Why My Servant Is So Perfect?

Why My Servant Is So Perfect?
Ch. 03 – Dream



Putih. Hanya terlihat warna putih sejauh mata memandang.


Gadis itu – Roxanne Rose – menatap semua itu dengan tatapan kosong dan hampa. Sejak usianya menginjak angka 2, tanpa alasan yang jelas, dia tiba-tiba dibawa ke ruangan berwarna putih.


Tidak ada apapun di dalam ruangan putih itu selain kasur putih sebagai tempat tidur. Oleh sebab itu, Roxanne, seorang gadis tanpa pengetahuan apapun mengira berada dalam ruangan putih ini adalah hal yang wajar.


Pemikiran itu terbantahkan ketika dia dibawa ke sebuah ruangan lain. Sama seperti tempat dia tinggal, ruangan itu juga berwarna putih.


Bedanya hanya empat hal. Manusia lain, kabel, puluhan komputer, dan tabung yang berisikan banyak anak-anak dari usia 2 sampai 16 tahun.


Begitu dia melangkah masuk ke ruangan itu, Roxanne merasa ketakutan pertama kalinya karena dia mendengar teriakan yang berasal dari banyak tabung.


Kemudian dia disuruh salah satu pria berjas putih untuk memasuki ke salah satu tabung. Roxanne tidak ingin masuk karena dia dapat merasakan hal yang buruk akan terjadi, tapi dia masih usia 2 tahun, memangnya apa yang bisa dia lakukan?


Tanpa perlawanan apapun, Roxanne dibawa masuk ke dalam tabung itu dan apa yang dia rasakan selanjutnya membuat gadis kecil itu menyesali keputusannya.


Perasaan itu mengerikan.


Rasanya seolah-olah seluruh organ tubuhnya diaduk-aduk dan diacak-acak, ratusan serangga beracun menggigit tubuhnya.


Darah mengalir dari semua lubang tubuhnya, setiap kulitnya mengelupas, sampai otaknya yang kecil terasa ingin meledak.


Roxanne berteriak kesakitan, menangis, sampai memohon untuk dikeluarkan dari tabung, tapi seakan tidak mendengar teriakan itu, pria-pria berjas itu mengabaikannya.


Tidak tahan dengan semua rangsangan rasa sakit itu, Roxanne langsung tidak sadarkan diri, akan tetapi pada saat yang sama semua pria berjas itu terkejut ketika mendeteksi adanya energi luar biasa yang berasal dari Roxanne.


Mereka semua buru-buru mengurung Roxanne dan menganggapnya sebagai harta yang harus digunakan hati-hati. Setelah diteliti, ilmuwan itu berhasil mengetahui jenis bakat apa yang telah dibangkitkan oleh Roxanne.


Daripada disebut bakat, lebih tepat untuk menyebutnya fisik yang unik.


Roxanne berhasil membangkitkan sebuah fisik yang unik bernama 'Phoenix Divinity', yaitu fisik yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun.


Para ilmuwan sangat bersemangat karena tidak ada satupun dari mereka yang menyangka bahwa mereka semua memiliki keberuntungan untuk mendapatkan gadis dengan fisik yang unik!


Dengan begitu, mereka melakukan penelitian dan eksprimen habis-habisan terhadap tubuh Roxanne.


Tapi ketika Roxanne sadarkan diri, hal yang dia pertama kali lakukan adalah memberontak dan melawan. Dia tidak mau merasakan rasa sakit itu lagi dan seolah menanggapi perasaannya, fisiknya yang unik memberikan dia kemampuan untuk menghasilkan api dan memanipulasinya sesuai keinginannya.


Hanya saja meski dia melakukan perlawanan keras pada awalnya, tapi dia segera ditekan oleh musuh.


Para ilmuwan itu sudah bersiap menghadapi dirinya dan kekuatan menghasilkan api juga butuh konsumsi [mana] yang besar. Biarpun fisiknya bisa memulihkan [mana]nya dengan kecepatan luar biasa, tapi konsumsinya jauh lebih cepat.


Dengan begitu, Roxanne ditangkap kembali dan dijadikan sebagai bahan eksperimen.


Penyiksaan yang luar biasa membuat Roxanne menderita selama bertahun-tahun. Jika bukan karena tubuhnya yang unik dia mungkin sudah mati atau gila saat ini.


