Why My Servant Is So Perfect?

Why My Servant Is So Perfect?
Ch. 04 – The Life of Arthur Pendragon



Perasaan itu sangat aneh. Dia seperti dibawa ke kehidupan masa lalu dan merasakan secara langsung pengalaman kehidupan orang itu.


'Orang itu'? Jelas orang itu adalah ... Arthur Pendragon.


Membuka matanya, Lux menemukan dirinya kini berdiri dengan tenang di sebuah ruangan yang terkesan abad pertengahan.


Tapi alih-alih muncul dengan penampilan asli, Lux justru muncul dengan penampilan wujud Servant Arthur, tapi versi bocah (kid).


Kira-kira ... 5 tahun?


Lux menggeleng ringan kemudian dia berjalan keluar. Dia tahu apa yang terjadi. Sekarang dia sedang menjalani kehidupan sang Raja Inggris.


Hanya saja, yang Lux tidak duga adalah proses penerimaannya. Dia pikir semua kenangan dari Arthur Pendragon akan diterima secara instan.


Saat keluar dari ruangan, Lux melihat dua sosok yang sedang menyiapkan makanan dengan bahan utama sebagai daging.


Satu sosok bocah seusia dirinya sedangkan satunya lagi adalah seorang pria tua, namun kedua sosok itu memancarkan aura kesatria.


"Oh, Arthur? Ini mengejutkan. Kamu bangun jauh lebih cepat kali ini, biasanya kamu akan tertidur sampai lupa waktu," ucap bocah itu dengan nada bercanda.


"Berhenti berbicara Kay. Arthur, segera duduk."


" ... Baik."


Ada beberapa keberadaan yang berperan dalam legenda Arthur Pendragon dan kedua sosok itu termasuk keberadaan yang berperan dalam legenda Arthurian.


Sosok yang berperan sebagai ayah dalam hal merawat sekaligus guru untuk melatih Arthur baik itu di bidang pengetahuan perang, taktik perang, bidang politik, hal-hal yang berkaitan untuk menjadi Raja serta pertarungan adalah Sir Ector, seorang ksatria tua yang sederhana dan bijaksana yang membesarkan Arthur sebagai anak angkat dan penerusnya.


Sir Ector, pernah menjabat sebagai salah satu kesatria pendamping Raja Inggris sebelumnya, Uther Pendragon – Ayah kandung Arthur –


Adapun bocah yang dengan rakus melahap makanan di atas meja itu bernama Kay atau kelak akan dipanggil Sir Kay dan merupakan satu-satunya putra dari Sir Ector. Juga, Kay adalah salah satu anggota dari Knight of the Round Tables – Perkumpulan kesatria yang dipercayai oleh King Arthur –


"Arthur."


"Ya?"


" ... Pelatihanmu akan dimulai. Apakah kamu benar-benar sudah siap? Kuingatkan sekali lagi, setelah kamu mengambil langkah ini ... Kamu tidak akan bisa mundur."


"Saya siap, Paman Ector."


" ... "


Merasakan ketegasan Arthur, Sir Ector tidak bisa tidak menghela napas. Sebenarnya, dia tidak ingin Arthur mengambil langkah ini karena dia tahu apa akhir Arthur sebagai Raja. Tentu saja hal ini diketahui karena dia telah dibilang langsung oleh 'wanita' itu.


Memikirkan wanita cantik succubus yang suka mempermainkan hati laki-laki itu, bibir Sir Ector berkedut.


"Ya, karena kamu sudah memutuskan aku tidak akan menghalangmu lagi. Selain itu ..." Sir Ector menatap Kay. "Kay akan menemanimu. Jadi aku tidak perlu khawatir."


"Hm hm! Iya! Akw akwn menemwnimu!" ucap Kay dengan mulut yang penuh makanan.


"Habisi makananmu dulu." Sir Ector sedikit kesal.


"Hehehe ..." Kay menggaruk kepala dengan malu lalu menepuk dadanya dengan penuh percaya diri, "Kamu tidak perlu khawatir Ayah. Selama aku masih hidup, aku akan merawat Arthur!"


"Kamu mengejekku? Kenapa aku butuh kamu untuk merawatku," ucap Lux tanpa sadar dan dengan bahasa normal.


"Hahaha! Lagipula, kamu tidak akan bisa hidup tanpaku!"


