Why My Servant Is So Perfect?

Why My Servant Is So Perfect?
Ch. 16 – The Battle to Save the World I



Pada saat itu, Roxanne mengalami mimpi yang lain lagi. Hanya saja, itu berbeda dari mimpinya yang menampilkan kehidupan Arthur, mimpi kali ini benar-benar adalah mimpi terburuk.


..."ARTHUUUURRR.....!!!"...


Tubuh Roxanne gemetar, dia berlutut dengan ekspresi ngeri saat menatap perwujudan dari kehancuran meraung dengan tak manusiawi.


Itu ... Itu jauh lebih mengerikan dari makhluk manapun, bahkan Disaster, Servant Beast bukan apa-apa dibandingkan dengannya.


Keberadaan kehancuran, tidak, Iblis yang dalam bentuk White Dragon yang sudah berdiri di atas Tahta 'Raja Inggris' sebelumnya tenggelam oleh amarah murni.


Raungannya menenggelamkan seluruh medan perang yang kacau, menyebar ke Dunia bahkan menggoncangkannya lewat suara yang sangat mengerikan itu.


Mata buasnya mengintip ke arah mangsa yang sedang berdiri jauh di depannya, mulutnya pun terbuka dan memperlihatkan gigi tajam, cukup tajam sepert bilah, dan nyala api berkobar dari lubang hidung dan lidahnya.


Ukuran tubuhnya tidak diragukan lagi. Hanya ukuran lehernya saja dapat menutupi seluruh kastil besar. Tubuhnya yang bersisik putih itu akan sangat indah andai tidak ada darah dan daging manusia menodainya.


Hanya satu langkah darinya bisa mengirimkan getaran gempa yang menghancurkan puluhan kota besar ...


Dari luar angkasa Dunia ini, bahkan tubuhnya masih bisa terlihat sangat jelas karena saking besarnya ...


Itu ... Bukan Naga atau binatang buas biasa belaka, bukan ... Apa yang sedang berdiri di depannya adalah ...


Cakar besarnya menampar tanah mengubah pijakannya menjadi bentuk retakan laba-laba yang dalam. Kepalanya terangkat kemudian ... Rahang reptilnya terangkat, melengkung ke ejekan mencibir.


Yang berdiri di depannya ... Adalah Inggris itu sendiri. Inggris itu sendiri diwujudkan dengan bentuk makhluk hidup.


Matahari cerah beberapa detik yang lalu, tetapi sinar terang itu menghilang dan justru berubah menjadi awan gelap, dengan guntur yang tidak terkendali dan mengamuk, seakan kedatangan murka dari para Dewa.


Cuaca yang gelap dan mengamuk ini terjadi hanya dengan dari kehadirannya makhluk ini tatkala dia memusnahkan prajurit yang tidak terhitung jumlahnya.


Jadi itu logis dan masuk akal kalau mereka takut pada makhluk penghancur itu. Bahkan fisik milik Roxanne, hanya boleh tunduk pada keberadaannya.


Makhluk itu mewakili Kekuatan dan Kehancuran. Dia sudah setara atau bahkan melebihi Dunia itu sendiri, yakni 'Gaia'. Satu napas darinya saja bisa membunuh makhluk setingkat Grand Servant ...


Hanya dengan keberadaan monster ini berhasil membuat Pedang milik Sir Gawain kehilangan cahayanya, begitu pula milik Raja Arthur ...


Pedang yang akan Menjanjikan Kemenangan dan menyelamatkan Dunia ... kini meredup seperti kunang-kunang kecil.


Bahkan sang Raja Pahlawan, Pahlawan Manusia tertua, Gilgamesh dan Raja Para Dewa, Zeus pun akan terdiam selama sedetik begitu menyaksikan makhluk itu.


Votirgern, White Dragon, telah menjadi Inggris itu sendiri.


Dengan susah payah, Roxanne menatap ke arah Raja Kesatria, yang berdiri dengan pasukannya.


"Raja Arthur, tubuh musuh adalah Inggris itu sendiri!" Salah satu kesatria di samping Raja Arthur berteriak. Meski terdengar tegas, tapi nada sedikit ketakutan ada di sana. "Meskipun memiliki Pedang Suci kita tidak bisa menang, kita harus mundur sekarang!"