Justru karena tidak ingin merasakan penderitaan itu, Roxanne berusaha keras melarikan diri dan ketika dia tahu memanggil keberadaan Servant dapat menyelamatkannya, dia diam-diam mulai mencari lebih tahu tentang itu.


Pengetahuan Roxanne sangat minim sehingga akal sehat sedikit 'rusak', tapi bukan berarti dia bodoh. IQ-nya bisa dibilang cukup tinggi, berkat hal itu, dia berhasil melarikan diri dan dia dapat memanggil Servant!


Hanya saja, di detik terakhir dia tidak melihat sepenuhnya penampilan Servant itu, namun meski demikian, dia yakin Servant yang telah dia panggil sangat tampan ...


" ... "


Roxanne berkedip dengan linglung. Rasanya dia sedang melihat flashback hidupnya.


Kemudian gadis itu memegang pipinya dan menemukan bahwa pipinya sedikit basah.


"Air?..." Roxanne bergumam dengan bingung.


Tiba-tiba tubuhnya bergidik dan berbalik tanpa pikir panjang. Dia merasakan sebuah ketakutan yang sangat mendalam.


"K-kenapa? Kenapa? ... B-bukankah aku sudah melarikan diri dan memanggil Servant?..."


Bibir Roxanne bergetar. Dia mendapati dirinya masih berada di ruangan putih itu disertai oleh para ilmuwan-ilmuwan itu.


Hanya memandang mereka membuat sekujur tubuh Roxanne menjerit kesakitan dan tubuh gadis itu langsung retak, mengeluarkan darah.


"Argh! Sakit ...! Sakit ...! Jangan mendekat..!"


"Apa yang kamu katakan. Mendekat segera."


"Tidak! Jangan! Kenapa! Kenapa ini terjadi! Aku yakin sudah melarikan diri!"


"Melarikan diri?" Ilmuwan itu menggelengkan kepala. "Sejak kapan kamu bisa melarikan diri? Berhentilah bermimpi. Tidak mungkin kamu bisa melarikan diri. Tampaknya kamu terlalu stress akibat eksperimen baru-baru ini." Ilmuwan itu memberikan tatapan kasihan, namun niatnya untuk membedah tubuh Roxanne tidak pudar.


"Sakit ... Sakit ... Aku tidak mau lagi ..."


Tubuh Roxanne tergeletak di tanah, menatap ilmuwan itu yang mendekatinya dengan wajah serakah.


Tubuhnya tersiksa. Tidak terhitung berapa kali tubuhnya dirombak oleh ilmuwan-ilmuwan ini.


Roxanne hanya bisa memejamkan mata, tapi saat itu, tubuhnya penuh kesakitan tiba-tiba terasa hangat.


Rasa sakit itu hilang. Pemandangan di sekitar ikut menghilang digantikan dengan lapangan luas yang penuh rerumputan hijau indah.


Para ilmuwan itu hilang. Ruangan putih lenyap. Tabung dan anak-anak lainnya juga lenyap.


"A-apa yang terjadi ..." Dan Roxanne yang menyaksikan semua itu berkata linglung.


Pemandangan sekitarnya tiba-tiba berubah dan anehnya, dia tidak merasakan sakit lagi.


Daripada merasa sakit, dia merasa sangat ... Sangat nyaman.


"Kamu sangat menderita, sama seperti dia."


Suara wanita terdengar. Biasanya Roxanne akan merasa ketakutan saat dia mendengar suara yang belum pernah dia dengar, tetapi anehnya Roxanne merasa sangat tenang ... Suara itu seperti memiliki kesan hipnotis.


"S-siapa ..."


Akan tetapi sayangnya begitu dia berbalik dan hendak melihat pemilik suara itu, dia langsung merasa kesadarannya menghilang.


Tapi dia masih sempat melihat sosok itu ...


'Kakak perempuan yang sangat cantik ...'


"Tempatmu bukan di sini. Selain itu, sudah ada Kesatria, tepatnya Pangeran Berkuda Putihmu yang melindungimu."


Suara itu sangat merdu, tapi anehnya, Roxanne merasakan sedikit kecemburuan dari suara itu?


...***...


" ... "


"Master? Apakah ada yang salah?"


Lux atau saat ini identitasnya sebagai Arthur Pendragon bertanya dengan bingung karena ketika menemukan Masternya Roxanne Rose terbangun, tapi dalam kondisi diam?


Adapun Roxanne ... Pikirannya kosong setelah menatap Lux (Arthur).


"Apa ... Apa aku masih sedang bermimpi?"


