Why My Servant Is So Perfect?

Why My Servant Is So Perfect?
Ch. 01 – Begin



"Kerja bagus untuk hari ini Laila."


"I-iya! Terima kasih Tuan Lux!"


Di sebuah cafe sederhana, seorang pemuda tersenyum lembut kepada seorang gadis yang terlihat gugup.


Pemuda itu memiliki rambut berwarna perak dengan seragam pegawai toko cafe biasa, tetapi memiliki sepasang pupil mata berwarna biru es yang cukup menarik perhatian.


Dengan penampilannya yang begitu unik dan menawan, tidak diragukan lagi kalau dia sangat populer di kalangan para gadis muda.


Ditambah dengan aura dan karismanya yang berbeda dari orang biasa, tidak ada gadis yang tidak bisa terpesona padanya, bahkan wanita yang sudah berumah tangga tidak akan bisa lepas darinya.


"Apakah kamu ingin pulang Laila? Jika kamu tidak keberatan, aku bisa menghantarkanmu pulang."


Mendengar ucapan dari pemuda itu, Laila merasa senang. Tanpa sadar dia ingin menyetujuinya, tapi setelah mengingat kembali semua kebaikan yang diberikan pemuda itu padanya, dia buru-buru menggeleng.


"T-tidak, s-saya tidak ingin merepotkan Anda lebih banyak lagi ..." ucap Laila dengan lemah karena dia sebenarnya ingin pemuda itu menemaninya.


Tapi seolah-olah menyadari pikiran gadis itu, pemuda itu hanya tersenyum tipis.


"Siapa yang mengatakan kamu merepotkan? Justru merupakan kehormatan bagiku karena bisa menemani gadis cantik sepertimu," ucap pemuda itu sambil menggeleng.


Laila semakin memerah mendengar hal itu. Kemudian pemuda itu menatap gadis pemalu itu dengan sepasang pupil es tenang.


"Jadi apakah kamu keberatan jika kita berangkat sekarang?" tanya pemuda itu dengan senyuman lembut.


" ... Um."


Laila pun mengangguk tenang, tetapi wajahnya yang memerah dari leher sampai ke telinga, jelas dia tidak setenang yang terlihat.


...***...


"S-sampai ketemu minggu depan lagi Tuan Lux ..."


"Ya. Aku harap kamu dan teman-temanmu bisa menikmati perjalanan wisata sekolahmu. Jangan terlalu memikirkan tentang pekerjaanmu yang ada di sini oke?"


Sebagai tanggapan, Laila mengangguk mengerti. Meskipun dia merasa enggan karena tidak akan melihat pemuda di depannya selama seminggu, tapi dia juga tidak boleh mengabaikan liburan sekolahnya. Bagaimanapun, perjalanan liburan ini terkait dengan mimpinya ...


Dengan demikian, pintu kereta api yang dinaiki oleh Laila perlahan tertutup, membuat pemuda itu hanya melihat bagian atas tubuh gadis itu dari kaca jendela kereta api.


Pemuda itu melambaikan tangannya dengan lembut, begitu juga dengan Laila yang merasa enggan.


Pada detik berikutnya, kereta api mulai lepas landas pada jalurnya, hanya menyisakan seorang pemuda yang tampak kesepian.


'Dengan ini ... Plot dari Laila akhirnya akan dimulai.'


Pemuda itu – yang bernama Lux Silvermoon – menghela napas.


Dari luar, dia adalah seorang pemuda tampan dengan penampilan yang unik dan langka, tapi hanya dia sendiri yang tahu bahwa dirinya bukan penduduk asli dari dunia ini.


Benar, Lux bukanlah dari dunia ini. Lebih tepatnya, Lux bertransmigrasi ke dunia ini dengan nama yang mirip kecuali penampilan dan masa lalu. Penampilannya di dunia ini sangat tampan sampai Lux sendiri sulit untuk mendeskripsikannya.


