
"Aiya, seperti biasa, tanpa sengaja kamu telah mengubah kepribadian seorang gadis menjadi sesuatu yang berbahaya ~"
Suara yang merdu itu berbicara entah dengan siapa namun di saat yang sama pemilik suara tersebut terdengar tidak berdaya.
Senyuman penuh kasih sayang langsung menghiasi wajahnya ...
"Yah ~ Meski begitu, semuanya menjadi lebih menarik ~ Aku penasaran Arthur kecilku ~"
...***...
Beberapa jam sebelumnya ...
'Itu bukanlah Arthur ...'
Pemikiran itu tanpa sengaja melintas di benak Roxanne saat menatap Lux (Arthur) yang sedang sibuk bernegosiasi dengan orang-orang dari .
Ekspresi pemuda itu terlihat tenang akan tetapi ingatan dimana dia mencoba untuk membunuh manusia masih segar di benak Roxanne.
Ekspresi dingin yang tanpa kelembutan serta nada tanpa kehangatan, itu benar-benar tidak seperti Lux (Arthur) yang dia kenal.
Pemandangan itu membuatnya takut karena untuk sesaat dia melihat bayangan-bayangan ilmuwan yang pernah menyiksanya.
Apakah selama ini Lux (Arthur) berakting?
Apakah sumpahnya selama ini bohong?
Apakah ... Apakah dia akan mengkhianati dirinya?
Roxanne tahu bahwa ini dia seharusnya tidak merasa seperti ini.
Salah untuk meragukan Lux (Arthur) karena pemuda itu bahkan sudah bersumpah tepat pada hadapannya akan bunuh diri ketika dia berkhianat.
Tapi setelah melihat ekspresi pemuda itu, rasa takut mulai membuatnya gemetar dan cemas.
Jadi ... Jadi ... Dia tidak mencoba memanggil pemuda itu untuk kembali ke sisinya.
Dia hanya menyaksikan Raja Kesatria tersenyum kecut, tapi tatapannya masih penuh kelembutan dan berkata hangat ...
..."Mulai sekarang Anda akan aman Master. Baiklah, ikutlah dengan mereka. Bersama mereka, kebutuhan Anda pasti terpenuhi. Saya masih ada sesuatu yang harus saya selesaikan."...
Merasakan kehangatan yang membelai rambut merahnya, Roxanne tertegun. Melihat ke atas ... Dia hanya bisa menyaksikan punggung belakang Servantnya mulai menjauh.
Mulutnya terbuka hendak mengatakan sesuatu tapi tiada satupun sepatah kata yang terdengar.
..."Raja Arthur tidak memahami perasaan manusia."...
'Ah ...'
Saat itu, kalimat tanpa sadar terlintas dibenak Roxanne yang membuat kedua pupil gadis itu melebar.
Dia lupa ... Dia lupa kalau Arthur Pendragon memiliki pengalaman hidup yang pahit, jadi mengapa harus heran bahwa dia punya sisi kepribadian yang berbeda?
..."Kamu sangat menderita, sama seperti dia."...
Roxanne mengingat ucapan kakak perempuan cantik yang tak dikenal itu.
Buku itu menjelaskan bahwa Servant yang dipanggil merupakan cerminan dari semua pengalaman hidup Masternya.
Dengan kata lain, pengalaman Arthur dan dia serupa. Meski tidak mirip, tapi mereka berdua sama-sama menderita dalam kehidupan milik masing-masing.
Dan disini, dia justru takut pada Arthur ...
'A-aku ... Sangat bodoh!'
Menyadari hal ini, Roxanne langsung menjadi panik dan buru-buru bergerak.
"Nona Roxanne?!"
Kelvin terkejut dan sedikit panik karena tiba-tiba Roxanne melarikan diri. Pergi disaat para utusan masih berkeliaran, itu berbahaya!
Sayangnya dia sudah terlambat karena Roxanne sudah menghilang dengan kecepatan yang tidak mungkin dicapai manusia, mengejutkan pemuda tampan itu.
'Sial!'
...***...
"Arthur ... Arthur ... Arthur!.."
Mengabaikan tatapan terkejut orang-orang di sekitarnya, Roxanne mulai mencari-cari sosok Arthur dengan takut.
Takut Servant itu akan meninggalkannya ...
