
Note : Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau bahasanya agak berantakan, baru-baru ini Author mulai sakit ...
...***...
'Sial, sial, SIALAN...!!'
"ARRGH!!"
* BOOOMMM...!!!
Mengayunkan , tornado hijau seketika meluluhlantakkan semua benda dalam jalurnya.
Dua Servant, Sir Lancelot dan Sir Mordred tidak bisa menghindarinya. Akibatnya, mereka berdua langsung terpental kuat.
Lux (Arthur) sedikit terengah-engah, menatap ke depannya dengan tatapan dingin.
Oh, betapa marahnya dia saat ini.
Perasaan ini benar-benar menganggunya.
Bagaimana tidak? Kedua sosok itu tidak lain adalah pengkhianat.
Dia tidak terlalu membenci Sir Lancelot karena berbeda dari legenda lain, yang mana Lancelot mengNTR King Arthur dengan merebut istrinya yaitu Guinevere dan mengkhianatinya, di Dunia Arthur yang paralell Lancelot mengkhianatinya karena alasan lain.
Namun itu berbeda untuk Sir Mordred ...
Hanya melihatnya, berbagai macam emosi Lux (Arthur) meluap.
"ARTHURRR...!!"
"Ukh!?"
Suara itu membuat Lux (Arthur) merasakan sakit kepala yang luar biasa, merespon dengan tidak nyaman, rasanya sangat menjijikkan!
Kilatan merah meledak dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat dengan mata, tapi Lux (Arthur) yang bisa melihat masa depan selama dua dan tiga detik dengan instingnya, kecepatan itu bukan apa-apa.
Tetapi dia tidak mencoba menghindarinya. Sebaliknya, dia menghunuskan dengan penuh niat membunuh.
"Suara Anda sangat menganggu, Sir Mordred!"
* BOOOMMM...!!! *
Bilah pedang tak terlihat bertemu dengan bilah pedang merah perak indah yang haus darah.
Bentrokan keduanya membuat retakan laba-laba raksasa pada pijakan mereka. Di saat yang sama sosok gelap muncul di belakang Lux (Arthur).
"Ingin menyerang diam-diam?"
Tatapan Lux (Arthur) sangat dingin, badai hijau meledak dengan kekuatan yang luar biasa! Dia menggunakan seluruh kekuatan fisiknya untuk mendorong Sir Mordred sebelum memberikan tendangan maut ke Sir Lancelot!
* BOOOOMM...!! *
Tendangannya sangat mematikan, hal itu tidak diragukan lagi karena setingkat Top Servant sekalipun, tubuhnya akan langsung meledak setelah terkena.
Namun ekspresi Lux (Arthur) berubah begitu Sir Lancelot menerima tendangannya tanpa terluka.
"GROAARRR...!!" Suara yang tidak enak didengar melengking dari Sir Lancelot, mengepalkan tinju lalu menghantam bagian perut pemuda itu!
Lux (Arthur) mencoba menghindar, sial baginya kecepatannya mungkin berada di Rank B, tapi Sir Lancelot melampauinya dalam kecepatan!
Kecepatan Sir Lancelot berada di Rank A+! Itu adalah kecepatan yang sebanding kecepatan Beast!
Tidak mungkin bisa mengelak!
* BOOOOMM...!! *
Tubuh Lux (Arthur)pun terbang menjauh. Dalam prosesnya, dia merobohkan beberapa bangunan besar.
Belum berakhir sampai disana, tubuh Sir Mordred berubah menjadi kilatan merah menyambar dan–
* JEDAARRR...!!! *
Semua benda disekitarnya menjadi abu saking intensitasnya petir merah itu!
"Ar ... Thur ..."
Roxanne di sisi lain bersusah payah mengangkat kepalanya dan merasa ngeri ketika menyaksikan kondisi mengerikan Servantnya.
Tubuh Lux (Arthur) benar-benar terluka parah. Sebagian armornya lenyap sementara sebuah uap putih keluar dari tubuhnya seakan sedang mendidih.
Pemuda itu kesulitan mengambil napas, sebelah matanya tertutup karena cairan berwarna merah yang mengalir dengan deras.
'Ini semua ... Ini salahku ... Aku ... Akulah yang menghambat Arthur ...'