Tapi yang membuat Lux tidak berdaya adalah tempat dia bertransmigrasi saat ini.


Alih-alih bertransmigrasi ke dunia modern biasa, dia justru bertransmigrasi ke dunia novel buatannya sendiri.


Ya ... Kalian tidak salah dengar. Novel buatannya sendiri. Jadi, secara tidak langsung Lux adalah 'Tuhan' dunia ini.


Tapi sayangnya meski Lux adalah orang yang menciptakan dunia ini, saat ini dia tidak jauh berbeda dari warga biasa.


Bukannya tanpa alasan, dunia novel yang Lux tulis bukanlah tentang dunia biasa.


Dunia novelnya berjudul 'Legend, Myth, History, & Servant'. Ini adalah sebuah cerita di mana setiap individu bisa memanggil sosok Heroic Spirit atau Divine Spirit yang berasal dari berbagai legenda / dongeng dan mitos sebagai Servantnya.


Kekuatan dan jenis Servant yang dipanggil tergantung keberuntungan masing-masing.


Bisa saja mereka memanggil Servant tingkat Normal seperti anjing liar atau Servant tingkat Top seperti Solomon.


Servant terbagi menjadi empat tingkat, yakni Normal Servant, High Servant, Rare Servant, dan Top Servant.


Ada juga tingkat Grand Servant, tapi tingkat ini tidak bisa diperoleh melalui pemanggilan, melainkan harus melalui evolusi.


Dengan kata lain, Servant tingkat Normal mampu mencapai Servant tingkat Grand setelah berevolusi berkali-kali.


Tentu saja, kemungkinan hal itu terjadi sangat kecil. Lagipula, Servant tingkat Top saja sudah kesusahan untuk mencapai tingkat Grand, apalagi lagi Servant tingkat Normal.


Justru karena hal ini, sejauh ini belum ada Servant dengan tingkat Grand.


Servant terbagi menjadi beberapa Class, yaitu Class Saber, Class Lancer, Class Caster, Class Archer, Class Berserker, dan Class Assasssin.


Itu adalah 7 kelas dasar yang sudah terdaftar, tapi nyatanya ada juga beberapa Class lain yang belum diketahui oleh penduduk dunia ini.


Hanya Lux, penulis cerita novel tersebut, yang tahu jenis Class apa yang belum terdaftar.


Lalu apakah Lux bisa memanggil Servant tingkat Top? Mengingat dia sebagai pencipta dunia ini, harusnya bisa memanggil Servant, kan?


Secara logika harusnya begitu, tapi ... untuk beberapa alasan, Lux sama sekali tidak dapat memanggil Servant bahkan tingkat Normal sekalipun.


Lux sudah berulang kali mencoba memanggil Servant, tapi tetap saja dia gagal. Ini membuat pemuda tersebut sedikit putus asa karena tidak mungkin dia bisa bertahan hidup di dunia ini tanpa Servant.


Pertama, kita harus tahu dulu seberapa bahaya dan ancaman di dunia ini. Jika Lux bisa menjelaskannya secara singkat, maka dia hanya bisa menggambarkan dunia ini sebagai Kiamat besar.


Tahu Tata surya? Tahu galaksi Bimasakti? Kalau kalian tahu, berarti kalian harusnya tahu seberapa luasnya itu, kan? Bahkan Bumi hanya sebuah titik lebih kecil dari debu diantara semua itu.


Lalu bisakah kalian membayangkan ada makhluk yang bisa menghancurkan tata surya atau galaksi dalam sekali serang?


Yap, kira-kira begitulah tingkat bahaya di novel Lux.


Ada Servant dengan kekuatan yang skala serangannya mencakup seluas itu.


Rata-rata Servant Top dengan kekuatan seperti itu adalah Divine Spirit (God) yang dari berbagai mitos atau Heroic Spirit super kuat dari legenda terkenal.