Di saat itulah, terdengar suara ledakan–
* BOOOOMMMM...!!! *
Ledakan itu seperti bom nuklir, mengirimkan gelombang kejut, dan membuat orang-orang yang hadir panik.
"Sial! Apa-apaan itu?!"
"Apakah itu gempa?!"
"Awoo!!"
Para Servant yang berjenis binatang menggeram dan melolong karena mereka merasakan ancaman kematian dari ledakan itu.
Tapi berbeda dari mereka, hanya Roxanne yang sangat terkejut karena hal lain.
'Command Spell menjadi panas?...'
Merasakan lambang merah di punggung tangan kanannya memanas, Roxanne sedikit bingung.
Biasanya ini berarti satu hal ...
'Arthur ... Sedang melawan seseorang!'
Roxanne menjadi gugup dan berjalan mengikuti firasat yang diberikan hingga akhirnya dia tiba di lokasi kejadian.
Menatap pemandangan yang penuh kehancuran di depannya, Roxanne sedikit gemetar.
Bukan hanya itu gadis itu juga mendapati ada beberapa orang berjubah yang tidak diketahui asalnya.
Roxanne tidak tahu siapa mereka, tapi niat mereka pasti tidak baik. Belum lagi, jumlah mereka mencapai tiga digit, dan helikopter militer berjumlah puluhan.
'Dan mereka mengincar Arthur ...'
Pemikiran ini saja sudah membuat ekspresi Roxanne sedikit tenggelam.
* SWOSHH!! *
Disaat itu, pusaran badai hijau tiba-tiba meledak yang menarik perhatian mereka semua.
Salah satunya berbentuk tornado yang melesat ke arah bangunan tertentu yang agak jauh, dan langsung memusnahkannya.
Angin hijau itu saja membuktikan identitas pemiliknya yang membuat gadis berambut merah itu senang.
Dia ingin segera mendekatinya lalu meminta maaf karena sudah takut kepadanya, karena meragukannya. Dia ingin pemuda itu berada tepat pada sebelahnya setiap detik.
Saat itu dia membeku dan pikirannya kosong, mencoba memahami apa yang terjadi.
Apa yang dia lihat?
Seorang gadis yang kecantikannya menyerupai bidadari kecil berada di dekat Servantnya tetapi bukan itu masalahnya.
"Ar ... Thur?..."
Suara Roxanne menjadi serak dan terdistorsi seakan suara yang pemalu sebelumnya telah rusak.
Gadis itu ... Dia mencium Servantnya dengan rakus.
Dan itu bukan ciuman biasa. Tidak mungkin itu adalah ciuman biasa karena seutas air liur yang mengalir diantara keduanya.
Seolah-olah itu bukan ciuman yang penuh nafsu, melainkan penuh cinta ...
Perasaan Roxanne menjadi kosong. Matanya terlihat tak bernyawa.
Servantku ... Arthurku ... Arthurku ... Satu-satunya orang yang harusnya hanya peduli pada padaku ... Bukan pada orang lain ...
Kini dicium oleh gadis asing yang tak dikenal.
Pemikiran itu membuat perasaan Roxanne mulai ditelan oleh perasaan gelap.
Sebagai tanggapannya, juga memberikan energi yang berlebihan untuknya ...
...***...
"Aku .... Aku ..." Gadis berambut pirang emas itu merasa pipinya menjadi panas karena beberapa alasan, tatapannya berkabut tapi gairah di mata sejernih laut itu tak bisa disembunyikan. "Aku ... Suka itu .... " gumamnya, napasnya yang sangat hangat dan harum berembus ke Lux (Arthur).
Adapun Lux (Arthur), pemuda itu merasakan kepalanya mati rasa.
Demi Tuhan, Dewa Zeus, Yesus Kristus, Buddha, Cthulhu, Kratos (Joke) dan seluruh Dewa mitos! Apa yang barusan terjadi?!
Ciuman pertamanya hilang begitu saja!
Meskipun tidak bisa dibilang ciuman pertama karena dia sendiri sudah dicium berkali-kali oleh Guinevere, istrinya sendiri – Tambahkan Morgan le Fay yang memiliki perasaan cinta yang sangat tidak normal untuknya – tapi itu hanya sebatas pengalaman sedangkan yang ini nyata!
Tapi apakah dia tidak menikmatinya? Bodoh!! Tentu saja dia menikmatinya karena Gadis itu sangat cantik!! Lagipula orientasi seksualnya masih normal.