" ... "


Arthur Pendragon terdiam. Oh, dia tahu betul betapa buruk situasi mereka. Dia tahu bahwa orang-orangnya sekitar. Prajurit dan kesatria ... Mereka dimusnahkan begitu saja sama seperti saat orang dewasa menginjak semut.


Para pemberani itu melarikan diri dan hanya bisa gemetaran ketika merasakan kehadiran makhluk itu.


Beberapa jam yang lalu, mereka sendiri sudah bertarung dengan White Dragon, tapi hasilnya sia-sia.


Itu adalah pembantaian sepihak. Mereka sudah kehilangan banyak pasukan sementara makhluk itu hampir tidak terluka oleh serangan mereka.


Bahkan setelah melepaskan segel , bukannya mati, makhluk itu malah bertambah kuat.


Sisi mereka kalah, orang butapun bisa berkata demikian dari mendengar bagaimana para prajurit di sekitarnya menjerit serta menangis kesakitan sebelum kematian menjemput mereka.


Tidak peduli berapa banyak mereka mengirim pasukan mereka itu semua sia-sia. Itu seperti mengirim domba ke rumah jagal hanya untuk disembelih.


Karena ini, semua prajuritnya yang terpercaya, teman-temannya yang sangat setia dan orang orang yang da anggap sebagai saudaranya menuntut untuk segera mundur. Pertempuran ini merugikan mereka.


Makhluk itu tidak bisa dikalahkan ... Tidak heran Merlin, Penyihir Inggris terkuat pun mengatakan bisa mati dengan mudah.


Bahkan dia, yang dijuluki King of Knight pun bisa merasakan ketakutan hanya dengan berdiri tidak jauh dari White Dragon Vortigern.


Meski begitu ...


"Saya akan membutuhkan bantuan Anda sedikit lagi, Sir Gawain."


"Raja?!"


Dia mendengar seruan kaget dari kesatrianya karena kaget akan keberaniannya meski telah menyaksikan langsung apa yang makhluk itu pada seluruh pasukan.


Sir Gawain sangat kaget dengan Rajanya karena masih bisa berdiri dan tidak menunjukkan tanda ketakutan di wajahnya.


Itu bohong. Faktanya Arthur takut pada makhluk itu, sama seperti yang lainnya. Tapi rasa takut itu belum cukup untuk menghalangi tekadnya serta keinginannya.


Dia sudah bersumpah, sumpah yang dia lakukan ketika menarik Pedang itu dari batunya. Dia akan menjadi raja dan melindungi tanah kelahirannya.


"Anda dan saya disini." Arthur berkata keras dan tegas. Pupil hijau zamrud bertemu dengan pupil biru safir. "Kenapa kita harus memegang pedang suci jika tidak bisa melindungi tempat kita?"


Itu benar, mereka dapat menggunakan Pedang Suci, alasannya hanya untuk itu. Mereka punya tugas untuk mengakhiri kejahatan.


Dia tidak berhak menyebut dirinya sebagai King of Knights jika dia mundur karena alasan dirinya ketakutan.


Ekspresi terkejut Knight of Sun itu berubah, dari keheranan kemudian menjadi kekaguman serta penghormatan mata birunya bercahaya dan dia perlahan berdiri lalu tekad berapi-api memenuhi hatinya sekali lagi.


Bukan hanya dia, pasukannya, terutama yang terluka perlahan-lahan bangkit kembali.


"Iya!"


King of Knights Arthur Pendragon memberinya senyum yang mengandung penuh terima kasih dan kebanggaan lalu mulai berbalik ke monster itu, menatap langsung ke arah matanya.


Di samping itu, dia adalah Raja Inggris. Jika Inggris memberontak melawannya dan mengambil bentuk monster mengerikan lalu kenapa?


Di sini, dia akan memberikan alasan kenapa dia berhak disebut Raja Inggris.


..."Ayo semuanya! <>!!"...


Pilar emas yang meredup bersinar sekali lagi dan semburan emas menembus langit tinggi sampai melewati atmosfer Dunia.


Itu adalah cahaya yang benar-benar berbeda dari yang sebelumnya ...