"Bukankah justru sebaliknya? Apa kamu lupa? Aku jauh lebih kuat darimu."


"Gah! Sial! Mentang-mentang kamu lebih kuat dariku, sekarang kamu sudah sombong ya?!"


"Cukup, cukup. Berhentilah bertengkar."


Sir Ector menggelengkan kepala dengan tidak berdaya. Sungguh mereka berdua sangatlah akrab.


Tapi inilah yang membuat suasana mereka menjadi hangat ...


...***...


Sosok Lux sedang mengelilingi hamparan rumput pada malam hari dan cahaya bulan sebagai alat penerang.


Sudah sekitar 9 tahun sejak dirinya menjalani kehidupan sebagai Arthur dan kini dia berusia 14 tahun.


Dan harus Lux katakan ... Hidup sebagai Arthur Pendragon sangatlah sulit. Bahkan Lux dengan mental dewasa tidak dapat menangkap semua yang diajarkan oleh Sir Ector.


Yang paling ditekankan oleh Sir Ector adalah tentang menjadi 'Raja' yang sempurna. Jujur, itu terdengar gila karena dunia ini tidak ada yang sempurna.


Tapi itulah takdir Arthur Pendragon. Bahkan jika Lux menolak, Arthur tidak menolak.


Arthur harus menjadi Raja yang sempurna dan bahkan Arthur sendiri juga ingin menjadi sosok Raja sempurna yang diimpikan oleh rakyat.


Karena itu, meski Lux sangat ingin menolak, dia tidak bisa.


'Arthur Pendragon, salah satu Pahlawan dalam legenda yang memiliki cerita tragis kah?'


Ada banyak kisah pahlawan yang endingnya tragis tapi Arthur mungkin salah satu yang paling tragis.


Legenda Arthur Pendragon memiliki banyak masalah. Pengkhianatan, perpecahan, perselingkuhan, perang, dan lain sebagainya.


Tentu saja itu menurut legenda asli dari dunia asal Lux. Ini adalah dunia parallel, yang berarti terjadi sedikit perubahan dari legenda aslinya.


Dari yang Lux ingat, tidak ada masalah tentang perselingkuhan untuk Arthur paralel ini, namun untuk masalah lainnya tetap ada.


Meskipun begitu, masih tidak mudah untuk hidup sebagai Arthur Pendragon. Arthur benar-benar luar biasa bisa menanggung semua tekanan itu.


'Atau haruskah kubilang dia juga sedikit bodoh?'


Tetap memilih jalan menjadi 'Raja' meski tahu akhir hidupnya akan seperti apa, kata apalagi yang cocok untuk Arthur selain bodoh?


'Tapi Arthur memang raja yang kuat ...'


Arthur Pendragon, lahir dari Raja Inggris Uther Pendragon dan perempuan bernama Igraine yang merupakan istri pelayannya sendiri.


Dengan kata lain, Uther Pendragon adalah Raja brengsek yang jatuh cinta pada Istri orang lain.


Sebelum Arthur lahir, Raja Uther mendapatkan ramalan dari 'wanita succubus' tertentu bahwa putranya kelak akan menjadi sosok agung untuk mengakhiri krisis Kerajaan Inggris saat ini.


Putra itu adalah 'Arthur Pendragon' sendiri dan adapun krisis yang dimaksudkan adalah Inggris itu sendiri.


Musuh yang merupakan perwujudan Inggris, White Dragon, Vortigern atau dapat dibilang juga ... Paman Arthur.


Vortigern Pendragon adalah saudara laki-laki dari Uther Pendragon, tapi dia tidak puas saat tahta kerajaannya justru jatuh pada Uther.


Kejadian itu adalah awal mulanya krisis dari Kerajaan Inggris.


Vortigern yang tidak puas mencoba berbagai cara untuk merampas tahta dari Uther, tapi sayangnya dia tidak berhasil.


Hal tersebut membuat Vortigern semakin gila dan akhirnya .... Dia jatuh ke dalam kegelapan.


Vortigern menjadi salah satu naga jahat, yaitu White Dragon. White Dragon dikatakan adalah sosok perwujudan dari Inggris, tapi juga sosok yang akan menghancurkan Inggris itu sendiri.