Tapi bukan itu masalahnya. Setelah berciuman mesra begitu, mustahil hubungan mereka hanya sebatas kenalan biasa!
"Sekali lagi ..." Gadis itu berbisik sambil mendekatkan diri pada Lux (Arthur).
'Oh tidak!' Lux (Arthur) menarik diri dan mengangkat tangannya agar mencoba menghentikan usaha gadis itu.
Rupanya gerakannya tidak perlu, karena ucapan seorang gadis tapi saat Lux (Arthur) mendengar suara ini dia hanya merasakan kepalanya terasa sedikit trauma.
"Ar ... Thur?..."
Suara itu sangat menakutkan, hampir bukan seperti suara.
Hanya mendengarnya sudah membuat insting Lux (Arthur) menjerit.
Berbalik untuk menatapnya, Lux (Arthur) hanya tersenyum pahit dan tak berdaya.
"Master, dengarkan saya. Ini sebenarnya tidak seperti Anda lihat."
"Siapa dia?..."
"Master, tolong tenanglah. Seperti yang saya katakan, ini tidak seperti yang Anda lihat."
"Tidak? Lalu ... Kenapa dia ... Cium Arthur?..." Roxanne memiringkan kepalanya tapi tatapan gadis itu sangat kosong.
Merasakan tatapan gadis perlahan-lahan mulai kehilangan cahayanya, tidak lagi nyala api yang berwarna cerah kini menghitam, membuat Lux (Arthur) mati rasa.
"Ara ~ Apakah dia adalah Mastermu ~ ?"
Gadis yang seperti bidadari kecil itu menatap Roxanne dengan penuh minat, namun secara terang-terangan mendekatkan dirinya pada Lux (Arthur).
Hal ini tentu menimbulkan nyala api yang lebih besar dari Roxanne.
Tepatnya itu adalah nyala kecemburuan tetapi karena merespon perasaan Roxanne, nyala itu muncul secara nyata.
Roxanne hanya saja tidak tahu itu perasaan apa yang dia rasakan saat ini. Semua emosinya tertutupi oleh perasaan gelap dan dia tidak bisa memikirkan hal lain kecuali ...
Membakar gadis yang berani mencium Servantnya sampai hangus.
Tapi saat nyala api hitam hendak mengamuk, sebuah misil datang dari atas langit, menjadi targetnya adalah Roxanne sendiri.
* BLAARRR...!! *
Roxanne berkedip, nyala api hitam hilang seolah menguap begitu saja. Merasakan kehangatan di tubuhnya, pikirannya menjadi jernih.
"Arthur?..."
"Master, Anda mungkin ingin mengatakan sesuatu tapi kita bisa membicarakannya nanti," ucap Lux (Arthur).
Menatap Lux (Arthur) dan gadis itu yang saling dekat, Roxanne hanya mengepalkan tangannya dan menggigit bibir.
Dia tidak suka ini ... Dia tidak suka kalau gadis itu dekat dengan Servantnya tapi dia juga tidak mau melawan ucapan Lux (Arthur) karena takut kalau pemuda itu akan membencinya.
Jadi, dia hanya bisa mengangguk lemah.
"T-tapi tolong segera kembali, Arthur karena ... Arthur adalah Servantku. Kamu satu-satunya Arthurku ..."
Suara Roxanne sangat rendah di akhir kalimat seperti nyamuk dan dia hampir pingsan ketika mengucapkan ini karena rasanya memalukan.
Tapi Lux (Arthur) sedikit terkejut sebelum dia tersenyum penuh kehangatan. Membungkuk, dia memberikan ciuman singkat pada kening gadis itu.
"Ya, tunggulah saya, Master."
Dengan itu, sosoknya berkedip dan terdengar suara ledakan yang tidak terhitung jumlahnya.
Roxanne sangat terkejut sampai tidak dapat berkata-kata. Arthurnya ... Menciumnya?
Meski tidak di bibir, ini saja membuatnya leher sampai telinganya menjadi sangat merah.
"Fufufu ~ Benar-benar membuat iri ~ "
Tapi suara itu berhasil menghapus kebahagiaan Roxanne. Wajahnya yang memerah pun tampak dipenuhi perasaan gelap.
"Arthurku ... Kamu ..." Roxanne menatap gadis itu dengan nyala api hitam berkobar.