Kekuatan Lux (Arthur) seharusnya bisa lebih kuat, hanya saja karena takut akan membuat Roxanne terbebani oleh konsumsi [mana], dia tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Roxanne menyadari ini. Dia sangat bersalah. Kalau dia lebih kuat, kalau dia lebih berani ... Semua ini, semua ini tidak akan terjadi.
Lux (Arthur) tidak akan terluka. Dia juga bisa menggunakan Noble Phantasmnya yang asli tanpa ragu-ragu.
Ini semua adalah salahnya ...
Cahaya di mata Roxanne meredup.
"Aku ... Sangat tidak berguna ..." gumam gadis munggil berambut merah itu dengan gemetar.
"Ara ~ Kamu baru menyadarinya sekarang? Fufu ~ Bukankah sudah kukatakan ~ aku adalah satu satunya yang cocok menjadi Masternya ~ bukan kamu seorang gadis manja ~ Bagaimanapun itu adalah takdir kami berdua ~"
Mengangkat kepalanya dengan penuh sakit, dia menemukan wajah Saviera yang sangat dekat di wajahnya.
"Ah, aku tahu itu ~ Kamu pasti ingin bilang kalau aku menyukainya, kenapa aku harus memanggil dua keberadaan yang menyakiti hati Arthurku ~
Jawabannya sederhana ~ Untuk membuat Pangeranku bahagia, aku harus menghancurkan semua masa lalunya dan dia pasti mencintaiku setelah ini ~"
Senyumannya begitu tulus murni tapi Roxanne hanya merasakan perasaan yang belum pernah dia rasakan dalam seumur hidup.
Untuk pertama kalinya ... Roxanne merasakan kebencian dan amarah dari lubuk harinya.
Gadis ini, tidak ... Monster ini benar-benar sudah kehilangan kewarasannya.
"Tapi sungguh menyedihkan, Roxanne Rose ~ Kamu tahu? Tubuh , meski tidak berharga bagiku, bukan berarti tubuhmu itu lemah ~
Potensimu sangat besar, [mana]-mu bisa menjadi hampir tak terbatas, memanipulasi berbagai macam api unik, tubuh yang abadi, dan bahkan ... Memusnahkan Dunia.
Hanya saja, kamu tidak menyadari potensimu ~ kalau kamu berhasil mengembangkan kekuatan sampai sedemikian rupa, aku mungkin kewalahan ~
Tapi tetap saja, kamu tidak bisa mengalahkanku fufufu ~"
Penjelasan itu membuat Roxanne membeku. Apakah ... Dia sekuat itu?
Dia kembali ke kenangan di ruang putih yang di mana beberapa ilmuwan mengatakan Phoenix> sangat kuat dan bisa menghancurkan Dunia.
Awalnya, dia tidak fokus mendengar pembicaraan itu karena dia sedang menahan semua rasa sakit dari penyiksaan, tetapi dia yakin kalau itulah yang mereka katakan ...
Juga ...
..."Master, sebenarnya Anda sangat kuat. Anda tidak mengetahuinya sekarang, tapi diri Anda yang di masa depan akan mengetahuinya. Di saat itu, Anda akan merasa Anda adalah manusia paling beruntung karena terlahir dengan kekuatan itu."...
Itu adalah yang diucapkan oleh Lux (Arthur) beberapa hari yang lalu namun ...
'Tidak ... Tidak ... Aku ... Aku merasa paling beruntung ... Paling bahagia di dunia ini .... Hanya pada saat .... Pada saat aku berhasil memanggilmu ... Arthur ...'
Roxanne menggigit bibirnya dengan keras kepala dan berusaha bangun.
"Aku ... Aku tidak akan darimu ... Takkan pernah! Arthur ... Dia adalah Arthurku! Milikku seorang!"
"Ara?" Saviera yang mendengar itu mengerjap kemudian menyipitkan mata. "Fufufu, menarik ~ lalu apa yang akan kamu lakukan? Keadaan tidak akan berubah meski kamu berkata demikian ~"
Melarikan diri? Saviera meragukan itu karena tempat ini benar-benar sudah dikepung. Tidak ada tempat untuk bersembunyi kecuali di luar angkasa.