Kali ini, selain untuk menyelamatkan Dunia, sinar pedang itu juga mewakili harapan umat manusia di seluruh Dunia.


Doa, mimpi, keinginan, dan harapan manusia ... Itu menyatu dengan .


Dan Roxanne ... Hanya bisa terpesona melihat sinar emas itu.


Rasa takutnya benar-benar hilang ...


Melihat punggung tegak dan senyuman tampan Raja Kesatria itu membuat Roxanne tanpa sadar mengulurkan tangannya ... Mau menggapainya.


...***...


"Err ... Master?" Lux (Arthur) memanggilnya dengan sedikit canggung.


Roxanne menatapnya dengan sedikit kosong sebelum melemparkan dirinya ke pemuda itu. "Arthur!"


" ... " Lux (Arthur) berkedip dengan terkejut. Saat hendak mengatakan sesuatu, pemuda pirang itu tiba-tiba melihat senyuman indah di wajah gadis itu.


Itu senyuman yang sangat indah. Belum pernah dia melihat Roxanne tersenyum begitu sejak dia tiba di Dunia Paralel ini.


" ... Sepertinya Anda memiliki mimpi yang indah Master. Saya bertanya-tanya mimpi apa itu."


"Itu adalah mimpi ... Mimpi terbaik yang pernah kumiliki ..."


"Begitukah." Lux (Arthur) tersenyum tipis. "Itu adalah berita bagus untuk saya."


"Ehm ..."


Roxanne memeluk erat Lux (Arthur) dan dengan rakus merasakan kehangatan tubuh pemuda itu. Raja Kesatria membiarkannya, sama sekali tidak mencoba untuk menghindari atau melawannya.


Baginya, Roxanne hanyalah seorang gadis yang butuh kasih sayang dan perlindungan.


Tapi tentu saja dia tidak lupa tujuan dia datang ke sini ...


"Master, ada sesuatu yang ingin saya berikan pada Anda."


"Uhm?" Roxanne membuka matanya bingung lalu menatap Lux (Arthur) dengan ingin tahu.


Tatapannya menjadi linglung begitu sarung suci nan indah muncul di tangan pemuda tampan itu. Seolah-olah sarung dan pemiliknya terhubung, sarung itu memancarkan cahaya yang terang.


Menyaksikan betapa kontrasnya sarung pedang itu dengan sosok Lux (Arthur) yang kini memiliki senyuman lembut, Roxanne sedikit pusing.


"Anda mungkin sudah bisa menebak sarung ini, ini adalah sarung pedang suci yaitu . Meskipun sarung ini jauh lebih lemah dari milik saya, tapi ini masih sangat kuat."


Jika Lady of the Lake dunia paralel ini mendengar ucapan Lux (Arthur), dia mungkin muntah darah karena marah.


Lagipula, tidak semuanya Tingkat kekuatan Dunia Paralel itu setara dunia Arthur jadi wajar saja kalau item di dunia ini juga lemah.


Bahkan Dunia Arthur Pendragon Paralel itu bisa dibilang sangat langka diantara dunia paralel lainnya.


"Dalam pertempuran nanti, saya tidak bisa selalu bersama Anda. Untuk itu saya akan memberikan Sarung ini pada Anda sebagai perlindungan, jika Anda terluka ataupun meregenerasi [mana] jauh lebih cepat, sarung ini memiliki fungsi itu."


Tanpa menunggu balasan Roxanne, Lux (Arthur) langsung membuat sarung suci itu pun menyatu dengan dada gadis itu.


Prosesnya tidak menyakitkan. Sebaliknya, itu sangat nyaman bagi Roxanne.


Dia merasa seolah-olah Lux (Arthur) telah menjadi bagian dari dirinya.


Tapi ...


"K-kenapa?" Roxanne bertanya cemas, "J-jika sarung ini digunakan oleh Arthur, Arthur bisa menjadi lebih kuat!"


"Saya senang Anda memikirkan saya tetapi prioritas terbesar saya adalah Anda Master. Dan percayalah Master, sarung ini sebenarnya tidak terlalu berguna untuk saya."


Itu benar. Kalau masalah terluka, bisa memulihkannya dengan otomatis meski lebih lambat.