"Arthurku? Ups, kamu salah ~ Sejak kapan dia menjadi Arthurmu ~? Kamu tidak cocok untuk dirinya ~ "
"K-kamu ... Apa maksudmu mengatakan itu ...?" Untuk pertama kalinya, Roxanne merasa marah. Meskipun dia tahu bahwa dirinya bukan Master yang baik untuk Lux (Arthur) mengingat selama ini dia menyebabkan masalah untuk Servantnya, tapi mustahil dia mengakuinya.
Tidak di hadapan gadis yang berani mencium Lux (Arthur) tepat di matanya.
"Sederhana ~ " Gadis itu tersenyum indah tapi kalimat yang keluar dari bibirnya yang munggil benar-benar keterlaluan. "Arthur Pendragon ~ Dia adalah Servant yang ada 'khusus' untukku ~ Dia adalah Saberku, Pangeranku ~
Dan sebagai satu-satunya yang makhluk yang terlahir 'Istimewa', hanya aku yang layak untuk menjadi Masternya ~ bukan kamu yang hanya menyikitinya ~"
* BOOM..!! *
Nyala api hitam menjadi liar saat tatapan Roxanne menggelap.
Dia tahu itu. Dia tahu bahwa selama ini dirinya selalu menyakiti Lux (Arthur) tapi justru karena itulah, mulai sekarang dia akan berusaha yang terbaik menjadi Master Lux (Arthur).
"Fufufu ~ Apakah kamu marah? Apakah kamu ingin membunuhku ~ ? Sangat menakutkan ~ Tapi sayangnya ..." Gadis itu menjentikkan jari. "Kamu bukan lawanku ~ "
Bertepatan dengan itu nyala api hitam tiba-tiba menghilang, yang menyebabkan Roxanne agak terkejut.
Dan lebih dari itu ... Untuk beberapa alasan dia merasa sepertinya takut?...
Menyadari hal tersebut, Roxanne menatap gadis itu dengan sedikit ngeri. "Kamu, kamu bukan–"
"Bukan manusia ~? Yah ~ Itu benar ~"
Gadis itu masih tersenyum, tapi senyuman itu berhasil membuat bulu kuduk Roxanne berdiri dan tanpa sadar dia mundur selangkah.
"K-kamu ... Apa sebenarnya ..."
"Aku? Ah, sungguh tidak sopan. Aku lupa tidak pernah memperkenalkan diri ~ " menarik ujung roknya, gadis itu tersenyum lembut dan hangat. "Perkenalkan, aku adalah perwujudan manusia 'Holy Grail' yang saat ini bernama Saviera Moon. Senang bertemu denganmu ~"
"Holy ... Grail?"
"Lebih singkatnya ~ Itu adalah sebuah cawan suci yang bisa mengabulkan semua keinginan selama memiliki pasokan [mana] yang cukup ~ Dengan kata lain, yang berdiri di depanmu saat ini adalah keberadaan yang mirip 'Tuhan' ~"
Itu ... Itu tidak masuk akal ... Roxanne tidak ingin mempercayai apa yang dia dengar karena tidak mungkin ada hal seperti itu–
Tapi–
* DEG! *
Itu hanya sesaat, Roxanne merasakan perasaan mengerikan yang sangat akrab dan ekspresinya benar-benar berubah ngeri.
Tubuhnya membeku dan matanya melebar saat makhluk yang menyerupai semut berdiri dengan tenang di samping gadis itu, Saviera.
Itu adalah Beast ... King Ant, Disaster.
...Makhluk yang pernah mencoba membunuhnya....
"Sekarang apakah kamu percaya ~ ?"
Saviera bertanya dengan lembut, akan tetapi senyumannya melebar menemukan Roxanne mulai terengah-engah dan sesak napas.
"K-kamu ... Apa yang kamu inginkan dari Arthur? Kenapa ... Kenapa kamu mengincarnya?"
"Seperti yang kukatakan ~ Dia adalah Saberku ~ Satu-satunya Pangeranku ~ Jadi kehadiranku di sini adalah untuk mendapatkannya ~
Tetapi sayangnya orang-orang itu benar-benar tidak sabar. Mereka menyerang di waktu yang tidak tepat tapi berkat itu, aku berhasil ... Fufu ~"
Pipi Saviera memerah saat mengingat kembali apa yang terjadi. Dia benar-benar gembira oleh kejadian itu.