Tapi kalaupun mereka berhasil ke luar angkasa entah bagaimana, dia masih memiliki sarana untuk menjangkau mereka.
Pemikiran Saviera kali ini salah karena Roxanne tidak berniat melarikan diri sama sekali ...
'Arthur ... Kali ini aku tidak mau menghambatmu ...'
Lambang merah di punggung tangan Roxanne mulai berkedip-kedip lalu pasukan [mana] yang luar biasa mengalir.
Menyadari keanehan ini Saviera sedikit terkejut kemudian memiringkan kepala. Hanya saja, dia tersenyum dengan agak tak manusiawi, terlihat sedikit mengerikan ...
"Hehehe ... Perlihatkan padaku apa yang bisa kamu lakukan ... Roxanne Rose ~"
Saviera tidak menghentikan aksi Roxanne karena dia benar-benar tertarik ... Apa gadis itu mampu memberikan pasokan [mana] yang cukup untuk mengaktifkan Noble Phantasm Lux (Arthur)?
Ya ... Roxanne ingin memberikan [mana] yang sangat-sangat banyak kepada Lux (Arthur) ... Semata-mata kekuatan asli dapat digunakan.
'Panas ... Sakit ...'
Roxanne berkeringat dingin, matanya tampak kabur, tubuhnya gemetar. Jika berlanjut terus, dia akan kehilangan kesadaran karena jumlah [mana] yang dikonsumsi, tapi ... Dibandingkan dengan penderitaan di ruang putih itu, semua rasa sakit ini bukan apa-apa.
Dan ...
'Aku tidak mau kehilanganmu ... Arthur ...'
...***...
"Hm?"
Lux (Arthur) mengerjap, dia terkejut menemukan [mana] di tubuhnya meningkat, ditambah cahaya suci dari mulai menyembuhkannya.
Meski tidak sepenuhnya, itu meringankan beban pada tubuhnya.
'Roxanne ...'
Tak butuh waktu yang lama bagi Lux (Arthur) untuk memahaminya, pemuda itu tersenyum pahit. Terus terang, dirinya sudah siap untuk menggunakan meskipun mereka harus kehilangan lagi, tapi sepertinya Roxanne menyadari ini ...
Dia bisa merasakannya, rasa sakit, penderitaan, keras kepala, dan berbagai perasaan Roxanne yang lain.
Perasaan Roxanne yang paling kuat adalah ... Dia tidak mau kehilangan Lux (Arthur).
'Aku merasa senang karena Heroine novelku sangat peduli padaku. Untuk itu ...'
Dia harus menanggapi perasaan Roxanne. Dia menggakkan punggungnya lalu dia membawa maju pedang Sumpah Kemenangan yang saat ini masih tak terlihat.
"<"
Tapi di detik berikutnya, itu berubah. Angin hijau indah yang kencang berpencar ke segala arah ... seketika memperlihatkan wujud asli dari pedang suci terkuat yang selama ini disembunyikan.
"<>"
Dan seolah dunia terpesona akan keindahannya, udara disekitarnya terhenti.
Bilah pedangnya, itu bersinar seperti matahari yang terbit saat fajar tiba. Itu sangatlah terang, tapi anehnya memberikan perasaan hangat ... Hangat seperti sedang dalam pelukan ibu.
Mungkin justru karena itu, rasanya sama sekali tidak menyakitkan kedua mata ketika menatap cahaya terang pedang itu dari dekat.
Waktunya mengeluarkan kekuatan aslinya ...
..."<>" ...
Lux (Arthur) memejamkan matanya dan sedang mencoba berhubungan dengan para kesatria ... 'The Knight of the Round Table'.
Hanya ada salah satunya yang menanggapinya, kebetulan orang itu berada tepat di hadapannya.
...[ Rajaku ... Maafkan Hamba Anda ini ... ] ...
Mendengar suara itu, Lux (Arthur) memiliki senyuman tipis dan berkata lembut.
...[ Tolong Yang Mulia Raja Arthur! Tolong habisi Hamba Anda ini! ]...
"Sesuai keinginan Anda ... Sir Lancelot."
..."<>"...