Dan satu-satunya yang mampu mengakhiri White Dragon adalah Red Dragon Ddraig.


Dan Arthur Pendragon ... Dialah Red Dragon itu, Ddraig.


Karena hal ini, Arthur Pendragon mempunyai Dragon Heart atau jantung naga sebagai inti (Core) sihirnya, yang membuat tubuh Arthur menjadi Demi-Dragon.


Tubuh fisik yang luar biasa, stamina gila, pasokan [mana] yang seolah tiada habisnya dan perlawanan sihir, semua kemampuannya itu berasal dari 'Dragon Heart'.


Hanya saja, Arthur masih seorang bayi saat itu dan demi keamanannya serta sebagai harapan Inggris, maka Uther Pendragon meminta bantuan pada wanita succubus itu agar merawat Arthur yang diterima dengan senang hati wanita itu.


'Sungguh ayah yang brengsek. Dia yang telah menyebabkan masalah ini, tapi yang harus membereskannya adalah aku.'


White Dragon Vortigern pasti tidak terlahir kalau Uther Pendragon mau menyerahkan tahtanya dengan sukarela.


Tapi manusia adalah makhluk yang egois. Tidak mungkin Uther ingin kekuasaannya meski dia sadar Vortigern jauh lebih bagus dalam menangani pemerintahan.


"Hah ..." Lux menghela napas.


"Menghela napas dari tadi, kamu sepertinya sedang dalam masalah Arthur ~"


Saat itu, suara seorang wanita yang menawan dan mempesona terdengar. Saking lembutnya suara itu cukup untuk menghipnotis orang.


Tetapi karena perlawanan sihir Lux yang cukup tinggi, dia tidak terlalu berpengaruh oleh suara itu. Sebaliknya, bocah itu menatap sumber dari suara itu sambil mengernyit.


"Merlin."


Wanita succubus yang membantu Uther untuk mendapatkan cinta paksa dari Igraine dan juga wanita yang bisa melihat sekilas masa depan.


Sang Mage of Flowers atau akan dikenal Lady Avalon sekaligus guru asli / pengawas Arthur ... Merlin.


Merlin mengenakan jubah putih indah, tapi tudung dari jubah itu menghalangi Lux untuk melihat wajah wanita itu.


Tapi pesona wanita itu tidak berkurang sedikit pun. Bahkan di malam hari, sosoknya tampak bersinar seolah bulan mencintainya.


"Kenapa hanya berdiri di situ? Ah, apakah kamu terkejut melihat aku pulang? Fufu ... Kamu pasti merindukan kakak perempuanmu yang cantik ini kan? Mau bagaimana lagi, ayo peluk aku ~ "


Mendengar kalimat yang narsis dan percaya diri itu, Lux tidak bisa berkata-kata, tapi melihat Merlin membuka tangannya lebar-lebar, dan tampak seperti menunggu pelukannya ... Lux menghela napas.


Bocah itu memeluk wanita kakak perempuan itu dengan lembut.


" ... Selama ini kamu darimana saja Merlin?"


"Tentu saja rahasia ~"


"Kamu seperti biasa sangat menyebalkan."


"Bukankah itu ciri sempurna untukku sebagai kakak perempuan yang cantik ~"


" ... " Lux terdiam.


Tapi meski Lux sedikit tak berdaya, dia harus mengakui kalau Merlin pada dasarnya memang sangat cantik. Tidak lagi, wanita ini memiliki darah succubus.


Bahkan Uther pun terpesona dan ingin memiliki Merlin menjadi wanitanya yang tentu saja Merlin menolaknya dengan sangat 'lembut'.


Ya, sangat 'lembut' dengan mengubah jenis kelamin Uther yang pria tua menjadi seorang wanita dewasa yang cantik. Akibatnya Uther tidak berani lagi mengacaukan Merlin karena merasa trauma setelah dikejar oleh puluhan pria tua yang mirip kakek 'Sugiono'.


Terlepas dari semua itu, kenyataannya Lux benar-benar merindukan Merlin. Ya ... Bukan Arthur, tapi Lux sendiri.


Menjalani kehidupan sebagai Arthur selama 9 tahun membuat Lux tertekan, hanya berada di dekat Merlin yang membuat Lux dapat merasa rileks dan tenang, meski Lux tahu kalau semua masalah Arthur sebagian besar karena adanya wanita itu. (Tentu saja, dia tidak akan mengakuinya dengan jelas).


