ada yang lemah serta ada yang sangat kuat.


Dan Lux (Arthur) tidak ragu untuk mengklaim bahwa -nya adalah salah satu pedang terkuat dari semua yang ada di dunia paralel dan alam semesta yang tidak terbatas.


Sebagai manusia yang bisa mengayunkan sekuat itu, mustahil Gaia akan membencinya.


Sebaliknya, tidak mengherankan jika Gaia menginginkannya.


Juga, Lux tidak bisa dibilang 100% manusia karena membuatnya menjadi Demi-Dragon.


..."Bagaimana? Apakah kamu ingin menjadi Guardian World-ku?"...


Gaia dengan intim meletakkan kepalanya di bahu, membuat Raja Kesatria sedikit tidak nyaman karena aroma yang dipancarkan dari tubuh Kesadaran Dunia itu ...


Yang ditawarkan Gaia memang sangat menggoda dan menarik. Lagipula, jika menerimanya, berarti dia satu-satunya manusia yang akan menjadi Pelindung Gaia.


Manusia setingkat Protagonis saja tidak akan diberikan kesempatan ini oleh Gaia.


Sebagai satu-satunya manusia, Dia pasti akan diperlakukan dengan baik oleh Gaia.


Tapi ...


"Maaf, saya tidak bisa," Lux (Arthur) menjawab dengan tegas.


Menerima penawaran itu artinya dia harus tinggal di dunia ini, tetapi Lux (Arthur) tidak berniat untuk tinggal di dunia ini.


Kemunculannya di Dunia ini adalah untuk mendapatkan kekuatan Arthur Pendragon, tidak kurang tidak lebih.


..."Kenapa?" ...


Dan seperti yang diharapkan, Kesadaran Dunia, Gaia, bertanya dengan dingin.


Meskipun tidak bisa melihatnya dengan jelas, Lux (Arthur) yakin bahwa eksistensi horror di depannya merasa tidak senang.


"Saya pikir Anda sudah bisa menebaknya." Lux (Arthur) berusaha menjawab kendati tubuhnya menjadi tegang karena tekanan yang datang dari Gaia. "Saya tidak berniat untuk tinggal di Dunia ini selamanya, saya harus kembali ke Dunia saya."


..."Dan meninggalkan Master manusiamu? Aku tidak berpikir dia akan setuju berpisah darimu."...


"Bukankah itu juga karena ikut campur tangan Anda? Anda membatasi penggunaan -nya," ucap Lux (Arthur), nadanya cukup dingin kali ini.


" ... "


Gaia tidak mengatakan apapun namun dia menyipitkan mata.


Seperti yang diketahui sebelumnya, agar Lux (Arthur) tidak diserang oleh Gaia, maka Alaya dan Agul – atau sekarang Kesadaran Umat Manusia dan Kesadaran Laut Dunia karena mereka belum punya nama resmi – bernegosiasi dengan Gaia.


Salah satu hasil negosiasi itu adalah Roxanne hanya boleh menggunakan sebanyak tiga kali setelah pemanggilan Lux (Arthur).


Dan itu tidak perhari, melainkan seumur hidup. Dengan kata lain setelah Roxanne menggunakan untuk ketiga kalinya, waktu Lux (Arthur) di dunia paralel ini berakhir.


Batasannya bukan hanya itu. Kalau Lux (Arthur) mengaktifkan dengan mengkonumsi [mana]-nya sendiri, bukan dengan [mana] Roxanne, satu juga akan berkurang.


Hal itulah yang membuat Lux (Arthur) menahan diri dari menggunakan asli kekuatan saat diserang sebelumnya.


Kalau tidak, semua 'Shadow' yang menyerang mereka sebelumnya pasti sudah lenyap dalam sekejap.


Sial untuknya, tidak ada yang menyangka bahwa Beast akan muncul, memaksa Lux (Arthur) untuk mengaktifkan dengan menggunakan [mana]-nya sendiri karena [mana] Roxanne tidak cukup untuk mendukungnya.


Hasilnya? Sudah satu terhapus. Keberadaan Lux (Arthur) saat ini hanya bisa dipertahankan oleh dua Roxanne yang tersisa.


..."Batasan itu wajar. Tidak ada yang merasa nyaman ketika makhluk sekuat dirimu berkeliaran bebas."...


Tapi seperti yang dibilang lagi, itu hanya respon alami Gaia sebagai pelindung dunia.


Ini seperti ada orang asing yang tiba-tiba masuk ke rumah kita dan berkeliaran. Tentunya sebagai pemilik rumah, kita akan merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.


Andai Gaia menyadari identitas Lux (Arthur) setelah muncul pertama kali, dia pasti tidak membatasinya.


..."Tapi jika kamu menerima penawaranku, batasan ini tidak akan berlaku lagi," ucap Gaia dengan tenang....


'Licik ...'