Wanita succubus tertentu dari suatu tempat yang lain tersenyum lalu berkata :
..."<< ... Approved (Persetujuan diterima), Sir Lancelot>>"...
Suara wanita itu sangat merdu yang membawa perasaan nostalgia pada Lux (Arthur). Sayang ... Dia harus fokus saat ini.
Partikel emas yang tak terhitung jumlahnya berkumpul menjadi satu. Bola kecil dari api keemasan, mereka bergerak seperti kunang-kunang yang terbang di cahaya.
Bedanya itu bukanlah kunang-kunang .... Itu adalah cahaya harapan umat manusia, yang bersinar dengan tujuan murni yaitu ... Untuk menyelamatkan Dunia.
Itu adalah Pedang Sumpah Kemenangan. Seperti namanya, tiada pilihan kekalahan untuknya.
Setelah bersinar, pedang itu ditakdirkan untuk menang, pedang yang bertugas memberantas seluruh kejahatan dan kekejian di Dunia.
Nama pedang itu adalah–
..."<Cahaya keemasan melonjak tinggi ke langit, menembusi awan-awan langit, hingga sinar Matahari menyinari tempat. Namun, bahkan Mataharipun pudar di hadapan cahaya yang menyilaukan ini.Cahaya itu memberikan kedamaian, kehangatan, dan kesucian. Bahkan untuk Sir Mordred dan Sir Lancelot yang sudah terkontaminasi kebencian terdiam dan mulai jernih ..."Sangat indah! Sangat indah! Pangeranku! Saberku! Arthurku! Kamu sangat indah!"Napas Saviera memburu dan panas. Pipinya memerah ketika melihat sosok tampan yang sedang mengayunkan pedang suci terkuat.Bahkan dia, Holy Grail, yang dikenal sebagai benda terindah dan tercantik didunia bukan apa-apa di hadapan cahaya ini.Keindahannya tidak bisa digambarkan, tidak, menyebutnya 'Indah' akan mencemarkannya! Konsep 'indah' tidak cocok lagi untuk Raja itu!Sementara semua orang terpesona, hanya ada satu yang justru ketakutan."KIEEKKKK!!!" Servant kelas Beast, Disaster meringkik dengan tidak manusiawi. Itu bercampur kemarahan dan ... Ketakutan.Dia masih ingat jelas bagaimana dia terluka parah oleh cahaya itu. Sesuatu yang seperti adalah musuh terburuk baginya, tetapi sebagai monster yang memusnahkan Dunia, tidak mungkin dia akan melarikan diri!Dia memiliki kebanggaan sebagai King Ant!Jadi, untuk itu ...* BOOOOMMMM...!!! *Aura mengerikan terpancar dari tubuh Disaster, tubuhnya membesar menjadi 3 meter, matanya berkilat mematikan, empat tangan tumbuh dari bagian tubuh yang lainnya, dan perubahan yang paling mencolok adalah kerangka putih di tubuh Beast itu ...Benar-benar merupakan perwujudan dari teror!Meski begitu ... Teror itu tidak berarti apa-apa di hadapan cahaya . Menatap ke depannya, Lux (Arthur) dengan tegas mengambil langkah saat menyerukan nama asli Noble Phantasmnya...."–CALIBUR>>!!!"..."KWAKKK!!!"Dengan itu, emas menyilaukan menerobos ke depannya dengan ganas, melenyapkan benda apapun yang ada dalam prosesnya.Sir Lancelot dan Sir Mordred disinari oleh cahaya itu ...Cahaya hitam yang sangat mematikan bersinar sejenak dan melawan tapi di hadapan kemuliaan , cahaya hitam itu hanya tampil sesaat sebelum ditelan oleh sinaran keemasan.Tak mungkin untuk siapapun untuk melawan . Sekalipun Disaster memperkuat parameternya, nasibnya tidak akan berubah!Musuh seperti Gaia saja akan mati, apalagi King Ant yang merupakan musuh alami !Kecuali itu adalah sesuatu yang mirip White Dragon Vortigern, maka tidak ada yang bisa untuk melawan !Dalam sekejap semua yang dilewati oleh cahaya emas yang menyilaukan menjadi uap, tiada