
Saat kami selesai meng absenkan diri, kami semua langsung berbaris rapi memasuki observasi laut. Di dalam suasana nya begitu menenangkan! Langit kami bertahtakan aquarium besar melengkung dan kami berasa seperti berjalan di dalam gua dengan kegelapan bawah laut yang begitu cantik. Mata kami tak berhenti untuk menatap ke atas, bahkan bapak Kama juga bercanda kalau kami menoleh ke atas terus bisa-bisa nanti tabrakan barisan. Kami tidak memperdulikan yang kami lihat hanya banyaknya spesies hewan laut berenang berlalu lalang dan yang menyita perhatian ku adalah ikan pari yang sangat besar dan aku juga tidak dapat membayangkan sebesar apa ikan pari tersebut.
"Anak-anak! Lihat sini. Hari ini, kita akan di pandu dengan kak Jeff!"
Pandangan kami dengan segera beralih pada pak Kama yang menunjuk kak Jeff. Pria yang berdiri mengenakan seragam biru malam dan seperti ada sebuah pin di dada kanan nya berbentuk hewan laut. Kak Jeff tersenyum melambaikan tangan ke arah kami. Kami juga ikut menyapa dengan bahagia.
"Hallo! Perjalanan cukup jauh dan melelahkan ya?"
Kami serempak menjawab tidak. Karena lelah kami sudah terbayarkan dengan keindahan ini. Kak Jeff tertawa geli, yah tatapan seorang kakak untuk adiknya terlihat nampak sekali. Mungkin kak Jeff juga punya banyak adik.
"Kalau begitu kita lanjut menjelajah alam bawah laut!. Kak Jeff akan memberitahu beberapa instruksi jadi mohon di dengarkan baik-baik!"
Kak Jeff berucap dengan lantang dan semangat. Pak Kama menyuruh kami semua mengeluarkan buku catatan untuk mencatat apa saja yang akan di jelaskan kak Jeff tentang hewan laut nanti. Ketika tour ini selesai tugas akan dikumpulkan dalam bentuk cerita.
Entah kenapa aku yang paling semangat.
Setelah kami di briefieng, kami semua lalu di ajak ketempat yang lebih keren lagi. Yaitu aquarium raksasa dalam bentuk horizontal agar kami tidak perlu mendongak lagi. Dan kali ini kami mendatangi spesies ikan-ikan yang suka tinggal di batu karang waah jenis nya banyak sekali, dan terumbu karang nya juga sangat sehat.
"Dari kalian semua ada yang pernah melihat dugong sebelum nya?"
Semua terdiam, dan aku juga ikut terdiam, memang ada hewan laut dengan nama itu?
Kak Jeff tertawa bersama pak Kama. Memang apa yang lucu, tetapi sedetik kemudian. Kami kembali di buat terbelalak oleh seekor makhluk yang kami tidak tau apa namanya berenang mendekat ke arah kami apa? Di tengah ramai nya ikan kecil dia muncul dan memecah keceriaan ikan kecil itu.
"Itu dia dugong! Dia adalah hewan mamalia laut!"
Aku membelalakan mata ku kaget dengan penjelasan kak Jeff. Dugong tersebut berenang mendekati Nala! Semua terdiam mengikuti arah gerak hewan itu. Lalu dia mengeluarkan suara yang begitu unik hingga membuat Nala sedikit memekik dan kemudian dia tertawa.
"Waah, sepertinya ada yang langsung suka saat pertama kali berjumpa"
Kak Jeff tersenyum lembut mendatangi Nala. Bahkan hewan itu masih setia berenang di dekat Nala.
"Namanya adala Moly, dia begitu peka dengan sekitar. Lalu siapa namamu?"
Nala tersenyum membuka catatan kecil nya dan memperlihatkan namanya pada kak Jeff. Kak Jeff membacanya pelan lalu tersenyum mengangguk. Kami hanya kembali terkaget-kaget dengan kak Jeff yang tiba-tiba melakukan beberapa bahasa isyarat pada Nala. Dan Nala menjawab nya dengan gerakan yang juga nampak senang dan semangat dan kulihat dia menampakkan alat pendengaran nya itu pada kak Jeff. Kak Jeff lalu menepuk-nepuk pelan kepala Nala seraya tertawa kecil lalu berbalik ke arah kami.