Selama ini, Merlin juga mengajari Lux lewat mimpi karena sebagai succubus, Merlin bisa memasuki mimpi orang lain.


Salah satu yang tidak bisa diandalkan dari wanita ini adalah daripada memberikan pelajaran yang bermanfaat dalam urusan pemerintahan ... Dia justru lebih mementingkan pengetahuan untuk menjadi pria terhormat terhadap perempuan.


Lucunya, Arthur malah mempelajari semua itu dengan serius karena mengira memperlakukan wanita dengan lembut adalah salah satu jalan untuk menjadi Raja yang sempurna.


Perilaku Arthur ini juga membuat Merlin semakin terobsesi untuk mengajari Arthur menjadi laki-laki terhormat.


Bahkan Lux perlahan-lahan terpengaruh oleh ajaran Merlin.


Daripada membesarkannya menjadi untuk raja, Merlin lebih seperti membesarkan Arthur untuk menjadi calon suaminya.


' ... Apakah succubus seperti Merlin mulai tidak bisa menahan nafsunya?'


Sungguh lucu jika demikian ...


" ... Apakah kamu barusan memikirkan sesuatu yang kasar tentangku?"


" ... "


Lux menatap Merlin yang tersenyum lembut, tapi dia merasakan bahaya besar dari senyuman itu ...


" ... Tentu saja tidak, Merlin. Aku hanya berpikir kamu semakin cantik dari hari ke hari," puji Lux lembut dengan senyuman tulus.


"Eh? Benarkah? Fufufu ~" Merlin tertawa pelan dengan bahagia.


" ... "


Saat ini, Lux harus berterima kasih pada Merlin sendiri karena sudah mengajarinya cara untuk memuji perempuan.


Dan ini mungkin terdengar aneh, tapi entah kenapa cuma Merlin yang dapat berperilaku normal dalam simulasi kehidupan Arthur ini.


Lux menggeleng pelan kemudian bertanya. "Jadi ... Kenapa kamu kembali kali ini Merlin? Pasti ada alasan kamu kembali."


"Hm ~ tidak bisakah aku pulang untuk menemuimu? ~ "


" ... Jika aku tidak mengenalimu dengan jelas, aku pasti percaya."


Ini bukannya seperti mereka tidak bertemu selama 9 tahun.


Secara fisik Arthur dan Merlin sudah lama tidak bertemu, tapi mereka sudah bertemu secara spiritual melalui mimpi selama 9 tahun ini.


Mendengar ucapan Lux, Merlin cemberut, tapi dia masih sedikit senang karena ini berarti Lux sangat tahu tentang dirinya.


"Oke, oke. Aku akan bilang." Merlin berdehem sebentar lalu berkata 'agak' serius. "Arthur ini adalah waktunya bagimu."


" ... Waktunya?" Meski dia tahu di dalam hati, tapi tubuh Lux secara otomatis memaksa dirinya untuk bertindak bingung seolah-olah tidak tahu apa-apa.


"Itu ..."


Awalnya Merlin ragu kemudian akhirnya dia memutuskan untuk menceritakan apa yang terjadi selama ini.


Tentang identitasnya, kelahirannya, White Dragon Voltigern, dan nubuat (ramalan) ...


Tiada satupun yang Merlin sembunyikan. Dia benar-benar mengatakan semuanya. Tentu ... Itu tidak termasuk semua perbuatan buruk yang pernah dia lakukan.


Wanita itu dengan cerdik menyembunyikan perilaku buruknya dan bahkan memberikan tanda-tanda seakan dirinya adalah makhluk suci dan baik hati yang tidak pernah mencoba mempermainkan hati laki-laki ...


Menyadari hal itu, Lux sedikit terdiam, tapi dia tidak terlalu peduli karena meski pun dia tahu, apa yang bisa dia lakukan? Tubuhnya saat ini menghalanginya dari bergerak bebas.


"Jadi begitulah."


" ... "


Ada keheningan sejenak setelah Merlin selesai mengisahkan semua itu.


Saat itu, bibir Lux bergerak. "Seberapa kuat paman Vortigern?"


Merlin terdiam sejenak lalu berkata. "Aku bisa dibunuh dengan mudah olehnya."


