Why My Servant Is So Perfect?

Why My Servant Is So Perfect?
Ch. 02 – This Is My Servant



"Ha ... Ha ... Ha ..."


Di sebuah hutan yang gelap, seorang gadis dengan rambut merah tergerai sedang berlari dengan ekspresi yang putus asa.


Dilihat dari penampilannya, dia adalah seorang gadis muda berusia 14 tahun. Dia mengenakan baju putih kotor sampai paha. Kulitnya yang putih terluka tapi wajah gadis itu penuh cipratan darah.


Sosoknya yang memaksa tetap berlari meski sudah terengah-rengah seolah melarikan diri akan sesuatu.


WOSSH!


"Kyaa!?"


Tepat pada detik berikutnya, sebuah anak panah melesat dengan cepat. Gadis itu berhasil menghindar, tapi pipinya yang putih mulus memiliki goresan merah.


Merasakan rasa perih di pipinya, gadis itu gemetar. Hanya dalam sekejap, dia langsung menyadari sesuatu.


'Racun?...'


Kedua kakinya langsung tidak memiliki kekuatan dan dia terjatuh ke tanah yang kotor. "Akh ..." Suara meringis kesakitan keluar dari bibir gadis itu.


"Hah .... Tolong maafkan aku gadis kecil, aku juga tidak mau melakukan ini."


Di tengah-tengah kesunyian hutan gelap itu, suara seorang pemuda yang terkesan agak menyesal menggema, tapi suara itu berhasil membuat gadis itu meringkuk ketakutan.


Diia melihat sosok transpar memperlihatkan siluet manusia berjalan mendekatinya. Dalam pandangannya, pemandangan itu jauh lebih menyeramkan dari film horror manapun.


"T-Tidak ... Jangan mendekat ... Hiks ..." Gadis berambut merah itu mulai tidak kuat lagi dan meneteskan air mata.


"Hei hei ... Jangan menangis. Kamu justru membuatku merasa bersalah di sini."


Siluet transpar itu menghela napas lelah. Dia juga tidak mau melakukan ini, tapi dia juga tidak bisa melawan perintah. Meskipun dia tidak keberatan melukai seseorang yang tidak berdosa, tetap saja rasanya menyebalkan.


"Salahkan dirimu sendiri karena terlahir dengan fisik unik. Nah, ayo ikuti aku."


"Tidak ... Tidak ... TIDAK!"


"Kamu gadis kecil yang keras kepala. Jika kam–"


"P-PERGI...!!"


BOOOM!!


Saat itu sebuah pemandangan yang aneh sekaligus menakjubkan terjadi. Di dahi gadis itu tiba-tiba sebuah simbol berbentuk burung phoenix muncul dan nyala api mengerikan yang berkobar-kobar mengamuk!


"Tsk!"


Pemuda itu berdecak kesal. Tanpa ragu dia melompat menjauh, menghindari nyala api itu dari membakarnya.


Meski secara fisik, gadis kecil itu bukan apa-apa baginya, tapi secara kekuatan magis dan keunikan, gadis itu tidak lain adalah monster di balik kulit manusia!


"Benar-benar merepotkan ..."


Menemukan siluet gadis berambut merah itu menghilang, pemuda itu mengerutkan kening lalu ekspresinya kembali normal.


'Yah ... Kupikir akan lebih bagus seperti ini. Gadis itu mungkin bisa lari–'


AWOO!!


" .... Sialan, yang benar saja." Pemuda itu sangat kesal dan menggaruk kepalanya dengan frustrasi. Dia tidak bisa menahan diri menghela napas menyesal. "Sepertinya ... Keberuntungan gadis kecil itu sudah berakhir," ucapnya lelah.


...***...


'Cepat ... CEPAT!'


Pada saat yang sama, gadis berambut merah itu dengan ekspresi panik mulai menggambar lingkaran di depannya. Lingkaran itu terlihat sangat kacau dan lucu karena mirip coretan asal-asalan anak TK.


Tapi gadis itu juga tidak bisa disalahkan karena sejak dia berusia 2 tahun, dirinya selalu melihat ruangan putih. Jadi pengetahuan yang dia miliki sangat minim.


Gadis itu bahkan tidak tahu apakah lingkaran yang dia gambar itu bagus ataupun tidak.


Tapi jika ada orang lain melihat apa yang dia gambar, mereka akan terkejut karena itu adalah lingkaran pemanggilan Servant!