yang tersisa biar satupun.Bangunan-bangunan menjadi abu, begitu juga dengan tanah yang kini sudah diwarnai bumbu emas berkilau.Para anggota yang malang tak sempat menghindar, karena terlalu tenggelam dalam keindahan .Namun saat terbunuh, bukannya rasa sakit yang mereka rasakan, justru kehangatan seakan-akan mereka berada di pelukan ibu mereka di surga.Sangat damai ...Ada seorang gadis munggil yang terkena sinar itu, tapi tidak seperti yang lain, dia sama sekali tidak mati. Dia masih hidup, bernapas normal ...Hanya saja, air mata tidak bisa berhenti mengalir di pipinya. "Ini ... Hiks ... Sangat indah ..."Merasakan cahaya emas yang menyelimutinya, Roxanne hanya merasakan perasaan yang tidak bisa dijelaskan.Ini seperti dia berhasil mencapai Ranking 1 di kelas, dan cahaya emas ini adalah hadiahnya ...Adapun pujian? Itu sudah lama menunggunya ..."Anda luar biasa Master."* Puk *Sebuah tepukan lembut mendarat di rambutnya, tangan yang lain sedang memeluk tubuh lembut gadis itu.Rasa damai, tenteram, dan juga damai hangat kembali membungkusnya. Merasakan hal ini ... Roxanne hanya ingin lebih dekat dengannya."Arthur ... Arthur ... Arthur ...""Oke, oke, tenanglah Master. Semuanya baik baik saja sekarang ...""Maaf Arthur ... Aku minta maaf ...""Hm? Maaf untuk apa?" Lux (Arthur) sedikit bingung."Maaf karena sudah takut, maaf karena sudah mencurigaimu ..."Sedikit terkejut, kemudian Lux (Arthur) tersenyum lembut dan berkata. "Tidak apa-apa, saya tidak marah. Itu adalah sesuatu yang wajar. Justru aneh kalau Anda tidak takut, tapi sekarang Anda sudah minta maaf, semuanya baik-baik saja.""Berjanjilah padaku Arthur ...""Apa itu?""Jangan benci padaku ... Tetaplah bersamaku ..."Ucapan itu membawa Lux (Arthur) kembali ke hari pertama dia dipanggil oleh Roxanne. Saat gadis itu terbangun dari mimpinya, dia pernah mengatakan hal yang sama. Meski berbeda kalimat, artinya serupa.'Kamu tidak ingin aku pergi, kah?'Lux (Arthur) menghela napas tak berdaya dalam hati. Untuk yang pertama, dia baik-baik saja, tapi untuk yang kedua ... Itu mustahil.Dia harus kembali. Dunia ini bukanlah tempat dimanaseharusnya dia berada tetapi jelas dia tidak boleh mengatakan ini pada Roxanne.Kondisi mental Roxanne pasti tidak benar jika mengetahui fakta ini. Jadi ..."Keinginan Anda adalah keinginan saya, Master. Jika itu yang Anda inginkan, dengan senang hati saya akan berada di sisi Anda," ucap Lux (Arthur) hangat.Mendengar itu, Roxanne merasa lega dan juga kegembiraan yang meluap-luap. Senyumannya yang bahagia terbentuk diwajahnya kala kedua pipinya memanas."Terima kasih ... Arthur ..." lirih Roxanne karena keadaannya sangat lemah saat ini.Lux (Arthur) tersenyum tipis sebagai tanggapan, namun segera mengernyit merasakan beberapa keberadaan 'jahat' perlahan mendekati mereka. 'Tentu saja ... Tidak akan semudah itu ...'Menatap ke sekeliling, tatapannya menjadi dingin."Arthur ....?"Roxanne yang menyadari itu juga tahu ada yang salah dan melirik di sekitarnya. Ekspresi terkejut nampak di wajahnya karena ... Pasukan Shadow yang tak terhitung kini mengelilingi mereka.Bagaimana bisa? Bukankah seharusnya Saviera sudah mat–Tidak ... Mungkin gadis itu belum mati ...Pemikiran ini saja sudah membuat Roxanne gemetar dan mencengkeram armor 'King of Knights' dengan erat."Tidak apa-apa, Master. Tenanglah, saya akan menyelesaikan mereka dengan cepat."Lux (Arthur) memberikan tepukan lembut untuk menghibur Roxanne, tapi gadis berambut merah itu sedikit panik. Roxanne merasa tidak aman meninggalkan Lux (Arthur) sendirian selagi Saviera masih hidup.Itu adalah Holy Grail, Tuhan tahu trik apa yang dia miliki di tangannya untuk merebut Lux (Arthur) darinya.Beruntung baginya, saat Roxanne memaksa untuk Lux (Arthur) tetap tinggal bersamanya, tiba-tiba dari langit bergema suara seorang gadis."