"Orang-orang itu ...?"
"Ah, sepertinya aku lupa bilang ~" Saviera pun tersenyum tipis. "Pemimpin itu adalah aku. Dapat dibilang penyerangan yang sedang terjadi saat ini, aku yang mengaturnya meskipun itu lebih awal dari yang seharusnya ~"
"U-untuk apa kamu melakukan itu–"
"Bukankah sudah jelas? Ini hanya ujian ~ ujian untuk Arthurku yang tercinta ~ Ah, aku sangat penasaran dengan kekuatan penuhnya ~ Jadi untuk itu aku menyiapkan beberapa tantangan ~ Aku percaya dia bisa melewati semua itu ~"
"K-kamu sudah tid–"
Belum mengatakan apapun, ternggorokannya terasa sempir dan sulit bernapas.
Disaster, Raja para semut, makhluk itu sedang mencekiknya. Bahkan tidak bisa membantunya karena ketakutan.
"Sejujurnya, aku ingin membunuhmu saat ini ~ Aku tidak terima ada orang yang menjadikan Arthurku sebagai Servantnya ~ dia adalah satu satunya Saberku ~
Tapi karena kamu sudah berperan memanggil Pangeranku, aku akan membiarkanmu hidup ~ Lagipula bahkan aku tidak bisa memanggilnya ~"
Disaster, walaupun ingin melahap Roxanne saat ini dengan tapi dia tetap menuruti perintah Saviera.
Roxanne terbatuk-batuk dengan keras, dia masih kesulitan bernapas karena aura teror 'Disaster' di depannya. Ada yang lebih menarik perhatiannya :
"A-apa maksudmu tidak bisa memanggil Arthur?"
"Ah, aku ingat kamu tidak tahu tentang keberadaan Dunia Paralel ~ Kurang lebih seperti ini ... " Saviera mendekatkan wajahnya. "Raja Arthur, dia bukanlah Raja Arthur dari Dunia ini ~
Raja Arthur yang kamu panggil adalah raja Arthur yang berasal dari Dunia lain. Bahkan aku tidak bisa memanggilnya karena ada banyak batasan untuk 'Holy Grail' ~
Kalaupun bisa, kesempatan memanggilnya hanya 0.00000000001%. Jadi untuk itu, aku ucapkan terima kasih banyak ~
Tanpamu, mustahil aku bisa bertemu dengan Pangeranku ~"
Mendengar hal itu, Roxanne membeku. Saviera hanya terkikik kecil. "Sepertinya hanya aku yang paling tahu tentangnya ~"
* BLAAARRRR ....!!! *
"Ara ~ Sepertinya Pangeranku sudah sadar ada yang salah ~"
Saat menjelaskan, meski senyumannya tidak hilang, Saviera menyipitkan mata. Disaster di sampingnya mengeluarkan auman yang tidak manusiawi.
"Sungguh, saya sangat konyol karena terpedaya oleh sihir ilusi Anda Nona Muda atau tepatnya ... 'Holy Grail'."
Sosok Lux (Arthur) berdiri di depan mereka dengan ekspresi tenang namun kondisinya jauh dari kata baik.
Dahinya berdarah, lengan kirinya tampak terluka parah, terdapat retakan besar yang menyebar ke seluruh zirahnya.
Itu wajar, karena yang dia hadapi bukan hanya para bajingan dari tapi ...
"Fufufu ~ Seperti yang diharapkan dari Pangeranku. Gabungan , Irregular Servant dan juga kekuatan penuh itu tidak mampu menghentikan dirimu ~ Ah, ah, kamu sangat indah Pangeranku ~"
Saviera tersenyum dengan penuh kebahagian. Dia terpesona .... Terpesona dengan kekuatan Arthur Pendragon dari Dunia lain.
Dia benar-benar berbeda dari Raja Arthur di dunia ini. Dia puluhan kali lebih kuat dari Arthur di Dunia ini.
"A-arthur ..."
Saat ini, Roxanne berusaha menjerit menyuruh Lux (Arthur) pergi karena target Saviera adalah dia, tapi sayangnya tidak ada suara yang dapat keluar karena pita suaranya hampir hancur.
Kalaupun Lux (Arthur) tahu, dia takkan pergi. Sebaliknya, dia hanya tersenyum lembut dan berkata kepada Roxanne.