Itu kejutan yang sangat besar mengingat hal itu digambar oleh seorang gadis yang masih belum tahu apa-apa.


Hanya saja, ada satu hal yang dia tahu, kalau dirinya ingin selamat, maka sekarang adalah kesempatannya!


"Selesai!"


Saat melihat lingkarannya, gadis itu ingin bersorak bahagia, tapi dia sadar bahwa bukan waktunya untuk bahagia!


'A-aku harap merapalkan mantra, t-tapi ... '


Sebuah fakta membuat wajah gadis itu menjadi pucat pasi. Dirinya ... Sama sekali tidak ingat rapalan mantra! Tidak, bukannya tidak ingat. Dia hanya tidak tahu!


'Bagaimana ini? Bagaimana ini?!'


Gadis itu sekarang sangat panik. Karena dia terburu-buru, dia tidak sempat untuk menghapal mantranya!


"Ukh ..."


Karena tekanan mental yang berlebihan, ditambah racun yang mulai menyebar di tubuhnya, dia tidak lagi punya tenaga untuk menopang tubuhnya. Dia jatuh tidak berdaya dengan kulit yang semakin pucat dan di setiap detik, napasnya semakin lemah.


AWOO!!


"Gadis itu bersembunyi di sini! Cepat!"


Terdengar suara serigala mengaum dan seorang pria diikuti dengan suara langkah kaki yang berlarian.


Mendengar keributan di luar itu, gadis itu merasakan keputusasaan yang belum dia rasakan.


'Apa ... Apa aku akan kembali ke tempat itu lagi? Aku akan merasakan rasa sakit itu lagi ...?'


"Akhirnya menemukanmu, kamu gadis yang sangat merepotkan."


Suara laki-laki yang agak tua terdengar. Hanya mendengar suara itu saja sudah membuat tubuh gadis itu bergidik. Tiba-tiba banyak ingatan dan kenangan yang mengalir otaknya.


Bagaimana dia disiksa ...


Bagaimana dia dijadikan kelinci percobaan ...


Bagaimana dia dipaksa untuk melihat keluarganya dibunuh ...


Semua kenangan itu membuat dirinya trauma.


"Kembalilah dengan kami."


'Tidak ... Aku tidak boleh kembali ...'


"Hm? Apakah itu lingkaran pemanggilan Servant?"


' ... Benar. Servant.'


"Ini sangat mengejutkan. Tampaknya, selain fisikmu, otak milikmu juga perlu diselidiki."


Gadis itu berusaha menengadah, hanya untuk melihat tangan pria tua itu mencoba menangkapnya. Di sampingnya adalah lingkaran acak acakan yang dia buat sebelumnya. Tanpa sadar, dia meletakkan telapak tangannya di atas lingkaran itu. Bibirnya yang bergetar berkata ...


"Selamatkan aku ..."


"Tidak ada yang dapat menyelamatkan kamu saat ini. Bahkan Dewa sekalipun!" ucap pria tua itu dengan mengejek. Namun ...


BLAAARRR...!!


"AP–" Pria tua itu tercengang. Begitu pula dengan beberapa orang lainnya.


Dari lingkaran acak-acakan itu, tiba-tiba terjadi semburan emas kuat yang menghempaskan semua orang!


AWOO!


Bahkan beberapa serigala dan anjing liar yang merupakan Servant milik orang-orang itu tidak bisa menggindari semburan emas tersebut.


Rasanya seperti ditabrak oleh truk yang legendaris


"Oh, Sh**!"


Tidak jauh, sosok pemuda yang siluetnya transpar yang mengejar gadis itu juga tercengang!


'Brengsek! Pasokan [mana] keterlaluan macam apa ini?! Bahkan [mana] Servant Class Caster tingkat Top tidak sebanyak ini!'


Dia benar-benar kaget. [Mana] miliknya seperti setetes air di samudera luas jika dibandingkan. Yang lebih membuatnya kaget adalah aura suci yang terus menyebar seakan tiada habisnya.


Seolah-olah ada raja di sana!


'A-apa yang terjadi ...?'


...***...


"Uhuk ... Uhuk ... T-tidak mungkin ... Gadis itu berhasil memanggil Servant?"


Pria tua itu juga berkata dengan kaget. Merasakan [mana] yang meluap-luap, yang dipanggil gadis itu jelas bukan Servant biasa!