"Moly memiliki sensor yang begitu kuat. Dia bahkan bisa mendeteksi seseorang meski terhalang kaca tebal sekalipun"
Kami semua mengangguk jadi itu alasannya Moly mengetahui bahwa Nala itu tunarungu. Kami juga memuji Moly karena kehebatan nya dalam mendeteksi sesuatu dengan baik. Moly juga berenang santai ke arah kami. Ekor Moly seperti ada cacat lalu aku mengangkat tangan.
"Kak Jeff ada apa dengan ekor Moly?"
"Moly itu dugong cacat, dia di jauhi kawanan nya karena berbeda. Dahulu dia di aquarium ini bersama ibunya, tetapi ibunya meninggal dan Moly hidup berkawan ikan-ikan kecil ini"
Kami semua terdiam terhenyak dengan cerita kak Jeff. Beberapa ada yang bergumam dan kasihan pada Moly. Aku menatap Moly yang masih ada bersama kami berlalu lalang berenang.
"Karena kami tidak ingin Moly kesepian di aqurium lain, kami lalu menaruh nya di sini"
"Maka dari itu kenapa dia juga sangat mengetahui seseorang yang juga tidak sempurna seperti dia"
Kami semua saling bertatapan. Dan mataku tidak berhenti menatap Nala yang tertawa-tawa di hibur oleh Moly. Beberapa dari kami hanya terdiam saja tidak bicara apa-apa.
"Tapi tidak apa! Kami selalu memberikan kasih sayang berlimpah kepada Moly. Dia spesies dugong yang sangat kuat! Moly tidak akan gampang bersedih hati mari semuanya menyapa Moly! Dia sudah menyapa kalian lebih dulu looh!!"
Nala tersenyum lembut mengusap kaca besar itu, penghalang antara dia dan Moly.
Kami berkeliling menjelajahi seisi koleksi laut yang tempat ini miliki. Dan akhirnya sebagai lokasi terakhir, kami tiba di sebuah tempat yang sepi. Juga tidak ada sama sekali ikan-ikan kecil hanya ada air, yang pasir putih menjadi alas nya. Kami juga tidak melihat apa-apa.
"Ini adalah spesies ikan hiu air asin mematikan"
"Lalu dimana hiu nya?"
Kak Jeff tersenyum mengendikkan bahu nya. Kak Jeff bilang harus nya ikan hiu itu sedang berenang-renang tetapi kemana dia pergi.
"Oh! Aku tau! Aku tau!"
Semua menoleh kepada Ben yang menunjuk tangan nya ke atas dengan meloncat-loncat. Tiba-tiba aku merasa tidak enak.
"Hiu nya ada disini! Dia sedang di antara kita. Pantas dia tidak ada di dalam aquarium!"
Benarkan. Ben menunjuk diriku dengan wajah jahil nya dan di iringi tawa membahana seluruh teman sekelas ku dan kak Jeff juga pak Kama.
"Kau pikir kau juga bukan spesies paus?"
Tiba-tiba pak Kama menyelutuk hingga membuat Ben beringsut malu-malu. Anak-anak lain malah mentertawakan kami dan lelucon pak Kama.
Kak Jeff lalu mengajak kami menuju kolam yang dapat di jangkau anak-anak. Dan disana banyak ikan-ikan cantik, bahkan ada ikan yang suka menggigiti kaki itu. Dia hanya menggigit sel kulit mati kita, bukan seperti ikan piranha. Kak Jeff bilang, untuk duduk di tempat yang di sediakan dan rasakan serileks mungkin, bagi yang geli tidak disarankan untuk merendam kaki. Aku jadi yang paling pertama mencoba nya. Waah benar! Agak sedikit geli, tapi jika cukup lama akan terbiasa. Ben dan Rival kemudian ikut mencoba dan mereka tertawa-tawa. Sehingga mengundang rasa penasaran teman-teman lain dan ingin mencoba nya.
Benar-benar pengalaman terbaik yang akan terus ku ingat.
~~~