"Jangan khawatir, Master. Semuanya akan baik baik saja."
Tubuh Roxanne bergetar mendengar itu.
Untuk Saviera, dia mengernyit, dia tidak menyukai ini. Pangerannya hanya bisa melihat dirinya ...
"Hm ~ Ini membuatku tidak senang Pangeranku, kamu hanya bisa melihatku ~ Bagaimanapun ini adalah takdir kita berdua ~"
"Takdir?" Lux (Arthur) menyipitkan mata. "Maaf, saya tidak akan dikendalikan oleh takdir lagi, itu sangat menyebalkan."
"Hehehe, tidak mungkin ~ Kamu sama sekali tak bisa melawan takdir ~ " Saviera terkekeh.
"Kenapa menurut Anda begitu?"
"Karena kamu ditakdirkan untuk jatuh di sini Arthurku Yang Tercinta ~"
"Apakah Anda ingin menggunakan Beast untuk mengalahkan saya? Maka itu tid–"
"Tidak, tidak, aku tidak akan menggunakan Beast untuk menghadapimu ~ Dia akan menjadi Last Boss untukmu ~ Sebaliknya, mulai sekarang yang akan hadapi adalah kenalan lamamu ~"
"Kenalan lama?" Lux (Arthur) mengerutkan kening, tapi di detik selanjutnya jantungnya berdetak kencang, pupil matanya langsung melebar.
'Ini ... Ini benar-benar gila ...'
Dua sosok muncul dari bayangan. Keduanya adalah sosok yang familiar, tapi mereka bukanlah dari dunia ini.
Maksudnya ... Mereka berdua ... Benar-benar dari 'Dunia Paralel Arthur Pendragon'.
Orang pertama memiliki helm dan armor layaknya kesatria, tapi warnanya menyerupai warna wujud 'Shadow'.
Adapun orang kedua, penampilannya sama, hanya saja helmnya memiliki tanduk dengan bentuknya yang lebih gagah dan ada garis perak di sekujur tubuhnya.
Melihat reaksinya, Saviera tertawa bahagia. "Lihat Pangeranku ~ Aku tahu kedua orang itu adalah penyesalan terbesarmu ~ Mereka juga adalah orang-orang yang kamu benci ~ Aku membawanya ke Dunia ini untuk kamu bunuh yang kedua kalinya ~"
"Beraninya ... Beraninya Anda ..." Tubuh Lux (Arthur) bergetar.
"Perkenalkan Knight of the Lake, Sir Lancelot dan Knight of Treachery, Mordred Pendragon, mereka adalah lawanmu ~"
Bertepatan dengan itu–
..."ARRTHUUURRR––!!!" X2...
Kedua sosok kesatria itu meraung keras seperti monster yang menemukan mangsa yang sudah mereka incar selama ini.
Kedua sosok itu menghilang dan di saat itu–
"Master tolong ditahan, Anda mungkin sedikit lelah!"
Lux (Arthur) berusaha menahan perasaannya yang tidak terkendali, memegang dengan erat lalu dia pun berseru.