Para serigala dan anjing liar di sekitar yang terluka juga tampak penuh ketakutan seakan telah bertemu sosok paling horor memperkuat tebakan pria tua itu.


'Servant tingkat Top ... Tidak, bahkan Servant tingkat Top tidak sekuat ini. Ini ... Ini adalah Servant tingkat Grand! Gadis itu! DIA BERHASIL MENSUMMON GRAND SERVANT!


Pemikiran ini membuat pria tua itu hampir gila. Tebakannya tidak benar, tapi juga tidak sepenuhnya salah karena keberadaan yang dipanggil oleh gadis itu memang merupakan sosok yang setara dengan para Servant tingkat Grand.


Seorang gadis berhasil memanggil sosok Servant tingkat top yang menyaingi para Grand Servant, siapa yang akan mengira hal itu bisa terjadi?


Begitu hal ini diketahui dunia, kekacauan yang akan ditimbulkan bukan main-main.


Namun semua ini tidak ada hubungannya dengan gadis itu saat ini ...


Pada saat ini, gadis itu sedang menatap sosok luar biasa di hadapannya dengan terpesona.


' ... Tampan.'


Kata itu terlintas di benaknya tanpa sadar.


Sosok kesatria berdiri dengan tenang di depannya.


Dia memiliki tinggi ideal yang diinginkan oleh semua pria.


Dia mengenakan sebuah zirah kesatria perak berjubah biru. Sosoknya ramping dan tegap.


Wajahnya ditutupi oleh tudung biru dari zirah berjubahnya. Meski begitu, gadis itu bisa melihat mata indah warna hijau zamrud milik sosok itu.


Dan mungkin karena hubungan mereka juga sebagai Master dan Servant, gadis itu merasa sedang menatap wajah milik kesatria di depannya.


Auranya sangat menenangkan dan mulia sampai gadis itu lupa bernapas sejenak.


Hanya dengan merasakan kehadiran sosok kesatria di depannya, semua rasa sakit di sekujur tubuhnya tidak terasa.


"Izinkan saya bertanya ... Apakah Anda adalah Master saya?"


Suara penuh karisma dan magnetik dari kesatria itu langsung membuat otaknya menjadi kosong. Tiada pikiran lain lagi selain kesatria di depannya yang terlintas di benaknya.


Hanya satu kata yang terucap dari bibirnya saat itu ...


" ... Ya."


– Dan pandangannya menjadi gelap.


...***...


[ Ding! Parallel World ditentukan ... ]


[ Ding! Parallel World sudah ditentukan! Mulai menentukan identitas, class, dan parameter Servant ... ]


[ Ding! Identitas ditentukan! ]


[ Tokoh dari Arthurian Legends, King of Knight, Arthur Pendragon (Class Saber) akan menjadi identitas Master sampai proses selesai ]


[ Untuk bertahan secara sempurna di dunia nyata, Skill Independent Action dibutuhkan! ]


[ Ding! Terdeteksi Servant Arthur Pendragon (Saber) tidak memiliki Skill Independent Action! Mulai mencari individu yang mampu dijadikan Master ... ]


[ Ding! Individu bernama Roxanne Rose terpilih sebagai Master! ]


[ Ding! Dengan hubungan sebagai Master dan Servant maka peluang untuk mempertahakan keberadaan akan meningkat! ]


[ Ding! World Consciousness, Gaia, merasakan kehadiran makhluk tidak dikenal! ]


[ Ding! World Ocean Consciousness, Agul, merasakan keberadaan tidak dikenal! ]


[ Ding! Humanity Consciousness, Alaya, merasakan kehadiran makhluk tidak dikenal! ]


[ Warning! Gaia berusaha menekan kekuatan milik Master ... ]


[ Ding! Sistem pertahanan diaktifkan ... ]


[ Ding! Gaia gagal menekan kekuatan Master! ]


[ Warning! Karena kegagalan, Gaia mulai mengirimkan 'Guardian World' ... ]


[ Ding! Alaya dan Agul mencoba menahan Gaia! ]


[ Ding! ... ]


[ Ding! ... ]


[ Ding! ... ]


Suara system berdering di benak Lux tanpa henti, tapi setiap isi notifikasi yang datang dari system itu membuatnya tertegun. Dia tidak menyangka akan menarik perhatian tiga eksistensi setelah dia memasuki Parallel World ini.