Dan percuma dia meregenerasi [mana]-nya kalau dia tidak bisa mengkonsumsinya sebagai pelepasan Noble Phantasmnya.


Lebih baik diberikan pada Roxanne karena sumber kekuatannya berasal dari gadis itu.


Selain itu, berbeda dari Noble Phantasm lain, adalah salah satu dari Noble Phantasm yang boleh digunakan oleh orang yang lain.


Jadi, tidak perlu khawatir efek samping setelah Roxanne memakai Noble Phantasm Servant.


Raja Arthur di Dunia ini mungkin akan menangis setelah mengetahui fakta ini.


-nya yang tak diketahui hilang kemana kini akan dipakai oleh seorang gadis, untungnya, itu bukan gadis normal ...


"Lalu satu hal lagi ..." Lux (Arthur) memeluknya dan berbisik tenang membuat telinga gadis itu memerah, tetapi Roxanne membeku ketika dia mendengar ucapannya "Master Anda mungkin tahu atau tidak tahu, setelah penggunaan ketiga ... Saya akan kembali."


" ... "


Bibir Roxanne terbuka, tapi tidak ada satupun kata yang keluar.


Ya ... Sebenarnya Roxanne sudah tahu ini. Sejak dia memakai pertama kalinya, dia bingung kenapa nya belum pulih.


Dan dia sampai ke tebakan yang mengerikan ...


Apanya yang salah? Kenapa hal ini bisa terjadi? Roxanne bingung, namun dia tidak bodoh. Dia sangat cerdas


Mungkin ... Mungkin karena Arthur Pendragon yang dia panggil bukan dari Dunia ini? Atau .... Karena dia tidak merapalkan mantranya saat dia memanggil Lux (Arthur)?


Dia tidak yakin tapi satu hal yang pasti ...


Arthur akan menghilang.


Dia tidak memiliki solusi untuk mencegahnya. Hal itu tidak bisa dihentikan sama sekali.


Dia tahu hal tersebut. Justru karena ini Roxanne berpura-pura tidak tahu dan tidak mencoba untuk menyebutkannya.


Dia takut ... Takut kalau Lux (Arthur) akan pergi dari sisinya ...


Tubuh Roxan gemetar, dan tanpa sadar dia menutupi lambang di punggung tangannya dengan erat.


Senyuman lembut Lux (Arthur) tidak berubah ketika melihat ini, tetapi tangannya membelai kepala Roxanne.


"Saya tahu Anda takut. Saya tahu Anda tak ingin saya pergi. Saya paham hal itu dengan jelas tapi seperti yang Anda tahu ... Tempat saya bukan di sini. Saya harus kembali, ada banyak orang yang sedang menunggu kepulangan saya."


"Tapi Anda tidak perlu khawatir ... Sebelum hari itu datang, saya akan membuat Anda mencapai keinginan Anda. Saya akan memastikan saat itu Anda benar-benar bahagia dan aman."


" ... "


Roxanne menatapnya sedikit tidak terima. Tetapi senyuman tulus pemuda itu membuatnya sakit.


'Tidak adil ... Arthur ... Ini tidak adil ...'


Jika seperti ini, mana mungkin dia bisa menolak permintaan Lux (Arthur), tidak mungkin dia bisa menolaknya karena dia sendiri yang berkata dia tidak mau menjadi beban untuk pemuda itu ...


Jadi ...


"Mengerti... Aku mengerti... Tapi ... Lindungilah aku sampai hari itu tiba ... Arthur ..." ucap gadis berambut merah itu sambil memeluknya.


Pemuda itu merasa lega karena akhirnya dapat melepaskan bebannya selama ini. Sejujurnya ... Sebagai penulis, dia membenci ending yang sad meski dia harus mengakui terkadang ending jenis itu lebih ramai disukai banyak orang.


Adapun Roxanne, dia mulai memikirkan sesuatu yang bisa membuat Lux (Arthur) tinggal di dunia ini lebih lama. Dia tidak bisa mencegahnya tapi ... Setidaknya dia bisa melakukan hal itu bukan?


'Aku ... Harus jadi kuat ...'