'Bisa dibunuh dengan mudah ...'


Lux terdiam. Merlin terkadang tidak bisa diandalkan, tapi bukan berarti dia lemah.


Merlin cukup kuat untuk melawan ratusan ribu pasukan dari berbagai kerajaan tanpa bantuan siapa pun, yang menunjukkan betapa kuatnya sang Mage of Flowers.


Hanya saja, melawan White Dragon yang seperti gabungan seluruh Inggris, Merlin jelas bukan lawannya.


Tidak lagi, menurut deskripsi Merlin, Vortigern cukup kuat untuk menghancurkan dunia ...


Tapi ...


"Kalau kekuatan secara fisik, jelas aku mati, tapi ... apa kamu pikir aku akan secara sukarela membiarkan seekor naga liar menyerangku?" Merlin tersenyum.


Lux berkedip lalu di detik berikutnya terkekeh.


Ya ... Tidak peduli sekuat apa Vortigern, dia tidak akan bisa membunuh Merlin yang licik. Wanita ini bahkan bisa melarikan diri dari seorang peri super over power, apalagi seekor naga belaka.


Bahkan kalau Vortigern memusnahkan dunia ini, Merlin akan baik-baik saja karena dia bisa melarikan diri ke tempat yang mustahil dicapai oleh semua makhluk.


"Sudah kuputuskan, Merlin. Aku ... Akan memilih menjadi Raja."


Merlin mengangkat sebelah alisnya. "Kamu yakin? Kamu tah–"


"Aku tahu apa akan yang terjadi padaku dan seperti apa akhirnya, Tapi aku tetap memilih jalan ini. Aku ingin menjadi keberadaan yang memberikan harapan orang-orang yang kini sedang menderita. Selain itu, bukankah ada kamu dan Kay bersamaku?"


" ... " Merlin mengerjap dan entah kenapa tak bisa menahan tawa lembut. "Fufufu ~ baiklah karena kamu sudah menentukan pilihanmu ... Aku akan mendukungmu apapun yang terjadi. Hah, inilah masalah menjadi Kakak perempuan yang sempurna ~"


"Jadi berhentilah seperti itu."


"Tidak mungkin ~"


Sang pengawas dan calon raja itu saling tertawa.


"Lalu ... Apa yang harus kulakukan sekarang Merlin?" tanya Lux dengan serius.


Merlin berpikir sejenak dan berkata. "Apakah kamu pernah mendengar pedang seleksi?"


"Pedang seleksi?" Lux mengernyit. "Tentu saja aku pernah mendengarnya. Kalau tidak salah, itu adalah pedang suci yang tertancap di batu dan siapa pun yang bisa menariknya akan menjadi raja yang memimpin Inggris."


"Ya, itu yang kumaksudkan ~ Lalu bagaimana pendapatmu tentang itu?"


"Bukankah itu terlalu dibuat-buat?"


Lux jelas tidak menganggap ini serius. Hanya saja, ketika melihat ekspresi bercanda Merlin, dia bertanya dengan ragu-ragu ...


"Jangan katakan ... Itu benar?"


" ... "


Lux tampak sedikit tidak percaya dan reaksi itu berhasil mengundang tawa dari penyihir bunga itu.


"Ya, meski ini tak bisa dipercaya, tapi itulah kenyataannya. Sejak kamu lahir, Raja Uther menerapkan sistem ini, hanya mereka yang memiliki hati Naga bisa menariknya. Karena itulah ..."


Merlin menghentakkan tongkat sihirnya dan ratusan kelopak bunga merah muda seketika menyebar dengan indah.


"Satu-satunya kesatria yang bisa menariknya adalah kamu, Arthur Pendragon."


...***...


"Jadi itu adalah pedang seleksi?"


Lux menatap sebuah gagang pedang, namun bilah dari pedang itu terhalangi oleh batu dan untuk sesaat, ada aura suci agung yang dapat dirasakan dari pedang itu.


"Tepat sekali ~ Sudah 9 tahun orang-orang mencoba menariknya, tapi tidak ada satupun yang berhasil. Bahkan Kay pun tidak bisa ~"


"Eh? Bahkan Kay?" Mendengar bahwa Kay pernah mencoba tapi gagal, Lux terkejut.