Suara 'Ding' dan 'Warning' terus berulang ulang di benaknya sampai akhirnya suara itu berakhir.


[ Ding! Alaya dan Agul berhasil melakukan negosiasi dengan Gaia. Sebagai hasilnya, Master aman sementara ]


'... Sepertinya aku tidak disambut di sini.'


Kejadian di benaknya berlangsung singkat, tapi hal itu sudah cukup membuat Lux sakit kepala. Rasa sakit itu bertambah setelah dia menerima informasi mengenai isi hasil negosiasi Alaya dan Agul dengan Gaia ...


'Ini menjadi merepotkan.'


Lux mengernyit. Dialah yang menciptakan ketiga eksistensi itu agar keseimbangan dunia terjaga, tapi kini itu menjadi bumerang baginya.


’Aku harus melakukan sesuatu terhadap mereka, tapi sebelum itu ...'


Perlahan tapi pasti, Lux merasakan perubahan pada tubuhnya disertai dengan kekuatan asing yang memenuhi dirinya.


Sebuah zirah perak elegan terbentuk dan jubah biru tercetak pada tubuh pemuda itu.


Rambut putih saljunya berubah warna pirang emas alami seperti turis yang berasal dari luar negeri, tapi hal itu disembunyikan di balik jubah birunya.


Membuka kedua matanya, mata zamrud indah bersinar di dalam kegelapan.


"Kurasa sudah waktunya untuk menyapa My Lady?"


Mengucapkan kalimat yang agak 'klise' itu, pemandangan sekeliling pemuda itu mulai berubah.


Ekspresi Lux segera berubah begitu dia menyaksikan pemandangan yang ada di depannya.


'Gadis ini ... Adalah Masterku?'


BOOM!!


Tanpa sadar, Lux memancarkan ledakan emas. Ledakan itu seperti angin yang kencang yang menghempaskan segalanya terbang ke berbagai arah.


Di depan pemuda itu adalah seorang gadis, tapi kondisinya sangat buruk. Bahkan jauh dari kata 'sangat buruk'. Akan sangat tepat jika mengatakan gadis itu dalam keadaan sekarat dan berada di ujung tanduk.


Tapi Lux tidak panik. Dia mendekati gadis itu dengan tenang. Masih tersisa satu langkah lagi sebelum dia bisa membentuk kontrak dengannya.


Itu adalah pertanyaan ...


"Izinkan saya bertanya ... Apakah Anda adalah Master saya?"


Menghapus pikiran itu, Lux berfokus pada gadis di depannya. Seakan sudah menggunakan semua kekuatan yang tersisa, gadis itu kehilangan kesadaran tepat setelah menjawab pertanyaannya.


Lux mengulurkan tangannya kemudian sebuah cahaya keemasan penuh warna kemuliaan memenuhi tubuh gadis itu. Di detik berikutnya penampilan 'sekarat' gadis itu hilang, malah digantikan sosok mungil yang lucu.


Napasnya yang awalnya lemah dan penuh kesakitan menjadi teratur di bawah cahaya keemasan yang kini menyelimutinya.


Tanpa ragu, Lux menggendongnya dengan gaya 'Putri', tapi ekspresinya sedikit berubah setelah menatap wajah gadis itu.


'Gadis ini ... Kenapa terlihat familiar? Tunggu, kalau tidak salah namanya barusan adalah ...'


Kedua mata Lux sedikit melebar ketika dia selesai mengidentifikasi identitas gadis di pelukannya.


"Kamu adalah Grand Servant!"


Tapi ucapan seorang pria tua langsung mematahkan pikiran Lux.


Lux mengernyit kemudian menoleh ke seorang pria tua yang menunjuk ke arah dirinya dengan ekspresi gila.


"GRAND SERVANT! GRAND SERVANT PERTAMA YANG TERPANGGIL!"


"Maaf karena mengecewakan Anda, saya bukanlah seorang Grand Servant, tapi bukan tidak mungkin untuk menjadi salah satunya."


"JADILAH SERVANTKU!"


Tapi seakan-akan dia tidak mendengar ucapan Lux, pria tua itu tiba-tiba mengatakan hal yang mengejutkan.


Lux mengerutkan kening. "Maaf, menjadi Servant Anda? Sayangnya saya bukanlah tipe orang yang suka berpindah Master dan ... kenapa saya harus melakukan itu?"