Bahkan ada Heroic Spirit yang mampu mengacaukan ruang dan waktu!


Dengan bahaya seperti itu ... Bisakah Lux tidak merasa putus asa?


Tanpa kekuatan yang mendukungnya, cepat atau lambat Lux pasti akan mati!


Namun apalah daya, Lux hanya bisa berusaha sebisa mungkin hidup di dunia ini.


Dia membuka sebuah cafe biasa dan menjalankan kehidupannya sebagai seorang pemilik cafe di situ.


Terdengar agak konyol mengingat dia sendiri bisa mati kapan saja, tapi mau bagaimana lagi? Kemampuannya hanya sebatas itu.


Dia tidak seperti para protagonis lain di novel lain yang akan mencari lain untuk menjadi kuat atau mempertaruhkan nyawanya untuk mendapatkan item kuat.


Tidak, dia tidak akan melakukan itu.


Juga, kalau dipikirkan lagi, sekalipun Lux mati atau dunia ini hancur, pada akhirnya semua itu akan kembali normal sebelum kejadian.


Apa maksudnya? Sederhananya seperti ini. Dunia ini memiliki makhluk yang disebut Protagonis.


Dan mengikuti alur dalam novel Lux, ada beberapa kali kejadian di mana dunia mengalami kehancuran dan makhluk yang tak terhitung jumlahnya mati.


Tapi protagonis adalah protagonis. Akan ada saatnya di mana protagonis mampu menghidupkan kembali semua orang dan menyelamatkan dunia.


Dengan adanya Protagonis, semuanya akan baik-baik saja dan damai.


Hal inilah yang membuat Lux tidak terlalu panik. Meskipun dia tidak ingin merasakan kematian, tapi dia yang bahkan tidak bisa memanggil Servant tidak berhak mengeluh.


Sudah merupakan hal yang baik kalau protagonis ingin menyelamatkan semua orang di dunia yang tidak dia kenal.


Jadi selama dia tidak mati permanen, Lux akan mengikuti pengaturan dunia ini. Dia dengan tenang membuka toko cafe dan tidak pernah mengambil inisiatif untuk menghubungi tokoh-tokoh penting di dunia ini.


Dia menjalani kehidupan seperti itu selama dua tahun sampai bertemu dengan Laila ...


...***...


Pertemuan Lux dan Laila terjadi di sebuah gang.


Saat itu, Lux sedang dalam perjalanan pulang dari toko cafenya lalu tanpa sengaja dia mendengar suara seorang gadis.


Lux yang merasa tidak akan bisa tidur nyenyak jika mengabaikannya mulai mendekati sumber suara itu.


Lalu apa yang dilihatnya membuat pemuda itu mengangkat alisnya.


Seorang gadis di dikelilingi oleh tiga pria bertubuh besar. Dilihat wajah mereka yang mesum, orang bodoh pun tahu bagaimana situasinya.


Kalau hanya preman biasa, Lux mungkin bisa mengatasinya, tapi ketiga preman itu memiliki Servantnya masing-masing.


Meskipun hanya Servant tingkat Normal seperti anjing liar dan singa ganas, tapi Lux sama sekali bukan tandingan para binatang itu.


Menghela napas, Lux menelepon beberapa Master Keamanan. Dia tidak akan dengan bodohnya menerjang langsung melawan ketiga preman itu sampai terluka lalu mendapatkan simpati dan kasih sayang dari gadis itu layaknya para protagonis konyol itu.


Lux bukan jenis orang seperti itu. Dia lebih suka bermain aman. Setelah beberapa detik, para Master Keamanan datang dan menyelamatkan gadis itu.


( Master \= Sebutan untuk orang-orang yang memiliki Servant )


Tapi apa yang membuat Lux terkejut adalah ketika gadis itu mengucapkan terima kasih kepadanya, dia langsung mengetahui identitas gadis itu.