<>"* BLAAAARRR....!!!! *Lux (Arthur) menyipitkan mata dan instingnya menjadi waspada saat kobaran api jatuh dari langitPilar api yang tidak terhitung jumlahnya terbentuk kemudian tanpa ampun langsung membombardir yang tersisa.'? Nama Noble Phantasm dan nyala api ini ...'Lux (Arthur) mengernyit. Sosok akrab terlintas di benaknya ... Di saat yang sama, nyala api itu berkumpul menjadi satu, sehingga membuat suhunya meningkat dratis.Suhunya yang begitu intens. Bahkan orang-orang yang ada di tempat yang sangat jauh berkeringat. Lux (Arthur) tidak terpengaruh karena -nya dan Roxanne lebih tidak mungkin terpengaruh karena dilindungi olehnya.Karena nyala api itu berkumpul dekat pusatnya, maka akhirnya Lux (Arthur) dapat menyaksikan penampilan sosok itu sepenuhnya.Ekspresi acuh tak acuh, mata merah berlian dan rambut merah yang diikat dengan gaya twintails. Tubuhnya agak munggil tapi tidak terlalu seperti Roxanne. Dia mengenakan pakaian yang hampir sebagian transpar meskipun warna hitam merah yang dominan.Beberapa helai kain transpar seperti syal sedang melayang di sekitarnya disertai dengan api indah yang hilang muncul berkali-kali seperti percikan.Setelah melihatnya, barulah Lux (Arthur) tahu identitasnya ...Itu adalah Grand Servant yang dikirim 'Kesadaran Umat Manusia' ...Seorang Divine Spirit yang murni tercipta dari api. Karena itu, dia juga bisa dianggap sebagai 'Dewi' dalam arti lain ...Grand Lancer. Biasa dikenal dengan julukan ... 'Ifrit'.Tapi bagi Lux (Arthur), gadis itu tidak lain adalah ...'Brocon tingkat akut ...'
Cahaya keemasan melonjak tinggi ke langit, menembusi awan-awan langit, hingga sinar Matahari menyinari tempat. Namun, bahkan Mataharipun pudar di hadapan cahaya yang menyilaukan ini.
Cahaya itu memberikan kedamaian, kehangatan, dan kesucian. Bahkan untuk Sir Mordred dan Sir Lancelot yang sudah terkontaminasi kebencian terdiam dan mulai jernih ...
"Sangat indah! Sangat indah! Pangeranku! Saberku! Arthurku! Kamu sangat indah!"
Napas Saviera memburu dan panas. Pipinya memerah ketika melihat sosok tampan yang sedang mengayunkan pedang suci terkuat.
Bahkan dia, Holy Grail, yang dikenal sebagai benda terindah dan tercantik didunia bukan apa-apa di hadapan cahaya ini.
Keindahannya tidak bisa digambarkan, tidak, menyebutnya 'Indah' akan mencemarkannya! Konsep 'indah' tidak cocok lagi untuk Raja itu!
Sementara semua orang terpesona, hanya ada satu yang justru ketakutan.
"KIEEKKKK!!!"
Servant kelas Beast, Disaster meringkik dengan tidak manusiawi. Itu bercampur kemarahan dan ... Ketakutan.
Dia masih ingat jelas bagaimana dia terluka parah oleh cahaya itu. Sesuatu yang seperti adalah musuh terburuk baginya, tetapi sebagai monster yang memusnahkan Dunia, tidak mungkin dia akan melarikan diri!
Dia memiliki kebanggaan sebagai King Ant!
Jadi, untuk itu ...