"Dengan menjadi Servantku kamu akan memiliki keuntungan yang lebih banyak dibandingkan bersama gadis itu!"


"Oh?" Lux mengangkat alisnya. "Misalnya?"


"Menjadi yang terkuat di dunia ini dan menguasai DUNIA! Dengan kekuatanmu dan koneksiku, itu bukan tidak mungkin! Bersama-sama, kita bisa menjadi penguasa dunia ini! Status mulia, kekayaan, dan wanita dengan gabungan kita, semua itu bisa kita dapatkan dengan mudah!"


"Itu tawaran menarik untuk sebagian orang dan sayang sekali untuk Anda, saya tidak termasuk salah satunya. Selain itu ... Apa Anda memiliki pasokan [mana] yang bisa mempertahankan keberadaan saya?"


Jangan mempertahankan keberadaannya, membuat Lux untuk mengeluarkan Noble Phantasmnya saja tidak mungkin karena pria tua itu pasti menjadi fosil tua begitu dia memakai Noble Phantasmnya.


Hanya saja pria tua itu tampaknya cukup keras kepala dan berkata : "Aku akan membuat basis yang berisi para homunculus dan Master lalu kita memanfaatkan [mana] mereka! Dengan demikian, berapa kalipun kamu menggunakan Noble Phantasmmu, mau itu puluhan kali atau ratusan kali, kamu bisa melakukannya!"


" .... "


Oke, harus Lux katakan bahwa pria tua ini sangat gila. Pemikirannya bahkan ekstrim sampai tidak tertolong lagi. Untungnya, pria tua itu bukan seorang gadis yang terobsesi (yandere).


Jika itu seorang gadis, maka ...


Lux melirik gadis di pelukannya dan dia menggeleng sambil menghela napas.


"Maaf, sekali lagi saya harus menolaknya. Seperti yang saya katakan tadi, saya tidak berniat untuk berpindah ke Master lain. Selain itu ..."


Lux melirik pria tua di depannya dengan dingin. "Apakah saya terlihat seperti orang yang akan mengabaikan Masternya saat beliau terluka?"


Seakan menyadari sesuatu, mata pria tua itu melebar dan meraung. "RIDER!"


"Terlambat."


BOOOOMMMM!


Ledakan angin kencang warna kehijauan yang cukup memusnahkan sebuah area.


Awowo!


Terdengar suara sekarat dari seekor serigala dan pria tua yang merupakan Master serigala itu mau tak mau mengutuk.


"SIAL! Apa yang kalian lihat! Cepat serang dia jika ingin MASIH HIDUP!"


Para Master yang masih hidup segera sadar. Mereka buru-buru merapalkan mantra untuk mengeluarkan sihir, tapi ketika mereka melontarkan semua serangan sihir itu, mereka semua langsung terpana ...


Alih-alih menyebabkan kerusakan terhadap Servant tersebut, semua serangan mereka melenyap sebelum mencapainya!


"J-jangan bilang ..." Tubuh pria tua itu semakin bergetar ketika dia memikirkan sesuatu yang mengerikan.


'Selain memiliki pasokan [mana] yang gila, dia juga memiliki yang cukup tinggi?...'


Sial, kalau begitu Servant itu tidak lain adalah pembunuh Servant Caster di zaman ini!


Pria tua itu semakin kehilangan akal dan timbul keinginan ingin lebih untuk mendapatkan Lux!


'DIA HARUS MENJADI SERVANT-KU!'


"SERANG GADIS ITU! SERANG GADIS ITU! UNTUK MENDAPATKAN SERVANT ITU, MAKA GADIS ITU HARUS MATI!"


"K-ketua ..."


"APA KAMU TIDAK MENDENGARKU! SERANG DIA!"


"I-itu tidak mungkin ..."


"APA MAKSU–"


Ucapan pria tua itu terhenti. Ekspresinya berubah menjadi ngeri saat menyaksikan hal menakjubkan di hadapannya.


Hal yang sama terjadi pada para Master lainnya dan semua Servant berjenis binatang langsung menundukkan kepala seakan pasrah.


Tidak ada yang berani melawan lagi ...


Angin kehijauan yang tidak terkendali kini mulai menyelimuti sosok Lux dan gadis itu.


Tekanan dari angin itu sangat berat, membuat para musuh bertekuk lutut di hadapannya dan tidak mampu bergerak.