Itu cara termudah. Dengan menjadi kuat, dia tidak perlu menggunakan lagi, tapi pertanyaannya adalah bagaimana?


adalah tubuh yang luar biasa. Seperti yang dikatakan oleh Holy Grail, tepatnya Saviera, potensi tubuhnya sangat besar, sampai sampai bukan tidak mungkin menghancurkan Dunia.


Tapi prestasi itu hanya bisa tercapai selama ada orang yang membimbingnya dengan tepat.


Sosok gadis munggil yang cantik berambut merah kuncir ganda muncul di benaknya ...


'Dia ... Mungkin bisa bantu ...'


Dengan itu, Roxanne memutuskan dalam hatinya diam-diam.


...***...


– Ibukota Inggris, London –


Waktu berlalu dengan cepat. Pada saat ini, keadaan di London tidak begitu baik. Awan mendung dengan kilat menggelegar. Asap mengepul ke langit. Nyala api membara ke semua gedung.


Suara keputusasaan, tangisan, jeritan, dan kesakitan menjadi satu sehingga membuat suasana di ibukota itu menjadi menakutkan.


Hanya saat mendengar suara keras dari langit, barulah seluruh penghuni ibukota itu menatap dan menemukan beberapa jet tempur.


Dalam keadaan normal mereka akan senang, tetapi sekarang mereka sudah tidak memiliki harapan. Mereka sendiri sudah menyaksikan bahwa meski pemerintah telah mengirimkan banyak pasukan dan Servant, mereka semua dihancurkan.


Tidak mungkin mereka bisa selamat ...


"Brengsek, ini benar-benar buruk! Apa kamu yakin kita bisa menang?"


Melihat kondisi ibukota di bawahnya Mike sedikit pucat. Lagipula, kondisi ibukota ini mungkin adalah yang terparah dari semua ibukota lainnya.


Bahkan yang lainnya pun sedikit terkejut ...


Kecuali Lux (Arthur) yang terkejut karena alasan lain ...


'Hm? Kekuatanku meningkat...?' Lux (Arthur) mengangkat alisnya.


Bukan hanya itu, luka di tangan kirinya yang dia terima dari King Ant sebelumnya mulai sembuh jauh lebih cepat.


'Begitu ...'


Tidak butuh waktu yang lama dia mengerti. Ini adalah salah satu efek sebagai Raja Inggris. Di novelnya, jika seorang Pahlawan yang terkenal di wilayahnya muncul diwilayah tersebut maka akan mendapatkan buff tambahan.


Kasus Lux (Arthur) juga sama. Dia adalah Raja Inggris, muncul di London, Ibukota Inggris, tak heran dia mendapatkan buff.


'Ini sangat membantu.'


Dalam beberapa kasus, ada Servant yang benar-benar tidak terkalahkan setelah muncul di tempat asal usul legendanya.


Lux (Arthur) bisa saja demikian, sayangnya ini bukan Dunia Paralell Arthur ...


"Bahaya."


"Apakah ada masalah, Kaina?" tanya Dvain.


"Iya." Wanita itu mengangguk. "Untuk beberapa alasan pasokan [mana] di ibukota ini meningkat dan tidak berhenti. Jumlah ini ..." Ekspresi Kaina sedikit jelek. "Bahkan jika kita gabungkan semua Noble Phantasm termasuk milik Raja Arthur, kita tidak mencapai setengah pasokan ini."


"Sepertinya kita tidak bisa menunggu lama lagi." Kelvin melangkah maju dengan ekspresi tenang. "Para Servant, bersiaplah untuk lepas landas."


Para Servant termasuk Lux (Arthur) dan Ifrit mengangguk. Di saat itu juga, pintu jet pada bagian belakang terbuka.


Beberapa jet tempur di sekelilingnya ikut melakukan hal yang sama, beberapa Top Servant yang identitasnya tidak diketahui sedang bersiap-siap sebelum melakukan pendaratan melalui ... Terjun bebas.


"Arthur ..."


"Hm? Master?" Lux (Arthur) berbalik, menatap Roxanne yang mendekatinya dengan gugup.


"Tolong ... Kembalilah dengan selamat."


Mengerjap, pemuda itu tersenyum lembut dan dia mengangguk. Dia menghampirinya lalu dia membungkuk ke dahi gadis itu.