* BOOOOMMMM...!!! *
Aura mengerikan terpancar dari tubuh Disaster, tubuhnya membesar menjadi 3 meter, matanya berkilat mematikan, empat tangan tumbuh dari bagian tubuh yang lainnya, dan perubahan yang paling mencolok adalah kerangka putih di tubuh Beast itu ...
Benar-benar merupakan perwujudan dari teror!
Meski begitu ... Teror itu tidak berarti apa-apa di hadapan cahaya .
Menatap ke depannya, Lux (Arthur) dengan tegas mengambil langkah saat menyerukan nama asli Noble Phantasmnya.
..."–CALIBUR>>!!!"...
"KWAKKK!!!"
Dengan itu, emas menyilaukan menerobos ke depannya dengan ganas, melenyapkan benda apapun yang ada dalam prosesnya.
Sir Lancelot dan Sir Mordred disinari oleh cahaya itu ...
Cahaya hitam yang sangat mematikan bersinar sejenak dan melawan tapi di hadapan kemuliaan , cahaya hitam itu hanya tampil sesaat sebelum ditelan oleh sinaran keemasan.
Tak mungkin untuk siapapun untuk melawan . Sekalipun Disaster memperkuat parameternya, nasibnya tidak akan berubah!
Musuh seperti Gaia saja akan mati, apalagi King Ant yang merupakan musuh alami !
Kecuali itu adalah sesuatu yang mirip White Dragon Vortigern, maka tidak ada yang bisa untuk melawan !
Dalam sekejap semua yang dilewati oleh cahaya emas yang menyilaukan menjadi uap, tiada yang tersisa biar satupun.
Bangunan-bangunan menjadi abu, begitu juga dengan tanah yang kini sudah diwarnai bumbu emas berkilau.
Para anggota yang malang tak sempat menghindar, karena terlalu tenggelam dalam keindahan .
Namun saat terbunuh, bukannya rasa sakit yang mereka rasakan, justru kehangatan seakan-akan mereka berada di pelukan ibu mereka di surga.
Sangat damai ...
Ada seorang gadis munggil yang terkena sinar itu, tapi tidak seperti yang lain, dia sama sekali tidak mati. Dia masih hidup, bernapas normal ...
Hanya saja, air mata tidak bisa berhenti mengalir di pipinya.
"Ini ... Hiks ... Sangat indah ..."
Merasakan cahaya emas yang menyelimutinya, Roxanne hanya merasakan perasaan yang tidak bisa dijelaskan.
Ini seperti dia berhasil mencapai Ranking 1 di kelas, dan cahaya emas ini adalah hadiahnya ...
Adapun pujian?
Itu sudah lama menunggunya ...
"Anda luar biasa Master."
* Puk *
Sebuah tepukan lembut mendarat di rambutnya, tangan yang lain sedang memeluk tubuh lembut gadis itu.
Rasa damai, tenteram, dan juga damai hangat kembali membungkusnya. Merasakan hal ini ... Roxanne hanya ingin lebih dekat dengannya.
"Arthur ... Arthur ... Arthur ..."
"Oke, oke, tenanglah Master. Semuanya baik baik saja sekarang ..."
"Maaf Arthur ... Aku minta maaf ..."
"Hm? Maaf untuk apa?" Lux (Arthur) sedikit bingung.
"Maaf karena sudah takut, maaf karena sudah mencurigaimu ..."
Sedikit terkejut, kemudian Lux (Arthur) tersenyum lembut dan berkata.
"Tidak apa-apa, saya tidak marah. Itu adalah sesuatu yang wajar. Justru aneh kalau Anda tidak takut, tapi sekarang Anda sudah minta maaf, semuanya baik-baik saja."
"Berjanjilah padaku Arthur ..."
"Apa itu?"
"Jangan benci padaku ... Tetaplah bersamaku ..."
Ucapan itu membawa Lux (Arthur) kembali ke hari pertama dia dipanggil oleh Roxanne. Saat gadis itu terbangun dari mimpinya, dia pernah mengatakan hal yang sama.
Meski berbeda kalimat, artinya serupa.
'Kamu tidak ingin aku pergi, kah?'
Lux (Arthur) menghela napas tak berdaya dalam hati. Untuk yang pertama, dia baik-baik saja, tapi untuk yang kedua ... Itu mustahil.