Hanya ada satu hal yang ada di pikiran mereka saat ini. Itu adalah ... Kematian.


"<>"


Suara itu sangat tenang dan penuh karisma, tetapi hasil yang diakibatkan oleh itu sangat mematikan.


Seakan-akan yang menghukum mereka adalah perwujudan dari angin itu sendiri, angin sekitar mereka meraung dan lepas kendali.


Itu seperti badai. Menerjang langsung menuju ke arah mereka, mencabik-cabik apa yang ada di hadapannya!


'Jadi ... Inikah kekuatan dari Grand Servant?...'


Pria tua itu hanya merasa waktu melambat. Dia tahu ini hanya sesaat sebelum kematiannya, tapi dia tidak bisa menyembunyikan kekaguman dan penghormatannya terhadap kekuatan dari Servant di depannya.


Servant itu tidak bergerak, tapi hanya dengan berdiri tenang dia bisa meluncurkan serangan mematikan tanpa kesulitan.


Sosoknya seperti Dewa yang telah kehilangan semua keilahiannya dan dia terpaksa turun ke dunia yang fana ini.


'Aku iri pada gadis kecil itu ...'


BLAARRR!


Pria tua itu, para Servant serigala, Master dari Servant yang hadir, baik itu pohon dan semua jenis tumbuh-tumbuhan tidak bisa menghindari serangan itu.


Tornado yang seperti badai itu, melenyapkan semuanya tanpa halangan.


Lux melihat semua ini dengan ekspresi tenang kemudian menatap ke salah satu pohon masih bertahan.


"Mau sampai kapan lagi Anda bersembunyi, Archer?"


"Sial, sudah kuduga tidak mungkin bagiku untuk bersembunyi darimu."


Sosok pemuda transpar itu menggaruk kepala dengan frustrasi, terlihat sedih karena dirinya tetap bisa ditemukan padahal dia sendiri telah bersembunyi dengan baik.


Dia menghela napas lalu menatap Lux dengan tenang meski dahinya bekeringat.


"Seperti yang diharapkan darimu, bahkan Skill dengan Rank A tidak berarti apa-apa."


"Tidak perlu merasa rendah diri, Archer. Kalau bukan karena rank skill saya yang cukup tinggi, tidak mungkin saya bisa mendeteksi Anda."


'Bukankah itu berarti kamu memiliki Rank A+ atau bahkan EX?' Archer tidak bisa berkata-kata. Cara dan gaya Lux berbicara itu, seakan skill yang rank lebih tinggi dari Rank A adalah hal yang normal baginya.


"Jika kamu bisa berbicara santai seperti itu ... Bisakah aku menebak, kamu memiliki banyak Personal Skill?"


"Entahlah. Kenapa Anda tidak mencari tahunya sendiri?"


" ... "


Archer terdiam tapi dia sudah bekeringat dingin di sekujur tubuh. Merasakan tekanan udara di sekitar mereka meningkat, tubuhnya terasa sangat sejuk seperti beku.


Mata warna zamrud yang bersinar di balik tudung memberikan kesan seperti seekor predator yang mengincar mangsanya.


" ... Tidak. Aku tidak ingin melawanmu. Aku pasti akan mati sebelum mencoba melawanmu."


Lelucon. Meskipun mereka berdua sama-sama Servant, tapi level mereka berdua jelas berbeda jauh. Tidak lagi, Class mereka berdua juga berbeda. Classnya adalah Archer dan Lux adalah Saber, bertarung sedekat ini, dia pasti KO dan keluar dari ring tanpa ada keraguan.


Tapi sekalipun Archer berada di jarak yang jauh, dirinya tetap tidak memiliki keberanian melawan Lux. Melawan Lux ... Tidak lain adalah bunuh diri.


"Begitukah?" Lux mengangkat alis kemudian mengangguk tenang dan dia tidak memaksa Archer.


Melihat hal itu, Archer menghela napas lega. Dengan ragu-ragu, dia bertanya : "Bisakah ... Aku pergi sekarang?"


"Awalnya saya mau mematahkan beberapa anggota tubuh Anda karena telah mencoba melukai Master saya, namun ...." Lux melirik Archer dengan tenang yang gemetar. "Aku akan melepaskan Anda kali ini karena sudah mencoba menyelematkan Master saya. Tentu saja, Anda hanya bisa pergi setelah menjawab pertanyaan saya."


