When She Loved Me

When She Loved Me
17. keraguan



Ranum melambaikan tangannya ketika melihat kedatangan Lily.


“ Maaf terlambat.” Kata Lily.


“ Cuma telat 5 menit.” Jawab ranum genit.


“ Aku sedikit takut, ranum. Ini pertama bagiku.” Ujar Lily. Ia nampak sedikit ragu-ragu dengan keputusannya.


“ Dengar ly. “ kata ranum. Ia menggenggam tangan Lily yang gemetaran. “ Awalnya memang menakutkan. Tapi, kamu akan menikmatinya. Cuma sekali. Lalu, kamu dapat uang deh.” Jelas ranum.


Lily hanya diam. Ia mengikuti ranum masuk ke dalam cafe. Di dalam cafe, ranum memperkenalkan seorang pria tinggi dan kurus . Pria itu tersenyum sambil memperkenalkan dirinya.


“ Nama saya Gerry.”


“ Lily .” balas Lily.


“ Ini lho mas yang aku ceritakan kemarin.” Kata ranum manja.


Gerry manggut-manggut. Ia sedikit berpikir ketika melihat Lily dengan pakaian biasa.


“ Aku heran. Mengapa seorang bos besar tertarik denganmu. “ kata Gerry tiba-tiba.


“ Memangnya sudah ada yang booking.” Tanya ranum.


“ Kemarin ketika kamu mengirimkan foto. Ada seorang bos besar yang tidak bisa aku sebutkan namanya. Ia tertarik denganmu.” Jelas Gerry.


Lily hanya diam. Sebenarnya ia takut. Tapi, tidak ia tunjukkan.


“ Dia ingin menjadikanmu istri kontrak nya selama setahun. Dan selain itu, kamu akan tinggal di rumah yang sudah di sediakannya.”


“ Tapi, kan.” Potong Lily. “ Aku hanya ingin menjual keperawananku. Bukan ingin menjadi istri kontrak.” Jelas Lily.


“ Itu sih seterah kamu. Aku hanya sebagai perantara dari bos yang aku sendiri tidak boleh menyebutkan namanya. Dan jika kamu masih ragu. Kamu boleh mempertimbangkannya.” Ujar Gerry.


Lily menggigit bibirnya. Bingung dan tak bisa memutuskan.


“ Beri aku waktu dua hari. Aku ingin mempertimbangkan nya.” Kata Lily.


“ Aku kasih tahu keuntungan dari pernikahan ini. Kata pria yang katanya asisten dari bosnya. Keuntungan yang kamu terima adalah tunjangan bulanan. Selain itu rumah yang nanti kamu akan tempati, akan menjadi milikmu ketika kontrak pernikahan selesai. Dan selain itu kamu akan mendapatkan uang kompensasi yang akan di berikan di akhir kontrak.”


“ Wow, aku mau.” Potong ranum.


Lily diam. Ia bingung.


“ Mungkin sekarang kamu bimbang. Tapi, pikirkanlah keuntungan nya.”


Lily mengangguk.


“ Akan aku pikirkan. “ kata Lily.


Drr...


Suara ponsel Lily berdering. Ia langsung mengambil ponsel yang berada di dalam saku jaketnya.


“ Hallo. “ jawabnya.


“ Maaf mba, Bi Inah dalam kondisi kritis. Saya harap mba segera ke rumah sakit.” Kata suara dari seberang telepon.


Lily menatap Gerry. Perlahan ia menarik napas panjang dan menghembuskan nya tanpa aturan.


“ Aku setuju untuk menjadi istri kontrak.” Jawab Lily.


“ Benarkah” kata Gerry senang.


Gerry mengangguk.


Setelah Lily pergi. Ranum memukul Gerry.


“ Apaan sih, ranum?”


“ Kamu curang. Aku aja enggak dapat bos tajir. Ko malah Lily yang polos seperti itu, dapat bos tajir.” Keluh ranum.


“ Kamu ingin mati ya.”


“ Apa maksudmu?” tanya ranum bingung.


Gerry menunjuk pria berjas hitam yang duduk tidak jauh dari mejanya. Ranum ikut memperhatikan pria itu dan kembali bertanya.


“ Memang kenapa dengan pria itu?”


“ Setelah kamu kerumahku dan membawa foto itu.”


Gerry mengingat kembali cerita dua hari yang lalu. Setelah ranum pulang, tiba-tiba pintu apartemen nya di dobrak.


“ Siapa kalian?”


Pertanyaan Gerry membuat beberapa pria berjas hitam itu memukulnya berkali-kali.


“ Ampuni aku.” Kata Gerry.


“ ha...ha...”


Suara tawa yang datang dari balik pintu membuat Gerry mengangkat kepalanya.


“ Mana fotonya.” Tanya pria yang mungkin pimpinan dari sekelompok pria berjas hitam itu.


“ Foto apa?”


“ foto Lily.” Jawabnya.


Gerry memang sedikit kaget. Tapi, karena takut. Ia langsung mengambil foto yang baru di letakkannya di meja komputer.


“ Ini ambil. Dan aku mohon pergilah.” Kata Gerry.


“ Urusan kita belum selesai.” Katanya lagi.


“ Kau mau apa lagi.” Tanya Gerry.


“ Ini surat kontrak.” Kata pria berjas hitam itu. “ Aku ingin Lily menandatangani nya. “ jelasnya lagi.


“ Bagaimana aku bisa meminta dia untuk menandatangani nya.”


“ Bilang kepada Lily. Jika ada seorang bos yang akan menjadikan nya istri kontrak selama setahun. “


Gerry manggut-manggut. Rasa takutnya seolah membuat sekujur tubuhnya gemetar.


“ Jika ia menolak. Apa yang harus saya lakukan?” tanya Gerry.


“ Beri tahu dia keuntungan menjadi istri kontrak. “ Ujar pria berjas hitam itu.


Tubuh Gerry terasa kembali gemetaran ketika menceritakan perihal kejadian yang ia alami. Ranum hanya terdiam. Ia seolah tak percaya mendengar cerita Gerry. Pria yang duduk tidak jauh dari mereka tersenyum. Seolah ia tahu jika ia sedang di bicarakan.