Dia harus kembali. Dunia ini bukanlah tempat dimanaseharusnya dia berada tetapi jelas dia tidak boleh mengatakan ini pada Roxanne.
Kondisi mental Roxanne pasti tidak benar jika mengetahui fakta ini. Jadi ...
"Keinginan Anda adalah keinginan saya, Master. Jika itu yang Anda inginkan, dengan senang hati saya akan berada di sisi Anda," ucap Lux (Arthur) hangat.
Mendengar itu, Roxanne merasa lega dan juga kegembiraan yang meluap-luap. Senyumannya yang bahagia terbentuk diwajahnya kala kedua pipinya memanas.
"Terima kasih ... Arthur ..." lirih Roxanne karena keadaannya sangat lemah saat ini.
Lux (Arthur) tersenyum tipis sebagai tanggapan, namun segera mengernyit merasakan beberapa keberadaan 'jahat' perlahan mendekati mereka.
'Tentu saja ... Tidak akan semudah itu ...'
Menatap ke sekeliling, tatapannya menjadi dingin.
"Arthur ....?"
Roxanne yang menyadari itu juga tahu ada yang salah dan melirik di sekitarnya. Ekspresi terkejut nampak di wajahnya karena ... Pasukan Shadow yang tak terhitung kini mengelilingi mereka.
Bagaimana bisa? Bukankah seharusnya Saviera sudah mat–
Tidak ... Mungkin gadis itu belum mati ...
Pemikiran ini saja sudah membuat Roxanne gemetar dan mencengkeram armor 'King of Knights' dengan erat.
"Tidak apa-apa, Master. Tenanglah, saya akan menyelesaikan mereka dengan cepat."
Lux (Arthur) memberikan tepukan lembut untuk menghibur Roxanne, tapi gadis berambut merah itu sedikit panik.
Roxanne merasa tidak aman meninggalkan Lux (Arthur) sendirian selagi Saviera masih hidup.
Itu adalah Holy Grail, Tuhan tahu trik apa yang dia miliki di tangannya untuk merebut Lux (Arthur) darinya.
Beruntung baginya, saat Roxanne memaksa untuk Lux (Arthur) tetap tinggal bersamanya, tiba-tiba dari langit bergema suara seorang gadis.
"<>"
* BLAAAARRR....!!!! *
Lux (Arthur) menyipitkan mata dan instingnya menjadi waspada saat kobaran api jatuh dari langit
Pilar api yang tidak terhitung jumlahnya terbentuk kemudian tanpa ampun langsung membombardir yang tersisa.
'? Nama Noble Phantasm dan nyala api ini ...'
Lux (Arthur) mengernyit. Sosok akrab terlintas di benaknya ...
Di saat yang sama, nyala api itu berkumpul menjadi satu, sehingga membuat suhunya meningkat dratis.
Suhunya yang begitu intens. Bahkan orang-orang yang ada di tempat yang sangat jauh berkeringat.
Lux (Arthur) tidak terpengaruh karena -nya dan Roxanne lebih tidak mungkin terpengaruh karena dilindungi olehnya.
Karena nyala api itu berkumpul dekat pusatnya, maka akhirnya Lux (Arthur) dapat menyaksikan penampilan sosok itu sepenuhnya.
Ekspresi acuh tak acuh, mata merah berlian dan rambut merah yang diikat dengan gaya twintails. Tubuhnya agak munggil tapi tidak terlalu seperti Roxanne. Dia mengenakan pakaian yang hampir sebagian transpar meskipun warna hitam merah yang dominan.
Beberapa helai kain transpar seperti syal sedang melayang di sekitarnya disertai dengan api indah yang hilang muncul berkali-kali seperti percikan.
Setelah melihatnya, barulah Lux (Arthur) tahu identitasnya ...
Itu adalah Grand Servant yang dikirim 'Kesadaran Umat Manusia' ...
Seorang Divine Spirit yang murni tercipta dari api. Karena itu, dia juga bisa dianggap sebagai 'Dewi' dalam arti lain ...
Grand Lancer. Biasa dikenal dengan julukan ... 'Ifrit'.
Tapi bagi Lux (Arthur), gadis itu tidak lain adalah ...
'Brocon tingkat akut ...'