" ... " Archer terdiam. Dia ingin menolak tetapi mengingat perbedaan kekuatan mereka berdua bagaikan langit dan bumi, dia dengan enggan mengangguk.


"Jadi ... Siapa identitas Anda? Ini pertama kalinya saya melihat ada Servant dengan dua Class," ucap Lux tenang.


" .... " Sudut bibir Archer berkedut. Yang Serius? Orang ini bahkan mengetahui rahasianya! " ... Mengapa kamu berpikir begitu?"


"Hanya Assassin yang memiliki skill dengan rank tinggi. Jadi, tidak mungkin Class Archer memiliki skill setinggi itu."


"Dunia ini luas dan ada banyak Heroic Spirit yang tidak terhitung jumlahnya. Jadi bukan tidak mungkin ada Archer yang mempunyai dengan Rank A."


"Ya, itu benar." Lux mengangguk lalu menatap Archer, hanya saja tatapannya terkesan 'agak' mengintimidasi. Dia berkata, "Karena dunia ini luas, jadi bukan tidak mungkin ada Servant yang muncul dengan dua Class yang berbeda pada satu waktu."


" ... " Apa yang Archer bisa katakan lagi? Dia pun menggaruk kepalanya dengan frustrasi. "Ya, ya, aku menyerah. Diriku memiliki Class selain Archer yaitu Assassin. Serius, menjadi musuhmu mungkin adalah mimpi buruk bagi para Servant dan Master! Kecerdasanmu sangat menakutkan!"


"Terima kasih atas pujiannya," ucap Lux dengan senyuman hangat.


"Aku bahkan tidak memujimu!" Archer berteriak kesal! apa sebenarnya yang ada di benak orang ini? Entah dia terlalu tidak peka atau jenius?!


Berpura-pura tidak mendengarnya, Lux kemudian melanjutkan "Hm .... Jadi Anda termasuk 'Irregular'?"


"Bukankah kamu juga termasuk 'Irregular'? Keberadaanmu adalah Top Servant tetapi kekuatanmu seperti Grand Servant!"


" ... "


'Irregular'. Itu adalah sebuah istilah untuk para makhluk yang kemunculannya tidak biasa atau berlawanan dari yang 'umumnya'. Lux (normal) juga bisa dibilang Irregular karena berasal dari dunia lain, tapi tanpa kekuatan.


Kesampingkan hal itu, sekarang ada masalah lain yang sedang dipikirkan oleh Lux ...


'Nah, bisa memanggil 'Irregular Servant', maka Master dari Archer ini pasti bukan orang biasa.'


Pemanggilan Servant Irregular biasanya terjadi karena keberuntungan atau kecelakaan. Dapat dilihat dari Master Lux saat ini, gadis itu contoh yang jelas.


Gadis itu beruntung karena bisa memanggil Lux yang jelas merupakan seorang Servant dengan parameter 'Over Power'.


Tapi dalam kasus Archer, Lux sama sekali tidak merasa demikian. Dia merasa alih-alih terpanggil sebagai sosok Irregular Servant karena keberuntungan atau kecelakaan, Archer bisa terpanggil karena itu sudah direncanakan.


Jangan tanya kenapa, Lux yang berkata demikian dan skill rank EX tidak ada keraguan baginya.


"Siapa orang yang memanggil Anda, Archer?" tanya Lux dengan tenang, tapi mengandung keseriusan.


" .... " Archer tertegun kemudian ekspresinya berubah. Kali ini, dia tampak serius. "Percaya padaku Saber, bukannya aku tidak ingin bilang, tapi aku terikat dengan aturan. Dan identitas Masterku bukanlah sesuatu yang ingin kamu ketahui. Kamu memang kuat, kuakui itu, bahkan sepuluh dariku tidak mungkin mampu mengalahkanmu. Tapi ... Aku tidak melihat kalau ada peluang bagimu untuk mengalahkan Masterku."


Mendengar hal itu, Lux menyipitkan mata dan bertanya-tanya dalam hati ...


'Baik ... Itu membuatku menjadi penasaran.'


...***...


Usai pembicaraan itu, Lux hanya menyaksikan bagaimana Archer perlahan-lahan menghilang dari hadapannya.


Pemuda itu masih ingat peringatan yang diberikan oleh Archer.