Kelak dia akan memiliki seorang Servant tingkat Top yang berpotensi mencapai tingkat Grand.


Nama Servant itu adalah Merlin, Mage of Flower. Sosok Heroic Spirit yang muncul dalam legenda Arthurian.


Untuk sesaat, Lux merasa rumit. Dia tidak menyangka akan menyelamatkan salah satu Main Heroine dalam novelnya. Dia ingin segera menjauh darinya tapi itu tidak mungkin karena Laila bersikeras untuk membalas kebaikannya.


Tidak berdaya, Lux hanya bisa meminta Laila untuk menjadi karyawan di cafenya karena memang pada saat itu dia juga kekurangan tenaga kerja untuk mengurus toko cafenya.


Dan sejak saat itu ... Lux dan Laila memiliki hubungan sebagai atasan dan bawahan di sebuah toko cafe.


...***...


"Aku kembali."


Saat tiba di rumahnya, Lux menyalakan saklar lampunya lalu merebahkan tubuhnya ke sofa. Rumah Lux lumayan luas dan mewah dengan tambahan AC, tapi rumah sebesar itu ditempati oleh satu orang saja.


Rumah itu juga terkesan monoton karena tidak memiliki dekorasi apapun. Bisa saja pemuda itu menghiasi rumahnya karena memiliki penghasilan yang stabil, tapi dia tidak ingin melakukannya.


'Kira-kira Laila akan bertemu protagonis tiga hari ke depan?'


Lux berpikir dengan ekspresi termenung tenang. Bertepatan dengan perjalanan Laila, plot cerita juga sudah dimulai.


Protagonis – Hiro Yuuya – akan bertemu dengan salah satu Main Heroine – Laila – ketika Yuuya sedang dalam perjalanan pulang.


Pertemuan itu dimulai pada saat terjadi Dungeon Breaker di tempat wisata Laila.


Dungeon, sebuah dimensi lain yang tiba-tiba muncul di permukaan dunia yang mana di dalamnya berisikan banyak Phantasmal Beast mengerikan. Para Master yang memiliki Servant tingkat Rare ke atas mencari penghasilan dari sana.


Umumnya, monster yang ada di dalam Dungeon tidak bisa keluar dari, tapi bukan Author namanya kalau tiada masalah. Dengan pengaturan Lux, ada kesempatan di mana para monster bisa keluar dari dungeon, itulah yang dinamakan 'Dungeon Break'.


Secara singkat layaknya sebuah kejadian klise, begitu hidup Laila dalam bahaya, Yuuya segera menyelamatkannya.


Tapi karena saat itu Yuuya belum bisa memanggil Servant, dia hanya bisa terpaksa melarikan diri bersama Laila.


Berkat aksi Yuuya yang 'tampan' dan berani, Laila yang pada dasarnya hanya seorang gadis biasa jatuh hati pada sang Protagonis.


Belum berakhir di sana, keberanian Yuuya juga menarik perhatian sekolah Laila sehingga pihak sekolah mengundangnya untuk ikut bergabung dengan mereka.


Diundang oleh mereka, Yuuya tentu saja menerimanya.


Sekolah Laila bukanlah sekolah biasa. Tidak ada yang namanya sekolah biasa di dunia ini. Setiap sekolah pasti tidak luput dari kata 'Servant'.


Hampir semua materi dan mata pelajaran di dunia ini memiliki hubungan dengan Servant dan berbagai legenda. Sekolah juga adalah salah satu tempat dimana orang-orang mampu memanggil Servant. Yuuya dan Laila, termasuk karakter yang lainnya, mereka juga memanggil Servant di sekolah.


'Kisah Yuuya masih berlatar sekolah pada Arc 1 dan 2. Di Arc-arc selanjutnya, kisahnya mulai 'agak' kacau ...'


'Agak' kacauz secara harfiah adalah beberapa Benua sudah mulai hancur.