Dia memberikan kecupan lembut sebelum berbisik. "Tentu saja, Anda jangan khawatir Master. Semuanya akan baik-baik saja ..."


"U-uhm ..." Wajah Roxanne memerah.


"Baiklah, kalau begitu ... Semoga Anda juga beruntung Master."


Tepat saat itu, bersama dengan yang lainnya, Lux (Arthur) melompat ke luar dari jet tempur dengan langkah ringan.


Menatap sosok pemuda itu mulai dibawa oleh angin bertekanan tinggi, Roxanne diam sesaat dan bergumam ...


"Penyelamat Dunia ..."


Adapun Kelvin, dia sedikit tidak nyaman ketika melihat betapa dekatnya Roxanne dengan Lux (Arthur).


Meskipun dia tahu itu adalah hal yang normal, tapi ... Kenapa rasanya mereka terlalu dekat?


Menggeleng untuk menghapus pemikiran yang tidak berguna itu, Kelvin kembali fokus. Dengan ini ... Mereka semua memulai pertarungan yang akan menentukan nasib Dunia.


* WARNING!! * WARNING!! * WARNING! *


Tetapi tiba-tiba saja, lampu kemerahan mulai menyala dan memberikan peringatan kepada semua orang yang ada di dalam jet tempur.


"A-apa yang terjadi?!"


"K-ketua! Lihat disana!"


Salah satu pilot berteriak dengan ngeri. Semua orang mengikuti pandangannya dan seketika ekspresi mereka berubah.


"Brengsek! Apa-apaan itu!?"


Di permukaan daratan, pasukan Shadow yang tak terhitung jumlahnya menggeliat, bergabung menjadi satu dan akhirnya terlihat sebuah tangan raksasa yang sangat besar ...


Bahkan gunung tertinggi di dunia tidak layak disebut di hadapan tangan bayangan itu.


Seakan memiliki kesadaran, tangan itu bergerak, menargetkan para Servant yang saat ini berada di udara, hendak meremukkan mereka.


Hampir sebagian besar Servant meluncurkan serangan mereka tetapi mereka bahkan tidak berhasil menggoresnya!


Alhasil, 60% Servant termasuk Lux (Arthur) ditutupi oleh tangan bayangan raksasa.


Hanya pada detik berikutnya–


* SWOSSHH....!!! * BLAAAAARRR....!!! *


Empat jenis serangan beragam meledak, tanpa ampun seketika memusnahkan tangan raksasa itu.


Angin hijau bagaikan tornado, api merah yang mengamuk dengan ganas, cahaya biru seperti pilar, dan ringkikan kuda yang mengerikan!


"Kakaka! INGIN MENYERANG KAMI DI UDARA! ITU TINDAKAN YANG BODOH! Dengarlah! Aku adalah The Flying General! Panglima Perang!!! KELAS SERVANT RIDER! LU BU FENGXIAN! Di hari ini, kemenangan akan menjadi MILIK KAMI!"


Kuda yang ditunggangi Lu Bu meringkik lalu mulai menukik ke bawah!


Sedangkan yang lainnya ...


"<>"


Suara gadis yang tenang menggema sebelum nyala api berkobar menyelimutinya. Ketika api tersebut hilang, pakaian biasanya menghilang digantikan oleh gaun merah indah yang cukup terbuka dan transpar.


Lux (Arthur) sedikit heran karena ... Aura Ifrit tampaknya lebih lemah, tapi dia sendiri tidak mengatakan apapun tentang itu karena memiliki tebakan samar-samar.


Sebaliknya, pemuda itu menatap sesama Class Sabernya dan saling mengangguk.


Kumpulan [mana] diubah menjadi energi pada bilah pedang mereka kemudian berteriak :


"<>!"


"<>!"


Dua Noble Phantasm, beam api biru dan angin hijau tornado bergabung, melesat kencang ke para Shadow yang berusaha untuk pulih.


–Atau mungkin tidak.


"Kiwakkkk!!!"


Suara yang penuh dengan teror menggetarkan jiwa para Servant yang hadir. Bahkan Saberpun yang pernah melihatnya membeku.