"<"GROAAARRR–!!!" X2"–BURST>>!!!"* KABOOOOOMMM....!!!! *...***...Sementara itu di sisi lain ..."Sial! Apa yang sebenarnya terjadi saat ini!""Tetap fokus Mike!"* BOOM!! ** BOOM!! ** BOOM!! *Kekacauan tidak hanya terjadi di tempat Lux (Arthur), tapi kekacauan juga terjadi di mana mana.Itu terutama terjadi tepat di pusat .Untuk beberapa alasan, pasukan 'Shadow' yang tidak terhitung jumlahnya bekerja sama dengan .Tidak hanya itu, entah bagaimana berhasil mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk menyerbu mereka.Helikopter, tank, jet terbang, melancarkan serangan habis-habisan kepada mereka!Tentara yang jumlahnya tidak bisa dihitung menembakkan rentetan peluru!Sial, bahkan mereka tidak ragu menggunakan bazoka dan granat puluhan kali!Ini benar-benar mimpi buruk untuk !"Saber! Dengan empat aku memerintahkanmu agar menggunakan Noble Phantasm untuk memusnahkan musuh!"Dvain menghabiskan empat tanpa ragu-ragu, karena orang bodoh pun bisa melihat kalau kondisi mereka dalam bahaya!Diikuti oleh itu, para Master dari pihak juga melakukan hal yang sama.Tapi saat sebagian besar sempat menggunakan tiba-tiba rentetan anak panah menembusi punggung tangan semua Master."Akh! Tanganku!""Seorang Archer! Archer menargetkan kita!""Cepat cari dia! Atau tangan kita akan terus dipanah!"Sayangnya, mereka tidak memiliki kesempatan untuk itu karena sosok lain menghadang tubuh mereka."Arthur, Arthur ... Raja ARTHUR! DIMANA KAMU! SIAL! AKU SUDAH DIPANGGIL KE DUNIA INI...!!! SATU-SATUNYA YANG BISA MELAWANKU SAAT INI ADALAH KAMU!! ARTHUR PENDRAGON..!! DI DUNIA INI, AKU PASTI MEMBUNUHMU!"Aura yang penuh haus darah menyebar ke segala penjuru membuat semua orangpun tersentak dan memiliki ekspresi horor.Sosok pria dengan perawakan gagah, rambut merah, dan armor baja berat bermantel, mirip jubah hingga menyerupai seorang Raja.Namun ekspresinya sama sekali ini tidak mencerminkan keagungan seorang Raja.Sebaliknya itu senyuman psikopat yang haus darah, seakan dia sudah membantai makhluk hidup yang ada di seluruh Dunia.'Brengsek, itu adalah Irregular Servant! Lebih parah lagi, adalah Servant Class Saber!'Dvain mau tak mau mengutuk. Mereka sudah kewalahan dengan semua serangan ini tetapi ditambah Servant Saber yang mirip 'Berserker', ini menjadi merepotkan!Bahkan Sabernya tidak mungkin bisa menang melawannya!Dan kenapa Servant itu juga tampak sangat mengenal Raja Arthur?!...***..."Hah ... Pemandangan yang tidak ingin aku lihat akhirnya terjadi."Dengan tubuh yang tak terlihat, Archer, Servant yang pernah berhadapan dengan Lux (Arthur) ... Menghela napas.Dia mencoba menghentikan Masternya, Saviera, sayangnya dia gagal total, sampai pada akhirnya kekacauan sudah menyebar ke seluruh Dunia.Benar. Bukan hanya di kota ini, tapi di luar kota ini, seluruh Negara, seluruh Benua, tepatnya tidak ada satupun tempat yang selanat dari serangan habis-habisan dari dan , makhluk yang ada di dalam laut juga tidak bisa bersembunyi.Matahari benar-benar terbit dari Barat. Hanya menunggu waktu sebelum dunia benar-benar 100% hancur."Aku sudah mengatakannya Saber ... Masterku bukanlah sesuatu yang bisa kamu hadapi ..."Mengggeleng tak berdaya Archer melanjutkan memanah punggung tangan para Master yang dari pihak , tapi saat itu gerakannya terhenti ...'Oi, oi ... Kamu yang benar saja ... Bukankah itu ... Terlalu indah?...'Archer menurunkan busurnya tidak percaya begitu menyaksikan cahaya keemasan yang melonjak tinggi menembusi langit.Archer tertegun dia terpesona. Dalam sekejap kejahatan, niat membunuh, dan dosa-dosanya seolah-olah tersapu bersih. Beban pada kedua pundaknya hilang dan tak terasa.Bukan dia, hampir semua orang terpesona dan merasakan kenyamanan dari cahaya emas itu. Mereka bahkan tidak lagi merasakan rasa sakit dan hanya menatapnya dengan linglung.Mereka tidak percaya ... Ada sesuatu yang 'seindah' itu di Dunia.
"GROAAARRR–!!!" X2
"–BURST>>!!!"
* KABOOOOOMMM....!!!! *
...***...
Sementara itu di sisi lain ...
"Sial! Apa yang sebenarnya terjadi saat ini!"
"Tetap fokus Mike!"
* BOOM!! *
* BOOM!! *
* BOOM!! *
Kekacauan tidak hanya terjadi di tempat Lux (Arthur), tapi kekacauan juga terjadi di mana mana.
Itu terutama terjadi tepat di pusat .
Untuk beberapa alasan, pasukan 'Shadow' yang tidak terhitung jumlahnya bekerja sama dengan .
Tidak hanya itu, entah bagaimana berhasil mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk menyerbu mereka.