..."Ingat ucapanku Saber. Jangan coba-coba mencari Masterku. Kamu dan gadis kecil itu sudah aman sekarang. Lagipula keberadaan Mastermu itu hanyalah sebagai salah satu hiburan baginya. Jadi, dia mungkin tidak akan peduli dengan kalian lagi setelah ini."...


Lux tidak meragukan Archer karena dia yang paling mengenal seperti apa kepribadiannya. Mungkin ada sedikit perubahan karena dunia ini adalah Parallel World, tapi yang jelas tidak ada perubahan dengan kepribadian Archer.


Tapi ...


'Kamu membuat kesalahan, Archer. Jika kamu mengetahui identitasku, kamu tidak akan berkata demikian.'


Lux tidak berpikir ada yang bisa mengalahkannya dengan identitasnya saat ini. Mungkin ada, tapi itu pun hanya dihitung dengan hitungan jari.


Bagaimanapun, identitasnya adalah pemegang Holy Sword terkuat yang dijuluki King of Knight. Tentu saja ... Kecuali itu adalah keberadaan yang agak 'menyimpang' dari dunia.


Lux menggeleng ringan dan menatap gadis kecil di pelukannya.


"Sekarang, tem–"


[ Ding! Terdeteksi Master belum menerima pengalaman Arthur Pendragon (Saber)! ]


[ Apakah Master ingin menerimanya sekarang? ]


" ... Kenapa baru sekarang?" Sudut bibir Lux berkedut.


Jika bukan karena cukup akrab dengan gerakan identitasnya saat ini, mungkin Lux tidak mampu menggunakan kekuatannya dengan aman, tapi malah akan lepas kendali seperti Berserker.


Kekuatannya sangat besar. Saking besarnya, Lux harus hati-hati saat sedang menggendong gadis yang ada di pelukannya. Dia takut kalau akan membunuh gadis ini tanpa sengaja.


'Seperti yang diharapkan dari Servant dengan kekuatan yang mampu mengalahkan 'Beast' ...'


Lux mendesah tidak berdaya. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun sebelum bisa terbiasa dengan kekuatannya.


Untungnya, dia tidak butuh itu sekarang karena system memberinya solusi agar dirinya mampu lebih cepat beradaptasi dengan kekuatannya.


Lux ingin segera menerima pengalaman itu, tapi waktunya tidak memungkinkan.


'Tampaknya kemunculanku cukup menarik perhatian ...'


Meskipun berada di lokasi yang cukup jauh, Lux dengan pendengaran supernya bisa mendengar suara yang menyerupai suara baling-baling helikopter dan kendaraan lainnya bergerak menuju ke tempatnya. Para Master beserta Servant juga tidak luput dari deteksi Lux.


"Waktunya meninggalkan tempat ini."


Setelah melirik sebentar, Lux segera meloncat ke udara, meninggalkan bekas pertarungannya yang hanya digambarkan sebagai kehancuran.


- Tanpa Lux sadari, keberadaannya telah menarik perhatian gadis muda yang 'agak' terobsesi padanya.


...***...


Di sebuah ruang gelap, tampak sosok gadis muda berusia 14 tahun. Dia memiliki rambut berwarna emas pendek dan sepasang mata biru indah. Dia tampak seperti bidadari kecil yang turun dari surga. Hanya saja ... Kondisinya terlihat salah.


"Pangeranku! Dia milikku! Milikku! Milikku! Dia milikku! Milikku! Milikku!!"


Gadis itu berkata dengan cepat, lebih cepat, dan terburu, nadanya bertambah gila, terus bertambah gila, pipinya yang memerah, dan pupil matanya yang hiruk pikuk bisa disebut ... Sangat tidak normal dan mengerikan.


Dia mengulurkan tangannya dan tampak seolah menangkap sesuatu.


"Ah, ah, aku akan mendapatkanmu! Pasti akan mendapatkanmu, namun ..." Ekspresi gadis itu tampak terdistorsi.


" ... Aku harus menghapus vixen (rubah betina) itu, tidak ada yang boleh mengambil Saber dari diriku. Pangeranku hanya bisa dimiliki olehku."


Gadis itu tersenyum dan menghilang, tidak diragukan lagi, itu adalah senyuman yang paling indah dengan wajah bidadari serta gelombang suara yang menyenangkan.


Siapapun yang melihatnya akan tenggelam dalam keindahannya ...