Makhluk itu seperti semut dengan kecepatan yang tak dapat dilihat dengan mata sekalipun untuk Servant Assassin langsung menerobos Noble Phantasm milik Lux (Arthur) dan Saber!


Kedua serangan itu dipatahkan dengan mudah oleh makhluk itu, dan belum sampai disana, dia sempat membunuh beberapa Servant!


Ini mengejutkan mereka dan saat para Servant merasa ngeri karena tidak bisa memahami apa makhluk yang mereka hadapi, nyala api dengan ganas meledakkan semut itu!


"<>!!"


* BLAAARRRR ....!!! *


Dan itu berhasil. Dengan suhu yang mampu melelehkan baju terkuat sekalipun, makhluk itu, 'King Ant', Servant Class Beast, Disaster tidak dapat melawannya!


Seolah tidak ingin memberikan peluang pada makhluk itu, sang Dewi Api membombardir ke arah lokasi dimana Disaster jatuh.


* BOOOOMM...!!! * BOOOMMM...!!! * BOOOM... !!! *


"Akan kutangani Beast di sini. Kamu bisa pergi," ucap Ifrit acuh tak acuh tanpa menatap ke Lux (Arthur).


Meski terkejut, pemuda itu masih tersenyum. " ... Terima kasih." Ucapan itu tak terlalu jelas karena mulai menjauh dari lokasinya tapi Ifrit dapat mendengarnya.


" ... Sudah menjadi tugasku."


Ifrit menatap Disaster di bawahnya. Kondisi di daratan itu sangat parah karena suhu dari api miliknya bukan lelucon. Dia dianggap Dewi api bukan tanpa alasan.


Apinya memang seberbahaya itu ...


"Tapi kurasa itu belum cukup."


Wujud versi lemahnya saat ini tidak mampu melukai Disaster secara signifikan. Lagipula, Disaster juga bukan Beast biasa ...


adalah Noble Phantasmnya ciptaannya itu memungkinkan dirinya untuk memasuki wujud Grand Servant Lancer tapi dalam versi yang lebih lemah.


Kenapa Noble Phantasm dia ciptakan? Itu karena Kekuatannya terlalu besar. Sangat besar sampai melanggar aturan dunia ini.


Plus, dia juga tidak bisa mengendalikannya dan bisa melukai sekutunya. Oleh karena itu, diciptakan.


Dalam wujud ini, meski kekuatannya sangat lemah dan kemampuan regenerasinya agak lambat, dia bisa mengendalikan tanpa takut melukai orang lain.


Tapi sekarang ... Dia harus menggunakan wujud aslinya.


"<>"


Api merah membara semakin liar mengelilingi Ifrit. Pakaiannya perlahan-lahan berubah dan menjadi jauh lebih terbuka memberikan kesan dan pesona anggun.


Matanya yang memerah sudah semakin merah. Sepasang tanduk terbentuk di dahinya disertai beberapa selendang yang mengitarinya seolah memiliki kesadaran nyala api yang terang mulai bermunculan.


Penampilan Ifrit saat ini adalah penampilan yang sama seperti dirinya bertemu dengan Roxanne dan Lux (Arthur) pertama kali.


* BOOOOMMM...!!! *


"Hah, baru menampilkan wujud ... Dunia ini sudah mulai menolakku, kah?"


Ifrit mendesah. Dia merasakan hukum dunia ini mencoba mengekangnya ketika dia melampaui limit kekuatan yang ditanggung oleh Dunia.


"Tapi ini diperlukan, Gaia. Aku yakin kamu tidak ingin dihancurkan oleh Beast liar bukan?"


Barulah di saat itu tekanan pada tubuhnya menghilang, namun dia juga mendapatkan peringatan.


"Benar-benar merepotkan..." Ifrit mengerutkan kening tidak senang. "Dia membenci makhluk hidup manapun."


'Yah ... Kecuali dia ...'


"KIAAAKKKK!!"


Disaster bangkit. Meski tidak terluka, harga dirinya yang terluka!


Memegang tombaknya, tatapan Ifrit sangat tenang dan tidak merasa terintimidasi oleh aura Disaster.


"Ingin melawan seorang Dewi ... Kamu salah pilih lawan, semut rendahan. <>."


* BOOOOMMM...!! *