"Mimpi?" Lux (Arthur) mengerjap beberapa kali dan dia menyadari sesuatu.


Pemuda itu memberikan senyuman lembut dan berkata. "Anda tidak bermimpi, Master."


"Apakah ... Apakah aku berhasil melarikan diri?"


Lux (Arthur) mengangguk lembut dan berkata hangat. "Ya, Anda berhasil, Master. Anda sudah bekerja dengan sangat keras."


" ... " Mata Roxanne berkaca-kaca lalu air mata perlahan menetes di pipinya. "Hiks ... Hiks ..."


Lux (Arthur) mendekati Roxanne kemudian membawanya ke pelukannya. Dia menepuk nepuk punggung gadis munggil itu. " ... Tidak perlu menahannya lagi Master. Anda dapat menangis sekeras-kerasnya karena hanya saya dan Anda di sini."


"Hiks ... Hiks ... Huah!!!"


Dan ucapan Lux (Arthur) berhasil memicu ledakan emosional kesedihan Roxanne.


Gadis itu benar-benar menangis sekeras keras seperti yang Lux (Arthur) katakan.


Semua emosi dan kerja kerasnya tumpah pada saat ini ...


Sementara Lux (Arthur) meski ekspresinya masih sangat lembut, hatinya sangat pahit.


'Siapa yang akan menyangka, salah satu Main Heroine terkuat di dunia akan menangis tepat di depanku dan penyebabnya juga karena aku.'


Lux adalah penulis dunia ini meski hanya dunia paralel yang berarti berbeda, namun masa lalu Roxanne di dunia ini dan Roxanne di dunia utama tidak jauh berbeda.


Lux adalah orang yang mengatur semua masa lalu Roxanne, dengan kata lain penyebab Roxanne menderita selama bertahun-tahun adalah dia.


'Memikirkan akan tiba suatu saat dimana aku merasa bersalah karena karakter buatanku sendiri.'


Lux (Arthur) tahu masa lalu gelap diperlukan untuk perkembangan karakter Roxanne, tapi Lux (Arthur) masih tidak nyaman dengan itu.


Lux (Arthur) menghela napas lelah. Hati Arthur Pendragon yang lembut mempengaruhinya.


"Arthur ..."


Pada saat ini suara Roxanne menyita perhatian Lux (Arthur).


"Ya? Apakah ada yang salah Master?" tanya Lux (Arthur) dengan bingung. Dia tidak terlalu terkejut Roxanne bisa mengetahui identitasnya saat ini, tapi ucapan gadis berambut merah itu membuatnya terkejut ...


"Jangan pernah meninggalkanku ..." lirih Roxanne.


Kedua mata Lux (Arthur) melebar dan mengangguk lembut. "Tentu saja, pedang saya ada di sini untuk melindungi Anda, Master. Tidak akan ada ancaman selama saya hadir."


"Um ..." Roxanne mengangguk ringan, namun hatinya seperti bunga yang bermekar indah.


Awalnya, dia sedikit ragu saat mengutarakan keinginannya karena dia merasa Lux (Arthur) adalah sosok yang luar biasa.


Dibandingkan dirinya, Roxanne merasa seperti berada di dunia yang berbeda. Dia merasa rendah diri dan tidak layak untuk menjadi Master dari Servant sekaliber Lux (Arthur).


Beruntungnya, Lux (Arthur) tidak menolaknya yang membuat gadis itu lega.


Roxanne tidak ingin sendirian lagi ...


Tapi jika Lux (Arthur) mengetahui apa yang Roxanne pikirkan, pemuda itu pasti terdiam. Sungguh tidak masuk akal bagi pemilik fisik 'Phoenix Divinity' merasa rendah diri. Andai rahasia ini terungkap, ratusan atau bahkan tidak terhitung Servant berkerumunan dan ingin menjadi Servant-nya.


Salah satu keunikan 'Phoenix Divinity' adalah [mana]-nya yang melimpah dan bagi Servant [mana] adalah energi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup di dunia ini.


Semakin banyak [mana] yang dimiliki seorang Master, maka paramater yang dimiliki Servant juga akan semakin kuat.


Hal yang paling utama juga adalah mereka bisa menggunakan 'Noble Phantasm' mereka, yakni kekuatan yang merupakan perwujudan cerita / kisah mereka.


Konsumsi [mana] ketika menggunakan Noble Phantasm tidak main-main. Kalau tidak punya [mana] yang mencukupi untuk mengeluarkan Noble Phantasm, mereka (Master) pasti mati.