"Aku sama sekali tidak bisa tenang ..." Lux menghela napas. Jujur, dia cukup iri pada Yuuya dan para karakter lainnya yang dapat memanggil Servant.


Siapa yang tidak ingin memanggil Servant yang keren? Terutama untuk Lux sendiri adalah maniak sejarah dan mitos, jelas ingin bertemu dengan tokoh-tokoh ternama dalam sejarah. Mungkin sebagian tokoh itu adalah karakter fiksi di dunia sebelumnya, tapi di sini semua tokoh itu nyata.


Sial, bahkan Dewa Dewi di dalam mitos itu nyata di dunia ini.


'Ah ... Aku ingin bertemu dengan Albert Einstein, Adam the Father of Humanity, Nikola Tesla si penemu Listrik, Zeus the God of Thunder & Father of Olympus, Oda Nobunaga, Sherlock Holmes, Thor, Jack the Ripper, Hercules, Fenrir, Vivian, Ddraig, lalu Cthulhu hm ... Kurasa yang terakhir mustahil karena aku mungkin akan langsung mati seketika.'


Tapi yah ... Apa pun itu, Lux ingin memiliki Servantnya sendiri. Hanya saja, menyadari bahwa itu pada dasarnya mustahil, dia menghela napas.


"Kurasa saatnya untuk tidur ..." guman Lux dan mulai memejamkan mata.


Pada saat itu ...


[ Ding! Pengguna yang cocok sudah ditemukan ]


[ Legacy System mencoba mengikat. Apakah Anda ingin menerimanya? ]


" .... "


Lux memejamkan matanya beberapa kali. Tiba-tiba pemuda itu sudah tidak merasa mengantuk lagi.


Lux bangkit dari sofanya kemudian dia berkata dengan hati-hati. " ... System?"


[ Apakah Anda ingin mengikat dengan Legacy System? ]


Panel dengan tulisan yang sama diulangi di depan wajah Lux. Entah mengapa, pada saat mengetahui adanya System, pemuda itu merasa tidak terlalu terkejut.


'Mungkin karena aku tahu ada makhluk di luar sana yang bisa menghancurkan galaksi tanpa berkedip, tapi pertama-tama ...'


Lux melirik panel di depannya kemudian berkata tanpa ragu-ragu. "Mengikat."


[ Ding! Persetujuan diterima. Legacy System mulai mengikat ... ]


[ Ding! Pengikatan berhasil! ]


[ Senang bertemu dengan Anda, Master ]


" ... " Lux terdiam mendengar suara tanpa emosi itu lalu berkata sambil mengernyit. "Jadi ... Kamu adalah Jari Emasku?"


[ System tidak mengerti arti dari istilah 'Jari Emas', tapi jika apa yang Master bertanya apakah System dapat membuat Master menjadi kuat, maka jawabannya adalah Ya ]


"Sungguh? Tapi aku dengar tidak ada makanan gratis."


[ Itu benar. Tidak ada yang gratis. Untuk mendapatkan kekuatan, Master harus melewati beberapa proses ]


"Proses?"


[ Akan lebih sederhana jika Master bisa memahaminya langsung. System akan mengirimkan fungsi dan informasi dari Legacy System ]


"Ap–" Ucapan Lux terhenti ketika beberapa informasi asing meresap ke otaknya.


[ Ding! Pengiriman informasi selesai ]


Tapi itu terlalu tiba-tiba dan banyak hingga membebani otaknya. Alhasil ...


"Hoek!" Tidak bisa menahan dirinya, Lux langsung muntah dan bertekuk lutut.


"Ugh ..." Lux merasa lemas dan pusing. "Setidaknya ... Sebelum memberikan informasi, berikan peringatan."