"Jelas dia gagal. Meski dia kesatria yang kuat, dia tidak memiliki darah Pendragon dan kualifikasi untuk menjadi Raja ~"


Merlin berjalan dengan lembut dan mendekati pedang di atas batu itu, ", ini adalah pedang suci yang menjadi simbol seorang raja. Begitu ditarik, dia akan menyandang gelar 'King of Knights'."


Dengan penjelasan itu, Lux mulai mendekati pedang suci itu, tapi saat berada di dekatnya, entah kenapa Lux merasa akrab seolah-olah pedang itu adalah bagian dari dirinya.


Tanpa sadar tangan Lux bergerak hendak memegang gagang pedang itu, tapi suara Merlin terdengar sekali lagi ...


"Ini adalah peringatanku yang terakhir. Setelah kamu menarik pedang itu ... kamu akan berhenti menjadi manusia, kehilangan perasaanmu, dan hidupmu akan berakhir dengan tragis, dan lebih tragis dari ayahmu, Uther Pendragon.


Meskipun setelah mendengar semua ini, kamu masih ingin mencabutnya?..."


" ... "


Kilatan keraguan melintas sejenak di mata Lux yang hijau zamrud itu, tapi keraguan itu segera digantikan dengan tatapan ketegasan.


"Rakyat-rakyat membutuhkan seseorang yang dapat memimpin mereka dan mengakhiri White Dragon Voltigern dan satu-satunya orang yang mampu melakukan semua itu adalah aku Arthur Pendragon."


Tanpa keraguan, Lux memegang gagang dari pedang suci tersebut lalu –


* Wissh!! *


Pedang yang tidak bisa ditarik semua orang telah ditarik semudah bernapas oleh Arthur.


Saat itu, sebuah kilau cahaya suci yang indah menyinari seluruh tempat.


Dikatakan Caliburn merupakan pedang yang sangat mempesona sampai membuat orang yang melihatnya menjadi linglung dan rumor itu tampaknya benar.


Hanya melihat pedang itu, pikiran Lux menjadi linglung.


'Ini adalah ... Caliburn.'


"Mulai sekarang, kamu akan menjadi partnerku, ."


Seolah menanggapi ucapannya, bilah pedang itu bercahaya, langsung menyelimuti Lux, dan cahaya itu mengubahnya menjadi sosok yang tidak manusiawi.


Adapun satu-satunya saksi mata Merlin juga tertegun. Dia tertegun bukan karena pedang tetapi karena dia melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat.


' ... Luar biasa.'


Dia melihatnya ... Keindahan masa depan Lux jauh di dalam dirinya.


Dan inilah ... Awal mula dari kelahiran sang King of Knight.


...***...


[ Ding! Proses pembagian pengalaman Arthur Pendragon selesai! ]


Merasakan semilir angin yang dingin menerpa wajahnya, secara perlahan-lahan Lux (Arthur) membuka matanya.


Dan jauh di kedalaman iris mata zamrud itu, terdapat kilatan ketenangan sebelum badai.


"System ..."


[ System di sini. Apakah ada masalah Master? ]


"Kamu tidak mengatakan apapun tentang ini."


Dia hidup. Tidak, dia benar-benar hidup di dunia itu sebagai Arthur Pendragon dan tenggelam di dalamnya.


Hidup selama ratusan tahun di dunia itu sangat menyakitkan, sangat menyakitkan, tapi itu juga sangat indah.


Pembicaraan, rasa senang dan duka, rasa sakit dan sedih, semua itu nyata. Bersenang senang dengan para Knight of the Round Table itu, dan Merlin, Lady Vivian, dan istrinya, Guinevere. Tidak diragukan itu adalah kenangan berharga milik King Arthur yang dianggap tidak mengerti perasaan manusia.


Namun justru karena itulah rasanya sangat menyakitkan saat ditinggalkan satu per satu oleh mereka.


Kay pergi, Merlin menghilang, Guinevere mati, beberapa anggota Knight of the Round Table Juga mengkhianatinya, bahkan rakyatnya tidak lagi percaya padanya sampai akhirnya hanya dia yang tersisa.


Adapun endingnya, dia dibunuh oleh Sir Mordred, yaitu putri yang dia tolak sebagai keturunannya.


"Ending yang buruk ..."