Karena itulah Lux (Arthur) mengatakan kalau pria tua itu akan menjadi fosil tua saat dirinya menggunakan Noble Phantasm.


Noble Phantasm Lux (Arthur) sangatlah kuat. Terlalu kuat sampai jumlah [mana] untuk bisa mengaktifkannya bukan main-main.


Tetapi karena Roxanne adalah Masternya saat ini, maka bukan tidak mungkin bagi Lux (Arthur) untuk mengeluarkan Noble Phantasmnya satu atau dua kali.


Jika potensi Roxanne dirangsang lebih jauh lagi Lux (Arthur) bahkan bisa mengeluarkan output Noble Phantasmnya dari yang seharusnya.


Gabungan Lux (Arthur) yang sangat OP dan Roxanne yang memiliki [mana] luar biasa tidak lain adalah mimpi buruk bagi musuhnya.


Tapi bukan berarti Lux (Arthur) butuh [mana] milik Roxanne untuk mengaktifkan 'Noble Phantasmnya'. Bahkan tanpa [mana] Roxanne, Lux (Arthur) mampu memakai Noble Phantasm dengan [mana]-nya sendiri.


Hanya saja, dalam kondisinya sekarang, dia tidak boleh menggunakannya secara leluasa dan bebas kecuali dalam keadaan tertentu.


* Groar ... *


" ... "


" ... "


Untuk menanggapinya, Lux (Arthur) hanya tersenyum tipis dan berkata ramah. "Kalau Master tidak keberatan, apakah Anda ingin merasakan hidangan saya?"


Apa yang harus dia katakan lagi? Roxanne tidak punya pilihan lain selain mengangguk.


"Oke, tunggulah di sini, Master."


Beranjak dari kasur itu Lux (Arthur) keluar dari ruangan itu dan memasuki dapur, menyisakan Roxanne.


Sesaat, Roxanne merasa sedikit tidak nyaman melihat Lux (Arthur) meninggalkannya, dia takut kalau akan hidup sendiri lagi


Mendengar keributan yang berasal dari dapur, gadis itu menghela napas.


"Arthur Pendragon ..." Roxanne bergumam dengan penuh kelembutan.


Mulai sekarang, sosok itu adalah Servantnya dan orang yang akan melindunginya.


Roxanne membelai punggung tangannya dengan erat dimana terukir lambang warna merah dengan karakteristik perlengkapan Lux (Arthur) yaitu zirah jubahnya.


lambang itu dikenal dengan istilah 'Command Spell', lambang yang membuktikan hubungan Master dan Servant.


Dengan lambang ini, Master bisa memberikan perintah pada Servant dan Servant tidak dapat menolak perintah yang diberikan melalui lambang itu.


Untuk melawan Command Spell, setidaknya Servant itu harus memiliki dengan Rank yang cukup tinggi atau Noble Phantasm jenis Anti-Magic.


Para Master juga bisa memanggil Servant mereka kembali melalui lambang ini meski berada di tempat yang sangat jauh.


Batas menggunakan 'Command Spell' adalah lima kali sehari. Butuh keesokan harinya agar Command Spell pulih sepenuhnya.


Tapi untuk kasus Roxanne berbeda. Gadis itu ... Hanya bisa menggunakan Command Spell tiga kali seumur hidup.


Dengan kata lain, setelah penggunaan Command Spell yang ketiga hubungan Roxanne dengan Lux (Arthur) berakhir.


Hal ini belum diketahui oleh Roxanne, tapi tidak akan lama lagi ...


...***...


"Ah, Master. Anda keluar? Maaf, hidangannya belum selesai."


Setelah berpikir beberapa lama Roxanne pun mengambil inisiatif untuk keluar dengan ragu, tapi apa yang dilihatnya membuat pikirannya menjadi kosong.


Di atas meja, terdapat berbagai hidangan yang tampak lezat dan menggunggah selera dengan hiasan-hiasan rumit.


Disamping semua itu, yang membuat Roxanne sedikit kehilangan akal adalah penampilan Lux (Arthur).


Lux (Arthur) tidak mengenakan perlengkapan lagi.


Sebaliknya, pemuda itu mengenakan pakaian sederhana berwarna putih dan celemek emas.


Sosok Lux (Arthur) yang membawa dua piring hidangan seraya berkata ramah adalah mimpi bagi semua wanita yang menginginkan suami rumah tangga.