[ ... Maaf, Itu adalah kesalahan System yang tidak menghitungnya ]


Lux menghela napas. "Bukan apa-apa. " Lalu pemuda itu perlahan berkata. "Sekarang, aku sudah memahami fungsinya secara keseluruhan. Intinya kamu adalah sistem yang bisa mewariskan kekuatan Servant tertentu. Tapi ... untuk mendapatkan kekuatan Servant itu secara permanen, aku harus menjadi Servant dari seorang master dengan kekuatan Servant yang akan ditentukan secara acak?"


[ Tepat sekali. Setelah prosesnya mencapai 100%, Master akan dikembalikan seperti semula. Tentu saja hal itu disertai dengan kekuatan dari Servant tersebut ]


Untuk meningkatkan proses itu, hal paling mudah adalah berperilaku sesuai karakter asli dari Servant tersebut. Cara lain adalah mencoba membantu mengabulkan harapan / permintaan dari Masternya.


Cara pertama bukanlah hal yang sulit karena sebagai sosok yang menciptakan dunia ini, Lux tahu betul kepribadian para Heroic Spirit dan Divine Spirit.


"Tapi ... Ini juga merepotkan karena jenis Servant yang akan aku warisi dan Master yang akan kulayani dipilih secara acak."


Bagaimana kalau Servant yang terpilih adalah Jack the Ripper? Tidak mungkin dia berperilaku seperti psikopat kan?


Lalu bagaimana kalau Master yang akan dia layani adalah orang yang sangat berambisi seperti ingin menguasai dunia? Haruskah dia membantu mencapai keinginan dari orang yang seperti itu?


"Aku sakit kepala ..." Lux sedikit merasa pahit.


Luc sedikit menyesal. Seharusnya dia tidak membuat para Heroic Spirit yang ada di novelnya memiliki kepribadian yang agak 'menyimpang'.


[ Master tidak perlu khawatir. Karena ini adalah pertama kalinya untuk Master, kesulitannya tidak akan begitu tinggi ]


Mendengar hal itu, Lux sedikit terkejut lalu menghela napas lega. "Kalau begitu terima kasih System."


[ Anggap sebagai Hadiah Pemula untuk Master. Lalu apakah Master siap untuk melakukan proses? Mohon diingat juga bahwa kekuatan dari Servant yang akan Host terima tidak memiliki pengekang sama sekali. Artinya Itu sesuai dengan kekuatan di masa jayanya ]


"Aku tahu itu." Lux mengangguk.


Sebelum itu, agar dunia ini tidak hancur karena keberadaan para Servant, setiap Servant yang dipanggil tidak memiliki kekuatan seperti di masa puncak mereka.


Kekuatan mereka akan ditekan dan tidak mampu mengerahkan kekuatan semasa hidup mereka. Dalam kasus ini, biasanya para Divine Spirit atau Dewa (God) yang kekuatannya selalu ditekan. Kekuatan yang mereka keluarkan hanya setara dengan bom nuklir.


Karena jika mereka mengeluarkan kekuatan sesuai masa prime mereka, maka skalanya bukan tingkat bom buklir lagi, tapi skalanya justru tingkat ledakan planet dan bintang.


Dan kekuatan Servant yang akan System berikan pada Lux adalah kekuatan yang sama sekali tidak ditekan. Berarti selama proses ini berjalan lancar, kemungkinan besar Lux akan menerima kekuatan yang serangannya mencapai skala planet!


Pemikiran ini membuat Lux mati rasa, tapi tidak bisa disangkal kalau dia juga merasa cukup bersemangat.


[ Ingin memulai proses penerimaan warisan? ]


Lux menarik napas dalam-dalam. " ... Iya," dia menyetujuinya.


[ Ding! Persetujuan diterima. Proses penerimaan warisan dimulai ... ]


[ Perjalanan Parallel World dimulai ... ]


'Tunggu, barusan apa? Perjalanan Parallel Wor–' Tepat sebelum Lux merasa ngeri dengan apa yang didengarnya, di detik berikutnya, penglihatan pemuda itu menjadi gelap dengan sosoknya yang mulai bercahaya.


...***...