Lux (Arthur) menutupi wajahnya. Dia sadar itu hanyalah proyeksi layaknya hologram dalam mimpi, tapi tetap saja rasanya ... sangat menyesakkan.


[ Maafkan System atas kurangnya informasi ]


"Bukan apa-apa. Tapi sekali lagi, jangan ada kekurangan informasi lagi."


[ ... Dimengerti ]


Lux (Arthur) menghela napas. Dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya dan menyesuaikan keadaannya.


Dia berusaha mencerna semua pengalaman yang dia alami barusan dan perjalanan cuma bisa dia gambarkan dengan satu kata ...


'Gila ...'


Pertarungan melawan White Dragon Voltigern, pemberian pedang suci terkuat yaitu dan sarung pedang suci Avalon dari lady Vivian setelah hancur, pengkhianatan yang dilakukan Mordred, waktu indahnya bersama Guinevere yang sangat tulus mencintainya ...


Berbagai peristiwa yang dialami oleh Arthur atau Lux hanyalah kejadian yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.


Terutama wujud asli dari pedang ... Bahkan Lux yang merupakan penulisnya tidak bisa mendeskripsikan keindahan pedang itu.


Tentu saja, pelepasan tombak 'Rhongomyniad' juga termasuk peristiwa yang luar biasa karena 'Tombak Akhir Dunia' itu berhasil memusnahkan White Dragon Voltigern yang saat itu dapat membuat dunia mengalami bencana.


Dan lebih dari itu ...


"Morgan ... Le Fay."


Memikirkan sosok wanita anggun yang sangat tergila-gila padanya bahkan cinta pada dirinya padahal mereka saudara kandung, tatapan Lux (Arthur) menjadi dingin.


'Kuharap tidak akan bertemu denganmu atau aku khawatir, tanganku akan terpeleset dan memenggal lehernya ...'


Tidak diragukan lagi kalau pelaku dari semua masalah Arthur Pendragon, adalah Morgan Pendragon, kakak kandung perempuannya sendiri.


Wanita itulah yang menghancurkan .


Wanita itulah yang membantu White Dragon Vortigern.


Wanita itulah yang melahirkan Mordred.


Wanita itulah yang berhasil mengusir Merlin.


Wanita itulah yang membujuk para anggota Knight of the Round Table.


Wanita itulah yang menghancurkan kekuasaan miliknya.


Dan wanita itulah ... Yang sudah membunuh Guinevere.


Tapi Lux (Arthur) tahu kalau kebencian tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi dia hanya bisa menekan rasa bencinya pada Morgan.


Selain itu, kematian Guinevere dan lainnya bukan berarti kematian sebenarnya. Orang orang terkenal yang mati di zaman Arthur, mereka pada dasarnya hanya kembali pada dan hanya menunggu sampai mereka dipanggil sebagai Servant.


... Kecuali Merlin. Mustahil wanita licik itu mati. Dia mungkin berada di suatu tempat yang tidak bisa dicapai oleh manusia sambil mencari hal yang bisa menjadi hiburannya.


'Aku ingin tahu keadaan wanita itu sekarang ...'


Oh, pastinya keadaan wanita itu melampaui kata 'baik'. Mungkin sedang bersenang-senang ketika menyaksikan kehidupan bermasalah dari manusia tertentu.


Hampir lupa, sebenarnya selain boleh melihat sekilas masa depan, faktanya Merlin juga bisa masa kini atau masa sekarang secara bebas.


"Lupakan, saya masih memiliki seorang Lady yang harus saya lindungi."


Dia gagal melindungi istrinya (Guinevere), tapi setidaknya dia bisa melindungi Main Heroine di dunia ini.


'Tapi sebelum itu ... [Status]'


...


– [ Legacy System ]


– [ Name : Lux Silvermoon ]


– [ Gender : Male ]


– [ Title : None ]


– [ Servant Identity : Arthur Pendragon Class Saber (Progress : 50%) ]


– [ Class Skill : None ]


– [ Personal Skill : None ]


– [ Noble Phantasm : None ]


– [ Parameter :


– Strength ( Rank E )


– Endurance ( Rank E )


– Agility ( Rank E )


– Mana ( Rank E )


– Luck ( Rank A )


– Noble Phantasm ( None ) ]


...