Tidak, lebih tepatnya, Lux (Arthur) adalah perwujudan dari semua mimpi itu!


Kuat, cerdas, tampan, hangat, setia, ramah, penyayang dan bisa memasak. Keberadaan Lux (Arthur) adalah racun bagi semua gadis atau wanita di dunia!


Senjata Pembunuh Wanita lengkap!


Dan tidak perlu dikatakan tentang kondisi Roxanne, gadis itu hampir tidak dapat berpikir dengan jernih saat ini.


Otaknya benar-benar dibuat kacau oleh Lux (Arthur).


"Silahkan duduk dan nikmati, Master "


"Y-ya ..." Wajah Roxanne menunduk dengan memerah.


"Hm??"


Tanda tanya muncul di atas kepala pemuda itu. Apa dia belum pulih dari rasa malunya?


Lux (Arthur) menggeleng ringan. Mengabaikan hal yang tak penting itu. Yang penting adalah ...


"Bagaimana Master? Apakah itu sesuai dengan selera Anda?"


" ... "


Saat melakukan gigitan pertama, Roxanne berkedip bingung kemudian dia melakukan gigitan kedua, ketiga, dan seterusnya.


"E-enak ... Ini sangat enak ... Hiks ..."


Sementara Roxanne terus melahap hidangan yang tersedia di meja dengan senang, namun dia tidak bisa menghentikan air matanya yang mengalir.


Untuk Roxanne yang sudah tidak ingat seperti apa rasanya makanan, reaksinya adalah suatu hal yang normal.


Lagipula ... Roxanne sudah terkurung selama bertahun-tahun di ruangan putih.


Lux (Arthur) memberikan tatapan lembut dan berkata hangat. "Anda tidak perlu terburu-buru, Master. Nikmati saja secara perlahan ..."


"U-um!" Roxanne mengangguk dan buru-buru mengusap air matanya... Sungguh memalukan menangis di hadapan Lux (Arthur) lagi ...


Tapi sambil makan, Roxanne juga diam-diam melirik profil tampang Lux (Arthur).


'Arthur ... Dia luar biasa ... '


Roxanne tidak bisa menahan diri untuk merasa senang karena bisa memanggil Lux (Arthur), dia bahkan berpikir penderitaannya selama ini hanya agar bisa memanggil Lux (Arthur).


'Mulai sekarang ... Aku akan ditemani oleh Arthur dan tidak akan menderita lagi ...'


"Apakah ada sesuatu di wajah saya Master?"


"T-tidak ..."


Begitulah, kehidupan antara Servant dan Master terkuat dimulai ...


...***...


"Hah ..."


Berdiri di luar balkon kamar hotel, Lux (Arthur) menghela napas. Ya, dia dan Roxanne sedang menginap di hotel dan akan dijadikan sebagai tempat tinggal sementara. Setidaknya sampai dia memiliki penghasilan yang stabil di dunia ini.


Dan jangan tanya darimana Lux mendapatkan uang untuk memesan kamar. Sebelumnya, dia sempat 'memberantas' geng-geng jahat dan mengambil 'sedikit' harta mereka.


Roxanne kembali tertidur lelap setelah makan dengan kenyang. Nampaknya, gadis itu masih belum pulih dari kelelahan mental dan fisik.


'Ngomong-ngomong, aku tidak menyangka masakanku akan seenak itu ...'


Lux (Arthur) terdiam. Terus terang pemuda itu tidak bisa berkata-kata saat mengetahui di daftar personal skillnya, tercantum skill yang bernama Rank D.


Hal ini menunjukkan bahwa Arthur Pendragon, sang Raja Inggris, pernah memasak.


Jika menyebar berita tentang King of Knights pernah memasak secara pribadi, orang-orang pasti tidak akan percaya.


'Benar-benar berbeda dari versi Female-nya ...'


Lux (Arthur) merenung. Ya kalian tidak salah dengar. Faktanya, ada juga versi perempuan dari Arthur Pendragon yang bernama Altria Pendragon.


Ada banyak dunia paralel, jadi tidak heran kalau ada banyak Servant yang gendernya berbeda dari legendanya. Tentu saja, perubahan jenis kelamin ini juga tidak lepas setting Lux.


Novelnya memiliki genre harem, maka harus banyak Servant yang bergender perempuan. Bahkan jenius penemu listrik yaitu Nikola Tesla adalah seorang gadis lucu yang memiliki kepribadian tsundere dan bukannya seorang pria tua.