Helikopter, tank, jet terbang, melancarkan serangan habis-habisan kepada mereka!
Tentara yang jumlahnya tidak bisa dihitung menembakkan rentetan peluru!
Sial, bahkan mereka tidak ragu menggunakan bazoka dan granat puluhan kali!
Ini benar-benar mimpi buruk untuk !
"Saber! Dengan empat aku memerintahkanmu agar menggunakan Noble Phantasm untuk memusnahkan musuh!"
Dvain menghabiskan empat tanpa ragu-ragu, karena orang bodoh pun bisa melihat kalau kondisi mereka dalam bahaya!
Diikuti oleh itu, para Master dari pihak juga melakukan hal yang sama.
Tapi saat sebagian besar sempat menggunakan tiba-tiba rentetan anak panah menembusi punggung tangan semua Master.
"Akh! Tanganku!"
"Seorang Archer! Archer menargetkan kita!"
"Cepat cari dia! Atau tangan kita akan terus dipanah!"
Sayangnya, mereka tidak memiliki kesempatan untuk itu karena sosok lain menghadang tubuh mereka.
"Arthur, Arthur ... Raja ARTHUR! DIMANA KAMU! SIAL! AKU SUDAH DIPANGGIL KE DUNIA INI...!!! SATU-SATUNYA YANG BISA MELAWANKU SAAT INI ADALAH KAMU!! ARTHUR PENDRAGON..!! DI DUNIA INI, AKU PASTI MEMBUNUHMU!"
Aura yang penuh haus darah menyebar ke segala penjuru membuat semua orangpun tersentak dan memiliki ekspresi horor.
Sosok pria dengan perawakan gagah, rambut merah, dan armor baja berat bermantel, mirip jubah hingga menyerupai seorang Raja.
Namun ekspresinya sama sekali ini tidak mencerminkan keagungan seorang Raja.
Sebaliknya itu senyuman psikopat yang haus darah, seakan dia sudah membantai makhluk hidup yang ada di seluruh Dunia.
'Brengsek, itu adalah Irregular Servant! Lebih parah lagi, adalah Servant Class Saber!'
Dvain mau tak mau mengutuk. Mereka sudah kewalahan dengan semua serangan ini tetapi ditambah Servant Saber yang mirip 'Berserker', ini menjadi merepotkan!
Bahkan Sabernya tidak mungkin bisa menang melawannya!
Dan kenapa Servant itu juga tampak sangat mengenal Raja Arthur?!
...***...
"Hah ... Pemandangan yang tidak ingin aku lihat akhirnya terjadi."
Dengan tubuh yang tak terlihat, Archer, Servant yang pernah berhadapan dengan Lux (Arthur) ... Menghela napas.
Dia mencoba menghentikan Masternya, Saviera, sayangnya dia gagal total, sampai pada akhirnya kekacauan sudah menyebar ke seluruh Dunia.
Benar. Bukan hanya di kota ini, tapi di luar kota ini, seluruh Negara, seluruh Benua, tepatnya tidak ada satupun tempat yang selanat dari serangan habis-habisan dari dan , makhluk yang ada di dalam laut juga tidak bisa bersembunyi.
Matahari benar-benar terbit dari Barat. Hanya menunggu waktu sebelum dunia benar-benar 100% hancur.
"Aku sudah mengatakannya Saber ... Masterku bukanlah sesuatu yang bisa kamu hadapi ..."
Mengggeleng tak berdaya Archer melanjutkan memanah punggung tangan para Master yang dari pihak , tapi saat itu gerakannya terhenti ...
'Oi, oi ... Kamu yang benar saja ... Bukankah itu ... Terlalu indah?...'
Archer menurunkan busurnya tidak percaya begitu menyaksikan cahaya keemasan yang melonjak tinggi menembusi langit.
Archer tertegun dia terpesona. Dalam sekejap kejahatan, niat membunuh, dan dosa-dosanya seolah-olah tersapu bersih. Beban pada kedua pundaknya hilang dan tak terasa.
Bukan dia, hampir semua orang terpesona dan merasakan kenyamanan dari cahaya emas itu. Mereka bahkan tidak lagi merasakan rasa sakit dan hanya menatapnya dengan linglung.
Mereka tidak percaya ... Ada sesuatu yang 'seindah' itu di Dunia.