Tanpa ragu-ragu, Lux (Arthur) mengetik pada bagian Servant Identity dan isi di panel sistem berubah ...


...


– [ Servant Identity : Arthur Pendragon ]


– [ Progress : 50% ]


– [ Master : Roxanne Rose ]


– [ Title : King of Knights, the Once and Future King, Holy Blade Wielder, the Knight of the Sky Silver ]


– [ Gender : Male ]


– [ Source : Arthurian Legends ]


– [ Type : Heroic Spirit ]


– [ Class Servant : Saber ]


– [ Parameter :


– Strength ( Rank A )


– Endurance ( Rank A+ )


– Agility ( Rank B )


– Mana ( Rank A++ )


– Luck ( Rank B )


– Noble Phantasm ( Rank C > EX ) ]


– [ Class Skill :


– Magic Resistance (Rank : A)


– Riding (Rank : A) ]


– [ Personal Skill :


– Mana Burst > Sign of the Red Dragon (Rank : A)


– Insting – Dazzling Journey (Rank : A > EX)


– Gigantic Beast Hunting (Rank : A)


– Charisma (Rank : B)


– Dragon Heart (Rank : A)


– Dragon Pysical (Rank : A)


– Absolute Mana (Rank : A)


– Blessing of the Lady of the Lake (Rank : C)


– Cooking (Rank : D)


– Gambled (Rank : B) ]


– [ Noble Phantasm :


– Excalibur – Sword of Promised Victory (Rank : C > EX)


– Invisible Air – Barrier of the Wind King (Rank : C)


– Strike Air – Hammer of the Wind King (Rank : D)


– Restraints of the Round Table (Rank : EX)


– ??? ( ??? ) ]


...


Jika sebelumnya, Lux (Arthur) mungkin cukup terkejut melihat parameter yang agak 'broken' ini, tapi sebagai penulis yang telah mensetting paramater, karakter, apalagi mengingat kehidupan Arthur, tingkat parameter ini sangat wajar.


Tetap saja, meskipun tahu paramater seperti ini wajar untuk Arthur Pendragon, Lux (Arthur) masih tidak bisa menahan diri untuk menghela napas.


Tidak heran Artria Pendragon jauh lebih lemah dari Arthur Pendragon karena paramater yang seperti ini Arthur Pendragon dapat menguasai dunia kalau dia mau.


Dengan dan Noble Phantasm EX, hal itu bukan tidak mungkin. Hanya saja ...


'Satu Noble Phantasm tidak diketahui, ya?...'


Menemukan kalau terdapat satu daftar yang tertulis namanya, ekspresi Lux (Arthur) tidak banyak berubah.


Dia sudah mengetahui jenis Noble Phantasm apa itu tetapi harus mendapatkannya sendiri dengan manual dikarenakan Noble Phantasm itu berada di tangan orang lain.


Tapi itu tidak menjadi masalah bagi Lux (Arthur) yang merupakan penulis, dia tahu siapa orang yang memiliki Noble Phantasm itu, hanya butuh sedikit waktu sebelum dia mendapatkannya.


Ngomong-ngomong, melihat skill ... Mungkin dengan skill ini, dia bisa menemukan penghasilan yang stabil di dunia ini.


'Meskipun rasanya sedikit aneh memikirkan seorang Raja memiliki pengalaman berjudi ...'


Dalam pengalaman Arthur, anggota Knight of the Round Table (KotRT) pernah mengajaknya untuk bermain beberapa permainan judi, tidak terduga, selain tidak terkalahkan dalam pertempuran, Arthur juga tidak terkalahkan dalam perjudian.


'Sangat nostalgia ...'


Tapi masa lalu adalah masa lalu, dia tidak bisa dipengaruhi oleh pengalaman orang lain. Yah ... Walau sekarang Lux juga sudah bisa dianggap sebagai Arthur sebab telah merasakan sendiri kehidupan sang Raja Inggris.


Menggeleng ringan, Lux (Arthur) menghapus hal-hal yang tidak penting di benaknya.


Sekarang, ada yang lebih penting, itu adalah ... Membantu dan melindungi Roxanne sebagai seorang Servant sebelum pulang kembali ke dunia utamanya.


Lux (Arthur) kembali ke dalam kamal. Dalam satu hari ini ada banyak hal yang terjadi dan membuat dia ingin beristirahat sebentar ...