Altria Pendragon adalah Servant yang berasal dari dunia utama sementara Arthur Pendragon sendiri berasal dari dunia paralel.


Jadi, Lux lebih mengenal Altria Pendragon dibandingkan Arthur Pendragon karena dia lebih fokus terhadap versi female Arthur.


Ini jugalah alasan kenapa Lux tidak dapat mengingat informasi tentang Arthur Pendragon dengan jelas.


Tentu saja, kalau Lux disuruh lebih memilih siapa, Lux lebih memilih Arthur Pendragon.


Kenapa Arthur? Itu pertanyaan konyol. Memangnya siapa laki-laki yang ingin menjadi perempuan?!


Lux baru menyadari kekurangan sistemnya dan kelemahan ini sangat berbahaya.


Jika seorang Servant yang akan terpilih adalah seorang gadis, maka dia akan menjadi seorang gadis dalam prosesnya!


Dan Lux, jelas tidak ingin menjadi seorang gadis imut dan lucu!


Apa? Mendapatkan kekuatan super dengan menjadi gadis adalah pertukaran sebanding? Maaf, Lux tidak setuju dengan itu. Dia sama sekali tidak memiliki hobi untuk berpura-pura menjadi seorang gadis!


Meskipun dia harus mati dan dunia mengalami kiamat, Lux tetap menolak untuk mendapatkan kekuatan dengan menjadi gadis!


Kesampingkan lelucon di atas, selain karena tidak ingin menjadi seorang gadis, penyebab Lux lebih memilih Arthur dibandingkan Altria karena Altria memiliki banyak kekurangan.


Misalnya, Altria tidak tahu cara memasak dan hanya tahu makan, tapi Arthur sebaliknya.


Itu contoh yang jelas, tapi alasan terbesarnya adalah ... Arthur jauh lebih kuat dari Altria.


Baik itu dari segi mental, paramater, skill dan Noble Phantasm, Arthur menggungguli Altria dalam semua aspek itu.


Jadi meski sama-sama King Arthur dalam legenda Arthurian, level Arthur dan Altria bagaikan langit dan bumi.


'Itu kalau dalam Class Saber. Jika Altria dalam Class Lancer, bahkan Arthur pun harus menghadapinya dengan serius ...'


Dan ada juga Altria versi Goddess yang status dan parameternya cukup untuk menghancurkan dan mereset dunia.


Sosok siluet wanita anggun tanpa emosi yang sedang duduk di sebuah tahta terlintas dalam bayangan Lux (Arthur).


' ... Aku harap tidak akan bertemu dengannya.'


Lux (Arthur) dengan tenang memejamkan mata dan merasakan sejuknya angin yang menerpa wajahnya.


'Kurasa sudah waktunya untuk terbiasa dengan kekuatan baruku ...'


Lux (Arthur) membuka matanya dan menatap panel System di depannya.


[ Apa Anda ingin menerima semua pengalaman Arthur Pendragon (Saber)? ]


Setelah membaca isi panel itu, Lux (Arthur) tidak ragu-ragu untuk menjawab ...


"Ya ..."


[ Ding! Persetujuan diterima! Mohon tunggu sebentar ... ]


Pandangan Lux (Arthur) menjadi kabur dan tidak butuh waktu yang lama, kesadarannya tenggelam ke dalam kegelapan yang tidak berujung ...


...***...


"Hm?"


Tempat itu sangat indah. Sebuah hamparan yang mirip lapangan rumput hijau. Tepat pada titik pusat hamparan hijau itu, menara yang indah berdiri dengan megah.


Dan seakan untuk memberikan kesan feminim dan menambah keindahannya, kelopak bunga warna merah muda terhitung jumlahnya mulai berterbangan dengan teratur.


Sosok di ujung menara itu adalah wanita yang seperti bunga yang indah. Dia memiliki rambut berwarna perak dan mata kristal merah muda yang terkesan tidak 'manusiawi'.


Dia memakai jubah penyihir indah putih berseri sambil memegang sebuah tongkat sihir berhiasan bunga.


Senyumannya tampak tidak pernah hilang dari wajahnya dan aura yang mengelilinginya dapat membuat lelaki manapun terpesona olehnya.


Dia memberikan kesan seperti Kakak Dewasa (Onee-san), tapi wanita itu menatap langit dengan ekspresi bingung.


"Aura ini ..." Suara yang sangat lembut keluar bibir wanita itu. "Apakah itu kamu Arthur...?"