When She Loved Me

When She Loved Me
1. Hari pertama masuk sekolah



Ketika seseorang mencintai ku


Segalanya akan indah


Setiap hari akan aku habiskan bersamanya


Dan dia akan terus tinggal di dalam hatiku


ketika dia sedih


Aku akan disana dan mengeringkan air matanya


Dan ketika senang, aku juga akan selalu bahagia bersamanya


kami saling memiliki


Hanya dia dan aku bersama menjalin cinta yang sudah berbunga.


ketika ia berkata " Aku akan selalu mencintaimu "


Rasa sepi dan luka akan terlupakan.


Tidak pernah terpikir jika ia pernah menyakitiku.


Cinta yang entah kapan datangnya.


Menghancurkan keangkuhan ku.


Hari pertama di sekolah.


---


5 tahun lalu.


“ Lily. “


Teriakan Jessika bikin Lily geram. Dia menarik sahabatnya itu dan menutup mulutnya.


“ Bisa enggak sih. Lo diam.” Ketus Lily.


“ Ini hari pertama kita jadi siswi di SMA. Masa kamu udah mau bolos aja sih. Jangan sifat jelek di SMP doloe, Lo bawa. Berubah dong.”


Celotehan Jessika membuat Lily menutup telinganya.


“ Woi, dengarkan aku dong.” Kata Jessika lagi.


“ Udah deh, Jessi. Aku bosan dengan basa basi, loe. Lebih baik gue bolos.”


“ Kamu yakin bisa bolos.”


Suara yang terdengar keras dan angkuh seketika menghentikan perdebatan mereka. Mereka menoleh berbarengan, dan melihat seorang cowok yang baru menuruni anak tangga.


Wow!


Mulut kedua sahabat itu sedikit ternganga ketika seorang cowok berpostur tubuh tinggi, tegap, menawan, dan memiliki wajah lebih tampan dari model KPop, berjalan menghampiri mereka.


“ Buset. Mimpi ya.” Kata Jessika ketika mengagumi kesempurnaan dari cowok yang berjalan menghampiri nya.


“ Biasa aja tuh.” Sahut Lily cuek.


“ Kembali ke kelas.” perintah cowok berwajah tampan itu.


Jessika yang merasa sahabatnya sudah keterlaluan, menariknya ke sisi dinding.


“ Apaan sih Lo?” ketus Lily kesal dengan sikap Jessika.


“ Hak. “ kata cowok itu.


“ Ya Hak. “ jawab Lily lantang.


“ Lo kesetanan apa sih, ly. Udah deh jangan cari gara-gara sama kakak kelas.” Ujar Jessika dengan perasaan takut.


“ Bodoh amat.” Balas Lily.


“ Amat engkeng yang sekelas kita dulu, memang bodoh. Makanya dia enggak lulus.” Ujar Jessika lagi.


Lily menepak sendiri jidatnya. Ia Kesal akan sikap tulalit Jessika.


“ Cukup.” Kata cowok berwajah tampan itu. “ Aku perintahkan kalian kembali ke kelas.” Sambungnya lagi.


“ Baik kak.” Jawab Jessika.


“ Bye Jessika.” Kata Lily yang kemudian berbalik ke lawan arah.


“ Tunggu.” Kata pria berwajah tampan itu.


“ Apa lagi sih?” kata Lily dengan sikap malas menanggapinya.


“ Kembali ke kelas atau aku seret.” Ancamnya.


“ Hah. “


Lily kemudian mengabaikan perintahnya dan ingin pergi begitu saja. Tapi, cowok berwajah tampan itu. Serius akan ucapannya. Dia menarik tangan Lily. Lily langsung menepis. Tidak kehabisan akal akhirnya dia pun menggendong Lily Secara paksa.


“ Turunkan aku.”


Teriakan dan sikap berontak Lily tidak di hiraukan nya. Dia terus menggendong Lily hingga masuk kedalam kelas. Suara riuh dari teman sekelasnya membuat Lily malu dan kesal.


“ Terimakasih, Abigail.” Ujar pak Karim. Wali kelas 1B.


Abigail mengangguk. Ia menurunkan Lily dan secara tiba-tiba, Sebuah tamparan melayang ke wajahnya.


Plakk...!


“ Kau.”


Abigail melotot. Matanya terpancar aura menahan amarah yang hampir tidak bisa dikendalikannya. Dan Lily, ia juga Sama. Membalas tatapan Abigail dengan sikap menentangnya.


Note.


___ Hai !


Thanks udah mampir di novel ke 3 ku.__


___ Jangan lupa like nya.___


from. Lily Tina.