Melihat Gaia memanfaatkan situasi, Lux (Arthur) kehilangan kata-kata tapi dia juga tahu Gaia tidak akan menyerah sampai mendapatkan dirinya.


"Maaf, saya sekali lagi harus menolaknya. Saya harap Anda berhenti untuk meminta saya ..."


..." ... "...


Saat itu Lux (Arthur) merasakan tangan Gaia mencengkeram tangannya dengan erat.


Walau Ekspresi Gaia masih tanpa ekspresi, tapi Lux (Arthur) tahu ... Yang disebut Kesadaran Dunia itu sangat tidak senang.


Siapapun pasti akan marah setelah ditolak berkali-kali.


Tidak perlu dikatakan lagi kalau Gaia. Sebagai Kesadaran Dunia, dia pasti memiliki ego yang tinggi.


" ... Bisakah Anda melepaskan pegangannya?"


Lux (Arthur) berkeringat. Bukannya apa, hanya saja cengkeraman Gaia bukan lelucon.


Terutama tangan yang dipegangnya itu adalah tangannya yang terluka!


Gaia menatap Lux (Arthur) sejenak. Seolah menyadari sakitnya, dia langsung menjauh.


Lux (Arthur) merasa cukup lega melihat Gaia menjauh, apalagi penampilan Gaia yang mulai memudar, petanda kalau dia akan pergi, tapi dia juga berkata ...


..."Aku tidak bermaksud untuk menyerah. Di lain waktu aku akan menawarimu."...


..."Ingatlah bahwa aku tidak ingin kamu pergi dari Dunia ini karena .... Kamu adalah Arthurku."...


Lux (Arthur) tertegun lalu tersenyum pahit. Ya ... Tentu saja, dia tahu Gaia tidak akan menyerah pada dirinya.


Sebagai 'orang' yang menciptakan kepribadian Gaia, Lux (Arthur) tahu betapa keras kepalanya eksistensi ini dalam mendapatkan sesuatu ...


"Setidaknya, sebelum Anda pergi, bisakah Anda menjawab pertanyaan saya terakhir kali?"


Gaia yang mendengar itu, memberikan anggukan.


..."Kamu adalah Arthurku, tentu saja aku tidak keberatan menjawab pertanyaanmu."...


"Apakah Anda yang mengirim 'King Ant', maksud saya 'Beast' itu?"


..."Maksudmu semut manusia itu? Jika makhluk itu yang kamu maksud, maka tidak. Sejak awal, aku tidak memiliki Beast sejenis dan sekuat itu. Beast itu juga di luar kendaliku."...


Dan jelas Lux (Arthur) cukup terkejut saat mengetahui fakta itu. "Bukan Anda? Kalau begitu siapa ..."


..."Untuk pertanyaanmu kali ini, aku tidak bisa menjawabnya karena aku sendiri tidak tahu identitas orang yang bisa mengirim Beast."...


Saat mengatakan kalimar ini, udara di sekitar Gaia tampak terdistorsi, tanda dia agak kesal dalam hal ini, tapi dia segera menjadi tenang.


..."Apakah kamu punya pertanyaan lain? Aku harus segera pergi."...


"Tidak ... Tidak ada."


Lux (Arthur) menjawab lambat karena masih terkejut dengan kenyataan bukan Gaia yang menjadi pelakunya.


Gaia melayang sedikit, sosok cantiknya perlahan menjadi lebih transparan dan menjadi tak terlihat.


..."Perpisahan Raja Arthur Pendragon, kita akan bicara lagi di lain waktu. Aku cukup menikmati percakapan kita."...


Dengan itu sosok Gaia menghilang, tapi sekilas, Lux (Arthur) melihat sosok tidak manusiawi itu mengangkat sudut bibirnya.


Menggeleng ringan menghapus pemandangan indah itu, Lux (Arthur) mulai berpikir serius.


Bukan Gaia? Lalu siapa yang mengirim Beast?


Setahunya, hanya Gaia yang memiliki otoritas untuk melakukan itu.


Adapun Kesadaran Umat Manusia dan Kesadaran Laut Dunia?


Tidak mungkin mereka berdua. Kesadaran Umat Manusia hanya bisa mengirim Grand Servant atau Top Servant sedangkan Laut Dunia selalu netral.


Lalu siapa?...


Siluet seorang gadis munggil berambut emas seperti bidadari terlintas di benak Lux (Arthur) tanpa sadar.


Tidak, jangan bilang adalah gadis itu?...


Tubuh Lux (Arthur) menjadi dingin ketika memikirkan hal ini.


'Tidak, tidak, sungguh keterlaluan kalau gadis itu juga eksis di dunia paralel ini ...'


Lux (Arthur) menggeleng beberapa kali sambil menyeka keringatnya.


Tapi .... Kalau ... KALAU gadis itu benar-benar adalah pelakunya maka ... Keberadaan gadis itu adalah mimpi buruk dari semua mimpi buruk ...


...***...